Kesehatan

10 Juni 2021

Mengetahui Langkah-langkah Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Catat!

Untuk menolong penderita serangan jantung, coba pelajari berikut ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika Moms memiliki orangtua atau saudara yang memiliki penyakit jantung, ada baiknya mengetahui pertolongan pertama serangan jantung mendadak yang tepat untuk menolong penderita.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, survei Sample Regristration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan, Penyakit Jantung Koroner (PJK) masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yakni sebesar 12,9%.

Di samping itu, kematian akibat serangan jantung mendadak juga sangat tinggi.

Menurut Medline Plus, rata-rata orang menunggu tiga jam sebelum mencari bantuan untuk gejala serangan jantung. Akhirnya, sebelum mencapai rumah sakit mereka sudah meninggal karena telat penanganan.

Padahal, pertolongan pertama serangan jantung dapat dilakukan.

Maka dari itu, perawatan medis yang tepat dan cepat dapat mengurangi jumlah kematian akibat serangan jantung mendadak.

Baca Juga: 3 Langkah Pertolongan Pertama Kulit Terbakar Matahari Pada Balita

Tanda-tanda Serangan Jantung

listicle 1.jpg

Foto: firstaidlearningforyoungpeople.redcross.org.uk

Sebelum melakukan pertolongan pertama serangan jantung, Moms perlu mengetahui tanda-tanda serangan jantung terlebih dahulu.

Gejala serangan jantung dapat bervariasi dari orang ke orang. Bisa saja ringan atau berat, bahkan kadang tidak terlihat.

"6 dari 10 pasien saya memiliki tanda nyeri pada dada tapi ada juga yang tidak. Mereka mungkin merasa kelelahan yang berlebihan atau merasa mual, merasa seperti Anda menderita serangan asma atau Anda tidak dapat bernapas, atau berkeringat tanpa alasan yang jelas” papar dr. Suresh, seorang ahli jantung intervensi di St. Elizabeth seperti dikutip pada Medline Plus.

Menurut Mayo Clinic, seseorang yang mengalami serangan jantung mungkin memiliki salah satu atau semua gejala berikut ini:

  • Nyeri dada, tekanan atau sesak, atau sensasi teremas atau pegal di bagian tengah dada.
  • Nyeri atau ketidaknyamanan yang menyebar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, gigi atau kadang-kadang perut bagian atas.
  • Mual, gangguan pencernaan, mulas atau sakit perut.
  • Sesak napas.
  • Kepala terasa ringan, pusing, pingsan.
  • Berkeringat.

Serangan jantung umumnya menyebabkan nyeri dada selama lebih dari 15 menit. Beberapa orang mengalami nyeri dada ringan, sementara yang lain mengalami nyeri yang lebih parah.

Ketidaknyamanan ini biasanya digambarkan sebagai tekanan atau rasa berat di dada, meskipun beberapa orang tidak mengalami nyeri dada atau tekanan sama sekali. Wanita cenderung mengalami gejala yang lebih samar, seperti mual atau nyeri punggung atau rahang.

Beberapa serangan jantung menyerang tiba-tiba, tetapi banyak orang memiliki tanda peringatan beberapa jam atau hari sebelumnya.

Baca Juga: Ini 8 Makanan yang Ramah Jantung

Bentuk Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Berikut langkah-langkah pertolongan pertama serangan jantung yang perlu Moms pahami.

1. Bantu Penderita Serangan Jantung untuk Tenang

listicle 2.jpg

Foto: firstaidlearningforyoungpeople.redcross.org.uk

Pertolongan pertama serangan jantung yang paling dasar adalah menyuruh penderita untuk duduk, beristirahat, dan tetap tenang. Kendurkan pakaian yang ketat seperti celana, kancing kemeja, atau apapun yang melekat pada penderita.

Apapun yang terjadi, jangan pernah meninggalkan orang yang terkena serangan jantung sendirian.

2. Hubungi Rumah Sakit Terdekat

listicle 3.jpg

Foto: rtstraining.com.au

Jika Moms melihat orang yang terkena serangan jantung, cepat minta pertolongan tetangga atau teman terdekat untuk mengantarkan ke rumah sakit yang paling dekat.

Jangan berkendara sendiri dalam keadaan seperti ini. Namun jika orangtua atau kerabat yang terkena serangan jantung, langsung hubungi rumah sakit terdekat untuk mengirimkan ambulans.

Baca Juga: Hari Jantung Sedunia, Yayasan Jantung Indonesia Ajak Masyarakat Hidup Sehat

3. Konsumsi Aspirin

listicle 4.jpg

Foto: health.harvard.edu

Untuk menahan sakit tak tertahankan pada penderita jantung, Moms bisa memberikan aspirin sesuai takaran yang dokter pernah diberikan.

Aspirin dapat membantu mencegah pembekuan darah semakin membesar, serta memberi tubuh kesempatan untuk memecah gumpalan darah.

"Jika Anda punya aspirin di rumah, dan Anda tahu bahwa tidak alergi, Anda dapat mempertimbangkan dengan mengambilnya sambil menunggu layanan medis darurat," ujar Prof Chin Chee Tang, Konsultan Senior, Departemen Kardiologi, National Heart Centre Singapore (NHCS), anggota kelompok SingHealth, seperti dikutip dari healthxchange.sg.

4. Lakukan CPR Jika Penderita Serangan Jantung Tidak Sadar

listicle 4.jpg

Foto: verywellhealth.com

Jika setelah mengonsumsi aspirin, sakit masih terus berlanjut dan tidak membaik, Moms perlu mencoba melakukan CPR.

Cardiopulmonary resuscitation (CPR) adalah teknik menyelamatkan nyawa yang berguna dalam banyak keadaan darurat, termasuk serangan jantung, di mana pernapasan atau detak jantung seseorang telah berhenti.

The American Heart Association merekomendasikan agar setiap orang-orang yang tidak terlatih sekalipun dapat melakukan CPR dasar sekalipun.

Baca Juga: Fakta Dibalik 3 Mitos Penyakit Jantung yang Sering Dipercaya

Berikut adalah langkah-langkah melakukan CPR:

  • Letakkan tumit tangan Moms di atas tulang dada penderita serangan jantung. Letakkan tangan Moms yang lain di atas tangan pertama kemudian kaitkan jari-jari.
  • Posisikan bahu Moms sejajar di atas kedua tangan.
  • Gunakan berat badan Moms (jangan hanya menggunakan tangan saja), tekan lurus ke bawah sebesar 5 hingga 6 cm di dada mereka.
  • Pertahankan tangan Moms di dada, lepaskan kompresi dan biarkan dada kembali ke posisi semula.
  • Ulangi kompresi ini pada kecepatan 100 hingga 120 kali per menit sampai ambulans tiba

Intinya, orang yang menolong penderita serangan jantung harus lebih tenang supaya dapat menenangkan penderita juga. CPR juga dapat dipelajari lewat penyedia layanan kesehatan di sekitar.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

Pencegahan Serangan Jantung

pencegahan serangan jantung

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada yang berencana mengalami serangan jantung. Jadi, langkah yang terbaik adalah bersiap.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan pada orang yang berisiko atau memang sudah didiagnosis penyakit jantung, meliputi:

  • Hafalkan daftar gejala serangan jantung.
  • Ingatlah bahwa selalu perlu menelepon unit gawat darurat dalam lima menit sejak gejala serangan jantung muncul.
  • Bicaralah dengan keluarga dan teman tentang tanda peringatan dan pentingnya menelepon unit gawat darurat segera.
  • Ketahui faktor risiko dan lakukan apa yang bisa dilakukan untuk menguranginya.
  • Buat rencana bertahan dari serangan jantung yang mencakup informasi tentang obat-obatan yang dikonsumsi, alergi, nomor dokter, dan orang yang dapat dihubungi jika ingin pergi ke rumah sakit. Simpan semua informasi ini di dompet dan bagian penting lainnya saat berpergian.
  • Atur agar keluarga atau orang lain merawat tanggungan jika terjadi keadaan darurat.

Sementara bagi Moms yang masih dalam keadaan sehat, penting juga untuk melakukan hal di bawah ini untuk meminimalisir serangan jantung:

  • Jika merokok, berhentilah. Perokok memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung.
  • Jaga tekanan darah, kolesterol, dan diabetes dalam kendali yang baik dan ikuti perintah penyedia perawatan kesehatan.
  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Berolahragalah secara teratur untuk meningkatkan kesehatan jantung.
  • Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung. Batasi lemak jenuh, daging merah, dan gula. Tingkatkan asupan ayam, ikan, buah dan sayuran segar, serta biji-bijian.
  • Batasi jumlah alkohol jika termasuk orang yang minum alkohol. Satu minuman sehari dikaitkan dengan penurunan laju serangan jantung, tetapi dua atau lebih minuman sehari dapat merusak jantung dan menyebabkan masalah medis lainnya.
  • Pelajari CPR untuk berjaga-jaga bila suatu waktu orang yang dicintai atau menemukan orang lain mengalami serangan jantung.

Itulah beberapa informasi penting terkait pertolongan pertama serangan jantung yang sebaiknya Moms pahami. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://www.kemkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
  • https://medlineplus.gov/ency/article/000063.htm
  • https://www.healthxchange.sg/heart-lungs/heart-attack/how-to-survive-a-heart-attack-when-alone
  • https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-heart-attack/basics/art-20056679
  • https://www.mountsinai.org/health-library/injury/heart-attack-first-aid
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait