Rupa-rupa

6 Desember 2021

Proses Terjadinya Petir di Langit yang Bisa Menewaskan Manusia

Petir adalah fenomena alami yang sangat sering terjadi di bumi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Debora

Moms, pernahkah penasaran tentang bagaimana proses terjadinya petir?

Petir adalah salah satu fenomena alam yang unik namun berbahaya bagi manusia.

Proses terjadinya petir ini melibatkan arus listrik yang ada di udara dan di awan.

Namun secara umum, petir atau kilat adalah kilatan cahaya yang menyambar.

Lalu, biasanya ia akan diikuti dengan suara gemuruh yang keras.

Petir merupakan fenomena alam yang cukup umum terjadi saat memasuki musim hujan.

Mengapa Badai Petir Bisa Terjadi?

Faktanya, badai petir diciptakan oleh pemanasan yang intens di permukaan bumi.

Kondisi ini paling sering terjadi di daerah-daerah di dunia di mana cuacanya panas dan lembap.

Mengutip National Meteorological Library & Archive UK, area daratan lebih sering mengalami badai petir daripada area lautan.

Selain itu, badai petir juga lebih sering terjadi di daerah tropis daripada wilayah di garis lintang yang lebih tinggi.

Petir dan suara gemuruh biasanya datang beriringan.

Namun petir dan gemuruh ini bisa datang bersamaan bisa datang dalam waktu yang berbeda.

Pasalnya, terdapat perbedaan kecepatan cahaya dan kecepatan suara dari keduanya.

Kecepatan cahaya ini nyatanya jauh lebih cepat dibandingkan kecepatan suara.

Oleh karena itu, Moms akan melihat petir akan menyambar lebih dahulu baru setelahnya akan terdengar suara guntur.

Lantas, bagaimana sih proses terjadinya petir? Berikut ulasannya!

Baca Juga: 5+ Cara Menghilangkan Astraphobia, Ketakutan Terhadap Suara Petir

Ini Proses Terjadinya Petir

proses terjadinya petir

Foto: Orami Photo Stock

Petir adalah salah satu fenomena fisika yang terjadi di alam.

Ini adalah proses pelepasan listrik dan tidak hanya terjadi dari awan ke bumi, tapi juga bisa terjadi dari awan ke awan lainnya.

Sebuah kilatan petir bisa memiliki suhu mencapai 30.000 derajat Celcius.

Karena pemanasan udara yang luar biasa ini kemudian membuat udara ikut bergerak dan seolah meledak.

Hasilnya, Moms akan mendengar suara menggelegar yang disebut sebagai guruh.

Proses terjadinya petir ini penting untuk diketahui sebagai edukasi anak.

Pada saat muatan listrik berkumpul di dalam awan dan posisi awan semakin tinggi, maka muatan awan akan terlibat dalam turbulensi udara.

Oleh karena itu, ini menyebabkan muatan listrik awan bergerak secara cepat.

Akibat pergerakan ini, maka muatan positif dan muatan negatif kemudian akan memisahkan diri.

Bagian atas awan akan mengumpulkan muatan positif, sementara muatan negatif akan terkumpul di bagian bawah awan.

Muatan negatif pada bagian bawah awan ini pun memiliki kecenderungan untuk berikatan dengan muatan positif yang ada di bumi.

Jika muatan negatif pada dasar awan sudah cukup besar, maka aliran muatan negatif dari awan akan menuju ke bumi.

Baca Juga: 5 Langkah untuk Mencegah Anak Tersetrum di Rumah

Hal yang Terjadi saat Petir Menyambar

Saat petir menyambar, maka akan terjadi pertukaran muatan negatif dari awan dengan muatan positif dari bumi.

Saat pertemuan muatan negatif dan muatan positif inilah akhirnya Moms bisa melihat pertir dan suara guruh.

Pembuangan muatan negatif ini memiliki tujuan, yakni mencapai keseimbangan muatan di dalam awan.

Air yang ada di udara juga akan menurunkan daya isolasi udara.

Sehingga, pada musim hujan arus listrik akan lebih mudah mengalir dan menyebabkan lebih banyak petir terjadi.

Selain itu, jika akumulasi muatan listrik yang saling tarik menarik antara awan dan bumi sudah cukup besar, maka daya hantar listriknya untuk melalui udara akan semakin besar.

Di momen ini, muatan negatif dari awan akan langsung menyambar titik tertinggi dari bumi.

Ini karena titik tertinggi di bumi ini yang mengandung muatan positif yang paling dekat dan besar.

Baca Juga: Doa Mendengar Petir, Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin, dan Artinya

Bahaya Petir bagi Manusia

Melihat kilatan cahaya di langit saat suasana mendung memang mengesankan.

Namun, ada baiknya untuk berlindung saat sedang terjadi petir.

Ini karean petir bisa mendatangkan bahaya untuk manusia.

Meski petir adalah fenomena alam yang sangat normal terjadi, Moms tetap harus melindungi diri dan Si Kecil dari petir.

Pasalnya, arus petir bisa menimbulkan tegangan listrik yang tinggi yang tidak bisa ditahan oleh makhluk hidup.

Bahkan Moms pasti sering mendengar kisah tentang manusia yang meninggal akibat tersambar petir.

Tak hanya itu saja, petir juga berbahaya jika menyambar logam atau struktur bangunan.

Ini karena petir bisa menyebabkan konsleting listrik yang kemudian menyebabkan kebakaran.

Petir juga bisa mengganggu menara sinyal, hingga memicu ledakan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memasang penangkal petir di atap-atap rumah dan bangunan tinggi supaya proses terjadinya petir tidak akan membahayakan manusia atau menyebabkan kerusakan pada gedung.

Penggunaan penangkal petir di atap bangunan juga diyakini bisa menghantarkan muatan listrik langsung ke tanah, sehingga ini membuatnya lebih aman.

Baca Juga: Musim Hujan, Ketahui Proses Terjadinya Banjir dan Dampaknya

Fakta Menarik Lain Tentang Proses Terjadinya Petir

proses terjadinya petir

Foto: Orami Photo Stock

Setelah memahami proses terjadinya petir, berikut ini adalah beberapa fakta tentang petir:

1. Kecepatan Kilat

Kilatan yang Moms lihat sebagai hasil sambaran petir bergerak dengan kecepatan cahaya (670.000.000 mph).

Sebenarnya, sambaran petir bergerak dengan kecepatan 270.000 mph yang relatif lembut.

Artinya, akan memakan waktu sekitar 55 menit untuk melakukan perjalanan ke bulan.

Atau sekitar 1,5 detik untuk melakukan perjalanan dari Tangerang ke Bandung.

2. Lokasi Paling Sering Tersambar Petir

Danau Maracaibo di Venezuela adalah tempat yang paling banyak menerima sambaran petir.

Badai petir besar-besaran terjadi pada 140-160 malam per tahun dengan rata-rata 28 sambaran petir per menit yang berlangsung hingga 10 jam setiap kali.

Itu berarti sebanyak 40.000 sambaran petir dalam satu malam.

Baca Juga: Kakak Adik di Kalimantan Kesetrum, Ini Bahaya Tersengat Listrik Bagi Tubuh

3. Petir Menghancurkan Pepohonan

Pohon sering kali hancurkan akibat sambaran petir.

Saat petir menyambar pohon, petir biasanya merambat tepat di bawah kulit pohon di mana terdapat lapisan getah dan air.

Lapisan ini menjadi cepat panas dan mengembang menyebabkan kulit kayu terlepas dari pohon dan terkadang membelah kayu.

4. Lebar, Panjang, dan Suhu Petir

Penampakan petir di langit memang menyeramkan, tetapi sebenarnya lebar sebenarnya dari sambaran petir hanya sekitar 2-3 cm.

Sementara panjang rata-rata sambaran petir adalah sekitar 3 hingga 5 kilometer.

Muatan yang dibawa ke saluran kecil ini begitu kuat sehingga suhu petir bisa mencapai 30.000 derajat Celcius.

Artinya, ini lima kali lebih panas dari permukaan matahari.

Itulah penjelasan tentang proses terjadinya petir dan fakta menarik lainnya, ya, Moms.

  • https://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/types-of-weather/thunder-and-lightning/facts-about-lightning
  • https://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/types-of-weather/thunder-and-lightning/what-causes-thunder-lightning
  • https://scied.ucar.edu/learning-zone/storms/thunder-and-lightning
  • https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/23/110000623/begini-proses-terjadinya-petir-dan-bahayanya-bagi-manusia?page=all
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait