Kesehatan Umum

6 Maret 2020

Polisitemia Vera, Penyakit Darah yang Sangat Langka

Penyakit ini bisa menjadi gangguan serius pada anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Polisitemia vera adalah penyakit darah yang sangat langka pada anak-anak. Sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak sel darah merah sehingga membuat darah terlalu kental. Kondisi ini menyebabkan penggumpalan darah yang bisa mengurangi pasokan darah ke organ, jaringan, dan sel.

Berdasarkan jurnal Annals of Hematology yang terbit pada Agustus 2009, kasus penyakit darah yang sangat langka ini hanya 10-20 banding 1 juta. Dari angka yang sangat sedikit tersebut, 0,1%-nya terjadi pada anak di bawah usia 20 tahun.

Polisitemia vera disebabkan oleh mutasi genetik di sel sumsum tulang. Beberapa jenis polisitemia bisa diwariskan dari orang tua ke anak, sedangkan sebagian lagi tidak.

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Penyakit yang Berhubungan dengan Sistem Peredaran Darah

Gejala Polisitemia Vera, Penyakit Darah yang Sangat Langka

penyakit darah yang sangat langka

Foto: Ash Ley via Gofundme.com

Gejala polisitemia vera lebih sering terlihat pada orang dewasa. Beberapa anak tidak menunjukkan gejala dan baru diketahui saat melakukan cek darah karena alasan lain. Namun sebagian lain menunjukkan gejala seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Lemah dan lelah
  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Sulit bernapas
  • Limpa membesar
  • Masalah penglihatan
  • Gatal atau rasa terbakar
  • Wajah berwarna kemerahan atau keunguan
  • Gusi berdarah
  • Berat badan turun
  • Masalah saat makan

Baca Juga: Mengenal Penyakit Darah Tinggi, Si 'Silent Killer' tanpa Gejala

Komplikasi Polisitemia Vera

Komplikasi tergantung seberapa parah polisitemianya, di antaranya:

  • Penggumpalan darah di vena hati
  • Pembekuan darah di vena
  • Perdarahan berat
  • Stroke
  • Leukemia

Mengatasi Polisitemia Vera, Penyakit Darah yang Sangat Langka

penyakit darah yang sangat langka

Foto: elitecme.com

Penanganan tergantung gejala, usia, dan kesehatan anak secara umum serta seberapa parah kondisinya. Si Kecil mungkin akan dirujuk ke ahli hematologi, spesialis gangguan darah.

Beberapa langkah yang mungkin diambil adalah:

  • Venipunktur (phlebotomy) atau menusuk vena seperti saat donor darah. Tujuannya untuk mengeluarkan sebagian darah sehingga jumlah sel darah merah berkurang.
  • Aspirin dosis rendah untuk mencegah penggumpalan darah
  • Obat-obatan untuk mengurangi produksi sel darah merah di sumsum tulang

Perubahan pada hasil tes darah serta gejala komplikasi akan dimonitor. Selama proses ini, Si Kecil perlu menghindar dari panas ekstrem, misalnya mandi air hangat. Sebab, panas akan membuat gejala seperti gatal-gatal dan rasa terbakar makin parah.

Baca Juga: Darah Menggumpal Saat Haid, Wajar Atau Tanda Penyakit?

Situs University of Rochester Medical Center juga menyarankan Si Kecil menghindari olahraga dan kegiatan yang berisiko menyebabkan cedera. Sebab, cedera dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Penyakit darah yang sangat langka ini bisa mengakibatkan komplikasi serius yang berbahaya bagi Si Kecil. Jika Moms mencurigai Si Kecil mengalami kondisi ini, segera ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait