Kesehatan

3 September 2021

Mengenal Penyebab Polifagia dan Cara Tepat Mengatasinya

Polifagia adalah kondisi saat tubuh selalu merasa lapar. Berikut ini penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Debora

Pernahkah Moms masih tetap lapar padahal baru saja makan cukup makanan? Moms mesti waspada karena bisa saja ini adalah disebabkan oleh polifagia.

Di dunia medis, polifagia adalah sebuah kondisi saat seseorang selalu merasa lapar dan tidak terpuaskan dengan makan. Kondisi ini juga dikenal sebagai hyperfagia.

Saat mengidam makanan, bisa makanan secara umum atau makanan tertentu, dan ini kemudian menyebabkan seseorang makan secara berlebihan.

Gejala umum dari polifagia ini, seperti kesulitan untuk merasa kenyang dan bangun tengah malam untuk makan.

Faktanya, polifagia adalah kondisi yang terkait dengan beberapa kondisi, terutama diabetes. Berikut ini akan dibahas penyebab dan cara mengatasi polofagia yang bisa Moms lakukan.

Baca Juga: Penyebab Busung Lapar dan Cara Mencegahnya

Ini Berbagai Penyebab Polifagia

polifagia

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang alami polifagia, antara lain:

1. Diabetes

Polifagia mungkin merupakan salah satu gejala dari diabetes. Saat Moms makan, tubuh seharusnya mengubah makanan menjadi glukosa.

Kemudian menggunakan hormon yang disebut insulin untuk mendapatkan glukosa dari aliran darah untuk disalurkan ke sel-sel tubuh. Sel-sel ini kemudian menggunakan glukosa ini untuk energi dan fungsi tubuh normal.

Jika Moms mengidap diabetes, tubuh tidak dapat memproduksi insulin (tipe 1) atau tidak menggunakan insulin dengan benar (tipe 2). Oleh karena itu, glukosa tetap berada di aliran darah lebih lama dan tidak masuk ke sel.

Artinya, sel tidak memiliki energi yang mereka butuhkan untuk berfungsi dengan baik.

Ketika ini terjadi, sel-sel kemudian akan memberikan sinyal bahwa Moms harus terus makan sehingga mereka bisa mendapatkan glukosa yang dibutuhkan. Hasilnya, Moms mungkin merasa terus lapar.

Ada beberapa gejala lain dari diabetes termasuk:

  • Sering buang air kecil.
  • Rasa haus yang berlebihan.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Pandangan yang kabur.
  • Penyembuhan luka yang lebih lambat.

Seseorang yang mengidap diabetes juga berisiko lebih tinggi terkena hiperglikemia, karena obat untuk mengontrol gula darah tinggi. Hiperglikemia juga dapat menyebabkan polifagia bagi pengidap diabetes.

2. Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi saat gula darah rendah. Meskipun paling sering terjadi pada pengidap diabetes, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Ada beberapa gejala hipoglikemia lainnya seperti:

  • Pusing.
  • Sakit kepala.
  • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.
  • Gemetar.
  • Berkeringat.
  • Perubahan kepribadian.

3. Hipertiroidisme

Penyebab polifagia selanjutnya adalah hipertiroidisme, yang merupakan suatu kondisi di mana tiroid bekerja terlalu cepat. Tiroid adalah kelenjar yang membuat hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh.

Salah satu fungsi hormon tiroid adalah untuk mengontrol metabolisme, sehingga nafsu makan bisa meningkat jika hormon tiroid terlalu banyak. Saat alami hipertiroidisme, ada beberapa gejala lain yang bisa terjadi, seperti:

  • Berkeringat.
  • Penurunan berat badan.
  • Sering gugup.
  • Rambut rontok.
  • Sulit tidur.

Baca Juga: Perut Bayi Bunyi, Tanda Lapar Atau Suatu Masalah Kesehatan?

4. Kurang Tidur

polifagia

Foto: Orami Photo Stock

Kurang tidur juga bisa jadi penyebab polifagia sehingga ini bisa mempersulit tubuh untuk mengontrol kadar hormon yang mengatur rasa lapar.

Selain menjadi sangat lapar, Moms juga mungkin makan makanan dengan kalori lebih banyak dari biasanya.

Jika Moms kurang tidur, Moms mungkin juga memerhatikan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Kantuk di siang hari.
  • Perubahan suasana hati.
  • Masalah memori.
  • Kesulitan berkonsentrasi.

5. Sindrom Pre Menstruasi (PMS)

Perubahan hormon yang terkait dengan siklus bulanan wanita juga nyatanya bisa membuat Moms sangat lapar tepat sebelum menstruasi.

Lonjakan estrogen dan progesteron dan penurunan serotonin dapat menyebabkan keinginan yang kuat untuk karbohidrat dan lemak.

Selain lapar, ada beberapa gejala PMS lainnya seperti:

  • Lekas marah dan perubahan suasana hati.
  • Kembung.
  • Kelelahan.
  • Diare.

6. Stres

Stres juga bisa menjadi penyebab polifagia, sebab saat Moms stres, tubuh akan melepaskan sejumlah besar hormon yang disebut kortisol. Hormon kortisol ini yang bisa membuat Moms sangat lapar.

Rasa lapar yang ekstrem saat stres atau cemas mungkin juga adalah respons emosional.

Moms mungkin menggunakan makanan untuk mencoba mengatasi emosi negatif, baik secara sadar maupun tidak sadar.

7. Pola Makan Buruk

Jika Moms makan banyak makanan dengan karbohidrat dan lemak yang tidak sehat, seperti roti putih atau makanan cepat saji, Moms mungkin merasa lapar lagi segera setelah makan.

Penyebabnya, jenis makanan ini kekurangan nutrisi yang seharusnya membuat Moms kenyang, seperti serat dan protein.

Cobalah makan lebih banyak beberapa makanan seperti:

  • Buah-buahan dan sayur-sayuran.
  • Biji-bijian utuh.
  • Kacang polong.
  • Daging dan ikan tanpa lemak.

Gejala lain dari diet yang tidak cukup bergizi meliputi:

  • Penambahan atau penurunan berat badan.
  • Kelelahan.
  • Rambut rontok atau menipis.
  • Gusi yang meradang atau berdarah.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau mengingat sesuatu.

Baca Juga: Lapar Saat Malam atau Butuh Ide Menu Bekal Anak? Coba Bikin Resep Nasi Gila Berikut Ini!

Cara Mengatasi Polifagia

polifagia

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms menyerah pada keinginan makan, ini pada akhirnya hanya akan meningkatkan gula darah.

Namun, menahan keinginan untuk makan ketika gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah sangat sulit.

Apalagi dengan otak yang meminta lebih banyak makanan. Jadi, Moms perlu tahu cara mengatasi rasa lapar itu. Berikut caranya:

1. Makan Perlahan dan Tanpa Gangguan

Dalam studi yang dipublikasikan Journal of Nutrients, para peneliti telah menunjukkan bahwa makan dengan lambat mampu meningkatkan rasa kenyang dan menurunkan rasa lapar.

Hal ini berlaku terutama bagi orang yang memiliki diabetes tipe 2, kelebihan berat badan dan obesitas.

Makan lambat juga membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi juga.

Cara mengatasi polifagia lainnya adalah dengan makan perlahan dan tanpa gangguan, seperti televisi atau internet.

Dengan begini, Moms bisa menikmati aroma, rasa, dan cita rasa makanan. Ini akan memberi otak kesempatan untuk menerima pesan bahwa Moms sudah kenyang.

2. Tambahkan Penyedap untuk Meningkatkan Aroma Makanan

Moms juga bisa mencoba untuk meningkatkan penyedap makanan dengan bumbu dan rempah-rempah, karena aroma yang kuat cenderung lebih memuaskan rasa lapar. Minumlah air sebelum dan selama makan.

Baca Juga: 6 Jenis Rempah yang Bisa Menurunkan Berat Badan

3. Konsumsi Makanan Sehat

Jadikan camilan tinggi serat dan rendah karbohidrat, seperti kacang-kacangan sebagai bagian dari pola makan harian. Ini dapat mengalihkan otak dari keinginan makan berlebih.

Selain itu, mengonsumsi makanan dan camilan teratur untuk menghindari glukosa darah rendah. Konsumsilah protein yang cukup untuk sarapan, untuk membantu Moms tetap kenyang sepanjang pagi.

Ketika glukosa darah terlalu rendah, Moms perlu mengonsumsi karbohidrat dengan gula cepat untuk menaikkan glukosa darah dengan cepat. Biasanya, 15 gram sudah cukup.

Jika glukosa darah tinggi, cobalah makanan berserat tinggi dan rendah karbohidrat (misalnya, sayuran mentah) untuk membuat Moms kenyang. Pastikan juga untuk minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

4. Olahraga Teratur

Rutin berolahraga juga bisa mengurangi rasa lapar dan mengidam dengan mengurangi tingkat penggunaan insulin dalam tubuh.

Baca Juga: Tidak Kenyang-Kenyang? Ketahui 5 Alasan Mengapa Masih Lapar Setelah Makan

Namun, solusi sebenarnya adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah Moms mengidap diabetes tipe apa pun.

Dokter akan melakukan tes dan memberikan Moms obat yang tepat untuk membuat pankreas memproduksi lebih banyak insulin dan membantu insulin bekerja dengan baik sehingga glukosa darah bisa bergerak ke dalam sel.

Dokter juga akan memutuskan apakah Moms memerlukan obat diabetes atau insulin untuk membantu mengekang keinginan makan.

Ingat, mengidam makanan bisa menjadi masalah yang signifikan pada diabetes. Sangat penting untuk tidak hanya mengatur nafsu makan tetapi juga mencegah kerusakan jangka panjang di bagian lain dari sistem.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6357517/
  • https://drmohans.com/polyphagia-excessive-hunger/
  • https://www.healthline.com/health/polyphagia
  • https://www.diabetes.co.uk/symptoms/polyphagia.html
  • https://www.verywellhealth.com/polyphagia-5114624
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait