Pasca Melahirkan

19 Februari 2021

Menyimpan ASI Perah, Ini Kelebihan dan Kekurangan Kantong Plastik ASI dan Botol ASI

Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms telah bekerja keras memompa ASI di sela-sela kesibukan kerja setiap hari, sehingga Moms ingin memastikan penyimpanan ASI secara benar di wadah yang aman.

Moms mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara memilih tempat penyimpanan ASI yang tepat. Apakah botol ASI? Atau plastik ASI? Manakah yang lebih baik?

Sebelum Moms memutuskan penyimpanan ASI manakah yang tepat, Moms perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari botol dan plastik ASI.

Berikut penjelasan untuk kedua penyimpanan ASI tersebut.

Kantong Plastik ASI

5 Rekomendasi Plastik ASI yang Aman untuk Bayi, Bisa Dicoba!

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, susu yang diperas atau dipompa kembali dapat disimpan dengan ketentuan berikut ini:

  • Pada suhu kamar (77 ° F atau lebih dingin) hingga 4 jam.
  • Penyimpanan di lemari es hingga 4 hari.
  • Paling baik di dalam freezer selama sekitar 6- 12 bulan.

Meskipun pembekuan menjaga makanan tetap aman hampir tanpa batas waktu, waktu penyimpanan yang disarankan penting untuk diikuti untuk kualitas terbaik.

Begitu juga dengan penyimpanan kantong plastik ASI, yang dirancang khusus untuk wadah menyimpan ASI.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan kantong plastik ASI:

1. Kelebihan Kantong Plastik ASI

  • Tidak seperti kantong ziplock biasa, kantong plastik ASI ini lebih tebal dan terbuat dari bahan BPA-free.
  • Menghemat ruang. Kantong plastik ASI mudah disimpan dan ditata di dalam freezer, sehingga tidak memakan banyak tempat.
  • Tahan pada suhu panas (untuk pencairan dan pemanasan susu) sehingga lebih cepat mencair.
  • Tidak perlu mencuci/mensterilkan. Kantong plastik ASI sekali pakai, sehingga Moms tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mencuci dan mensterilkannya.
  • Mudah memberi label. Jika Moms menimbun susu, pelabelan adalah suatu keharusan. Moms perlu memberi label tanggal dan jumlah ASI yang Moms simpan di setiap kantong.
  • Kantong plastik ASI memiliki ruang khusus untuk pelabelan sehingga akan lebih mudah mengatur penggunaan susu nantinya.

2. Kekurangan Kantong Plastik ASI

  • Sekali pakai, sehingga tidak dapat digunakan kembali. Artinya, selama Moms perlu menyimpan ASIP, maka Moms harus terus membeli kantong ASI sampai Moms memutuskan untuk tidak memompa ASI lagi.
  • Rentan bocor. Jika Moms mendapat kantong plastik ASI berkualitas rendah, maka kantong tersebut mungkin rentan bocor pada jahitan atau ritsleting atas. Namun ada kantong plastik ASI merek tertentu yang dilengkapi ritsleting dobel sebagai pengaman dari kebocoran.
  • Sulit dituangkan. Tergantung pada desain kantong penyimpanan ASI, menuangkan ASI ke plastik ASI dapat menjadi pekerjaan menantang karena susu bisa saja tumpah.
  • Lebih banyak ASI yang terbuang. Kadangkala masih ada sisa cairan di dalam kantong ASI setelah Moms menuangkannya dan agak sulit untuk mengeluarkannya sampai tetes terakhir.
  • Tidak dapat memompa langsung ke kantong plastik ASI, kecuali merek tertentu.

Baca Juga: 4 Trik Menyiapkan ASI Perah Bagi Ibu Bekerja

Botol ASI

botol asi dan plastik asi

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari Healthy Children, untuk menghangatkan ASI dalam botol, sebaiknya diletakkan di dalam mangkuk berisi air hangat. Memanaskan ASI dengan microwave tidak aman karena berisiko membuat suhu air akan terlalu panas dan berbahaya untuk Si Kecil.

Botol ASI dapat disimpan di lemari es dan harus digunakan dalam waktu 24 jam.

Berapa sering memompa ASI tergantung pada usia anak. Bayi baru lahir akan meminum sebotol ASI kira-kira setiap dua hingga tiga jam.

Untuk bayi baru lahir, Moms setidaknya memompa ASI setiap dua hingga tiga jam untuk merangsang tubuh memproduksi suplai ASI yang sehat.

Mari cari tahu penyimpanan botol ASI yang perlu Moms tahu di bawah ini.

1. Kelebihan Botol ASI

  • Penyimpanan susu dalam botol ASI siap pakai mungkin adalah pilihan yang paling tepat. Banyak botol ASI dirancang untuk menyesuaikan dengan pompa ASI, sehingga Moms dapat memompanya langsung ke dalam botol ASI lalu menyimpannya di kulkas.
  • Botol ASI dapat dipakai ulang dan praktis, sehingga Moms tidak perlu repot-repot memindahkan ASI dari kantong ke botol saat ingin menyusui bayi dari botol.
  • Tidak ada ASI yang terbuang saat pemompaan, higienis dan bebas kontaminasi, serta mudah digunakan.
  • Bahkan ada beberapa produk botol ASI yang dilengkapi rak penyimpanan khusus yang dapat Moms tempatkan di dalam freezer

2. Kekurangan Botol ASI

  • Botol ASI memakan lebih banyak tempat di dalam freezer dibanding kantong plastik ASI, sehingga dibutuhkan begitu banyak ruang jika Moms tidak menatanya dengan baik.
  • Harga botol ASI cukup mahal apalagi jika Moms perlu membeli stok yang banyak untuk tempat penyimpanan ASI.
  • Biasanya, botol ASI tidak memiliki tempat untuk menuliskan tanggal dan jumlah ASIP. Jadi, Moms perlu menggunakan label yang bisa ditempel pada botol ASI.
  • Ada dua jenis botol yang dapat Moms gunakan untuk tempat penyimpanan ASI. Botol plastik, seperti yang biasa digunakan untuk botol susu biasa, dan botol kaca.

Baca Juga: 10 Manfaat Seledri untuk Kesehatan Bayi, dengan Resep MPASI!

Botol Plastik vs Botol Kaca

4 cara menyapih balita yang masih minta minum susu botol di tengah malam 2

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum membeli dan memutuskan, ada baiknya mengetahui perbedaan botol susu kaca dan botol susu plastik.

Baik botol plastik ataupun botol kaca keduanya dapat dipakai ulang. Kemungkinan kecil untuk pecah pada botol plasik, sedangkan botol kaca Moms perlu kehati-hatian lebih.

Manfaat menggunakan botol kaca ASI adalah ia akan awet meskipun dalam pemakaian bertahun-tahun.

Berbeda dengan penggunaan botol plastik, hanya tahan untuk satu bayi (setelah penggunaan terus-menerus selama satu tahun, botol plastik biasanya berubah warna agak kekuningan).

Selain itu, botol plastik ASI ataupun kaca, Harus memerhatikan BPA-free untuk menghindari kontaminasi zat kimia dan bebas kimia. Terutama pada botol plastik.

Untuk berat, botol plastik jauh lebih ringan dibandingkan botol kaca. Serta berbahan plastik biasanya akan terasa lebih panas saat ingin dipegang dibandingkan botol kaca.

Moms bisa memilih dengan mempertimbangkan kebutuhan Si Kecil antara botol plastik ataupun botol kaca. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Diimunisasi saat Sakit? Cari Tahu Dulu Faktanya

Warna ASI mungkin sedikit berbeda tergantung pada pola makan Moms.

Selain itu, ASI yang dicairkan mungkin tampak memiliki bau atau konsistensi yang berbeda dari ASI yang baru diperah.

Nah, setelah mengetahui manfaat dan kerugian masing-masing pilihan penyimpanan ASI tadi, sekarang Moms pilih plastik ASI atau botol ASI? Sharing di bawah kolom komentar pengalaman Moms menggunakannya, ya.

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait