Parenting Islami

30 Juli 2021

11+ Pernikahan yang Dilarang dalam Islam, Salah Satunya Menikah dengan Lebih dari Empat Perempuan!

Berikut ini penjelasan mengenai pernikahan yang dilarang dalam Islam berdasarkan alquran dan hadis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Dalam Islam, menikah termasuk sunnah. Menikah adalah proses ibadah, karena terdapat proses membina rumah tangga, mendidik keluarga, dan juga menjaga keharmonisannya. Oleh karena itu, terdapat juga pernikahan yang dilarang dalam Islam.

Salah satu sebab masuknya menikah dalam kategori ibadah adalah banyaknya manfaat di dalamnya. Salah satunya ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh U.S. Department of Health and Human Services.

Dalam studi tersebut, disimpulkan bahwa orang yang sudah menikah lebih sehat dari orang-orang yang belum menikah. Sebagian besar peneliti menyimpulkan bahwa hubungan antara pernikahan dan kesehatan mewakili kombinasi seleksi dan adanya perlindungan.

Baca Juga: Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

Perintah Menikah dalam Alquran

12 Pernikahan yang Dilarang dalam Islam -1

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum membahas mengenai pernikahan yang dilarang dalam Islam, ada beberapa hal mengenai pernikahan yang harus diketahui. Termasuk perintah menikah dalam Alquran sebagai pegangan manusia dalam menjalankan agama Islam.

Secara umum, menikah di dalam Alquran tidak dikatakan sebagai sesuatu hal yang wajib, namun beberapa kali disebutkan berkaitan dengan orang yang hendak menjaga kesucian diri dan bila belum memiliki pasangan.

Berikut adalah beberapa ayat yang berkenaan dengan menikah dalam Alquran:

  • Perintah menjaga kesucian diri. “Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nuur: 33)
  • Perintah menikahkan laki-laki dan perempuan yang sendirian. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 32).

Baca Juga: Rahasia Pernikahan Sukses: Saling Menghormati

Pernikahan yang Dilarang dalam Islam

12 Pernikahan yang Dilarang dalam Islam -2

Foto: Orami Photo Stock

Urusan pernikahan dibahas begitu rinci dalam Islam. Tidak hanya cara memilih pasangan, tata cara pernikahan yang disyariatkan, bahkan Allah SWT dan Rasulullah SAW menjelaskan berbagai pernikahan yang dilarang dalam Islam, seperti di bawah ini.

1. Nikah Syighar

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah syighar adalah seseorang yang berkata kepada orang lain, ‘Nikahkanlah aku dengan puterimu, maka aku akan nikahkan puteriku dengan dirimu.’ Atau berkata, ‘Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu, maka aku akan nikahkan saudara perempuanku dengan dirimu.” (HR Muslim)

2. Nikah Tahlil

Nikah tahlil adalah menikahnya laki-laki dengan perempuan yang sudah ditalak tiga oleh suami sebelumnya. Lalu, laki-laki tersebut mentalaknya dengan sengaja agar perempuan tersebut dapat dinikahi kembali oleh suami sebelumnya setelah masa ‘iddahnya selesai.

Ini termasuk pernikahan yang dilarang dalam Islam dan hukumnya adalah haram, dan juga termasuk dalam perbuatan dosa besar.

3. Nikah Mut’ah

Nikah mut’ah disebut juga nikah sementara, nikah terputus atau nikah kontrak. Ini adalah saat laki-laki menikah dengan perempuan dalam jangka waktu tertentu. Para ulama sepakat ini termasuk pernikahan yang dilarang dalam Islam, haram, tidak sah, atau batal jika telah terjadi.

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya aku pernah mengijinkan kalian untuk bersenang-senang dengan wanita (nikah mut’ah selama tiga hari). Dan sesungguhnya Allah telah mengharamkan hal tersebut (nikah mut’ah) selama-lamanya hingga hari Kiamat.” (HR Muslim)

4. Nikah dalam Masa ‘Iddah

Masa ‘iddah ialah waktu tertentu bagi perempuan untuk menunggu atau menangguhkan pernikahan kembali setelah ditinggal mati suami atau setelah diceraikan. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah, sebelum habis masa ‘iddahnya.” (QS Al-Baqarah: 235)

5. Nikah Beda Agama

Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kaum nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun ia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman.

Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke Neraka, sedangkan Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Al-Baqarah: 221)

Baca Juga: Rahasia Pernikahan Harmonis ala Pasangan LDR

6. Menikah dengan Perempuan yang Diharamkan

Allah SWT menerangkan begitu jelas orang-orang yang haram untuk dinikahi di dalam Alquran, yakni: “Diharamkan atas kamu (menikahi) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuanmu, saudara-saudara perempuan ayahmu, saudara-saudara perempuan ibumu, anak-anak perempuan dari saudara laki-lakimu, anak-anak perempuan dari saudara perem-puanmu, ibu-ibu yang menyusuimu, saudara-saudara perempuan yang satu susuan denganmu, ibu-ibu isterimu (mertua),

anak-anak perempuan dari isterimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum mencampurinya (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa atasmu (jika menikahinya), (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS An-Nisaa’: 23)

7. Nikah yang Menghimpun Perempuan dengan Bibinya

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak boleh dikumpulkan antara perempuan dengan bibinya (dari pihak ayah), tidak juga antara perempuan dengan bibinya (dari pihak ibu).” (HR Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi)

8. Nikah dengan Istri yang Telah Ditalak Tiga

Jika perempuan sudah ditalak 3 oleh suami, maka haram bagi suami untuk menikahinya hingga perempuan tersebut menikah dengan orang lain dengan pernikahan yang wajar (bukan nikah tahlil), lalu kemudian bercerai.

9. Nikah Saat Melaksanakan Ihram

Pernikahan yang dilarang dalam Islam selanjutnya adalah yang dilakukan saat sedang melaksanakan ibadah ihram. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah atau melamar.” (HR Muslim, at-Tirmidzi)

10. Nikah dengan Perempuan yang Masih Bersuami

Allah SWT berfirman: “Dan (diharamkan juga kamu menikahi) perempuan yang bersuami…” (QS An-Nisaa’: 24)

11. Nikah dengan Pezina/Pelacur

Allah SWT berfirman: “Pezina laki-laki tidak boleh menikah kecuali dengan pezina perempuan, atau dengan perempuan musyrik; dan pezina perempuan tidak boleh menikah kecuali dengan pezina laki-laki atau dengan laki-laki musyrik; dan yang demikian itu diharamkan bagi orang-orang mukmin.” (QS An-Nuur: 3)

12. Menikah dengan Lebih dari Empat Perempuan

Poligami memang sunnah, tapi tidak boleh disalahgunakan. Apabila jika dilakukan kepada lebih dari 4 perempuan. Ini berdasarkan firman Allah SWT:

“Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah perempuan (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat…” (QS An-Nisaa’: 3)

Itulah 12 pernikahan yang dilarang dalam Islam yang harus dihindari.

  • https://aspe.hhs.gov/pdf-report/effects-marriage-health-synthesis-recent-research-evidence
  • https://almanhaj.or.id/3233-pernikahan-yang-dilarang-dalam-syariat-islam.html
  • https://dalamislam.com/hukum-islam/pernikahan/kewajiban-menikah
  • https://moslemlifestyle.com/id/article/pernikahan-yang-dilarang-dalam-islam.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait