Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Oct 6, 2018

Pertengkaran Orang Tua dan Dampaknya Terhadap Psikologi Anak

Bagikan


Pernikahan adalah penyatuan dua pribadi yang berbeda, mulai dari pola pikir, latar belakang, budaya, sampai prinsip. Jadi, tidak heran kalau pertengkaran suami istri sering terjadi. 

Namun, apabila Moms adalah pasangan yang sudah memiliki buah hati, apalagi usianya masih di bawah lima tahun, ada baiknya Moms berdua mulai mengurangi kebiasaan ini, terutama saat sedang bersama anak-anak.

Menurut Henny Eunike Wirawan, psikolog sekaligus pembantu Dekan I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta, anak yang sering melihat pertengkaran orang tuanya bisa meragukan kebahagiaan dan kedamaian yang dijanjikan dalam sebuah ikatan perkawinan. 

Tidak heran apabila sekarang banyak orang berpikiran untuk tidak menikah karena trauma yang dialaminya saat kecil. Mereka takut perkawinan mereka kelak akan seperti perkawinan ayah dan ibunya dulu: dipenuhi pertengkaran suami istri. 

Selain itu, jika anak sering melihat orang tuanya bertengkar, anak akan kurang respect kepada orang tuanya. Mereka akan berpikir, orangtua selama ini mengajarkan nilai positif, namun mereka sendiri melanggarnya. Katanya tidak sopan teriak-teriak, tapi kok mama membentak papa seperti itu?

Anak, khususnya di bawah lima tahun, mudah sekali merekam dan mencontoh apa yang dilakukan orang di sekitarnya. Plus, mereka juga memiliki daya ingat yang lebih tajam di usia tersebut.

Jadi, apabila Moms memberikan contoh yang buruk kepada anak Moms, jangan heran jika mereka menirunya. Pernah mendengar seorang anak sering berkelahi dengan temannya di sekolah karena mencontoh ayahnya yang sering memukul ibunya?

Efek lainnya, anak juga jadi minder. Apalagi saat mereka melihat keluarga lain yang rukun dan bahagia. Mereka akan cenderung membandingkannya dengan keadaan keluarganya yang broken home.

Karena malu, mereka tidak memperbolehkan temannya main ke rumah. Sebagian lagi memilih mengurung diri di kamar, menjauhi sumber keributan, dan berpura-pura tidak mendengar. Tak sedikit anak yang malas berada di rumah karena tidak menemukan kedamaian di dalamnya.

Tidak mau, kan, anak Moms mengalami hal-hal tersebut? Mulai sekarang, lebih berhati-hatilah jika mulai mengendus percikan yang akan memicu pertengkaran dengan pasangan Moms.

Pikirkan cara menyelesaikan masalah antara orangtua dan tidak perlu melibatkan anak. Pertengkaran suami istri memang kadang tidak bisa dihindari, namun Moms bisa menghindarkan anak mendengar atau melihat hal tersebut, terutama saat mereka masih kecil.

Apakah waktu kecil Moms sering melihat orangtua bertengkar dan hal ini berdampak hingga Moms dewasa? Ceritakan pengalaman Moms di sini, yuk, Moms.

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.