Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Feb 19, 2018

Posisi Rahim Terbalik, Bisakah Hamil?

Bagikan


Rahim adalah organ reproduksi wanita yang sangat penting. Ya, kehamilan membutuhkan rahim sebagai tempat janin bertumbuh dan berkembang. Akan tetapi, posisi atau letak rahim setiap wanita tidaklah selalu sama.

Ada yang disebut dengan rahim anteverted, yaitu posisi rahim “membungkuk” atau miring ke arah depan menuju leher rahim. Letak atau posisi seperti ini lebih condong ke arah perut. Sedangkan, posisi rahim retroverted, justru condong ke belakang.

Gejala dan Penyebab Rahim Terbalik

Umumnya tidak ada gejala yang dirasakan. Bahkan, Moms mungkin tak menyadari bahwa mengalami posisi rahim yang terbalik.

Akan tetapi, bila posisi atau tingkat kemiringannya sangat parah, Moms mungkin merasakan seperti ada tekanan atau nyeri di area depan panggul.

Bila Moms merasakan gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter ahli untuk dilakukan pemeriksaan.

Lalu, apa penyebab terjadinya rahim terbalik? Umumnya, seorang wanita memang sudah terlahir dengan posisi rahim seperti itu.

Kemudian, posisi rahim terbalik juga bisa terjadi karena kehamilan dan proses persalinan. Ya, dalam kasus tertentu, kehamilan dan persalinan dapat mengubah bentuk rahim dan membuat posisi rahim menjadi miring.

Bahkan, tingkat kemiringan yang sangat parah ketika terjadi perkembangan jaringan parut setelah menjalani operasi atau karena penyakit endometriosis.

Sebuah penelitian menjelaskan, wanita yang mengalami proses melahirkan dengan operasi caesar cenderung akan lebih miring posisi rahimnya. Namun, hal tersebut jarang terjadi.

Untuk mengetahui posisi rahim, ada pemeriksaan yang bisa dilakukan. Di antaranya, pemeriksaan panggul dan USG.

Pada pemeriksaan panggul, dokter akan memeriksa organ reproduksi seperti vagina, ovarium, leher rahim, rahim, dan bagian perut untuk mendeteksi apakah ada kelainan atau tidak.

Baca Juga : Bisakah Hamil Saat Menstruasi?

Rahim Terbalik Bisa Memengaruhi Kesuburan?

Pertanyaan penting lainnya, apakah posisi rahim terbalik dapat memengaruhi tingkat kesuburan atau bahkan mempersulit kehamilan?

Yang jelas, posisi rahim dapat memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil.

Kenapa? Karena kategori mudah atau sulit hamil dapat tergantung pada bentuk atau posisi kemiringan rahim. Meski begitu, posisi rahim terbalik tak terlalu memengaruhi kemampuan sperma untuk dapat mencapai sel telur di dalam rahim.

Selain itu, posisi rahim yang tidak biasa ini juga tak akan memengaruhi kualitas hubungan intim. Moms tak akan merasakan sakit atau rasa tak nyaman ketika berhubungan seks dengan suami.

Justru posisi ovarium menjadi lebih tinggi di panggul sehingga meminimalkan risiko terluka ketika berintim-intim. Akan tetapi, bila Moms merasakan nyeri ketika berhubungan intim, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Bila memang Moms diketahui mengalami rahim dengan posisi anteverted, tak perlu cemas. Kondisi ini cenderung normal dan tak perlu perawatan yang khusus.

Tak ada pengobatan atau prosedur yang spesifik untuk memperbaiki kondisi rahim seperti ini. Moms tetap dapat beraktivitas dengan normal tanpa merasakan nyeri.

Berbeda bila Moms memiliki rahim dengan posisi retroverted, yaitu posisi miring ke arah belakang. Untuk memperbaiki kondisi ini mungkin perlu tindakan pembedahan. Karena itu, sebaiknya Moms melakukan pemeriksaan lebih lanjut.


(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.