Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Pijat Payudara saat Hamil agar ASI Banyak, Mitos atau Fakta?

Bagikan


pijat payudara

Saat masuk masa kehamilan, banyak hal yang menjadi perhatian seorang ibu. Mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi, persiapan menuju melahirkan, serta banyak mencari pengetahuan tentang cara agar nantinya bayi yang dilahirkan tidak kekurangan ASI.

Masalah ASI tidak keluar kerap menjadi kekhawatiran para calon ibu. Padahal sebenarnya, dengan persiapan yang tepat, ASI bisa dengan cukup didapatkan oleh bayi.

Setelah bayi lahir, mengonsumsi ASI eksklusif memang dianjurkan sampai berusia 6 bulan. ASI memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan menyempurnakan sistem kekebalan tubuh bayi. ASI juga berguna untuk ibu sebagai pemulihan pascamelahirkan.

Ada anggapan bahwa cara menghasilkan ASI yang banyak adalah memijat payudara saat masa kehamilan. Apakah ini sebuah mitos atau fakta?

Pijatan adalah bentuk untuk merelaksasi badan yang biasa dilakukan ketika badan terasa pegal-pegal atau kelelahan.

Sebenarnya, pijat harus dilakukan dengan teknik yang tepat dan juga oleh terapis agar tidak terjadi kesalahan dalam memijat.

Lalu, apakah pijat payudara saat hamil dapat merangsang produksi ASI?

Seorang konselor laktasi bernama dr. Aini mengungkapkan fakta yang tepat mengenai hal ini lewat Kulwap Orami Community pada Kamis (19/2) lalu. Ini ulasannya tentang pijat payudara saat masa kehamilan.

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Pijat Payudara Tidak Merangsang Produksi ASI

pijat payudara saat hamil

Foto: medicalnewstoday

Menurut dr. Aini, memijat payudara tidak ada hubungannya dengan merangsang produksi ASI menjadi lebih banyak. Malahan, memijat payudara saat hamil tidak disarankan karena dapat merangsang kontraksi rahim.

“Rangsangan atau pijatan pada payudara dan puting pada ibu hamil tidak disarankan karena dapat merangsang kontraksi rahim. Hal ini terjadi karena memicu produksi dari oksitosin,” ucap dokter yang praktik di RSIA Kemang Medical Care dan RSIA Permata Bekasi ini.

Adapun hormon oksitosin adalah hormon yang berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim sehingga mempermudah dalam proses kelahiran.

Kunci Keberhasilan ASI

pijat payudara saat hamil

Foto: pregnancyandbaby

Sebenarnya tidak ada perawatan khusus yang dapat dilakukan ibu hamil agar produksi ASI melimpah, menurut dr. Aini. Hal yang diperlukan adalah pengetahuan tentang ASI dan berkonsultasi dengan ahli laktasi sebelum dan sesudah melahirkan.

Baiknya, ibu dapat memberikan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Untuk itu, sangat dibutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat, seperti suami dan anggota keluarga.

Perlu diketahui juga, saat ibu hamil memang produksi ASI akan berkurang namun hal itu wajar terjadi. Hormon yang diproduksi plasenta janin menghambat produksi hormon prolaktin ibu, sehingga produksi ASI pada ibu hamil otomatis berkurang.

"Untuk itu, sebaiknya ibu-ibu hamil selalu penuhi pengetahuan tentang menyusui sesuai dengan WHO agar prosesnya nanti akan lancar,” ungkap dr. Aini.

Baca Juga: ASI Seret? Ini Cara Memperbanyak ASI

Pijat Selama Hamil, Perlukah?

pijat payudara saat hamil

Foto: riograndebodyworks

Pijat payudara atau rangsangan pada puting payudara selama hamil tidak boleh dilakukan karena dapat merangsang kontraksi rahim.

Namun sebenarnya, pijat selama masa hamil bisa dilakukan karena memberikan banyak manfaat seperti relaksasi hingga dapat mengatasi sulit tidur.

Pijat saat masa kehamilan harus dilakukan oleh terapis terpercaya dan dengan teknik yang tepat. Sebab, teknik yang salah dapat menyebabkan kontraksi bahkan persalinan prematur. Biasanya, pijat saat masa kehamilan dilakukan setelah trimester kedua kehamilan.

Menurut dr. Aini, setelah bayi lahir pun dapat dilakukan pijat oksitosin. Pijat oksitosin dilakukan oleh suami dan harus diajarkan dulu oleh ahli laktasi. Pijat oksitosin biasanya dilakukan di punggung, wajah, dan tumit.

Jadi, yang terpenting adalah selalu konsultasi dulu sebelum melakukan pijat selama kehamilan dan sesudah melahirkan. Jangan termakan dengan mitos, ya, Moms!

(DG/AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.