Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Dec 15, 2017

Pintar Memilih Donor ASI Untuk Bayi

Bagikan


 

ASI memang memberikan manfaat kesehatan yang sangat besar. ASI juga dinilai merupakan sumber nutrisi yang palig ideal bagi bayi, termasuk diantaranya karena mengandung antibodi serta zat-zat yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Amarican Academy of Pediatrics sendiri menyampaikan bahwa zat-zat penting yang terdapat dalam ASI bermanfaat untuk mengatasi masalah kesehatan seperti pilek, asma, infeksi telinga dan gastrointesintal, eksim, diabetes hingga leukimia pada bayi maupun balita.

Namun, ASI juga dapat menjadi cairan tubuh sumber berbagai bakteri sekaligus virus berbahaya, tidak terkecuali dengan HIV. Pasalnya, ibu yang positif mengidap HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi melalui ASI yang diberikan.

Padahal belakangan ini donor ASI menjadi topik yang sangat viral.  Ibu menyusui yang tetap bekerja, seringkali merasa kekurangan ASI, dan tertarik untuk mencari donor ASI. Begitu pula beberapa ibu yang menderita suatu penyakit, sehingga tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada anaknya.

Apa Yang Perlu Moms Pertimbangkan dan Lakukan Sebelum Menggunakan Donor ASI?

Saat Moms berencana untuk menggunakan donor ASI secara informal, maka pastikan saat itu Moms sudah mengetahui benar mengenai sejarah kesehatan sekaligus tes darah dan catatan medis terakhir calon pendonor.

Dr. James Landers dari American Academy of Pediatrics menyarankan bahwa orangtua juga sangat perlu mempertimbangkan terlebih dahulu pemanasan susu hasil donor ASI menggunakan flash heating untuk menonaktifkan virus HIV dan bakteri lainnya yang mungkin terbawa. Tentunya dengan tetap mempertahankan berbagai macam gizi serta sifat antimikroba dan antibodi panting yang terdapat di dalamnya.

Pendonor ASI Perlu Memastikan Kebersihan Diri dan Kesehatan

Dilansir dari detikhealth, dr. Utami Roesli, SpA. IBCLC. FABM-SELASI, yang merupakan seorang ahli laktasi di Indonesia, aktivitas mencari donor ASI sangat penting untuk dipertimbangkan lagi secara matang. dr Utami juga menyampaikan bahwa pemeriksaan HIV di Indonesia yang dapat menular melalui pemberian ASI memang masih belum sebaik yang dilakukan oleh luar negeri.

Terutama sekarang ini HIV sudah lebih banyak diderita oleh ibu rumah tangga dibandingkan dengan pekerja seks komersial (PSK). Terlebih lagi, bank ASI di Indonesia masih belum diatur hukumnya secara jelas.

Akan tetapi, jika Moms berkeinginan untuk menerima donor ASI, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan secara seksama seperti:

  • Screening laboratorium guna mengetahui apakah ASI yang didonorkan terkontaminasi oleh berbagai jenis bakteri dan virus ataukah tidak.
  • ASI perlu memenuhi syarat kebersihan mulai dari cara penyimpanan, proses memerah ASI, hingga pemberian ASI.
  • Calon pendonor perlu mendapatkan pelatihan cara memerah, menyimpan sekaligus menjaga kebersihan ASI agar senantiasa terjaga kualitasnya.
  • Pendonor perlu mencuci tangan menggunakan sabun sebelum memerah maupun akan menyimpan ASI perah.
  • ASI perah harus disimpan dengan benar, di tempat yang tertutup, seperti kontainer plastik dengan bahan polycarbonate atau polypropylene dan botol kaca bersih

Setelah melalui sederet proses tersebut, barulah ASI hasil donor atau bank ASI dapat diberikan kepada bayi yang membutuhkannya.

Jadi, apakah Moms siap untuk menerapkan berbagai persyaratan di atas demi tetap mendapat donor ASI yang baik diberikan kepada buah hati tercinta?

 

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.