Program Hamil

11 Juni 2021

Kenali Plasenta Akreta yang Dapat Mempersulit Wanita untuk Hamil Kembali

Pengangkatan rahim dapat menjadi salah satu efek dari kondisi plasenta akreta
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Dalam beberapa kasus, keinginan untuk menambah anak kadang terhambat dengan komplikasi yang terjadi pada kehamilan pertama. Salah satu yang bisa terjadi adalah plasenta akreta.

Saat Moms didiagnosa mengalami plasenta akreta, sangat kecil peluang untuk bisa hamil kembali.

Plasenta akreta dianggap sebagai komplikasi kehamilan yang berpotensi mengancam jiwa. Terkadang kondisi kesehatan ini ditemukan selama persalinan. Tetapi dalam banyak kasus, wanita didiagnosis selama kehamilan.

Namun ada beberapa jalan keluar yang bisa dilakukan jika ingin menambah keturunan, meski Moms mengidap plasenta akreta.

Kenali apa penyebab dan perawatan pada penderita plasenta akreta berikut ini.

Definisi Plasenta Akreta

Plasenta Akreta

Foto: fibroids.com

Rahim terdiri dari lapisan dalam (yang menebal selama kehamilan untuk menciptakan apa yang disebut dengan decidua) dan lapisan luar otot yang disebut miometrium.

Melansir American Journal of Obstetrics & Gynecology, plasenta akreta terjadi saat plasenta tumbuh ke lapisan dalam bagian rahim yang tidak dapat dipisahkan setelah melahirkan.

Dalam kasus yang lebih berat, pertumbuhan plasenta ini bisa terjadi di otot luar (plasenta inkreta) atau bahkan tumbuh melalui rahim dan mengenai kandung kemih atau organ lainnya (plasenta perkreta).

Meskipun plasenta masih berfungsi normal untuk membantu janin tumbuh dengan baik, namun plasenta akreta dapat berbahaya bagi Moms.

Hal ini dikarenakan saat mencoba untuk melepaskan plasenta setelah melahirkan dapat menyebabkan banyak perdarahan dan kemungkinan kerusakan organ lain yang melekat pada plasenta.

Semakin dalam plasenta melekat, makan akan semakin berbahaya.

Baca Juga: Jawab Dulu 6 Pertanyaan Ini Sebelum Memutuskan Menambah Anak

Gejala Plasenta Akreta

pendarahan ibu hamil

Foto: Orami Photo Stock

Seringkali tidak ada tanda atau gejala plasenta akreta selama kehamilan.

Namun, dalam beberapa kasus mengalami perdarahan vagina merah terang tanpa rasa sakit selama trimester ketiga atau sedikit lebih awal bisa menjadi tanda.

Jenis perdarahan ini juga bisa menjadi tanda dari plasenta previa, yaitu saat plasenta terletak di bagian bawah rahim dan menutupi seluruh atau sebagian serviks.

Kasus ekstrem kondisi kesehatan ini, di mana plasenta mulai menyerang kandung kemih atau struktur di sekitarnya (dikenal sebagai plasenta perkreta) dapat muncul dengan nyeri kandung kemih atau panggul, atau kadang-kadang disertai darah dalam urin.

Jika Moms mengalami gejala tersebut, segera periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: 3+ Fungsi Plasenta Bayi dan Serba Serbinya, Moms Wajib Tahu!

Penyebab Plasenta Akreta

Plasenta Akreta

Foto: scarymommy.com

Sampai saat ini penyebab plasenta akreta belum diketahui secara pasti.

Melansir Ethiopian Journal of Health Sciences, beberapa kasus penyakit ini dianggap terkait dengan kelainan pada lapisan rahim, yang seringkali disebabkan oleh jaringan parut setelah operasi caesar atau operasi rahim lainnya.

Tak hanya itu, adanya pembedahan sebelumnya di bagian rahim dapat melemahkan decidua atau myometrium sehingga menyebabkan terjadinya kondisi kesehatan ini.

“Semakin sering melakukan pembedahan caesar, maka semakin besar kondisi ini dapat terjadi,” ungkap Spesialis Medis Ibu-Janin di Rumah Sakit Mount Sinai, Toronto dan Co-Director sebuah klinik plasenta, John Kingdom, seperti dikutip dari todaysparent.com.

Namun pembedahan lainnya di daerah rahim, seperti pengangkatan fibroid, dilatasi dan kuret, serta beberapa prosedur kesuburan lainnya juga dapat membuat titik lemah dalam rahim yang dapat membuat plasenta melekat atau plasenta akreta.

Meskipun tidak selalu diketahui penyebab plasenta akreta, berikut faktor risikonya:

  • Operasi rahim. Segala jenis operasi pada rahim yang menyebabkan kerusakan pada miometrium, yang merupakan dinding otot rahim, meningkatkan risiko plasenta akreta. Pembedahan yang menyebabkan jaringan parut pada rahim termasuk operasi caesar, operasi pengangkatan fibroid yang berada di dalam dinding rahim, embolisasi arteri rahim, dan ablasi endometrium.
  • Usia kehamilan. Risiko plasenta akreta meningkat dengan setiap kehamilan.
  • Berusia lebih dari 35 tahun.
  • Merokok.
  • Riwayat melahirkan sebelumnya. Risiko plasenta akreta meningkat pada saat jumlah kehamilan meningkat.
  • Posisi plasenta. Jika Moms memiliki plasenta previa, risiko terkena plasenta akreta meningkat.

Baca Juga: Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Plasenta Akreta dan Kesuburan

Plasenta Akreta

Foto: verywellfamily.com

Kondisi plasenta akreta dapat menyebabkan infertilitas dikarenakan beberapa alasan.

Salah satunya adalah perlunya tindakan pengangkatan rahim pada penderita plasenta akreta ketika persalinan. Prosedur ini dikenal dengan cesarean hysterectomy (C-Hyst).

Tanpa adanya rahim, wanita tentu tidak dapat hamil kembali. Namun jika ingin menambah keturunan, Dokter dapat menyarankan pengambilan telur atau prosedur Ibu pengganti, karena ovarium tidak ikut diangkat.

Jika pun rahim dapat diselamatkan (tidak perlu diangkat), penyebab infertilitas pada penderita penyakit ini bisa terjadi karena jaringan luka yang terlalu signifikan pada rahim, sehingga tidak dapat hamil kembali.

Selain masalah infertilitas, kondisi kesehatan ini juga dapat membahayakan bagi wanita.

“Di samping perlunya melakukan caesar histerektomi, wanita dengan penyakit ini berisiko untuk kehilangan banyak darah selama persalinan, yang disebut dengan postpartum hermorrhage. Ini dapat menjadi diagnosis yang mengerikan,” ungkap Nathaniel G. DeNicola.

Baca Juga: Tambah Berat Badan Anak Lewat 5 Makanan Harian Ini

Cara Mengatasi Plasenta Akreta

Konsultasi dengan dokter

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan Moms mengalami kondisi plasenta semacam ini pada kehamilan mendatang adalah melahirkan bayi melalui persalinan pervaginam (normal).

Jalani operasi caesar hanya jika ada masalah kesehatan dengan Moms atau bayi yang mengharuskannya secara medis. Bagi sebagian ibu dan bayi, masalah kesehatan membuat operasi caesar lebih aman daripada melahirkan melalui vagina.

Tetapi jika kehamilan Moms sehat, yang terbaik adalah tetap hamil sampai persalinan dimulai dengan sendirinya.

Jangan menjadwalkan operasi caesar untuk alasan non-medis, seperti ingin melahirkan pada hari tertentu atau karena Moms tidak nyaman dan ingin melahirkan lebih awal dari tanggal jatuh tempo.

Bahkan jika pernah menjalani operasi caesar, Moms mungkin bisa melahirkan bayi berikutnya melalui persalinan pervaginam

Setiap kasus plasenta akreta berbeda. Jika dokter telah mendiagnosis masalah kondisi kesehatan ini, mereka akan membuat rencana untuk memastikan bayi dilahirkan seaman mungkin.

Kasus parah plasenta akreta diobati dengan pembedahan. Pertama, dokter akan melakukan operasi caesar untuk melahirkan bayi.

Selanjutnya, mereka mungkin melakukan histerektomi, atau mengangkat rahim.

Hal ini untuk mencegah kehilangan darah serius yang dapat terjadi jika sebagian atau seluruh plasenta tertinggal di rahim setelah bayi lahir.

Baca Juga: Ingin Segera Hamil? 7 Makanan Ini Bisa Mempercepat Kehamilan

Jika Moms ingin bisa hamil lagi, ada pilihan pengobatan setelah melahirkan yang dapat menjaga kesuburan.

Ini adalah prosedur pembedahan yang meninggalkan sebagian besar plasenta di dalam rahim.

Namun, bagi Moms yang menerima perawatan ini berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Dokter mungkin merekomendasikan histerektomi, jika Moms terus mengalami pendarahan vagina setelah prosedur.

Diskusikan semua pilihan perawatan Moms dengan dokter. Mereka akan membantu memilih pengobatan berdasarkan kondisi yang dialami.

  • https://www.ajog.org/article/S0002-9378(10)01159-2/fulltext
  • https://www.researchgate.net/publication/339934100_A_Literature_Review_of_Placenta_Accreta_Spectrum_Disorder_The_Place_of_Expectant_Management_in_Ethiopian_Setup
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/preterm-labor-delivery-placenta-accreta#treatment
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17846-placenta-accreta
  • https://www.marchofdimes.org/complications/placental-accreta-increta-and-percreta.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait