Kesehatan

KESEHATAN
31 Desember 2020

Benarkah Bisa Pusing Akibat Memakai Kacamata Minus yang Lebih Tinggi?

Pusing, lelah, pedih, dan kurang nyaman ini terjadi sesaat setelah penggunaan kacamata baru
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Jika Moms memakai kacamata dengan minus lebih tinggi, apakah bisa menyebabkan pusing akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi?

Memakai kacamata, berapa pun usia kita, menandakan bahwa penglihatan kita sudah berubah.

Kesalahan bias, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme, adalah alasan utama mengapa anak-anak dan orang dewasa di seluruh dunia membutuhkan kacamata.

Lensa di dalam mata kita berubah bentuk seiring dengan berkembangnya kelainan refraksi, yang berarti bahwa cahaya tidak mencapai retina dengan jelas, dan gambar yang diproses oleh otak tidak akurat.

Singkatnya, penglihatan Moms mungkin kabur atau berlipat ganda. Bahkan kita mungkin merasakan ketegangan mata atau mengalami sakit kepala, dan Moms mungkin kesulitan melakukan aktivitas seperti mengemudi atau membaca.

Miopia, atau rabun jauh, adalah salah satu kelainan refraksi yang paling umum, dan biasanya dimulai selama masa kanak-kanak.

Presbiopia, atau rabun dekat terkait usia, dimulai di atas usia 40 tahun, tetapi juga memengaruhi sebagian besar orang dewasa paruh baya.

Mayoritas populasi akan mengembangkan beberapa jenis kelainan refraksi di beberapa titik dalam hidup mereka dan akan membutuhkan beberapa bentuk pakaian korektif, seperti kacamata, untuk membantu penglihatan mereka.

Namun sayangnya menggunakan kacamata baru, terutama jika minusnya semakin tinggi, bisa membuat kita tidak nyaman.

Terkadang kita bisa merasa pusing saat baru menggunakannya. Mengapa hal ini terjadi? Yuk kita cari tahu, Moms.

Baca Juga: Membantu Visual, Ini Cara Kerja Kacamata Buta Warna

Merasa Pusing Apakah Akibat Memakai Kacamata Minus yang Lebih Tinggi?

pusing saat memakai kacamata baru

Foto: Orami Photo Stock

Kacamata kita harus memiliki resep yang tepat, sehingga Moms tidak merasakan akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi.

Saat penglihatan sedang diuji, hanya ada sedikit ruang untuk kesalahan. Saat Moms memakai kacamata baru untuk pertama kalinya, mungkin mengharapkan penglihatan akan meningkat lebih tajam dan lebih jelas dibandingkan dengan kacamata lama.

Tetapi jika penglihatan yang dirasa tidak seperti yang kita harapkan, Moms perlu tahu bagaimana membedakan antara periode penyesuaian dan mendapatkan pemeriksaan untuk kacamata baru.

Bahkan di masa ini, Moms juga bisa merasakan pusing saat menggunakan kacamata baru lho. Ada sejumlah penyebab kacamata baru dapat menyebabkan sakit kepala. Apa itu? Yuk kita simak penjelasan berikut ini.

1. Ketegangan Otot

Setiap mata berisi enam otot. Saat mata Moms belajar cara memandang dunia melalui kacamata baru, otot-otot ini harus bekerja lebih keras atau berbeda dari sebelumnya.

Dampak akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi ini dapat menyebabkan ketegangan otot di dalam mata dan sakit kepala.

Moms mungkin lebih rentan terhadap efek samping ini jika memakai kacamata untuk pertama kalinya atau jika ukuran minus berubah secara signifikan.

Baca Juga: Sakit Mata pada Anak, