3-12 bulan

5 Juli 2021

15 Pertanyaan tentang Imunisasi dan Vaksin yang Paling Populer dan Jawabannya

Jangan sampai salah kaprah ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Apakah Moms masih ragu menjalani vaksinasi untuk diri sendiri dan anak? Padahal vaksinasi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, lho.Tak jarang banyak pertanyaan tentang imunisasi yang diajukan kepada dokter anak.

Salah satunya, bolehkan anak diimunisasi ketika sakit? Tentu ini pertanyaan tentang imunisasi yang paling sering ya, Moms.

Menurut World Health Organization (WHO), vaksinasi atau imunisasi dapat mencegah penularan dan infeksi penyakit, memperpanjang harapan hidup, juga bisa menghemat biaya pengobatan.

Bagi Moms yang masih ragu, berikut pertanyaan tentang imunisasi yang paling banyak ditanyakan dan jawabannya.

Kumpulan Pertanyaan tentang Imunisasi dan Vaksinasi

Sebagai orangtua tentu tak mudah untuk mengasuh anak. Kita harus tahu seluk-beluk dan cara dalam menjaga kesehatan anak agar tetap prima.

Salah satunya dengan melakukan imunisasi anak sejak dini. Nah, untuk Moms yang masih ragu melakukan vaksinasi untuk anak atau diri sendiri, yuk tengok kumpulan pertanyaan tentang vaksin berikut ini.

1. Apa Dampaknya Jika Jadwal Vaksin Anak Tidak Lengkap dan Tidak Beraturan?

Pertanyaan-tentang-Imunisasi-Bagaimana-jika-anak-telah-vaksin-di-luar-negeri,-apakah-di-Indonesia-perlu-ulang-dari-awal-.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Centers for Disease Control and Preventions, anak dengan riwayat vaksinasi yang tidak lengkap dan tidak beraturan maka anak rentan terhadap beragam penyakit menular.

Sehingga imun tubuhnya belum terbentuk dan bisa berakibat fatal bagi anak.

Jadi anak perlu untuk segera dilakukan vaksinasi ulang atau mengejar vaksinasi yang belum tuntas.

Bicarakan pada dokter anak terkait hal ini ya, Moms.

2. Apakah Vaksin Dapat Menyebabkan Autis?

Mengutip Kids Health, tidak ada bukti bubungan vaksin dan autisme.

Beragam penelitian dilakukan oleh tenaga medis di seluruh dunia bahkan juga dilakukan di negara-negara di Asia.

Didapatkan bahwa vaksin aman dan tidak ada hubungannya dengan penyebab autisme. Singkatnya, vaksin tidak menyebabkan autisme pada anak dan vaksin aman bagi anak.

Autisme adalah suatu kondisi yang mempengaruhi otak dan membuat komunikasi dan interaksi dengan orang lain menjadi lebih sulit.

Penyebab autisme tidak diketahui. Tapi adapun karena genetika, perbedaan anatomi otak, dan zat beracun yang dianggap berkontribusi pada anak-anak yang berpotensi autisme.

3. Bagaimana Cara Mengetahui Vaksin Asli dan Palsu?

pentanyaan-tentang-imunisasi-vaksin-tetanus.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, pertanyaan tentang imunisasi ini juga sering ditanyakan, lho.

Selalu pastikan Moms untuk mengecek nomor batch (nomor kode produksi) produk vaksin, kelengkapan kemasan vaksin dan segel kemasan vaksin.

Lakukan vaksinasi atau imunisasi di fasilitas kesehatan yang telah diakui pemerintah. Jadi jangan di sembarang tempat, ya Moms.

Baca juga: Kemudahan Imunisasi dengan Vaksinasi ke Rumah, Seperti Apa?

4. Apakah Aman Jika Anak Memperoleh Lebih dari Satu Macam Vaksin dalam Sekali Suntik?

Pertanyaan tentang vaksin selanjutnya adalah bagaimana jika kita memperoleh lebih dari satu jenis vaksin?

Pemberian beberapa vaksin sekaligus dalam satu hari adalah aman.

Namun, bagi kenyamanan anak, saat ini tersedia produk vaksinasi kombinasi (vaksin kombo) yang sudah mengandung 6 macam kandungan vaksinasi untuk 6 penyakit anak yang mematikan.

Jadi hanya dengan 1 kali suntik, anak sudah terlindungi 6 jenis penyakit yang mematikan.

5. Bagaimana Jika Tekanan Darah Sedang Tinggi, Apakah Boleh Divaksin?

6 Penyebab Umum Impotensi, Dads Harus Waspada! 5.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tak hanya anak, vaksinasi juga diberlakukan untuk orang tua.

Tekanan darah bukanlah parameter untuk menentukan pemberian vaksin. Pengukuran tekanan darah dikatakan tinggi atau lebih dari normal bisa hasil pengukuran didapatkan lebih dari 120/80 mmHg.

Selain itu, dokter yang datang akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dilakukan penyuntikkan.

6. Apakah Vaksin Benar-benar Memberikan Perlindungan pada Setiap Penyakitnya?

Rata-rata semua vaksin akan memberikan efektivitas perlindungan sampai dengan lebih dari 90% jika vaksin tersebut diberikan sesuai dengan jadwal dan dosis pemberian juga optimal.

Efektivitas perlindungan beberapa vaksin akan menurun seiring dengan waktu, sehingga butuh untuk dosis booster.

Beberapa vaksin yang perlu di-boost rutin sesuai jadwal booster misalnya, Hepatitis B, Varicella/cacar air, Typhoid, Japanese Encephalitis, dan Tetanus Difteri Pertusis.

7. Bagaimana Jika Pegal pada Tangan Tidak Hilang Selama Sebulan atau Lebih Setelah Divaksin? Apakah Berbahaya?

pertanyaan tentang vaksin dan imunisasi

Foto: Orami Photo Stocks

Tangal pegal menjadi salah satu pertanyaan tentang imunisasi yang umum.

Mengutip UPMC Health Beat, rasa sakit ini juga merupakan tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang membuat antibodi sebagai respons terhadap virus dalam vaksin.

Rasa pegal pada area bekas suntikan vaksin biasa dirasakan segera setelah disuntik sampai dengan 3 hari.

Jika rasa pegal atau rasa sakit terus berlanjut hingga lebih dari 3 hari atau bahkan diikuti gejala lainnya, maka sebaiknya Moms memeriksakan diri ke dokter terdekat, ya.

Baca Juga: Campak pada Bayi: Mengenal Ciri, Perawatan dan Pencegahannya

8. Bagaimana Jika Ternyata Ketika Diperiksa Suhu Tubuh 37,5 derajat celsius, Apakah Boleh Baksin?

Kontraindikasi penyuntikkan vaksin adalah bila suhu tubuh sama dengan atau lebih dari 38 derajat Celsius pada pengukuran dengan menggunakan termometer digital/raksa pada ketiak/aksila.

Jadi bila suhu didapatkan 37,5 derajat Celsius maka pasien masih boleh dilakukan penyuntikkan vaksin.

Khusus bagi pasien dengan suhu tubuh sama dengan atau lebih dari 38 derajat Celsius saat waktu penyuntikkan maka penyuntikkan vaksin akan dijadwalkan ulang H+14 dari tanggal kunjungan tersebut atau dari hari terjadinya demam.

Demam hanyalah kontraindikasi sementara sehingga tetap harus diimunisasi segera setelah sembuh atau saat suhu tubuh kembali normal.

9. Bagaimana Jika Mempunyai Alergi Obat? Adakah Hubungannya dengan Vaksin?

5 Cara Mengobati Alergi Hidung dengan Alami, Simak di Sini!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Pertanyaan tentang vaksinasi selanjutnya terkait yang memiliki alergi.

Pasien sebaiknya wajib memberitahukan kepada dokter riwayat alergi obat. Dokter yang memberikan layanan juga akan menanyakan riwayat alergi pasien.

Adanya riwayat alergi obat bukan kontraindikasi pemberian vaksinasi, namun dokter yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah tetap perlu tahu dan memberikan perhatian khusus adanya kondisi ini.

10. Jenis Vaksin Apa yang Tidak Boleh Disuntikan Bersamaan?

Moms, adapun pertanyaan tentang imunisas ini yang perlu diperhatikan.

Pemberian vaksin boleh diberikan secara bersamaan pada satu hari yang sama atau bahkan dalam satu kali suntik (khusus bagi penggunaan jenis produk vaksin kombinasi/vaksin kombo, misalnya Hexaxim, Pediacel, Pentabio, dll).

Jenis-jenis vaksin yang biasa dipakai seperti:

  • Vaksin hidup

Vaksin hidup berupa vaksin cacar air/varisela, vaksin MMR, vaksin MMRV, vaksin campak, vaksin herpes zoster, bila diberikan secara terpisah pada waktu yang berbeda, maka perlu diberikan interval minimal 28 hari.

  • Vaksin tetes

Vaksin tetes di antaranya vaksin polio oral, vaksin rotavirus, perlu dilakukan pada hari yang berbeda dengan selang waktu minimal 14 hari karena pemberian bersamaan akan menyebabkan vaksin rotavirus tidak dapat bekerja optimal.

  • Vaksin MMR

Vaksin MMR atau vaksin MMRV atau vaksin campak, bisa mengganggu hasil tes tuberkulin (tes untuk memastikan diagnosa tuberkulosis pada anak), oleh karena itu, dianjurkan agar tes tuberkulin ini dilakukan selang minimal 28 hari sejak vaksin campak diberikan.

Baca juga: Apa Saja Efek Imunisasi Bagi Kesehatan Anak?

Keamanan dan Vaksin Palsu

Selain jenis-jenis vaksin, banyak juga Moms yang menanyakan soal keamanan vaksin. Terutama yang berkaitan dengan pengobatan, obat, dan juga tentang vaksin palsu.

11. Apakah Boleh Vaksin Jika Sedang Konsumsi Obat-obatan Rutin? Adakah Hubungannya dengan Vaksin?

pertanyaan tentang vaksin dan imunisasi 2

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, pasien yang sedang mengonsumsi obat rutin bukanlah kontraindikasi untuk mendapatkan vaksinasi.

Namun, penting bagi Moms untuk memberitahukan kepada dokter atau menuliskan lengkap obat-obatan yang rutin Moms atau keluarga Moms minum.

Tak semua jenis obat dapat dibarengi ketika kita ingin vaksin atau imunisasi.

Beberapa jenis obat rutin atau obat penyakit kronis yang butuh perhatian khusus adalah obat kortikosteroid dan obat kemoterapi.

12. Jenis Vaksin Seperti Apa yang Sebaiknya Dipilih?

Pertanyaan tentang imunisasi selanjutnya adalah jenis vaksin apa yang terbaik?

Pilihan vaksin bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien dan keterjangkauan pasien.

Semua produk vaksin adalah baik dan mampu melindungi pasien secara optimal dari penyakit bila diberikan sesuai jadwal dan sesuai dosis.

Pilihan vaksin bisa mempertimbangkan keunggulan beberapa merek yang beredar. Beberapa jenisnya seperti:

  • Bentuk sediaan (sediaan siap suntik dengan dosis individual atau sediaan tidak siap suntik dengan dosis kelompok).
  • Jumlah strain virus/agen infeksi yang dikandung (semakin banyak, semakin lengkap, semakin banyak juga penyakit yang bisa dicegah).
  • Kondisi kesehatan pasien, usia pasien dan ketersediaan dana pasien.

13. Apabila Pernah Vaksin dan Ternyata Vaksin Tersebut Palsu, Apa yang Harus Dilakukan? Apakah Vaksin Palsu Tersebut akan Berbahaya atau akan Menimbulkan Efek Samping di Tubuh?

alasan orangtua dengan pertanyaan tentang imunisasi

Foto: Orami Photo Stocks

Selain itu, pertanyaan tentang imunisasi satu ini juga tak kalah penting.

Pernyataan sebuah batch produk vaksin yang dinyatakan palsu perlu didukung dari pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan/atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI bahwa produk batch tersebut adalah palsu.

Kalau Moms atau keluarga mendapatkan vaksinasi dengan batch produk tersebut maka sebaiknya tidak panik dan lakukan vaksinasi ulang dengan produk vaksin yang asli.

Vaksinasi ulang perlu dilakukan mulai dari dosis awal.

Terkait bahaya vaksin palsu sangat tergantung dari kandungan vaksin palsu yang diproduksi oknum pembuat vaksin palsu ini.

Bahaya vaksin palsu juga perlu diperhatikan kerugian komunitas, karena tidak hanya berdampak pada pribadi pasien yang tidak mendapatkan perlindungan tapi juga perlindungan komunitas (herd immunity) menjadi tidak ada sehingga penyakit bisa cepat menular.

Kementerian Kesehatan Indonsia menghimbau setiap masyarakat melakukan vaksinasi di distributor atau fasilitas kesehatan resmi.

Baca Juga: Vaksinasi MMR Kembali Hadir di Indonesia, Kenali Manfaatnya untuk Anak

14. Bagaimana Vaksin yang Disuntikkan Bekerja dalam Tubuh?

Dalam World Healh Organization, vaksin yang disuntikkan akan menciptakan kondisi sedemikan rupa sehingga mendorong sistem imun tubuh untuk membentuk antibodi dan limfosit-T (sel imun).

Antibodi dan sel-sel imun hal inilah yang sering menyebabkan adanya reaksi sistemik pasca penyuntikkan, seperti demam. Setelah proses pembentukan antibodi dan sel imun ini, tubuh akan menyimpan memori atas pembentukan imun terhadap agen infeksi yang disuntikkan dari vaksin.

Sehingga saat terjadi “serangan” infeksi dari agen infeksi penyakit tersebut, tubuh sudah siap untuk melawan “serangan” infeksi yang terjadi karena sudah menyimpan memori ini.

15. Kenapa Vaksin Flu Perlu Dilakukan Setiap Tahunnya?

Flu Saat Hamil, Amankah Mengonsumsi Pseudoephedrine.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tidak seperti kebanyakan vaksin lainnya, vaksin flu menjadi topik yang sering ditanyakan.

Dalam History of Vaccines, Hal ini karena strain virus influenza yang beredar terus berubah.

Setiap tahun, para peneliti memilih virus untuk vaksin berdasarkan virus mana yang kemungkinan besar akan beredar selama musim flu yang akan datang, sehingga memberikan perlindungan terhadap jenis yang paling umum.

Jadi, ketika Moms mendapatkan vaksin flu musiman, Moms biasanya tidak mendapatkan “dosis” lain dari vaksin flu yang sama dengan yang diberikan sebelumnya.

Sebaliknya, Moms akan mendapatkan vaksin flu yang baru.

Sudah terjawab kan pertanyaan-pertanyaan tentang imunisasi dan vaksinasi Moms? Jangan ragu lagi untuk melakukan vaksinasi ya! Apalagi saat ini sudah tersedia layanan untuk vaksinasi di rumah. Jadi makin mudah dan praktis!

https://share.upmc.com/2016/12/arm-pain-after-vaccinations/

https://www.cdc.gov/vaccines/parents/why-vaccinate/risks-delaying-vaccines.html

https://kidshealth.org/en/parents/autism-studies.html

https://www.kemkes.go.id/article/view/16062700003/kemenkes-himbau-fasilitas-kesehatan-beli-vaksin-melalui-produsen-distributor-resmi.html

https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/how-do-vaccines-work#:~:text=Vaccines%20contain%20weakened%20or%20inactive,rather%20than%20the%20antigen%20itself.

https://www.historyofvaccines.org/content/articles/top-20-questions-about-vaccination#17

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait