2-3 tahun

2-3 TAHUN
3 Januari 2021

Penyebab Perut Buncit pada Anak, Bukan Selalu Karena Overweight!

Tidak selalu disebabkan karena overweight, temukan penyebab lainnya di bawah ini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak orang yang menganggap anak kecil yang punya pipi tembam, badan ‘berisi’, dan perut buncit pada anak itu lucu. Apalagi, jika Si Kecil masih tergolong balita. Saat melihatnya, mungkin Moms akan merasa gemas sendiri.

Namun, benarkah anak yang perut buncit itu sehat dan normal? Ataukah sebenarnya sang anak kelebihan berat badan? Moms sebaiknya harus memahami perbedaan perut buncit pada anak yang normal dan yang tidak.

Sebab, kelebihan berat badan pada anak juga tidak bagus untuk menunjang pertumbuhannya. Lantas apakah penyebab perut buncit pada anak dan cara penangananannya? Simak berikut ini ya, Moms.

Perut Buncit Pada Anak, Sehat atau Tidak?

Si Kecil Kelebihan Berat Badan? Ini 6 Aturan Diet untuk Anak Obesitas

Menurut Kids Health, perut buncit pada anak bayi adalah hal yang normal. Perut buncitnya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan.

Namun, jika Si Kecil telah beranjak besar dan masih memiliki perut buncit, Moms perlu waspada. Pasalnya, sama seperti orang dewasa, anak dengan perut buncit sebenarnya tidak sehat. Hal ini menandakan bahwa ia memiliki tumpukan lemak di area perutnya.

Perut yang kembung atau buncit biasanya merupakan kondisi yang tidak nyaman, apa pun penyebabnya. Orang tua dapat mengkhawatirkan jika perut buncit pada anak tanpa alasan yang jelas.

Apalagi anak kecil atau bayi sulit untuk berbicara untuk merasakan kondisi yang salah pada tubuhnya, hal ini peran orang tua yang perlu lebih mengawasi.

Hal ini bisa terjadi akibat gaya hidup Si Kecil. Misalnya saja, Moms sering memberikannya dia makanan yang tinggi kalori atau camilan yang kaya akan lemak. Makanan mengandung gula berlebih juga menjadi salah satu penyebab perut buncit pada anak.

Baca Juga: 6 Gejala Diabetes pada Wanita yang Mudah Dikenali

Belum lagi sekarang ini kebanyakan anak-anak lebih memilih bermain dengan gadget-nya ketimbang beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Mayo Clinic kebiasaan tidak sehat seperti itu akan memengaruhi kadar lemak di dalam tubuh Si Kecil dan akhirnya membuat perut buncit pada anak dan gangguan berat badan.

Umumnya, anak yang kelebihan berat badan tak hanya terlihat dari perutnya yang buncit tapi postur tubuhnya juga cenderung lebih besar daripada anak-anak sepantarannya. Perut buncit pada anak perlu mengetahui penyebab pastinya, baru orang tua atau dokter dapat mengatasinya.

Baca Juga: 5 Cara Menenangkan Anak Rewel Karena Sakit Radang Tenggorokan

Penyebab Perut Buncit Pada Anak

Perut buncit pada anak tentu saja dapat disebabkan oleh beragam faktor. Mulai dari alasan umum atau normal hingga gangguan medis pada anak. Untuk menjawab keresahan Moms, mari simak penyebab perut buncit pada anak yang perlu diketahui.

Catat ya!

Penyebab perut buncit pada anak

Foto: Orami Photo Stock

1. Konstipasi

Penyebab yang sering terjadi perut buncit pada anak adalah gangguan saluran pencernaan atau konstipasi. Menurut Mayo Clinic, konspitasi pada anak memang tidak menimbulkan masalah serius pada tubuh. Namun, jika anak mengalami sembelit yang menyebabkan perut buncit pada anak dalam waktu lama, maka ini adalah kondisi yang perlu diwaspadai.

Gejalanya adalah perut buncit pada anak, perut membengkak, bayi mudah rewel, kehilangan napsu makan dan disertai gangguan pencernaan. Sebuah studi mengatakan, untuk melihat kondisi tingkat keparahan sembelit atau konstipasi pada anak adalah melihat frekuensi dan konsistensi anak buang air besar.

Sebab, banyak kasus ditemukan perut buncit pada anak karena kesulitan buang air besar dalam beberapa waktu.

Jika buang air besar lebih jarang dari biasanya dan tampak sangat keras, anak mungkin mengalami konstipasi. Terkadang perubahan pola makan, juga dapat meredakan sembelit, tetap konsultasikan dengan dokter anak jika Moms khawatir.

2. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu, penyebab perut buncit pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Radang usus buntu bisa menjadi salah satu penyebab perut buncit pada anak-anak, terutama pada anak kecil. Bersamaan dengan perut kembung, anak yang menderita radang usus buntu mungkin juga mengalami demam, mual dan nyeri yang berpusat di sekitar sisi kanan bawah perut.

Melansir studi yang dilakukan oleh Kids Health, radang usus buntu yang tidak diobati, selain menyebabkan perut buncit pada anak, ia juga berpotensi pecah dan menyebabkan infeksi yang berpotensi mengancam jiwa.

Radang usus buntu dapat diobati dengan antibiotik atau operasi pengangkatan usus buntu untuk menghilangkan penyebab perut buncit pada anak.

Baca Juga: Makanan-makanan Ini Bisa Menyebabkan dan Mengatasi Perut Kembung Pada Anak

3. Mengonsumsi Makanan Dairy

Penyebab perut buncit pada anak lainnya adalah terlalu banyak mengonsumsi mkanan produk susu atau dairy.

Pencernaan bayi atau anak-anak masih cenderung tipis dan sensitif. Lantas, hal ini membuat pencernaan tidak mampu memecah laktosa, yaitu gula pada produk makanan olahan susu yang dikonsumsi anak.

Jika orang dewasa tidak dapat memecah laktosa, sulit bagi seorang anak untuk melakukannya juga. Ini terutama karena intoleransi laktosa.

Karena itu, laktosa pada akhirnya akan difermentasi di usus dan akan menyebabkan gas, kembung, diare, sakit perut dan perut buncit pada anak. Tidak hanya itu, produk makanan olahan susu juga menyebabkan anak buang gas lebih sering dari semestinya.

4. Makanan Terlalu Asin

Garam penyebab perut buncit pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Siapa sangka, ternyata makanan asin bisa salah satu penyebab perut buncit pada anak, lho!

Kandungan garam pada makanan dapat menyebabkan retensi air pada pencernaan yang menyebabkan perut buncit pada anak dan membuat perut kembung dan rasa tidak nyaman.

MenurutCenters for Disease Control and Prevention, makanan asin, yakni mengandung tinggi natrium, dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada anak. Berdasarkan penelitian, 1 dari 6 anak usia 8-17 tahun, mengalami peningkatan tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung dan struk.

Ternyata tak hanya orang dewasa, anak-anak juga berpotensi mengalami hal serupa. Jadi, Moms coba ganti makanan asin dengan sayur-sayuran atau buah-buahan untuk mengurangi perut buncit pada anak, ya!

5. Bakteri Usus

Anak Diare penyebab perut buncit pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Selain anak mengalami konstipasi atau sembelit, ternyata penyebab perut buncit pada anak bisa dipicu karena ada bakteri atau parasit pada usus. Misalnya, infeksi Giardia. Ini adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan parasit yang menyebar pada usus.

Gejala yang dirasakan yakni anak mengalami diare, sakit perut, mual, dan perut buncit pada anak, menurut Kids Health. Biasanya ini karena anak tidak sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar.

Memang, gejalanya mirip-mirip dengan anak ketika sembelit, namun biasanya penyakit ini perlu dokter yang mendiagnosisnya.

Meskipun giardia dapat diobati dengan obat-obatan, penting untuk mengajari anak menajga kebersihan yang benar untuk mengurangi kemungkinannya terinfeksi.

Jika anak mampu menjaga kebersihan diri, maka ini akan mencegah terjadinya perut buncit pada anak.

Baca Juga: Selain Untuk Kebersihan, Ini Alasan Penting Moms Mencuci Buah dan Sayur

6. Tumor

Penyebab perut buncit pada anak untuk kasus gangguan medis lainnya yakni adanya tumor pada perut anak. Melansir kasus American Academy of Pediatrics, ia menemukan kasus perut buncit pada anak laki-laki berusia 2 tahun dengan riwayat perut kembung.

Awalnya, ia hanya mengalami penurunan buang air kecil selama sebulan terakhir, dan tidak mengalami gejala klinis seperti demam, muntah, dan penurunan berat badan.

Ternyata, perut buncit pada anak ini disebabkan oleh timbul sejenis benjolan atau tumor pada daerah perut kanan atasnya. Tekstur yang halus, tidak nyeri saat ditekan, membuat anak ini tampak baik-baik saja.

Setelah melakukan pemeriksaan dan konsultasi, pengobatan yang bisa dilakukan akan kemoterapi dan perawatan jalan lainnya.

Maka, jika Moms merasakan perut buncit pada anak merasa mengkhawatirkan, segera konsultasi ke dokter, ya. Meskipun tidak disertai gejala yang menonjol.

Perut Buncit Pada Anak karena Overweight

Saatnya Berhenti Menyuapi Anak, Ini Manfaat Si Kecil Makan Sendiri 4.jpg

Jika memang penyebab perut buncit pada anak karena overweight atau bahkan obesitas, biasanya dokter dan ahli gizi akan menganjurkan pola diet tertentu.

Diet ini bertujuan untuk mengembalikan berat badan Si Kecil pada angka normal. Tak perlu khawatir, meski menjalani diet, kebutuhan nutrisi sang buah hati akan tetap terpenuhi dengan baik.

Menurut WebMD, Moms sebaiknya membiasakan Si Kecil makan lebih banyak serat dan mengajaknya beraktivitas di luar ruangan supaya ia terus bergerak. Dengan begitu dapat mempercepat berat badannya kembali normal.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Bibir Kering pada Anak

MenurutPediatric Care Online, tidak semua perut buncit pada anak disebabkan oleh kondisi medis atau karena perubahan berat badan.

Anak yang sehat mungkin memiliki bentuk perut yang bervariasi yang disebabkan oleh aerophagia, dan mungkin kasus lainnya, memiliki perut buncit pada anak akibat kombinasi lordosis lumbal dan hipotonia relatif dari otot rektus abdomen.

Ini adalah kondisi tubuh yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Mengatasi Perut Buncit pada Anak

Setelah mengetahui penyebab dari perut buncit pada anak, pasti Moms tidak sabar mengetahui cara mengatasi atau meredakan perut buncit pada anak, bukan?

Sebab itu, simak penjelasan singkat di bawah ini ya Moms!

1. Memijat Bayi

Pijat bayi mengatasi perut buncit pada anak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dengan gerakan memijat, ini dapat membantu mengurangi perut buncit pada anak.

Lakukan pijat bayi selama 15 menit setiap dua kali sehari, dan gunakan minyak telon atau minyak zaitun. Namun, apabila anak mengalami alergi terhadap minyak-minyakan, bisa menggantikan dengan losion bayi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pijat meningkatkan depresi, kecemasan, kesejahteraan, gejala perut kembung, dan mengatasi perut buncit pada anak.

2. Gaya Hidup Sehat

Seperti yang kita tahu, salah satu penyebab perut buncit pada anak adalah mengonsumsi garam terlalu banyak serta olahan produk susu.

Maka dari itu, untuk mengatasi penyebab perut buncit pada anak, ubah pola gaya hidup anak dengan yang lebih sehat.

Berikan asupan nutrisi anak dengan makanan karbohidrat, protein, dan vitamin. Hindari makanan yang menyebabkan gas, seperti sayur kubis, kacang-kacangan, mengandung natrium tinggi dan olahan susu.

Probiotik juga dapat membantu mengisi kembali bakteri usus yang sehat. Penelitian dari Journal of Neurogastroenterology and Motility, tentang efektivitas probiotik, ternyata dapat meredakan gejala kembung dan mengatasi perut buncit pada anak.

Jadi, mulai saat ini terapkan gaya hidup sehat ya Moms untuk mengatasi perut buncit pada anak.

3. Konsultasi ke Dokter

Konsultasi ke dokter untuk mengatasi perut buncit pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Mengatasi perut buncit pada anak tentu saja perlu pengawasan dari dokter jika disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Apabila Moms merasa tidak yakin dengan penyebab perut buncit pada anak, segera kunjungi dokter untuk mencari tahu lebih dalam.

Biasanya, untuk mengatasi perut buncit pada anak, dokter perlu memeriksa tubuh secara keseluruhan dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan gejala yang dirasakan.

Tentunya setelah mendapatkan pengobatan dari dokter, hati Moms akan lebih tenang dan perut buncit pada anak dapat segera teratasi.

Baca Juga: Berbagai Gejala Diare Pada Bayi yang Tak Boleh Diremehkan

Umumnya semua kondisi perut buncut pada anak ini disertai dengan rasa sakit pada perut. Bila Si Kecil mengalami keluhan ini, jangan tunda untuk membawanya ke dokter, ya.

Artikel Terkait