Home & Living

22 Juli 2021

Moms Suka Berkebun? Coba Buat Pupuk Organik di Rumah, Yuk!

Bahan-bahan bekas di dapur bisa menjadi sesuatu yang lebih berguna, lho
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pupuk organik merupakan pupuk yang bahan utamanya terdiri dari bahan-bahan organik, seperti dari tanaman atau kotoran hewan. Pupuk ini bisa berbentuk padat atau cair dan mampu menutrisi tanah sehingga tanaman pun tumbuh dengan subur.

Selain harganya cenderung murah yang bisa menghemat biaya bercocok tanam, pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah menjadi lebih baik dan sebagai hasilnya kemampuan tanah untuk menahan air dan unsur hara meningkat.

Pupuk organik juga kaya akan bahan organik, yang membantu mikroba berkembang.

Pupuk organik mengandung karbon sebagai bagian dari susunan kimianya dan karbon, bersama dengan nitrogen, fosfor, dan kalium yang memberi makan mikroba dan memungkinkan mereka menyediakan nutrisi bagi tanaman dalam proses biologis yang terjadi secara alami.

Dibandingkan dengan pupuk kimia atau sintetis, pupuk organik pun lebih ramah lingkungan karena tidak mengalir ke saluran air yang merusak atau mencermari lingkungan.

Bahkan menurut Asosiasi Perdagangan Organik, pupuk organik justru meningkatkan keanekaragaman hayati spesies sebesar 30% dibandingkan dengan pupuk sintetis.

Baca Juga: Buat Rumah Lebih Indah, Ini 5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hias Terbaik

Cara Membuat Pupuk Organik untuk Tanaman

Setelah mengetahui manfaat dari penggunaan pupuk organik, Moms mungkin tertarik untuk memanfaatkannya pada tanaman di rumah.

Untuk itu, mari simak beberapa cara membuat pupuk organik dengan bahan-bahan berikut.

1. Sampah Sisa Dapur

sampah dapur untuk pupuk organik

Foto: Orami Photo Stock

Cara membuat pupuk organik yang pertama adalah dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa dapur. Jadi, sampah sisa sayuran, buah-buahan, atau bahan makanan lainnya jangan dibuang begitu saja, ya.

Moms bisa menggunakannya untuk membuat pupuk tanaman.

Sampah sisa dapur merupakan bahan-bahan organik yang mengandung nitrogen, kalium, dan nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sangat tinggi. Hal ini tentu saja sangat dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang tanaman di kebun rumah Moms.

Cara membuatnya tidaklah sulit, cukup sisihkan sisa sayuran atau kulit buah dalam wadah kering dan terbuka. Moms bisa menambahkan abu kayu untuk mempercepat pengomposan ini.

Meski menggunakan sampah dapur, tetapi tidak semua bahan makanan bisa digunakan untuk membuat pupuk. Hindari memasukkan bahan makanan yang berminyak, daging berlemak, atau produk susu.

Baca Juga: 6 Tanaman Rumahan yang Berbahaya untuk Si Kecil

2. Potongan Rumput

potongan rumput untuk pupuk.jpg

Foto: thespruce.com

Tahu kah Moms, bahwa potongan rumput yang selama ini disangka sebagai pengganggu tanaman ternyata juga bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna, seperti pupuk.

Setelah Moms memotong rumput-rumput organik di kebun, cobalah untuk mengumpulkan setengah inci hingga satu inci potongan rumput untuk kemudian diolah menjadi pupuk.

Potongan rumput dapat menjadi mulsa pemblokiran gulma yang hebat, dan juga kaya akan nitrogen, sebuah nutrisi penting bagi sebagian besar tanaman.

Moms bisa memulainya dengan menempatkan potongan rumput segar ke dalam ember, kemudian beri air, dan tutup rapat. Biarkan potongan rumput terendam air di dalam ember selama sekitar lima hari.

Potongan rumput ini akan menjadi pupuk cair yang baik untuk menambah nutrisi pada tanah. Cara menggunakannya adalah dengan menambahkan 10 cangkir air tawar ke dalam satu cangkir pupuk potongan rumput.

Lalu, tuangkan ke tanah agar tanaman tumbuh subur.

3. Bubuk Kopi

ampas kopi.jpg

Foto: farmersalmanac.com

Pupuk organik berikutnya yang bisa Moms coba langsung buat di rumah adalah dengan menggunakan bubuk atau ampas kopi.

Bubuk atau ampas kopi adalah pupuk yang sangat baik untuk tanaman bunga mawar, hydrangea, dan magnolia, tetapi juga dapat digunakan pada sayuran agar mereka tumbuh subur.

Caranya pun sangat mudah, Moms cukup menambahkan ampas kopi bekas ke tanah dalam pot atau kebun. Moms juga bisa merendam enam cangkir bubuk kopi bekas hingga seminggu terlebih dahulu, lalu gunakan untuk menyirami tanaman yang menyukai asam.

