Kesehatan

20 September 2021

Anti Panik, 7+ Cara Berikan Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Anak

Jangan gunakan es langsung pada luka bakar ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tahu seperti apa pertolongan pertama luka bakar?

Pada usia 1-5 tahun, anak cenderung senang mengeksplor berbagai hal.

Saat mengeksplorasi sesuatu, ada kemungkinan ia menyentuh benda panas atau meletakkan jarinya pada sesuatu yang dapat membuat diri mereka mengalami luka bakar.

Nah, Moms harus selalu siap memberi pertolongan pertama luka bakar pada Si Kecil.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hampir 75 persen luka bakar pada anak kecil berasal dari cairan, air keran panas, atau uap.

Sebanyak 20 persen lainnya dianggap luka bakar "kontak" karena menyentuh benda panas seperti setrika pakaian atau alat styling rambut.

Jika Si Kecil mengalami kondisi ini, ada baiknya Moms berusaha untuk tetap tenang dan jangan panik. Lalu, lakukan pertolongan pertama luka bakar anak berikut ini.

Menurut International Journal of Health Sciences and Research, pertolongan pertama yang dilakukan dengan benar mengurangi morbiditas dan bahkan mortalitas pada pasien luka bakar.

Namun sebelumnya, Moms perlu mengenal jenis-jenis luka bakar terlebih dahulu, ya!

Baca Juga: 9 Rekomendasi dan Pantangan Bahan untuk Menyembuhkan Luka Bakar.

Kenali Jenis Luka Bakar

Sembuhkan Bekas Luka Bakar dengan Madu

Foto: Orami Photo Stock

Langkah pertama dalam menangani luka bakar adalah menentukan apakah luka bakar itu minor atau mayor. Ini akan mengarahkan tindakan dan pengobatan yang tepat.

Ini dia penjelasan mengenai jenis luka bakar menurut Healthline.

1. Major Burn

Luka bakar mayor dapat dikenali dari empat karakteristik utama, yaitu:

  • Luka bakar cukup dalam.
  • Kulit menjadi kering dan kasar.
  • Berdiameter lebih dari 3 inci atau menutupi wajah, tangan, kaki, bokong, selangkangan, atau sendi utama.
  • Memiliki penampilan hangus atau bercak hitam, coklat, atau putih.

2. Minor Burn

Luka bakar minor dikenali dari karakteristik berikut:

  • Berdiameter kurang dari 3 inci.
  • Kemerahan pada permukaan kulit (seperti terbakar sinar matahari).
  • Kulit melepuh.
  • Rasa sakit.

Baca Juga: 11 Tips Mengobati Luka Bakar Anak Agar Tidak Berbekas

Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Anak

Dalam Medical Journal of Australia, mendinginkan luka bakar mengurangi rasa sakit dan menurunkan kedalaman luka bakar, sehingga mempercepat waktu penyembuhan dan mengurangi risiko jaringan parut.

Ketika hal itu terjadi, Moms jangan takut, ya. Coba tenangkan diri dan lakukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan Si Kecil.

Ada banyak cara untuk mengobati luka bakar pada anak-anak, ikuti petunjuk di bawah ini untuk menanganinya.

1. Dinginkan Luka di Bawah Air Mengalir

5 Langkah Pertolongan Pertama saat Balita Luka Bakar, Jangan Panik Dulu!

Foto: raisingchildren.net.au

Langkah pertama pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah dengan mendinginkan luka dengan air mengalir.

Meskipun rekomendasi bervariasi, air dingin (pada suhu antara 5 hingga 25 derajat Celcius) terbukti merupakan metode paling efektif untuk mendinginkan luka bakar.

“Saran kami sederhana: 15-20-25. Taruh kulit melepuh atau terbakar di bawah air pada suhu 15 derajat Celsius selama 20 menit. Dengan cara ini Anda bisa mengurangi kedalaman luka bakar hingga 25 persen,” ungkap Fadi Issa, Konsultan Bedah Plastik di Unit Luka Bakar Regional di Rumah Sakit Stoke Mandeville.

Ingat ya Moms, cukup gunakan air mengalir, bukan direndam di dalam air.

Pasalnya, hipotermia (kehilangan panas tubuh yang parah) dapat terjadi jika Moms merendam luka bakar yang besar dan parah di dalam air.

2. Jangan Gunakan Es Langsung pada Luka Bakar

5 Langkah Pertolongan Pertama saat Balita Luka Bakar, Jangan Panik Dulu!

Foto: medicalnewstoday.com

Langkah selanjutnya dalam memberikan pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah jangan menaruh es pada luka bakar secara langsung.

Menaruh es pada luka bakar atau luka terbuka justru akan menyakiti Si Kecil dan membuat luka menjadi lebih terasa sakit.

Jika tidak ada air mengalir di dekat Moms dan Si Kecil, basahi handuk atau perban steril dengan air biasa kemudian tutup luka dengan handuk basah itu selama 10 hingga 20 menit.

Ganti handuk atau kain yang digunakan untuk mengompres secara berkala agar tetap dingin. Pastikan handuk atau kain yang digunakan bersih ya!

Baca Juga: Jangan Beri Odol, Pahami 5 Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Balita

3. Jangan Gunakan Mentega atau Pasta Gigi

butter.jpg

Foto: pinterest.com

Saat mengalami luka bakar, biasanya Moms akan mencari bahan-bahan di rumah untuk menjadi pertolongan pertama luka bakar.

Bahan yang paling sering dipilih adalah mentega karena dinilai dapat meredam panas, atau pasta gigi agar memberikan sensasi dingin di kulit yang terasa panas.

Penggunaan keduanya memang meredakan rasa nyeri secara sementara, karena dapat menekan panas.

Tetapi mentega dan bahan berminyak lainnya, serta pasta gigi, dapat menyebabkan luka bakar menahan lebih banyak panas, yang dapat meningkatkan keparahan luka bakar.

4. Jangan Oleskan Apapun Tanpa Resep Dokter

5 Langkah Pertolongan Pertama saat Balita Luka Bakar, Jangan Panik Dulu!

Foto: medicalnewstoday.com

Langkah selanjutnya pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah jangan oleskan apapun tanpa resep dokter. Jangan oleskan es, mentega, lotion atau salep ke daerah tersebut karena ini dapat memperburuk luka.

Jangan juga menggosok bagian yang melepuh, karena ini membuat luka lebih rentan terhadap infeksi.

“Kunci lainnya adalah untuk tidak menggunakan lotion atau ramuan pada luka bakar yang sedang didinginkan. Tutupi saja luka bakar dengan perban atau kain bersih,” tambah dr. Issa seperti dikutip pada dailymail.co.uk.

Baca Juga: Ini Perawatan Luka Bakar yang Tepat Dilakukan untuk Si Kecil

5. Gunakan Ibuprofen Jika Luka Bakar Terasa Sakit

5 Langkah Pertolongan Pertama saat Balita Luka Bakar, Jangan Panik Dulu!

Foto: kindermender.com

Langkah selanjutnya pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah dengan menggunakan ibuprofen jika luka terasa sakit. Gunakan obat penghilang rasa sakit tanpa resep.

Untuk bayi di bawah 6 bulan dapat diberikan acetaminophen (Tylenol) atau untuk anak usia 6 bulan ke atas ibuprofen (Advil, Motrin).

Ikuti instruksi pemberian dosis pada botol, atau hubungi dokter anak terlebih dahulu sebelum memberi obat jenis ini.

Acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu meringankan rasa sakit dan mengurangi peradangan pada luka bakar.

6. Lepas Pakaian dan Benda yang Membatasi Tubuh

lepaskan pakaian yang terkena luka bakar.png

Foto: sleepingshouldbeeasy

Ketika Si Kecil mengalami luka bakar, segera lah untuk melepas pakaian dari area yang terbakar, tetapi jangan mencoba melepaskan pakaian yang menempel di kulit.

Lepaskan juga benda-benda yang membatasi dari tubuhnya, seperti ikat pinggang dan perhiasan di dalam atau di dekat area yang terbakar. Hal ini dilakukan karena area yang terbakar biasanya membengkak dengan cepat, Moms.

Bersikaplah dengan lembut, tetapi bergerak cepat sebelum pembengkakan dimulai.

7. Tutup Luka Bakar

tutup luka bakar

Foto: Orami Photo Stock

Pertolongan pertama luka bakar selanjutnya yang direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology Association, yakni menutup luka bakar dengan perban steril antilengket atau kain atau handuk yang bersih dan lembut.

Hindari kapas berbulu halus yang bisa luruh dan menempel di area penyembuhan. Selain itu, hindari memberi terlalu banyak tekanan pada kulit yang terbakar.

Jika lepuh terbentuk, biarkan lepuh sembuh dengan sendirinya sambil tetap menutupi area tersebut. Jangan pecahkan lepuh.

Pasalnya, lepuh yang terbentuk dan bersisi cairan justru akan melindungi area yang terbakar dari infeksi. Jika lepuh pecah, segera lah bersihkan area tersebut.

8. Bawa ke Dokter Jika Luka Terlihat Serius

5 Langkah Pertolongan Pertama saat Balita Luka Bakar, Jangan Panik Dulu!

Foto: firstaidae.com.au

Langkah selanjutnya pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah dengan membawa Si Kecil ke dokter.

Dokter anak mungkin akan merekomendasikan untuk mengoleskan lidah buaya atau salep topikal lain seperti Silvadene (untuk salep ini perlu resep dari dokter) untuk mengobati luka bakar, tetapi luka bakar ringan biasanya sembuh tanpa banyak perawatan.

Moms perlu memerhatikan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, demam, bengkak, atau darah mengalir.

Baca Juga: 5 Penyebab Luka Bakar pada Balita yang Perlu Diwaspadai

Perawatan Setelah Pertolongan Pertama Luka Bakar pada Anak

pertolongan pertama luka bakar-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Healthy Children, semakin dalam luka bakar, semakin besar kemungkinan bekas luka. Luka bakar ringan yang tidak melepuh biasanya sembuh tanpa jaringan parut.

Tetapi, luka bakar yang membentuk lepuh pada kulit terkadang membentuk bekas luka atau dapat menyembuhkan warna yang berbeda dari kulit di sekitarnya.

Untuk meminimalkan jaringan parut, tutupi luka bakar sampai lukanya sembuh dan kulit baru sudah tumbuh.

Setelah waktu ini, tidak masalah jika luka bakar tidak ditutup, tetapi harus terlindung dari sinar matahari selama 1 tahun untuk menghindari penggelapan kulit.

Moms bisa melakukannya dengan cara menyarankan anak untuk mencari tempat teduh, mengenakan pakaian pelindung atau bisa dengan menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Hal ini juga akan membantu meminimalkan jaringan parut, karena kemerahan akibat luka bakar terkadang bertahan selama berminggu-minggu, terutama pada anak-anak yang memiliki warna kulit lebih gelap.

Selain itu, jaga kebersihan area luka bakar dengan mencuci lembut menggunakan sabun dan air. Jangan mengoleskan salep apapun ke area luka bakar kecuali diinstruksikan oleh dokter anak.

Perawatan setelah pertolongan pertama luka bakar pada anak adalah jangan pernah mengoleskan mentega, minyak, atau pengobatan rumahan lainnya pada luka bakar sebelum berdiskusi dengan dokter anak, karena ini juga dapat meningkatkan risiko infeksi.

Baca Juga: 4 Hal Yang Harus Diperhatikan Soal Perawatan Luka Anak

Mencegah Kemungkinan Terjadinya Luka Bakar pada Anak

pertolongan pertama luka bakar pada anak-1

Foto: Orami Photo Stock

Tahukah Moms bahwa kulit melepuh adalah penyebab nomor satu luka bakar pada anak di bawah usia 4 tahun dan lebih dari 24.000 anak terbakar (atau tersiram air panas) oleh cairan panas setiap tahun?

Karena anak-anak memiliki kulit yang lebih tipis daripada orang dewasa, Si Kecil lebih mudah mengalami luka bakar yang melepuh. Beberapa luka bakar melepuh bahkan dapat menyebabkan cedera serius atau kematian.

Selain memahami cara memberikan pertolongan pertama luka bakar, Moms juga dapat melakukan beberapa langkah untuk memastikan Si Kecil tidak mengalami luka bakar yang melepuh.

Baca Juga: Mengenal Impetigo pada Anak, Penyakit Kulit Melepuh yang Menular, Waspada!

Keamanan luka bakar melepuh dimulai dengan membuat perubahan kecil pada rutinitas harian di dapur dan kamar mandi. Mengutip Stanford Children's Health, berikut ini beberapa caranya.

1. Keamanan di Dapur

Moms bisa menjauhkan cairan panas dari jangkauan anak, menaruh cairan panas di meja atau meja tinggi yang tidak dapat dijangkau balita atau anak kecil.

Selain itu, jangan letakkan cairan panas di atas alas piring atau taplak meja (anak-anak dapat menarik kain dan menumpahkan cairan panas), dan jangan memanaskan susu formula/susu dalam microwave, dan selalu uji suhu susu formula dan makanan bayi sebelum menyusu.

Moms juga jangan pernah menggendong bayi atau anak saat memegang cairan atau makanan panas.

Putarlah gagang panci ke arah belakang kompor dan jangan pernah meninggalkan makanan yang dimasak di atas kompor tanpa pengawasan.

Jauhkan wajan, panci bertekanan tinggi, panci kuali, dan teko kopi dari jangkauan anak, atau agar lebih aman lagi, jauhkan anak-anak dari dapur, dan jangan biarkan anak memasak tanpa pengawasan.

2. Keamanan di Dalam Kamar Mandi

Jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan di dekat sumber air panas, seperti air mendidih atau pemandian uap, dan juga selalu awasi anak saat mandi.

Pasang keran dan kepala pancuran yang diatur suhu, Moms bisa menguji suhu air di punggung tangan sebelum memasukkan anak ke dalam bak, bahkan saat menggunakan penguji bak.

Baca Juga: Ini Cara Mengatasi Gelembung Air Pada Luka Bakar

3. Hindari Tumpahan Panas

Tips yang dibagikan olehMayo Clinic ini, menyarankan para Moms untuk tidak memasak, minum, atau membawa minuman atau makanan panas saat menggendong anak.

Jauhkan makanan dan cairan panas dari meja dan meja dapur. Jangan gunakan taplak meja atau alas piring, yang bisa ditarik oleh Si kecil.

Pastikan untuk putar gagang panci dan wajan ke arah belakang kompor dan gunakan pembakar belakang jika memungkinkan. Jangan tinggalkan kompor tanpa pengawasan saat Moms memasak.

Berhati-hatilah dengan makanan atau cairan yang dihangatkan dalam microwave, yang dapat memanaskan makanan secara tidak merata. Jangan pernah menghangatkan botol bayi di microwave, karena dapat membuat kulit terbakar.

Nah, itulah langkah pertolongan pertama luka bakar pada anak.

Jadi, pantau selalu Si Kecil dan jauhkan sesuatu yang membahayakan seperti minuman panas, air mandi panas atau air panas yang keluar dari keran atau shower, korek api, dan segala jenis yang bisa digapai Si Kecil dengan mudah.

Menghindari masalah akan lebih baik dibandingkan tidak sama sekali, bukan?

  • https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/all-around/Pages/First-Aid-For-Burns.aspx
  • https://www.ijhsr.org/IJHSR_Vol.7_Issue.8_Aug2017/64.pdf
  • https://www.healthline.com/health/first-aid-with-burns#major-burns
  • https://www.mja.com.au/journal/2003/178/1/first-aid-management-minor-burns-children-prospective-study-children-presenting
  • https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-burns/basics/art-20056649
  • https://www.aad.org/public/everyday-care/injured-skin/burns/treat-minor-burns
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=preventing-burn-injuries-90-P01750
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait