Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Masalah Tidur Bayi | Jan 7, 2019

Posisi Tidur Miring Berbahaya Bagi Bayi, Ini Risikonya

Bagikan


Kebiasaan tidur yang baik sangat penting untuk kesehatan fisik dan kesejahteraan emosional bayi.

Bagian terpenting dari tidur yang aman adalah tempat di mana bayi tidur, posisi tidurnya, jenis tempat tidur atau kasurnya, jenis kasur, dan lingkungan rumah (ketenangan dan paparan asap). 

Menciptakan lingkungan tidur yang aman untuk Si Kecil akan menurunkan risiko cedera dan sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). SIDS adalah ketika bayi yang sehat tiba-tiba meninggal dan biasanya terjadi saat bayi sedang tidur.

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti SIDS yang dapat diketahui secara jelas, bahkan setelah banyaknya penelitian seputar hal ini, termasuk otopsi penuh. 

SIDS lebih sering terjadi pada bayi yang orang tuanya merokok, terutama mereka yang merokok selama kehamilan. Ini juga lebih sering terjadi pada bayi yang tidur dalam posisi tengkurap.

Oleh sebab itu, untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak, bayi yang sehat dianjurkan untuk selalu tidur dalam posisi telentang, bukan tengkurap.

Lantas bagaimana jika bayi tidur dengan posisi miring? 

Baca Juga : Kenapa Telapak Tangan dan Kaki Bayi Dingin Ketika Bangun Tidur?

Posisi Tidur Miring untuk Bayi

Moms mungkin pernah mendengar bahwa membiarkan bayi tidur dengan posisi miring lebih aman dibandingkan dengan tidur tengkurap.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko SIDS tidur dengan posisi tengkurap dan miring adalah sama.

Beberapa bukti juga menunjukkan risiko bayi tidur dengan posisi miring kemungkinan lebih tinggi. 

Posisi tidur miring tidak stabil dan bayi sangat mungkin berguling ke posisi tengkurap.

Meskipun banyak orang tua yang menggunakan bantal, kain yang digulung, atau benda lembut lainnya sebagai ganjal untuk mencegah buah hatinya berguling, benda-benda tersebut justru dapat meningkatkan risiko terbelit ataupun mati lemas.

Dr. Amdrew Adesman, Kepala Divisi Perkembangan dan Perilaku Anak di Rumah Sakit Anak Schneider di New York, yang juga merupakan profesor di Departemen Pediatrics di Albert Einstein College of Medicine, mengatakan bahwa sebagian dari alasan membingungkan mengenai bahaya tidur miring untuk bayi adalah ketika dalam kampanye ‘Back to Sleep’ disampaikan tidur dengan posisi miring atau telentang sebagai posisi tidur aman bayi.

Tetapi, beberapa tahun setelah kampanye ‘Back to Sleep’, rekomendasi posisi tidur aman untuk bayi hanya telentang karena kadang-kadang bayi berguling dari posisi tidur miring ke tengkurap.

Sayangnya, beberapa dokter anak terkadang masih memberi informasi yang kurang tepat kepada para orang tua.

Baca Juga : Normalkah Jika Anak Mendengkur saat Tidur?

Telentang Adalah Posisi Tidur Paling Aman untuk Bayi

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bahwa semua bayi yang sehat harus tidur dengan posisi telentang selama 6 bulan pertama kehidupan.

Penelitian menunjukkan tidur dalam posisi telentang dapat mengurangi risiko Sindrom Kematian Bayi Mendadak (SIDS). 

AAP mulai merekomendasikan agar bayi tidur telentang pada tahun 1992. Lebih dari 80 persen orang tua saat ini telah mengikuti saran ini dan AAP mencatatkan adanya penurunan kasus SIDS pada bayi sebesar 50 persen.

Lalu bagaimana dengan risiko tersedak yang cukup sering terjadi pada bayi yang tidur dengan posisi telentang?

AAP mengatakan bahwa bayi yang sehat tidak lebih mungkin tersedak saat tidur dalam posisi telentang. 

Bayi sering gumoh selama beberapa bulan pertama kehidupan dan wajar jika orang tua khawatir buah hatinya mungkin tersedak ketika sedang berbaring telentang.

Namun, banyak penelitian di berbagai negara tidak ditemukan adanya perbedaan dalam tingkat aspirasi atau tersedak sebelum dan sesudah perubahan ke posisi tidur telentang yang direkomendasikan.

Baca Juga : Ini 4 Kebaikan Tidur Siang Bagi Anak

(RGW)

Sumber: parents.com, nhs.uk

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.