Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Anak | Jul 5, 2018

Pola Asuh Helicopter Parenting dan Dampak Buruknya Bagi Anak

Bagikan


Sebagai orang tua, Moms tentu menginginkan yang terbaik bagi Si Kecil, karenanya tak jarang Moms akan mengawasinya secara berlebihan. Hal ini sebenarnya sah saja dilakukan setiap orang tua karena mereka tentu tak ingin hal buruk terjadi pada Si Kecil.

Pola asuh tersebut dinamakan helicopter parenting, yakni orang tua berusaha melindungi anak mereka dengan terlibat langsung dalam setiap aspek kehidupannya. Namun, tak selamanya pola asuh seperti ini baik bagi anak, terutama untuk anak zaman sekarang. Mari kita mengenal lebih lanjut pola asuh helicopter parenting, serta dampak buruknya pada anak.

Baca Juga: 3 Kesalahan yang Sering Dilakukan Ibu Baru, Moms Juga Pernah?

Mengenal Helicopter Parenting

Menurut psikolog Ann Dunnewold Ph.D, helicopter parenting merupakan sebuah pola asuh dimana orang tua berusaha untuk melindungi dan ingin anak mendapatkan yang terbaik.

Namun, mereka melindungi anak dengan terlalu melibatkan diri dalam kehidupan mereka sehingga jadi sangat mengontrol (overcontrolling), berlebihan melindungi (overprotecting), dan menuntut segala sesuatunya sempurna (overperfecting).

Sebagai contoh, pola asuh helicopter parenting adalah ketika orang tua tak mengizinkan anak mereka untuk pergi jauh-jauh, bahkan harus selalu bersama orang tuanya.

Semua jenis kegiatan dari mulai ekstrakurikuler hingga pakaian dan mainan akan dipilihkan dan diatur. Semata-mata hanya karena orang tua merasa mereka memahami apa yang terbaik untuk anak mereka.

Tahukah Moms pola asuh demikian sebenarnya tak baik bagi tumbuh kembangnya, mari simak beberapa dampak buruk akan pola asuh yang terlalu berlebihan tersebut.

Baca Juga: 5 Perbedaan Ibu Millennial dan Ibu Zaman Dulu

Dampak Buruk Helicopter Parenting

Tidak Mandiri

Segala sesuatu yang selalu Moms persiapkan untuknya akan memupuk rasa manja dan serba ketergantungan dalam diri mereka. Sehingga saat akan melakukan sesuatu, mereka terbiasa untuk mengandalkan Moms dan berharap semua akan selesai tanpa membutuhkan usaha.

Sifat demikian juga akan membuat mereka tak mampu menghadapi kegagalan dalam hidupnya. Karena mereka terbiasa dengan segala kesalahan yang Moms bereskan.

Mengurangi Rasa Percaya Diri

Hal pertama yang akan dialami Si Kecil adalah kurangnya rasa percaya diri, karena mereka akan selalu takut salah dalam bertindak dan mengambil keputusan. Dengan demikian segala sesuatunya akan selalu bergantung pada Moms, lebih dari itu mereka juga akan jauh dari sosok pemimpin.

Tak Mampu Berpikir Kreatif

Karena terbiasa dengan semuanya yang serba tersedia dan serba mudah, Si Kecil akan terbiasa untuk mengikuti semua pola yang ada tanpa berkesempatan untuk menciptakan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya.

Dengan kata lain, ia tak akan terbiasa untuk berpikir secara kreatif. Hal ini tentunya sangat buruk, karena kesuksesannya akan terhambat bila tak menjadi sosok yang mampu bersaing.

Baca Juga: Memahami Drone Parenting dan Plus Minusnya

Mengalami Tekanan

Meski kadang mereka merasa bahwa hidupnya menyenangkan karena semua telah ada yang mengatur, namun lama kelamaan bukan tak mungkin mereka menjadi depresi.

Mereka akan merasa tertekan karena segala sesuatunya terlalu ditentukan oleh orang lain, sehingga mereka tak memiliki kesempatan untuk menunjukkan dan melakukan apa yang mereka inginkan.

Sosok Pemberontak

Terakhir, bukan tak mungkin yang akan terjadi pada Si Kecil adalah tumbuh menjadi sosok pemberontak di masa yang akan datang.

Karena akan tiba saatnya mereka ingin menjadi seseorang yang dapat mengambil keputusan dalam hidupnya. Tentulah hal ini sangat buruk karena akan menimbulkan konflik antara Moms dan mereka di kemudian hari.

Daripada helicopter parenting, lebih baik Moms menerapkan drone parenting yang tidak terlalu ketat tapi tegas. Klik di sini untuk membaca ulasan tentang drone parenting. Apakah Moms pernah menerapkan helicopter parenting pada Si Kecil?

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.