Baca Juga: 5 Tanaman yang Tidak Gampang Mati dan Tahan Lama Untuk Dirawat

4. Kulit Pisang

kulitpisang

Foto: Orami Photo Stock

Kulit buah pisang juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk tanaman, lho. Kulit pisang memiliki potasium yang bisa bermanfaat untuk tumbuh kembang tanaman Moms di rumah. Kandungan fosfor pada kulit pisang pun dapat membantu tanaman untuk tumbuh subur.

Moms bisa langsung mengubur kulit pisang dalam tanah yang ditumbuhi tanaman bunga, tanaman buah, atau sayuran. Biarkan kulit pisang membusuk dan mengeluarkan nutrisi untuk tanaman.

Selain itu, Moms bisa membuat pupuk cair dengan kulit pisang. Caranya, dengan merendam kulit pisang dalam air selama tiga hari lalu semprotkan pada tanaman atau bibit dengan pupuk cair ini untuk menambah nutrisi yang dibutuhkan.

5. Cangkang Telur

cangkang telur untuk pupuk.jpg

Foto: biomin.net

Usai memasak atau membuat makanan dari olahan telur, Moms jangan buru-buru untuk membuang cangkangnya, ya. Sisihkanlah cangkang telur tersebut untuk membuat pupuk organik.

Cangkang telur mengandung protein, zinc, fosfor, magnesium, kalium, kalsium karbonat, natrium, serta mangan yang baik untuk menutrisi tanaman.

Cara membuat pupuk dari cangkak telur ini juga tidaklah sulit. Moms hanya perlu mencuci cangkang telur hingga bersih sehingga tidak ada kotoran atau minyak di dalamnya.

Lalu, keringkan dengan cara diangin-anginkan. Setelah itu, hancurkan cangkang telur dengan menggunakan blender. Bisa juga menghancurkan cangkang telur secara manual menggunakan alat tumbuk, seperti cobek atau lesung.

Hancurkan seluruh cangkang telur hingga halus menyerupai tepung. Moms pun bisa langsung menaburkannya di tanah atau mencampurkan bubuk cangkang telur tersebut dengan air hingga larut, lalu siram pada media tanam.

Baca Juga: 13 Tanaman Pembawa Hoki, Moms Harus Punya!

6. Daun Kering

daun kering untuk pupuk.jpg

Foto: 123rf.com

Sampah lain, seperti daun-daun kering yang biasa Moms bersihkan di halaman rumah juga bisa dijadikan pilihan bahan untuk pembuatan pupuk.

Daun-daun kering yang gugur dari pepohonan kaya akan mineral, menarik cacing tanah, mempertahankan kelembapan, dan membantu membuat tanah yang berat menjadi lebih ringan.

Ini adalah bahan yang baik untuk pupuk organik pada tanaman Moms.

Moms dapat menggunakannya dengan cara mencampurkan daun yang dihancurkan ke dalam tanah atau menggunakannya sebagai mulsa untuk menyuburkan tanaman dan mencegah gulma.

7. Gulma

pupuk dari gulma

Foto: Orami Photo Stock

Gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya tidaklah selalu buruk. Moms bisa memanfaatkan gulma ini sebagai pupuk yang justru akan menyuburkan tanaman.

Caranya, buatlah teh gulma dengan merendam gulma di dalam ember yang berisi air. Diamkan hingga air rendaman gulma berubah warna kecoklatan mirip dengan air seduhan teh.

Moms bisa menggunakan teh gulma ini untuk menyiram tanaman. Pupuk dari gulma ini mengandung nitrogen yang cukup tinggi sehingga baik untuk tanaman dalam pot atau kebun.

8. Kotoran Hewan Ternak

pupuk kandang

Foto: Orami Photo Stock

Moms pasti sudah tidak asing dengan bahan pembuatan pupuk tanaman yang satu ini. Ya, kotoran dari hewan ternak, seperti sapi, kambing, atau ayam sangat baik untuk proses tumbuh kembang tanaman Moms di rumah.

Caranya, jemur seluruh kotoran hewan ternak sampai kadar airnya berkurang. Kemudian pindahkan ke tempat yang beratap dan biarkan hingga dua minggu. Pupuk kandang pun siap untuk digunakan.

Itulah bahan-bahan yang bisa Moms gunakan sebagai pupuk kandang beserta cara membuatnya. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://www.holganix.com/blog/8-advantages-and-disadvantages-of-using-organic-fertilizer
  • https://www.farmersalmanac.com/8-homemade-garden-fertilizers-24258
  • https://www.diyncrafts.com/22484/home/gardening/15-organic-diy-garden-fertilizer-recipes-thatll-beautify-garden
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait