Bayi

BAYI
12 September 2020

Berbahaya! Produk Pembersih Rumah Berkaitan dengan Risiko Asma pada Bayi

Tanpa disadari, risiko asma pada bayi bahkan berada di dalam rumah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Banyak hal yang meningkatkan risiko asma pada bayi. Selain karena penyakit turunan dari orang tua, risiko asma pada bayi berkaitan dengan polusi udara, debu, dan asap rokok.

Namun, sebuah penelitian darri Kanada di Canadian Medical Association Journal (CMAJ) menunjukkan, produk pembersih rumah tangga juga dapat menjadi alasan kemungkinan meningkatnya asma pada usia 3 tahun.

“Bayi mungkin sangat rentan karena mereka biasanya menghabiskan 80% hingga 90% dari waktu mereka di dalam ruangan dan sangat rentan terhadap paparan bahan kimia melalui paru-paru dan kulit karena tingkat respirasi yang lebih tinggi dan kontak teratur dengan permukaan barang rumah tangga," kata pemimpin penelitian Tim Takaro, yang juga seorang dokter-ilmuwan di fakultas ilmu kesehatan di Universitas Simon Fraser di Burnaby, British Columbia.

Cari tahu lebih lanjut tentang penjelasan hubungan produk pembersih dengan risiko asma pada bayi berikut ini.

Baca Juga: Produk Pembersih Bisa Picu Kanker Payudara? Ini Penjelasannya

Produk Pembersih dan Pengaruhnya dengan Asma pada Bayi

Berbahaya Produk Pembersih Rumah Berkaitan dengan Risiko Asma pada Bayi -1.jpg

Foto: freepik.com

Pada penelitian sebelumnya dari American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, melihat hubungan antara produk pembersih dan asma yang berfokus pada orang dewasa, penelitian ini secara khusus mengamati bayi.

Dalam penelitiannya, peneliti memeriksa kuesioner yang diisi oleh orang tua dari lebih dari 2.000 anak yang terpapar produk pembersih rumah tangga sejak lahir hingga usia 4 bulan.

Studi ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat, tetapi para peneliti melaporkan bahwa bayi dengan tingkat paparan tertinggi terhadap produk pembersih memiliki peningkatan 37% dalam risiko didiagnosis dengan asma pada usia 3 tahun.

Selain itu, bayi-bayi ini juga memiliki risiko 35% lebih tinggi terkena mengi berulang pada usia yang sama.

Produk pembersih rumah tangga yang paling umum dilaporkan orang tua adalah sabun pencuci tangan, deterjen pencuci piring, pembersih multi-permukaan, pembersih kaca dan sabun cuci.

Produk pembersih beraroma dan semprotan dikaitkan dengan risiko mengi dan asma pada bayi yang tertinggi.

Menurut peneliti, bahan kimia dalam produk pembersih dapat merusak lapisan pernapasan bayi dengan memicu jalur inflamasi sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan asma dan mengi.

"Sebagian besar bukti yang menghubungkan asma dengan penggunaan produk pembersih berasal dari orang dewasa," kata Tim.

Seorang ahli yang tidak terhubung dengan studi tersebut mencatat bahwa para peneliti mencoba untuk memperhitungkan faktor risiko lain dalam perhitungannya.

“Kaitan antara produk pembersih dan asma pada masa kanak-kanak ditemukan pada anak yang tidak memiliki paparan asap rokok, sehingga kedua paparan tersebut tidak disatukan," kata Dr. Len Horovitz, spesialis paru di Lenox Hill Hospital di New York City.

Baca Juga: 5 Faktor Risiko Bayi Terkena Asma, Wajib Tahu!

Alasan Bayi Lebih Rentan Terhadap Produk Pembersih

Berbahaya Produk Pembersih Rumah Berkaitan dengan Risiko Asma pada Bayi -2.jpg

Foto: bubhub.com

Menurut Tim, peneliti tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak paparan pada 3 bulan dibandingkan dengan 1 tahun yang memengaruhi hubungan dengan masalah pernapasan yang diamati.

Tetapi, Tim menekankan bahwa bayi sangat rentan karena:

  • Sistem kekebalan dan pernapasan yang masih berkembang.
  • Bayi menghabiskan sebagian besar waktu di dalam ruangan dengan merangkak dan menempel di banyak permukaan tempat produk pembersih digunakan.
  • Bayi memiliki tingkat pernapasan yang relatif cepat.

"Berdasarkan apa yang kita ketahui tentang jenis paparan dengan berbagai bahan kimia yang diketahui berkontribusi terhadap asma pada bayi, kompleksitas asma dan penyakit alergi, dan temuan dari penelitian lain, kami, sebagai peneliti tidak terkejut," jelasnya.

Baca Juga: Tips Aman Menggunakan Produk Pembersih Rumah Tangga saat Hamil

Memilih Produk Pembersih yang Lebih Aman

Berbahaya Produk Pembersih Rumah Berkaitan dengan Risiko Asma pada Bayi -3.jpg

Foto: thespruce.com

Menurut penelitian oleh Environmental Working Group (EWG), 53 persen produk pembersih mengandung bahan-bahan yang diketahui membahayakan paru-paru.

Sekitar 22 persen mengandung bahan kimia yang dilaporkan menyebabkan asma pada orang yang sehat.

Ada banyak jenis pembersih rumah tangga. Tetapi satu-satunya cara untuk memastikan mana yang paling aman dan meminimalisir risiko asma pada bayi adalah dengan membaca label produk.

EWG melaporkan bahan kimia spesifik yang harus dihindari, termasuk formaldehida dan 1,4-dioksana, yang keduanya merupakan karsinogen. Juga benzalkonium klorida yang ditemukan dalam pembersih semprot antibakteri dan pelembut kain.

Sodium borate, juga dikenal sebagai boraks dan asam borat, adalah agen pembersih yang dapat mengganggu hormon.

EWG menetapkan bahwa beberapa produk seperti penyegar udara yang memiliki campuran aroma tidak spesifik atau pelembut kain, dapat mengandung zat penyebab asma.

Moms juga harus mencoba menghindari pembersih dengan senyawa organik volatil (VOC) , amonia, dan pemutih.

Wewangian yang diklaim alami, terutama yang kuat, juga dapat menyebabkan masalah menurut United States Environmental Protection Agency (EPA).

"Begitu juga dengan penyegar udara penghasil ozon. Penyegar udara elektrostatik ini sudah tidak digunakan lagi tetapi masih ada, tidak boleh digunakan," kata Dr. Afif El-Hasan, dokter anak and juru bicara nasional American Lung Association.

Melihat risiko asma pada bayi dari produk pembersih rumah, ada baiknya menggunakan bahan rumahan lain yang lebih ramah lingkungan.

Artikel Terkait