Pernikahan & Seks

Apakah Petting Bisa Menyebabkan Kehamilan? Ketahui Serba-serbi Petting di Sini!

Apa betul melakukan petting bisa hamil? Eits, belum tentu!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernahkah Moms dan Dads mendengar istilah petting? Petting sering dikira sama dengan tindakan foreplay dalam hubungan bercinta.

Namun, sebetulnya ada perbedaan mendasar antara petting dan foreplay, lho. Ketahui lebih lanjut, yuk!

Apa Itu Petting?

Petting artinya

Foto: freepik.com

Petting memang dapat menjadi salah satu bagian dari foreplay, tapi perbedaan antara petting dan foreplay terletak pada tujuan akhirnya.

Petting tidak selalu berakhir dengan hubungan bercinta, sedangkan foreplay atau pemanasan dilakukan karena akan melakukan hubungan seksual.

Petting adalah tindakan dalam bentuk rangsangan yang dilakukan biasanya pada tubuh. Petting berupa sentuhan seksual pada tubuh pasangan seperti memberikan ciuman, sentuhan, memijat, menggesek, dan membelai yang dilakukan pada saat masih berpakaian maupun tidak.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Sexual Research, berdasarkan survey pada 152 pasangan partisipan, ekspektasi durasi foreplay yang ideal tidak banyak berbeda antara pria dan wanita.

Petting sebagai bagian dari pemanasan (foreplay), biasanya akan sampai pada tindakan melepaskan pakaian dan melakukan gesekan pada daerah alat kelamin. Tujuan dilakukannya petting adalah untuk meningkatkan gairah pada pasangan dan juga organ intimnya.

Baca Juga: Tips Foreplay untuk Seks Memuaskan, Coba Konsumsi Makanan Ini

Light Petting dan Heavy Petting

Apa itu light petting dan heavy petting

Foto: freepik.com

Light petting dapat berupa bentuk rangsangan yang dilakukan pada leher atau tubuh bagian atas, seperti aktivitas bermesraan dalam waktu yang cukup lama, berciuman, melakukan pijat, atau belaian pada payudara, berciuman, dan juga aktivitas yang dilakukan pada bagian tubuh di sekitar kelamin seperti menggesek dengan tetap berpakaian.

Selain light petting, ada juga yang disebut sebagai heavy petting. Istilah heavy petting digunakan untuk kontak fisik yang dilakukan lebih dalam dan juga berat antar kedua pasangan.

Heavy petting biasanya akan lebih fokus kepada aktivitas seksual, pemanasan atau sentuhan yang dilakukan di titik-titik erotis. Namun, cenderung berhenti sebelum melakukan hubungan seksual secara penuh atau penetrasi.

Contoh heavy petting adalah seperti:

  • Seks oral,
  • Fingering,
  • Hand jobs atau merangsang kelamin dengan tangan,
  • Saling masturbasi

Saat melakukan heavy petting di bawah pinggang dan juga melibatkan alat kelamin, sebaiknya tidak melupakan untuk menggunakan kondom. Sebab beberapa penyakit menular seksual masih dapat ditularkan melalui seks oral (cunnilingus dan blow job).

Jika hanya berada dalam hubungan monogami dan juga saling percaya, disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksual setidaknya sekali setahun.

Baik light petting maupun heavy petting merupakan cara yang cukup baik untuk mempersiapkan hubungan seksual.

Tetapi banyak yang menganggap durasi seks penetrasi yang lebih lama lebih penting daripada fokus pada petting.

Baca Juga: Baru Menikah, Ini 3 Tips Agar Foreplay Malam Pertama Tidak Canggung

Manfaat Petting

Tujuan petting

Foto: freepik.com

Seks yang melibatkan penis di dalam vagina sering berakhir ketika pria mencapai orgasme, karena mungkin terlalu lelah untuk melanjutkan dan adanya ekspektasi dan budaya bahwa kepuasan pria adalah hasil utama dari seks.

Padahal petting dengan pasangan juga dapat mencairkan suasana karena dimulai secara perlahan, dan mungkin saja berakhir dengan pasangan mengalami orgasme.

Pada aktivitas heavy petting, poin utamanya bukan lagi orgasme, tetapi menikmati prosesnya.

Petting juga merupakan cara yang baik untuk mengembangkan dan eksplorasi teknik seksual. Dalam aktivitas petting ada berbagai teknik untuk menstimulasi klitoris dan fingering.

Demikian pula halnya dengan hand job yang baik dan blow job yang tidak mudah dan membutuhkan stimulasi lembut dan keras, dengan fokus pada kepala penis.

Dengan petting, Moms dan Dads dapat melatih keterampilan seksual dan meningkatkan pemahaman lebih lanjut tentang titik rangsangan masing-masing.

Berikut ini adalah beberapa manfaat petting dari sisi psikologi, yakni:

  1. Dapat meningkatkan komunikasi antar kedua pasangan karena biasanya pasangan akan dapat berkomunikasi dari hati ke hati dalam suasana yang romantis dan bergairah.
  2. Dapat meningkatkan keterikatan emosional dan juga keintiman pasangan.
  3. Dapat membangun hubungan emosional yang lebih kuat.
  4. Membantu menghilangkan stres.
  5. Memberikan waktu untuk mengevaluasi hubungan antar kedua pasangan.
  6. Dapat mempelajari perilaku, kepribadian, dan juga keinginan satu dengan yang lain.
  7. Menikmati rangsangan.
  8. Meningkatkan perasaan sayang, tanggung jawab, dan cinta melalui sentuhan fisik.

Hasil eksperimen kecil yang diterbitkan dalam Western Journal of Communication mendapati kelompok yang meningkatkan frekuensi ciuman dengan pasangannya menunjukkan peningkatan yang lebih baik dalam mengelola stres, kepuasan hubungan, bahkan menurunkan total serum kolesterol dalam darah.

Baca Juga: 5 Tips Foreplay Agar Bercinta Lebih Tahan Lama

Petting, Apakah Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Petting bisa hamil?

Foto: freepik.com

Nah, apakah melakukan petting bisa menyebabkan kehamilan?

Jika aktivitas petting yang dilakukan dengan pakaian lengkap atau hanya light petting, maka risiko kehamilan tidak akan terjadi.

Salah satu hal yang penting untuk menghindari risiko kehamilan adalah tidak melakukan aktivitas petting dengan keadaan telanjang.

Sebab ketika seorang pria berejakulasi di dekat lubang vagina, akan ada kemungkinan kecil sperma berenang ke saluran reproduksi wanita dan bertemu dengan sel telur yang dapat menyebabkan kehamilan.

Selama petting, Moms dan Dads harus berhati-hati agar tidak ada kontak antar kelamin untuk menghindari kehamilan.

Selain itu, risiko kehamilan juga dapat terjadi apabila pria yang menyentuh penisnya juga menggunakan tangan yang sama untuk meraba vagina pasangannya, karena terdapat peluang yang lebih besar masuknya sperma ke dalam vagina.

Biasanya, petting tidak dilakukan untuk tujuan foreplay saja. Ada banyak pasangan yang memilih melakukan petting sebagai tujuan utama atau menu utamanya karena sedang tidak bisa berhubungan intim.

Petting adalah salah satu cara yang cukup fantastis untuk dapat menikmati seks yang aman.

Petting adalah pilihan yang baik untuk wanita yang tidak ingin dan tidak bisa menggunakan kontrasepsi hormonal, dan juga yang mungkin tidak mau bergantung sepenuhnya pada metode lainnya, seperti kondom, ketika mereka sedang berada di masa suburnya.

Faktanya, petting juga seringkali dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah sekalipun, tapi masih belum berkeinginan untuk memiliki keturunan atau tidak berniat menambah jumlah anak.

Risiko tambahan lainnya yang juga perlu diketahui adalah bahwa aktivitas petting ini dapat menimbulkan bahaya jika melibatkan pengisapan payudara ibu yang sedang menyusui.

Sebab walaupun kecil, bisa saja ibu menyusui berisiko tertular penyakit kelamin dari virus yang akan terserap ke dalam ASI.

Baca Juga: Ternyata, Ini 6 Rahasia Agar Perempuan Orgasme Maksimal

Petting cocok menjadi salah satu alternatif ketika keadaan Moms dan Dads sedang merasa tidak dapat bercinta dengan penetrasi, misalnya saja, saat Moms sedang menstruasi atau ketika Moms sedang tidak meminum pil KB teratur.

  • https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/sex-life/a2231/what-is-petting/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15497058/
  • https://www.orlandosentinel.com/news/os-xpm-1992-09-01-9208290455-story.html
  • https://www.healthline.com/health/healthy-sex/foreplay-sex
  • https://www.menshealth.com/sex-women/a19539960/foreplay-and-sex-tips/
  • https://jamaica-gleaner.com/gleaner/20121208/life/life1.html
  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10570310902856071
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait