Trimester 1

TRIMESTER 1
25 Desember 2019

5 Fakta Perubahan Otak Selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa!

Ternyata bukan hanya tubuh yang berubah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Tengok fakta perubahan otak selama kehamilan di sini, yuk.

Kehamilan adalah masa-masa penuh keajaiban. Transformasi yang terjadi pada tubuh Moms selama kehamilan mudah dilihat.

Namun, tidak semua orang sadar bahwa otak Moms juga mengalami perubahan besar selama ini.

Selain bentuk tubuh yang berubah, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perubahan otak selama kehamilan juga menunjukkan hal yang mengejutkan.

Penelitian yang dilakukan di Autonomous University of Barcelona, melakukan pemindaian otak pada ibu hamil.

Dikutip dari penelitian dalam jurnal Nature Neuroscience yang dipimpin oleh neuroscientist Elseline Hoekzema dari Leiden University ini menunjukkan bahwa fluktuasi hormon menyebabkan perubahan struktural dan organisasional yang dramatis di otak.

Persis seperti yang terjadi pada masa pubertas.

"Sebagian besar wanita menjalani kehamilan di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Tapi kita tidak tahu apa yang terjadi di otak," kata Hoekzema saat ditanya mengenai alasan melakukan penelitian ini.

Selama hamil, naluri keibuan mulai menunjukkan kinerjanya, bahkan sebelum bayi lahir. Berikut adalah perubahan otak selama kehamilan yang perlu Moms ketahui.

Perubahan Otak Selama Kehamilan

1. Empati Lebih Besar

5 Fakta Perubahan Otak selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa! 01.jpg

Foto: youaremom.com

Pada dasarnya, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa materi abu-abu di otak ibu menyusut selama kehamilan. Materi abu-abu ditemukan di seluruh otak, batang otak dan sumsum tulang belakang.

Dialah yang bertanggung jawab untuk memproses informasi dan hal-hal yang berkaitan dengan kecerdasan.

Anehnya, penyusutan ini berpengaruh terhadap besarnya empati.

Faktanya, para ilmuwan telah menemukan bahwa pengurangan koneksi neuronal di pusat empati otak ini terjadi justru karena otak kita menjadi jauh lebih efisien dalam tugas ini.

Ini berarti bahwa kehilangan materi abu-abu tidak selalu berarti kehilangan keterampilan.

Baca Juga: Apa Yang Ada Dalam Pikiran Bayi? Yuk, Gali Lebih Dalam, Moms.

2. Sensitif Terhadap Bahaya

5 Fakta Perubahan Otak selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa! 02.jpg

Foto: foxnews.com

Efek kuat lain dari kehamilan pada otak berkaitan dengan bagaimana kita memandang lingkungan. Wanita hamil menjadi jauh lebih mampu merasakan ketika bahaya sudah dekat.

Efek ini tetap ada sampai rentang waktu dua tahun setelah melahirkan. Ada penjelasan neuro-ilmiah yang jelas mengenai firasat bahaya yang sering Moms rasakan, bahkan sebelum bahaya itu menimpa si kecil.

3. Jadi Sering Lupa

5 Fakta Perubahan Otak selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa! 03.jpg

Foto: brainfacts.com

Karena otak seorang ibu mengorbankan sejumlah pemikiran rasional untuk memperkuat instingnya, kehamilan melemahkan beberapa kemampuan.

Banyak calon ibu menjadi pelupa selama kehamilan. Perubahan pada materi abu-abu otak bisa menjadi penjelasan untuk ini.

Baca Juga: Pelupa Waspada Infertilitas! Jangan Tinggalkan Sarapan ya, Moms!

4. Bisa “Baca” Pikiran

5 Fakta Perubahan Otak selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa! 04.jpg

Foto: arstecnica.com

Apakah Moms pernah memperhatikan bahwa ibu kadang-kadang tampaknya memiliki kemampuan membaca pikiran?

Sebagian besar, ini karena otak wanita hamil bersiap untuk menafsirkan sinyal nonverbal. Ini masuk akal, sebab bayi tidak bisa bicara.

Jadi, keterampilan ini menjadi dasar selama tahun-tahun awal. Ini tentu saja bisa berguna juga ketika masa kehamilan sudah selesai.

5. Menjadi Lebih Berani

5 Fakta Perubahan Otak selama Kehamilan, Bisa Jadi Pelupa! 05.jpg

Foto: newhavenregister.com

Baik sebelum dan sesudah melahirkan, wanita mendapatkan sedikit keberanian ekstra untuk melalui persalinan itu sendiri.

Termasuk segala risiko yang mungkin terjadi pada kehidupan si kecil. Misalnya, yang asalnya takut gelap menjadi lebih berani karena harus menenangkan si kecil.

Otaklah yang memberi perintah mengenai hal ini.

’’Wanita hamil kini merasa memiliki prioritas yang berbeda, memiliki tugas berbeda yang berhubungan dengan bayi. Mungkin hal yang paling menarik adalah mereka dapat menindaklanjuti semua perubahan ini selama dua tahun setelah kelahiran bayi,’’ ucap Mel Rutherford, seorang psikolog evolusi di McMaster University di Ontario.

Perubahan otak selama kehamilan erat kaitannya dengan hormon. Penting untuk diingat bahwa ini adalah adaptasi positif.

Efek yang dapat diamati dari kehamilan pada otak adalah bukti ilmiah dari ikatan khusus antara ibu dan anak.

Naluri seorang ibu untuk melindungi bayinya terlihat jelas di otaknya.

Jadi, jika lain kali Moms melihat seorang ibu yang tampaknya memiliki kemampuan "ajaib" di mana anaknya berkepentingan, Moms sudah tahu darimana keterampilan ini berasal.

Itulah fakta perubahan otak selama kehamilan, Moms. Moms merasakannya juga?

Baca Juga: Buat Mama yang Sibuk, Ini 7 Cara Menyisihkan Waktu Lebih Banyak untuk Anak

(CIL)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait