2-3 tahun

2-3 TAHUN
14 Januari 2021

Perut Balita Buncit, Apakah Itu Masalah Serius?

Kok perut balita Moms bisa buncit, ya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms sering merasa khawatir ketika balita memiliki perut buncit? Tentu banyak pertanyaan dibenak Moms, apakah hal itu merupakan sesuatu yang serius?

Perut buncit merupakan suatu kondisi dimana bagian perut tampak bengkak atau membesar.

Sebenarnya hal pertama yang harus Moms perhatikan adalah apakah muncul perut buncit tersebut bersamaan dengan kenaikan berat badan balita atau berbadan kurus tetapi memiliki perut buncit?

Hal yang perlu Moms ketahui, bahwa saat anak berusia 1-5 tahun, otot perut balita masih belum kuat.

Jadi, jika balita memang banyak makan dan perutnya membuncit memang suatu hal yang normal dan tidak perlu Moms khawatirkan. Biarkan mereka menikmati masa pertumbuhan dan perkembangannya.

Namun, berbeda kondisinya jika perut buncit tersebut membuat balita merasa tidak nyaman diperutnya hingga nafsu makan menurun atau timbul gejala mual dan muntah. Inilah kondisi yang harus Moms perlu waspadai.

Baca Juga: Cegah Perut Kembung pada Bayi, Jangan Lakukan 6 Hal Ini saat Memberi Susu dengan Botol

Perut Balita Buncit, Normalkah?

perut balita buncit

Foto: romper.com

Tidak bisa dipungkiri bahwa balita memang makhluk yang lucu dan menggemaskan. Kelucuan ini bisa dimulai dengan goyangan kecil balita saat berjalan, tangan dan kaki gemuk mungilnya, dan tentu saja perut buncit Si Kecil.

Tapi mengapa perut balita buncit? Apakah ini hal yang normal?

“Sebagian besar balita memang memiliki perut buncit kecil yang lucu,” jelas dr. Gina Posner, dokter anak bersertifikat di MemorialCare Orange Coast Medical Center di Fountain Valley, California.

Tetapi mengapa kebanyakan balita memiliki perut buncit?

"Balita seringkali tidak memiliki otot perut yang cukup kuat untuk menjaga isi perut mereka tetap dekat ke pusat mereka. Akibatnya, perut buncit dan bisa bertambah parah saat terisi feses atau gas," tutur Dr. Daniel Ganjian, dokter anak di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, California.

Lalu, bagaimana Moms bisa membedakannya jika perut balita buncit ini merupakan perut buncit yang menggemaskan atau jika ada masalah pencernaan yang terjadi? Moms bisa tahu dari tampilan feses mereka dan apakah ada sakit perut.

“Perut balita buncit bisa dari sembelit, tapi hanya jika Moms melihatnya saat anak mengalami sembelit dan mengempis setelah banyak buang air besar," kata dr. Ganjian.

Menurutnya jika Moms melihat bahwa perut anak masih buncit bahkan setelah buang air besar dengan baik, maka sembelit bukan satu-satunya penyebab perut kembung pada anak.

Jadi berapa lama waktu anak akan memiliki perut buncit yang kecil dan menggemaskan ini?

Dr. Posner mengatakan saat mereka mencapai usia sekolah. Dikatakan ini adalah sekitar waktu ketika otot perut menjadi lebih kuat dan menahan isinya lebih erat, mirip dengan pengikat perut.

Jadi, perut balita buncit adalah hal yang benar-benar normal, dan sangat menggemaskan. Mereka memilikinya karena otot perut yang belum berkembang, tetapi mereka pasti akan bisa segera menghilangkannya.

Moms hanya perlu khawatir jika perut balita buncit dan keras, atau jika mereka kesulitan ke kamar kecil dan tinja mereka terlihat tidak normal.

Nikmati perut buncit anak selagi bisa, karena begitu mereka menginjak sekitar 4 tahun, akan mulai terbentuk tulang, lutut, dan kaki yang lucu.

Baca Juga: 5 Penyebab Perut Kembung Pada Balita, Salah Satunya Intoleransi Laktosa!

Penyebab Perut Balita Buncit

penyebab perut buncit anak

Foto: Orami Photo Stock

Perut balita buncit bisa disebabkan karena beberapa hal seperti di bawah ini.

1. Cara Makan Salah

Salah satu penyebab perut balita buncit adalah cara makan yang salah. Bisa karena mengonsumsi makanan yang terlalu berlebihan atau terburu-buru saat makan.

Hal ini akan membuat balita lebih banyak menelan udara ke dalam perut sehingga membuat perut buncit atau kembung.

Meskipun Moms tidak boleh membuat anak diet (dokter biasanya tidak merekomendasikan mereka sampai anak mencapai usia sekolah, dan bahkan hanya dalam kasus ekstrim) untuk menghilangkannya, Moms dapat mencoba untuk menyeimbangkan kalori masuk, persamaan kalori keluar dengan lebih baik.

Jadi kenaikan berat badan melambat dan, seiring pertumbuhan balita, berhenti melebihi tinggi. Moms juga bisa membantu anak memulai hari dengan sarapan yang sehat.

Anak-anak yang secara teratur makan sarapan sehat lebih cenderung memenuhi kebutuhan gizi harian, memiliki berat badan yang sehat, memiliki konsentrasi yang lebih baik dan lebih waspada serta lebih sedikit melewatkan hari-hari sekolah.

Sertakan biji-bijian, protein tanpa lemak, produk susu rendah lemak, buah-buahan dan sayuran.

Camilan bergizi dan berkalori sedang membantu balita mengisi bahan bakar di antara waktu makan. Tetapi beberapa anak terbiasa lapar sepanjang hari.

Moms bisa tawarkan camilan antara sarapan dan makan siang dan antara makan siang dan makan malam, tidak boleh lebih.

Jangan biarkan makanan menjadi sumber kenyamanan Si Kecil, pengganti perhatian, atau obat kebosanan.

Itu berarti tidak memberi anak Moms permen, kue, atau es krim untuk membuatnya diam, meminta kerja sama, atau membuat dirinya merasa lebih baik.

Baca Juga: Hindari 5 Penyebab Perut Bayi Kembung

2. Pembesaran Organ

Adanya perut balita buncit bisa menandakan bahwa terjadi pembesaran organ dalam perut seperti hati atau limpa. Moms dapat merasakannya dimana perut akan teraba keras pada salah satu sisi.

Jika organ hati yang mengalami pembesaran, biasanya perut bagian kanan atas akan teraba keras. Selain itu,juga timbul gejala lain seperti kulit tubuh atau mata balita yang menguning.

Jika Moms menemukan salah satu tanda tersebut, segera bawa anak ke dokter untuk konsultasi dan pengobatan lebih lanjut.

3. Intoleransi Laktosa

Jika perut balita buncit lebih condong pada kembung, itu menandakan ada gas yang terkumpul dibagian dalam perut. Salah satu penyebabnya adalah intoleransi laktosa.

Biasanya timbul akibat balita mengalami alergi terhadap susu yang diminumnya seperti susu formula.

Timbulnya alergi biasanya akibat sistem imun tubuh balita yang tidak mampu menghasilkan enzim laktase yang berfungsi mencerna gula yang terdapat dalam susu.

4. Susah Buang Air Besar

Susah buang air besar atau sembelit sering menjadi penyebab timbulnya perut buncit pada balita.

Solusinya adalah membuat balita bisa buang air besar jadi lancar bisa lewat konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang tinggi serat.

Baca Juga: Bayi Susah Buang Air Besar? Ini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

5. Giardia

Ini merupakan penyakit usus yang disebabkan oleh infeksi parasit. Penyakit ini bisa menular dari satu anak ke anak lain lewat kontak misalnya makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Infeksi parasit ini bisa menyebabkan perut balita buncit, diare, mual, hingga muntah.

6. Distensi Perut

Kebanyakan perut bayi biasanya menonjol, terutama setelah menyusu dalam jumlah besar. Namun, di sela-sela waktu makan, rasanya cukup empuk.

Jika perut anak Moms terasa bengkak dan keras, dan jika ia tidak buang air besar selama lebih dari satu atau dua hari atau muntah, hubungi dokter anak segera.

Kemungkinan besar masalahnya adalah karena gas atau sembelit, tetapi itu juga bisa menandakan masalah usus yang lebih serius.

Jadi, Moms sudah bisa menangkap apa saja yang membuat perut balita buncit. Jika memiliki pertanyaan lain, bisa langsung menghubungi dokter anak, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait