Parenting Islami

30 April 2021

Mengenal Keutamaan Puasa Daud dan Tata Cara Pelaksanaannya, Yuk Simak!

Sudah tahu mengenai puasa Daud? Keutamaannya dicintai Allah!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak manfaat dari puasa yang bisa dirasakan, salah satunya adalah memberi manfaat untuk kesehatan. Selain puasa wajib, ada juga puasa sunah lain yang mulai dikenal oleh banyak orang. Yakni puasa Daud.

Secara umum, pelaksanaan puasa daud sama dengan fasting intermittent. Yakni puasa yang dilakukan berselang satu hari. Puasa ini banyak dipilih oleh orang-orang yang ingin berdiet karena dapat membantu menurunkan berat badan, dikutip International Journal of Obesity.

Satu studi ulasan Obesity Reviews juga menunjukkan bahwa puasa intermiten menyebabkan lebih sedikit kehilangan otot daripada pembatasan kalori secara terus menerus.

Dalam Islam, puasa Daud bukan hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga berpahala dan merupakan amalan yang disukai oleh Rasulullah SAW. Sebab dengan berpuasa Daud, seseorang telah mengikuti sunah nabi yang menjadi amal shalih.

Baca Juga: Cegah Bau Mulut Saat Puasa, Begini Cara Menjaga Kesehatan Gigi yang Benar?

Mengenal Puasa Daud

Puasa Daud -1

Foto: Orami Photo Stock

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Daud dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, ia tidur separuh malam kemudian shalat di sepertiganya dan tidur lagi di seperenamnya, ia puasa sehari serta berbuka sehari.” (HR Bukhari).

Puasa Daud adalah puasa yang dilakukan secara selang-seling, yakni sehari puasa sehari tidak. Disebut Puasa Daud karena puasa ini merupakan puasanya Nabi Daud AS. Para ulama pun telah bersepakat mengenai sunnahnya puasa ini.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menegaskan, “Puasa-puasa sunnah yang disepakati para ulama antara lain puasa sehari dan tidak puasa sehari. Inilah puasa yang paling utama."

Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fikih Empat Madzhab mengatakan, “Di antara puasa yang dianjurkan adalah puasa Daud. Yakni satu hari puasa dan satu hari tidak. Di dalam hadits Nabi SAW, disebutkan bahwa puasa ini adalah puasa sunnah yang paling afhdal.”

Dilansir Suara Muhammadiyah, Puasa Daud adalah puasa sunah yang dilakukan secara sehari berpuasa, sehari berbuka, sehari berpuasa lagi dan hari berikutnya berbuka, demikian seterusnya.

Puasa Daud ini bermula saat ada seseorang yang secara terus menerus melakukan ibadah di malam hari dan puasa di siang hari, sehingga Rasulullah SAW diberi petunjuk agar dilakukan tiga hari setiap minggu. Tetapi orang itu masih mendesak dan merasa punya kemampuan untuk melakukan puasa lebih dari itu.

“Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasalah seperti puasanya Nabi Daud, dan janganlah menambahnya,’. Aku bertanya (‘Abdullah bin ‘Amr): ‘Wahai Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu?’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Dahulu Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari’.” (HR Ahmad).

Dalam pandangan Muhammadiyah, berdasarkan hadis-hadis dan kesepakatan ulama mengenai sunnahnya puasa Daud sekaligus merupakan puasa yang paling dicintai Allah SWT, maka puasa Daud adalah puasa sunah yang utama dan sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Baca Juga: 9 Tips Mempersiapkan Tubuh Agar Tak Kaget Saat Puasa

Keutamaan Puasa Daud

Puasa Daud -2

Foto: Orami Photo Stock

Karena merupakan puasa yang paling dicintai oleh Allah SWT, puasa Daud memiliki banyak keutamaan bagi orang yang melaksanakannya. Ada beberapa keutamaan puasa Daud, antara lain:

1. Dapat Lebih Memperhatikan Ibadah yang Lain

Ada begitu banyak jenis ibadah, begitu pula dengan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap hamba-Nya. Jika seseorang berpuasa setiap hari, maka sudah pasti ia akan meninggalkan beberapa kewajiban lain.

Maka dari itu, dianjurkan untuk melakukan puasa Daud agar dapat lebih memperhatikan kewajiban-kewajiban lain yang harus dilakukan, serta dapat meletakan sesuatu sesuai dengan porsi yang pas dan sesuai.

2. Tidak Melakukan Sesuatu Secara Berlebihan

Melakukan sesuatu secara berlebih hingga melampaui batas termasuk dalam bentuk ghuluw atau berlebih-lebihan yang tercela. Begitu pula saat seseorang melakukan ibadah secara terus menerus dan berlebihan.

Selain karena menyelisihi petunjuk dari Rasulullah SAW, ini uga dapat membuat seseorang melalaikan diri dari berbagai kewajiban yang lainnya. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang menjadi malas, kurang bersemangat dan lemas saat melakukan ibadan lainnya.

3. Hanya Dilakukan oleh Orang yang Mampu

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin RA pernah mengatakan: “Puasa Daud sebaiknya hanya dilakukan oleh orang yang mampu dan tidak merasa sulit saat melakukannya. Jangan sampai ia melakukan puasa ini hingga membuatnya meninggalkan amalan serta ibadah yang disyari’atkan lainnya.

Begitu juga dengan belajar ilmu agama, jangan sampai hanya karena melakukan puasa Daud, ia tidak mempelajari ilmu agama. Karena selain puasa Daud ini, masih banyak ibadah lainnya yang harus dilakukan.

Jika banyak melakukan puasa dapat membuat tubuh menjadi lemas, maka janganlah memperbanyak puasa. … Wallahul Muwaffiq.”

4. Seperti Berpuasa Setengah Tahun

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada puasa yang lebih afdhol dari puasa Daud. Puasa Daud berarti sudah berpuasa separuh tahun karena sehari berpuasa dan sehari tidak berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa Daud adalah sebaik-baiknya puasa. Bahkan, puasa Daud ini memiliki keutamaan yang lebih utama dari puasa sepanjang tahun. ini akan menjadi sesuatu yang baik bagi orang yang hendak mengerjakannya karena ingin mendapatkan pahala.

5. Puasa Sunnah Tertinggi

Puasa Daud merupakan puasa terbaik sekaligus puasa tertinggi dan terberat. Sebab, seseorang tidak boleh berpuasa melebihi ini karena tubuh juga punya hak untuk dijaga. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam sebuah hadis:

“Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah SAW menanyakan kepadaku, ‘Aku mendengar kabar bahwa engkau selalu qiyamul lail dan siangnya berpuasa,’. Aku menjawab: ‘Benar ya Rasulullah,’. Maka Rasulullah bersabda:

‘Berpuasalah dan berbukalah. Shalatlah dan tidurlah! Karena tubuhmu memiliki hak terhadapmu. Istrimu memiliki hak terhadapmu. Dan tamumu juga memiliki hak terhadapmu. Cukuplah bagimu berpuasa tiga hari setiap bulan,’.

Abdullah berkata: ‘Aku bertahan,’. Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Akhirnya aku berkata: ‘Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu,’. Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, berpuasalah tiga hari setiap pekan,’.

Abdullah berkata: ‘Aku bertahan,’. Maka Rasulullah pun bersikeras pula. Aku berkata lagi, ‘Ya Rasulullah, aku sanggup lebih dari itu,’. Rasulullah bersabda: ‘Kalau begitu, berpuasalah seperti Nabi Daud dan jangan lebih dari itu,’.

Aku bertanya, ‘Ya Rasulullah, bagaimana puasa Nabi Daud itu?’. Rasulullah bersabda, ‘Ia berpuasa sehari lalu berbuka sehari’.” (HR Ahmad).

Baca Juga: Mengantuk Saat Puasa, Kenali Penyebab dan Cara Menghindarinya

Hukum Puasa Daud

Puasa Daud -3

Foto: Orami Photo Stock

Puasa Daud hukumnya sunnah, dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW: “Puasa yang paling dicintai oleh Allah adalah puasa Dawud, beliau (Nabi Dawud) berpuasa sehari dan tidak puasa sehari (puasa sehari selang seling).” (HR Bukhari dan Muslim, lihat Al Wajiiz fi Fiqhi Sunnah wal Kitabil ‘Aziiz).

Lalu, bagaimana jika puasa Daud bertepatan dengan hari Jumat, atau hari Sabtu, atau hari Ahad, apakah seseorang boleh berpuasa pada hari itu? Dilansir Konsultasi Syariah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin RA menyatakan:

“Ya, boleh bagi seseorang apabila dia telah terbiasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia berpuasa hari Jumat itu saja (tanpa mengiringi dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya) atau hari Sabtu saja, atau Ahad,

atau di hari-hari yang lainnya selama tidak menabrak hari-hari terlarang untuk puasa, karena apabila dia menabrak hari-hari terlarang untuk puasa maka dia haram berpuasa dan wajib baginya meninggalkan puasanya (tidak boleh puasa).

Misalnya apabila ada seorang lelaki yang berpuasa sehari dan tidak puasa sehari, kemudian (giliran) tidak puasanya bertepatan dengan hari Kamis sehingga giliran puasa (berikutnya) bertepatan dengan hari Jumat maka tidak ada halangan baginya untuk berpuasa pada hari Jumat dalam kondisi demikian,

sebab dia tidaklah berpuasa di hari Jumat karena status hari itu adalah hari Jumat. Akan tetapi karena dia sekedar meneruskan puasa yang biasa dilakukannya. Adapun apabila dia meneruskan puasa yang biasa dilakukannya (dan) bertepatan dengan hari terlarang untuk puasa,

maka wajib baginya meninggalkan puasa seperti apabila (giliran) puasanya itu bertepatan dengan hari Idul Adha atau hari Tasyriq, sebagaimana apabila ada seorang perempuan yang biasa berpuasa sehari dan tidak puasa sehari kemudian dia menjumpai sesuatu yang menghalanginya untuk berpuasa

seperti karena sedang haidh atau nifas- maka saat itu dia tidak boleh berpuasa.” (Diterjemahkan dari Fatawa Arkanil Islam, hal. 492, cet Dar Ats Tsuraya).

Baca Juga: 6 Buah yang Mengandung Banyak Air untuk Dimakan di Bulan Puasa

Tata Cara Puasa Daud

Puasa Daud -4

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, tata cara puasa Daud tidak berbeda dengan puasa lain pada umumnya, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Secara singkat, tata cara dalam menjalanka puasa Daud adalah sebagai berikut:

1. Niat

Niat puasa Daud sebaiknya dilakukan di malam hari, sebelum fajar terbit. Namun karena ini merupakan puasa sunnah, jika lupa maka boleh berniat di pagi hari asal belum makan apa-apa dan tidak melakukan hal apapun yang akan membatalkan puasa.

Meski begitu, di dalam hadis tidak ditemukan bagaimana lafaz daei niat puasa Daud. Selain itu, Rasulullah SAW dan para sahabat beliau juga biasa mengerjakan amal dengan niat namun tanpa dilafadzkan.

Syaikh Wahbah dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafadzkan niat bukanlah syarat, namun jumhur ulama berpendapat hukumnya sunnah agar membantu hati dalam menghadirkan niat.

Sedangkan menurut mazhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafalkan niat karena tidak bersumber dari Rasulullah SAW. Namun jika ingin mengetahui lafaz niat puasa Daud, yakni:

“Nawaitu shouma daawuda sunnatan lillaahi ta’aalaa.” Artinya: “Saya niat puasa Daud, sunnah karena Allah Ta’ala,”.

2. Makan Sahur

Makan sahur merupakan salah satu sunnah puasa yang jika dilakukan akan mendapat pahala dan keberkahan. Namun jika tidak dilakukan, misalnya karena terlambat bangun dan waktu sahur habis, puasanya tetap sah.

3. Menahan Diri dari Sesuatu yang Membatalkan

Sesuatu yang menjurus kepada batalnya puasa misalnya dengan menahan diri dari makan, minum, berhubungan seksual dan hal-hal lainnya yang bisa membatalkan puasa. Ini dimulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Perlu juga menahan diri dari yang membatalkan pahala puasa atau menghampakan puasa. Misalnya dengan berdusta, melakukan ghibah, dan segala bentuk kemaksiatan. Nantinya, orang tersebut hanya akan merasakan lapar dan haus saja, dan tidak mendapatkan pahala puasa.

4. Berbuka

Waktu berbuka puasa Daud sama dengan waktu berbuka puasa pada umumnya, yakni ketika matahari terbenam. Menyegerakan buka puasa merupakan salah satu sunnah puasa yang uga baik untuk tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Bagi orang yang mampu, maka bisa melakukan puasa Daud ini untuk mendapatkan segala keutamaannya.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25540982/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21410865/
  • https://suaramuhammadiyah.id/2020/09/28/puasa-dawud-dalam-pandangan-muhammadiyah/
  • https://dalamislam.com/puasa/keutamaan-puasa-daud
  • https://konsultasisyariah.com/408-hukum-puasa-daud.html
  • https://www.healthline.com/nutrition/10-health-benefits-of-intermittent-fasting#TOC_TITLE_HDR_3
  • https://bersamadakwah.net/puasa-daud/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait