Di atas 5 tahun

24 Juni 2016

Pinokio

Dari mana anak belajar berbohong? Mungkinkah secara tak sadar justru kita yang mengajarinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (serenata.rosalia)
Disunting oleh (serenata.rosalia)

Suatu pagi, saat sedang main bersama si bungsu Meira yang saat itu baru berumur 4 tahun, saya melihat seorang tetangga jauh yang suka kepo dengan urusan orang berjalan ke arah rumah. Buru-buru Mei saya ajak masuk, lalu ketika si tetangga semakin mendekat, saya meminta mbak asisten rumah tangga menyampaikan kalau saya tak ada di rumah.

Mei spontan menatap saya keheranan dengan mata bulatnya. “Kok Mima bohong? Mima ada kan di rumah sama aku...”

Suara polosnya bikin saya senyum-senyum (malu) sendiri. “Duh, saya sudah memberikan contoh buruk nih,” kata saya membatin.

Dan ketika beberapa waktu kemudian giliran Mei pura-pura sakit karena tak ingin bertemu seorang temannya di playgroup, alarm di otak saya pun langsung menyala.

tips pinokio

Well, terkadang sebagai orangtua kita secara tak sadar suka melakukan white lie (anggap saja terjemahannya berbohong untuk kebaikan) di depan anak. Tanpa sadar juga anak meniru. Kita orangtuanya yang menjadikan dia Pinokio sejak kecil.

Beberapa tip berikut ini pernah saya lakukan sendiri, dan pastinya bisa Anda contoh dan adaptasikan dengan situasi Anda.

  • Buat “Catatan Harian White Lie”: beli buku kecil, lalu catat setiap kali Anda melakuan white lie. Dari catatan ini, lakukan analisa apakah kebohongan putih yang Anda lakukan tergolong berat atau ringan. Jika masuk kategori berat, lakukan sesuatu agar tak kebablasan.
  • Beri penjelasan pada anak: tentang mengapa misalnya, Anda harus melakukan white lies. Ken Reschinck seorang pakar psikologi anak dari Afrika Selatan mengatakan anak-anak biasanya masih ‘hidup dalam dunia sendiri’ dan mungkin tidak menyadari kalau Anda sedang melakukan white lie. Ia toh berpendapat, anak-anak sejak kecil harus dijelaskan tentang nilai kejujuran.
  • Orangtua adalah panutan utama anak: demikian disampaikan oleh para pakar American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Jadi apabila anak menangkap basah Anda berbohong, maka segeralah menjelaskan alasan mengapa Anda lakukan itu. Tentunya dengan bahasa yang mereka pahami. Beri contoh dengan perubatan.
  • Bedakan khayalan dengan kenyataan: mengajari anak untuk tak menghisap jari dengan berbohong, misalnya nanti jarinya akan putus atau mukanya akan dipenuhi bintik-bintik hitam, tidaklah dianjurkan. Lebih baik jelaskan dengan logika sambil mengajari tentang kejahatan. Ajari bagaimana kuman dan bakteri bisa masuk ke dalam mulut dan sebagainya.
  • Ajari tentang dampak berbohong: pilih cerita-cerita klasik seperti Pinokio atau The Emperor’s New Clotes. Di bulan Ramadhan ini bisa juga Anda selipkan kisah-kisah sahabat Rasulullah yang mengajarkan kejujuran.

Sampai lain kali!

banner mba chichi

Memulai karier sejak tahun 1995 di sebuah grup media ternama di Jakarta, Pangesti 'Chichi' Bernardus konsisten berada di jalur editorial sampai saat ini. Kini dia dipercaya untuk memimpin sebuah majalah bergenre kesehatan, Women's Health dan Men's Health Indonesia. Selain berkecimpung di media, Chichi yang biasa dipanggil Mima oleh keempat anaknya, Bongbong, Kitkit, Lala, dan Meimei juga seorang yogi dan entrepreneur di bidang craft. Chichi adalah pemilik usaha kerajinan Monster bag bernama OMB (Ojo Medheni Bocah) dan Siotjia Djawa --- Chinoiserie by Chichi Bernardus. Oh ya, satu lagi, wanita yang memiliki kediaman di Lenteng Agung ini juga seseorang yang concern dengan aromaterapi. Get updates from Mima Chichi here.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait