Di atas 5 tahun

26 Juli 2021

8 Pertanyaan Tentang Hipertensi pada Anak yang Perlu Diajukan pada Dokter

Beragam pertanyaan ini dapat membantu Moms mengenali kondisi Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor yang bisa menyebabkan munculnya penyakit kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung. Untuk lebih jelasnya, mari simak pertanyaan tentang hipertensi pada anak yang bisa Moms ajukan pada dokter.

Kumpulan Pertanyaan Tentang Hipertensi pada Anak

Di Indonesia sendiri tingkat kewaspadaan terhadap penyakit yang satu ini masih tergolong sangat rendah.

Umumnya penyakit ini identik dengan orang dewasa. Namun, siapa sangka jika penyakit ini juga rentan dialami oleh Si Kecil.

Kebanyakan kasus hipertensi pada anak terjadi tanpa adanya gejala dan jika hal ini dibiarkan, bisa mengakibatkan risiko hipertensi yang semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan Si Kecil.

Berdasarkan Italian Journal of Pediatrics, Si Kecil yang berusia di atas 3 tahun harus diukur tekanan darahnya setiap tahun.

Ada beberapa faktor pendukung mengapa hipertensi bisa terjadi pada anak-anak, misalnya faktor genetik dan pola hidup yang kurang sehat.

Lantas, apa saja pertanyaan seputar tekanan darah tinggi pada anak yang bisa Moms ajukan? Simak di bawah ini, ya!

1. Bagaimana Mendeteksi Tekanan Darah pada Si Kecil?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 1.jpg

Foto: Freepik.com

Pertanyaan tentang hipertensi pada anak pertama adalah bagaimana cara mendeteksinya?

Sekitar 3,5 persen anak-anak ditemukan memiliki darah tinggi.

Maka, perlu pendeteksian sejak dini, dimulai dari usia 3 tahun. Proses pengukurannya sebenarnya sama saja seperti orang dewasa, yakni menggunakan alat Sfigmomanometer yang ditempelkan di lengan.

Namun, yang membedakan pengukuran anak-anak dengan orang dewasa ialah, mendiagnosis tekanan darah pada Si Kecil akan lebih sulit. Hal ini dikarenakan hasilnya terus berubah seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran tubuh.

Baca Juga: Apa Dampak Darah Tinggi Pada Ibu Hamil dan Janin?

2. Kapan Waktu yang Tepat untuk Memeriksa Tekanan Darah?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 2.jpg

Foto: Freepik.com

Seiring pertumbuhan anak-anak, hasil tekanan darah pun akan berubah-ubah.

Pertanyaan hipertensi pada anak selanjutnya yakni kapan waktu yang tepat untuk memeriksanya?

Untuk itu, tes harus dilakukan secara rutin agar mudah memantaunya. Hal ini berfungsi untuk mendapatkan gambaran yang akurat apakah Si Kecil menderita darah tinggi atau tidak.

Hal yang perlu diingat bahwa kisaran tekanan darah normal terus berubah dan meningkat pada Si Kecil hingga sekitar usia 10 tahun.

Selain itu, anak laki-laki cenderung memiliki tekanan darah lebih tinggi daripada anak perempuan.

3. Apakah Anak-anak dengan Kondisi Tertentu Berisiko Tinggi Terkena Hipertensi?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 3.jpg

Foto: Freepik.com

Salah satu faktor penyebab darah tinggi pada anak-anak adalah riwayat keluarga yang juga menderita darah tinggi.

Moms atau Dads yang memiliki darah tinggi cenderung akan menurunkannya kepada anak.

Selain itu, obesitas juga menjadi alasan tertinggi mengapa Si Kecil bisa sangat rentan terkena hipertensi. Journal The Role of Parental Smoking juga menyatakan bahwa orang tua yang merokok bisa menjadi penyebab anak mengalami hipertensi.

Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak Dengan 6 Cara Ini

4. Apa Saja yang Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi pada Anak?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 4.jpeg

Foto: Unsplash.com

Menurut Seattle Children's sebagian besar hipertensi pada anak-anak disebabkan oleh penyakit ginjal, juga karena penyebab lain seperti kondisi jantung dan masalah hormon (endokrin) tertentu.

Hipertensi esensial atau primer dapat terjadi pada Si Kecil yang berusia lebih besar, terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pola makan yang tidak sehat juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak.

Mungkin selama ini orang tua tidak menyadari, tetapi pemberian makanan snack dalam kemasan bisa memicu terjadinya tekanan darah tinggi pada Si Kecil.

Kandungan garam yang terdapat dalam makanan ringan seperti garam natrium, baking soda, pengawet makanan atau vetsin bisa menjadi penyebab tekanan darah tinggi pada anak.

5. Bisakah Tekanan Darah Tinggi pada Anak Diobati?

Pertanyaan seputar Tekanan Darah Tinggi pada Anak 5.jpg

Foto: Freepik.com

Perawatan dan pengobatan yang tepat tentu bisa mengendalikan tekanan darah tinggi pada anak. Dokter anak pastinya akan merekomendasikan terlebih dahulu tentang perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil.

Pertanyaan tentang hipertensi pada anak yang satu memang sering diajukan. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang menderita hipertensi perlu mengonsumsi obat-obatan.

Beberapa kegiatan seperti diet dan olahraga juga dapat mengendalikan tekanan darah.

Baca Juga: Apa Saja Efek Samping Obat Darah Tinggi? Cari Tahu di Sini

6. Apakah Hipertensi pada Anak Umum Terjadi?

Pertanyaan-tentang-Hipertensi-pada-Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pertanyaan lain tentang hipertensi pada anak yakni seberapa umum terjadinya, apakah normal atau justru suatu kelangkaan.

Hipertensi menjadi semakin umum pada anak-anak dan remaja.

Sebuah studi dalam Children's Hospital baru-baru ini mengamati 15.000 remaja dan menemukan bahwa hampir 1 dari 5 remaja memiliki hipertensi.

Penyakit ini kurang terdiagnosis pada anak-anak karena hal-hal seperti:

  • Agak sulit untuk mengukur tekanan darah pada bayi dan anak kecil.
  • Sering dianggap bukan sesuatu yang bisa terjadi pada anak-anak.

Selain itu, peningkatan jumlah anak dengan hipertensi primer di Amerika Serikat diduga ada hubungannya dengan peningkatan obesitas.

7. Apakah Ada Komplikasi yang Terjadi Terkait Hipertensi pada Anak?

5 Pertanyaan tentang Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi pada Anak 2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pertanyaan tentang hipertensi pada anak selanjutnya adalah tentang komplikasi.

Meski begitu, anak-anak dengan hipertensi tidak berisiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

Sebaliknya, pada orang dewasa kita tahu bahwa pada orang dewasa, hipertensi meningkatkan kemungkinan komplikasi pada jantung, pembuluh darah, dan ginjal.

American Academy of Family Physician memaparkan, ada beberapa bukti kuat bahwa beberapa perubahan ini terlihat pada anak-anak dengan tekanan darah tinggi. Perubahan ini mempengaruhi:

  • Pembuluh darah: tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh, yang mempersulit organ untuk bekerja secara efisien.
  • Ginjal: jika pembuluh darah di ginjal rusak, organ ini mungkin akan berhenti membuang limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Cairan ekstra ini dapat meningkatkan tekanan darah dengan banyak.
  • Organ tubuh: jika tidak diobati, hipertensi mempersulit darah untuk mencapai berbagai bagian tubuh, termasuk mata, otak, dan dapat menyebabkan kebutaan serta stroke.

Baca Juga: Benarkah Jenis Kelamin Bayi Bisa Diketahui dari Detak Jantung Dalam Kandungan?

8. Apa Sajakah Gejala Tekanan Darah Tinggi pada Anak?

Pertanyaan-tentang-Hipertensi-Penyebab-Nyeri-Dada-pada-Anak-anak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, gejala yang dialami menjadi salah satu pertanyaan tentang hipertensi yang juga sering diajukan.

Nah untuk meminimalisir hal-hal tidak diinginkan serta komplikasi, yuk coba lihat gejala umumnya.

Semakin dini gejala ini diketahui, maka peluang sembuhnya akan semakin tinggi juga, lho.

Berikut beberapa gejala tekanan darah tinggi pada anak.

  • Nyeri dada
  • Sakit kepala parah
  • Perubahan penglihatan dan mata buram
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan tangan dan kaki
  • Sesak napas dengan aktivitas terbatas
  • Perubahan warna dalam urinenya (ditandai dengan warna kuning pekat, cokelat, atau berwarna hitam)

Tekanan darah tinggi pada anak bisa dicegah sejak dini jika orang tua mau menerapkan gaya hidup sehat dan menyediakan nutrisi lengkap bagi Si Kecil.

Perbanyak menyajikan sayur-sayuran dan buah-buahan yang kaya serat, ajak anak berolahraga teratur, dan rutin lakukan pemeriksaan.

Apabila Moms merasa gejala hipertensi pada Si Kecil masih saja muncul, jangan ragu membawanya ke dokter, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4707609/
  • https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/circulationaha.110.958769
  • https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/h/hypertension/symptoms-and-causes
  • https://www.aafp.org/afp/2006/0501/p1558.html#:~:text=4%E2%80%936%20Patients%20with%20severe,accidents%2C%20and%20congestive%20heart%20failure.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait