Program Hamil

2 Juni 2021

Kenali 8 Tahapan Proses Kehamilan yang Penting Buat Calon Moms

Bumil wajib tahu!
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Daftar isi artikel

Bagi Moms yang sedang menjalani program kehamilan, wajib tahu apa itu proses kehamilan. Proses kehamilan ini adalah pengalaman yang luar biasa, meskipun di beberapa titik ibu hamil merasakan kelelahan.

Kehamilan bisa berbeda dari satu wanita ke wanita lain. Beberapa gejala kehamilan berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan, sementara ketidaknyamanan lainnya bersifat sementara atau tidak semua dirasakan wanita.

Mengenal Proses Kehamilan

Kehamilan normal biasanya berlangsung sekitar 40 minggu, dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir seorang wanita.

Agar kehamilan bisa terjadi, sperma harus bertemu dengan sel telur. Kehamilan secara resmi dimulai ketika sel telur yang telah dibuahi ditanamkan di lapisan rahim.

Diperlukan waktu hingga 2-3 minggu setelah berhubungan seks untuk kehamilan.

Adapun tahapan proses kehamilan yang perlu Moms ketahui hingga janin dapat terbentuk dengan baik di dalam kandungan.

1. Pembuahan

proses-kehamilan-sebagai-penanda-ovulasi-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap bulan, tubuh wanita melalui siklus reproduksi atau ovulasi yang dapat berakhir dengan salah satu dari dua cara, yakni menstruasi atau hamil.

Dalam siklus yang diakhiri dengan kehamilan, ada beberapa tahapan proses kehamilan.

Kehamilan terjadi, apabila rahim berovulasi dan ovariumnya melepaskan satu sel telur yang matang. Sel telur dapat dibuahi selama 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan saat bergerak menuruni tuba falopi menuju rahim.

Jika sel telur bertemu dengan sel sperma yang telah masuk ke tuba falopi, ia bergabung menjadi satu sel, sebuah proses yang dikenal sebagai pembuahan atau kehamilan.

Adapun tahapan proses kehamilan ini diawali dengan berhubungan intim secara rutin.

2. Pembentukan Zigot

janin dan proses kehamilan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Proses kehamilan berlanjut setelah pembuahan terjadi, dimulai dengan sel telur berubah menjadi zigot.

Mengutip Cleveland Clinic, pada proses kehamilan ini zigot akan berkembang menjadi embrio alias calon janin.

Zigot menempel di dinding rahim selama beberapa hari setelah proses pembuahan.

Pada masa ini, wanita mungkin mulai memasuki masa awal kehamilan dan ada kemungkinan mengalami flek kecokelatan atau mengalami perdarahan ringan selama kira-kira 1–2 hari.

Ini disebut juga dengan perdarahan implantasi, tapi tidak semua wanita mengalaminya.

Banyak dari mereka yang mengira ini adalah darah menstruasi, dan tidak mengalami gejala bahwa mereka sedang hamil.

Baca Juga: 9 Hal Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kehamilan Ektopik

3. Hormon Kehamilan Terbentuk

proses-kehamilan-1-minggu-setelah-berhubungan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah beberapa wanita mengalami darah implantasi, pada proses kehamilan ini, lapisan rahim menjadi lebih tebal dan leher rahim diselimuti oleh lendir serviks.

Ini merupakan tempat janin akan berkembang hingga waktunya dilahirkan.

Dalam waku 3 minggu, sel-sel tersebut mulai tumbuh sebagai gumpalan, dan sel saraf pertama bayi akan terbentuk.

Hormon kehamilan yang dikenal sebagai HCG akan ada dalam darah sejak perdarahan implantasi terjadi. Ini adalah hormon yang terdeteksi dalam tes kehamilan.

Dalam proses kehamilan ini, Moms bisa menguji beberapa tes kehamilan untuk mendeteksi hCG segera setelah 7 hari setelah ovulasi.

4. Trimester 1 Kehamilan (12 Minggu Kehamilan)

Proses Kehamilan 1 Minggu Setelah Berhubungan Proses kehamilan terlihat agak mistis, apalagi bagi orang awam. Karena tidak ada yang tahu, kapan kehamilan terjadi. Sering Bahkan, sering berhubungan seks tidak menjamin proses kehamilan akan

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah testpack menyatakan positif, itu menandakan Moms sedang hamil.

Bayi yang sedang berkembang atau disebut embrio sejak pembuahan terjadi pada minggu kedelapan kehamilan.

Mengutip Women's Health, pada proses kehamilan trimester pertama, tubuh akan mengalami banyak perubahan. Perubahan hormonal memengaruhi hampir semua sistem organ di tubuh.

Perubahan ini dapat memicu gejala bahkan pada minggu-minggu pertama kehamilan.

Beberapa gejala yang dirasakan antara lain:

  • Kelelahan yang ekstrim
  • Payudara terasa nyeri
  • Sakit perut dengan atau tanpa muntah (morning sickness)
  • Mengidam atau tidak menyukai makanan tertentu
  • Perubahan suasana hati
  • Sembelit
  • Sering buang air kecil lebih
  • Sakit kepala
  • Kenaikan atau penurunan berat badan

Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan ini akan hilang saat kehamilan berlanjut. Dan beberapa ibu hamil mungkin tidak merasakan gejala ini sama sekali, lho.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

5. Trimester 2 Kehamilan (13-28 Minggu)

Trimester-dua-proses-kehamilan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Proses kehamilan pada trimester kedua, beberapa efek tidak nyaman di awal kehamilan mulai berkurang seiring dengan penyesuaian tubuh dengan perubahan kadar hormon.

Tidur mungkin menjadi lebih mudah dan tubuh menjadi lebih berenergi.

Melansir dalam Live Sciences, mual dan muntah akan berkurang tetapi, gejala pada perubahan fisik ibu hamil mulai terlihat.

Proses kehamilan ini, ibu hamil akan merasakan lebih banyak tekanan panggul.

Saat janin semakin besar dan berat badan ibu hamil bertambah, sakit punggung, sakit pinggang akan sering terjadi.

Adapun gejala lain yang bisa dirasakan saat proses kehamilan trimester kedua, antara lain:

  • Stretch mark di perut, payudara, paha, atau bokong
  • Penggelapan kulit di sekitar puting dan daerah lain
  • Tangan mati rasa atau kesemutan, disebut carpal tunnel syndrome
  • Gatal di perut, telapak tangan, dan telapak kaki
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, jari tangan, dan wajah

Jika Moms merasakan pembengkakan tiba-tiba atau ekstrim, atau berat badan bertambah dengan sangat cepat, segera hubungi konsultasi ke dokter kandungan. Ini bisa menjadi tanda preeklamsia.

6. Trimester 3 Kehamilan (29-40 Minggu)

mengenal proses kehamilan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ketika proses kehamilan trimester ketiga, ini memasuki bulan-bulan mendekati persalinan, Moms!

Rahim akan membesar mendorong diafragma pernapasan, sehingga sebagian ibu hamil mulai merasakan sesek napas.

Pergelangan kaki, tangan, kaki, dan wajah mungkin membengkak karena tubuh menahan lebih banyak cairan dan sirkulasi darahnya melambat.

Tak jarang dari mereka buang air kecil lebih sering karena ada tekanan pada kandung kemih. Serta sering sakit di daerah pinggul dan panggul.

Pada proses kehamilan ini, dalam National Center for Biotechnology and Information memaparkan, payudara wanita mungkin mengalami kebocoran kolostrum, cairan kuning yang keluar menandakan siap untuk menyusui.

Gejala lain yang dirasakan mendekati persalinan dalam proses kehamilan ini antara lain:

Saat Moms mendekati tanggal persalinan, serviks akan menjadi lebih tipis dan lembut (disebut penipisan). Ini adalah proses kehamilan normal dan alami yang membantu jalan lahir (vagina) terbuka selama proses melahirkan.

Dokter akan memeriksa rutin 'pembukaan' dengan pemeriksaan vagina saat mendekati persalinan.

Baca Juga: 3 Penyebab Pusar Ibu Hamil Sakit saat Trimester Kedua, Pernah Mengalaminya?

7. Persiapan Persalinan

Tanda-Tanda-Proses-Melahirkan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ada dua cara melahirkan, yakni dengan melalui jalur lahir (vagina) atau dengan operasi caesar. Operasi caesar diperuntukkan untuk ibu hamil dengan riwayat penyakit tertentu atau pertimbangan medis.

Biasanya ada beberapa penyebab medis kelahiran harus dilakukan operasi caesar. Salah satunya karena ketuban pecah dini ataupun kondisi janin atau ibu hamil yang melemah.

Mayo Clinic memaparkan, di kala proses kehamilan melalui vagina dan persiapan persalinan, akan terjadi kontraksi teratur.

Kontraksi ini menyebabkan serviks terbuka (melebar) dan melunak, dan menipis (penipisan). Ini memungkinkan bayi untuk pindah ke jalan lahir.

Saat serviks mulai terbuka, akan mengalami keluarnya cairan bening, berwarna merah muda atau sedikit berdarah dari vagina. Ini merupakan sumbatan lendir yang menghalangi pembukaan serviks selama kehamilan.

Apabila kontraksi telah teratur, serviks akan membesar dari 6 sentimeter (cm) menjadi 10 cm. Kontraksi akan menjadi lebih kuat pada proses kehamilan ini.

Moms mungkin merasakan ketuban pecah atau dan mengalami peningkatan tekanan di punggung.

Moms bisa meminta obat pereda nyeri atau anestesi untuk meredakan nyeri yang dirasakan akibat kontraksi.

8. Proses Melahirkan

tips agar cepat melahirkan di usia kandungan 38 minggu menunggu kelahiran.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Nah, ketika dokter telah memeriksa semua persiapan dengan baik, Moms akan memasuki proses kehamilan melahirkan.

Dokter akan meminta ibu hamil untuk 'mengejan' dalam proses melahirkan. Saat mengejan, usahakan tetap tenang dan temukan posisi paling nyaman.

Setelah bayi berhasil dilahirkan, Moms akan terus mengalami kontraksi ringan. Moms akan diminta untuk 'mengejan' sekali lagi untuk mengeluarkan plasenta.

Menurut Mayo Clinic, plasenta adalah organ yang berkembang di rahim selama proses kehamilan. Ini berfungsi untuk sumber oksigen dan nutrisi untuk bayi yang sedang tumbuh.

Baca Juga: Bagaimana Keadaan Janin Saat Berhubungan Intim? Simak Penjelasannya

Nah itu dia Moms tahapan proses kehamilan yang perlu diketahui, terutama bagi yang sedang menjalani program kehamilan.

Dengan mengetahui ini, nantinya pengalaman proses kehamilan akan lebih nyaman dan senang untuk dijalani.

https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7247-fetal-development-stages-of-growth

https://www.womenshealth.gov/pregnancy/youre-pregnant-now-what/stages-pregnancy

https://www.livescience.com/44899-stages-of-pregnancy.html

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513256/

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/stages-of-labor/art-20046545

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/placenta/art-20044425#:~:text=The%20placenta%20is%20an%20organ,umbilical%20cord%20arises%20from%20it.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait