Pernikahan & Seks

9 Oktober 2021

Apa yang Dimaksud Puber Kedua pada Pria?

Bagaimana cirinya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Andra Nur Oktaviani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Memasuki usia 40 tahun, pria identik dengan istilah puber kedua. Puber kedua ini kerap dikaitkan dengan perilaku pria yang kembali seperti remaja sedang jatuh cinta dengan lawan jenis. Saat puber kedua tiba, pria konon menjadi lebih genit.

Tapi, apakah benar puber kedua itu ada? Benarkan seperti yang selama ini orang pahami?

Dikutip dari Healthline, puber kedua akan dialami oleh pria dan wanita ketika memasuki usia 20-40 tahun.

Perilaku orang-orang yang memasuki puber kedua itu sama seperti perilaku remaja yang baru mengalami puber. Puber kedua juga ditandai dengan perubahan fisik dan psikologi seseorang.

Baca Juga: Suami Puber Kedua, Bagaimana Menghadapinya?

Apa Itu Puber Kedua?

shutterstock 263687216

Foto: Orami Photo Stock

Tapi tahukah Moms bahwa ternyata istilah puber kedua itu tidak ada di dunia medis. Puber kedua hanya sebuah istilah untuk menggambarkan perilaku pria dan wanita berusia 40an tahun yang berubah seperti remaja yang baru mengalami puber.

Dari segi medis, perubahan perilaku pada puber kedua terjadi karena adanya perubahan hormon.

Saat memasuki usia 40, hormon-hormon seperti testosteron dan androgen bertanggung jawab atas kedewasaan yang tidak lagi diproduksi sebanyak ketika orang masih di bawah usia 40 tahun.

Akhirnya, kondisi ini membuat kepercayaan orang turun dan akhirnya bertindak seperti remaja yang baru mengalami puber.

Di usia tersebut, pria telihat lebih menunjukan gejala puber kedua. Hal tersebut terjadi karena adanya dorongan seksual yang merupakan simbol kejantanan dan kemampuan seksual pria mulai menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Tanda Fisik Puber Kedua pada Pria

rambut pria beruban

Foto: Orami Photo Stock

Puber kedua bisa terjadi bahkan sejak usia 20-an lho Moms. Dan puber kedua juga tidak selalu dikaitkan dengan dorongan seksual lho Moms. Dikutip dari Healthline, puber kedua erat kaitannya dengan perubahan dalam tubuh saat dewasa. Ada beberapa tanda puber kedua pada pria yang dilihat dari perubahan tubuhnya. Yuk simak ulasannya.

1. Di usia 20-an

Selama waktu ini, Dads terus menjadi dewasa secara fisik saat beralih dari masa remaja. Ini termasuk perubahan fisik seperti:

  • Massa tulang maksimum. Anda mencapai massa tulang puncak Anda, yang merupakan jaringan tulang paling banyak yang Anda miliki dalam hidup.
  • Massa otot maksimum. Otot Anda juga mencapai massa dan kekuatan puncaknya.
  • Memperlambat pertumbuhan prostat. Selama masa pubertas, prostat Anda tumbuh dengan cepat. Tetapi pada usia 20, ia mulai tumbuh sangat lambat.

2. Di usia 30-an

Pada pertengahan 30-an, kadar testosteron Anda secara bertahap menurun. Namun, ini tidak akan menyebabkan tanda-tanda yang nyata.

Perubahan fisik yang Anda alami biasanya terkait dengan penuaan secara umum. Ini mungkin termasuk:

  • Massa tulang yang menurun. Massa tulang Anda perlahan menurun di pertengahan atau akhir usia 30-an.
  • Massa otot yang menurun. Anda mulai kehilangan massa otot.
  • Mengubah kulit. Anda mungkin mengalami kerutan atau bintik-bintik penuaan di usia akhir 30-an.
  • Rambut beruban. Setelah usia pertengahan 30-an, rambut cenderung mulai beruban.

3. Di usia 40-an

Perubahan yang terjadi di usia 30-an berlanjut hingga usia 40-an.

Pada saat yang sama, perubahan fisik akibat penurunan testosteron akan menjadi lebih terlihat. Perubahan ini dikenal sebagai menopause pria atau andropause.

Perubahan di usia 40-an:

  • Redistribusi lemak. Lemak dapat menumpuk di perut atau dada Anda.
  • Ketinggian menurun. Di tulang belakang Anda, cakram di antara tulang belakang Anda mulai menyusut. Anda mungkin kehilangan ketinggian 1 hingga 2 inci.
  • Tumbuh prostat. Prostat Anda mengalami lonjakan pertumbuhan lain. Ini mungkin membuat sulit buang air kecil.
  • Disfungsi ereksi. Saat testosteron menurun, menjadi lebih sulit untuk mempertahankan ereksi.

Baca Juga: Tak Cuma Laki-laki, Perempuan Juga Mengalami Puber Kedua, Lho. Ini Tanda-tandanya

Ciri Pria Sedang Puber Kedua

shutterstock 535292194

Foto: Orami Photo Stock

Seperti sudah dibahas sebelumnya, puber kedua ditandai dengan perubahan fisik. Proses alami ini biasanya ditolak oleh para pria. Sebaliknya, mereka justru mencoba membuktikan sebaliknya. Mereka ingin menunjukan bahwa usia tidak membuat kejantanan mereka menurun. Berbagai upaya pun akhirnya dilakukan oleh pria untuk membuktikan hal tersebut.

Ada yang membuktikannya dengan bentuk kesuksesan dalam bidang agama, olahraga, hobi baru, dan yang lainnya. Di sisi lain, ada juga yang membuktikan kejantanan dan kemampuan seksualnya dengan menggoda wanita yang lebih muda.

Untuk mendukung upayanya itu, para pria juga berusaha menunjukan perubahan secara fisik. Mereka jadi lebih perhatian pada penampilan.

Para pria akan menyemir rambut agar terlihat lebih muda, menjadi sangat fashionable, dan memodifikasi kendaraan menjadi seperti yang sedang ngetren di kalangan anak muda.

Mereka juga kerap melakukan kegiatan-kegiatan ala anak muda, seperti berkendara jarak jauh atau nongkrong di kelab malam. Dalam beberapa kasus, tahap ini dapat diterima tetapi terkadang tidak terkendali.

Baca Juga: 5 Area Sensitif Pria dan Cara Menstimulasinya Agar Makin Bergairah

Tips Menghadapi Puber Kedua

shutterstock 488706160

Foto: Orami Photo Stock

Karena itu, penting bagi orang yang sudah memasuki usia paruh baya untuk bisa menjaga kinerja otak mereka. Kinerja otak yang terjaga akan mampu mengontrol perilaku dan membuat orang terus percaya diri.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan para pria untuk menjaga kinerja otak mereka. Apa saja? Cari tahu yuk!

1. Rutin Berolahraga

Olahraga bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menyehatkan otak. Pilihlah olahraga yang tidak terlalu menguras tenaga, lakukan secara rutin.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Setelah memasuki usia paruh baya, sebaiknya kurangi konsumsi produk hewani dan perbanyak konsumsi buah dan sayur segar. Untuk daging, pilihlah daging ayam organik. Konsumsi gula dan garam pun perlu dikurangi.

3. Mengurangi Beban Pekerjaan

Kurangi beban pekerjaan sambil memperbaikin menajemen waktu untuk menjauhkan diri dari stres. Sesekali pergi berlibur agar otak kembali fresh.

4. Olahraga Otak

Membaca buku, bermain teka-teki silang, mendengarkan musik, melukis, atau melakukan aktivitas yang menggunakan otak bisa membantu untuk menjaga kinerja otak.

Itulah fakta-fakta mengenai puber kedua dan bagaimana cara menjaga kinerja otak agar puber kedua bisa dilalui dengan baik. Selamat mencoba!

  • https://www.healthline.com/health/second-puberty
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait