Selebriti

3 Agustus 2021

Profil Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, Duo Maut Penyabet Medali Emas di Olimpiade Tokyo 2020, Keren!

Selamat pada Greysia Polii dan Apriyani Rahayu!
placeholder

Foto: instagram.com/greyspolii

placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas dalam cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020.

Pasangan Ganda Putri ini berhasil memecahkan rekor Indonesia dalam peraihan medali emas untuk pertama kalinya dalam ajang Olimpiade.

Greysia dan Apriyani mengungguli pasangan Tiongkok Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan dengan skor 21 - 19 dan 21 - 15.

Lalu, siapakah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang sudah mengharumkan nama Indonesia di kancah perlombaan dunia ini? Simak profilnya di sini yuk!

Baca Juga: 6 Atlet Bulu Tangkis yang Mengharumkan Nama Indonesia

Profil Greysia Polii

Greysia Polii

Foto: instagram.com/greyspolii

Greysia Polii lahir pada 11 Agustus 1987 di Jakarta. Dirinya sudah mulai bergabung dan dalam pertandingan pada tahun 2004 silam.

Greysia memulai turnamennya pada Piala Uber Indonesia tahun 2004. Ia pun langsung menyabet medali pertamanya di tahun yang sama.

Medali berikutnya pun berhasil ia raih dalam Kejuaraan Junior Asia. Tak tanggung, 3 medali perunggu pun diraihnya. Greysia pun meraih 1 perak dan 2 perunggu dalam Kejuaraan Dunia Junior.

Seiring berjalannya waktu, karier Greysia Polii pun makin bersinar. Terlebih, ia pun sudah mendapatkan emas pertamanya di Pesta Olahraga Asia Tenggara pada 2007 lalu.

Di ajang yang sama, ia pun kembali mendapatkan medali emas pada tahun 2009.

Baca Juga: Ini 4 Jenis Olahraga yang Tidak Disarankan untuk Penderita Penyakit Jantung

Sebagai pemain ganda putri, Greysia pertama kali dipasangkan oleh Jo Novita pada tahun 2006 lalu. Namun, dengan alasan usia, Jo Novita pun digantikan oleh Nitya Krishinda setelah menemani Greysia selama 2 tahun.

Meski kariernya terbilang meningkat, namun Greysia Polii sempat terpukul usai insiden Olimpiade London 2012 silam.

Greysia harus menerima kenyataan didiskualifikasi ketika berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Hal tersebut dikarenakan wasit menduga Greys dan Meilana sengaja bermain "sabun" untuk menghindari pasangan nomor satu di dunia saat itu yakni Wang Xiaoli/Yu Yang di perempat final.

Meski demikian, Greysia tak menyerah. Meski tahun 2012 sempat membuatnya ingin menyerah, namun Greysia memilih untuk bangkit.

Pada Thailand Open di 2013 serta Swiss Open Grand Prix Gold 2014, ia dan Nitya pun berhasil menyabet medali perak.

Medali emas pun kemudian berhasil diraih oleh Greysia dan Nitya pada Asian Games 2014 lau selepas mengungguli pasangan Jepang, Misaki Matsumoto dan Ayaka Takahashi.

Dan terakhir, pada Olimpiade Rio di 2016. Dalam Instagramnya, Greysia pun menuliskan rasa syukur karena tidak memutuskan untuk "gantung raket" usai tragedi London 2012.

Baca Juga: 8 Pose Yoga yang Dapat Meningkatkan Kesuburan, Yuk Coba!

Profil Apriyani Rahayu

Apriyani Rahayu

Foto: instagram.com/r.apriyanig

Apriyani Rahayu lahir pada 29 April 1998 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebelum meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, Apriyani pun menyabet perunggu dalam ganda putri di Kejuaraan Dunia 2018, Tiongkok serta Asian Games 2018, Jakarta.

Sebelum menjadi duo maut bersama Greysia Polii, Apriyani sendiri ternyata sudah dipasangkan dengan beberapa pebulutangkis lain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Prima Rahmanto Putra, dan Panji Akbar Sudrajat.

Apriyani sendiri mulai berlatih bulu tangkis pada tahun 2011 dengan Klub Pelita Bakrie di Jakarta. Usai menjalani pelatihan di sana selama 4 tahun, Apriyani kemudian berpindah ke klub Jaya Raya Jakarta.

Baca Juga: Ketahui 4 Manfaat Pilates untuk Tubuh Berikut Ini

Mulai berlatih di klub bulu tangkis Jakarta sejak 2011 lalu, atlet sudah menunjukkan bakatnya sejak level junior.

Di tahun 2017, Apriyani pun menemukan partner mautnya, yakni Greysia Polii ketika mulai berlatih di Pelatihan Nasional atau Pelatnas, Cipayung, Jakarta.

Bersama Greysia Polii, mereka mulai berlaga di Kejuaraan Beregu Sudirman Cup 2017. Apriyani sendiri pun pertama kali meraih gelarnya di kelas BWF Grand Prix Gold pada Thailand Open tahun 2017.

Gelar selanjutnya pun ia sabet dalam BWF Super Series di Perancis Open Super Series 2017.

Perempuan berusia 23 tahun ini pun akhirnya hadir sebagai pemain ganda putri termuda di gelaran Olimpiade Tokyo 2020. Meski dibilang paling muda, ia berhasil menunjukkan mental kuatnya dan menyeimbangkan permainan Greysia Polii meski usia mereka berbeda 11 tahun.

Terima kasih dan selamat kepada Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang sudah memenangkan medali emas di Olimpiade 2020!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait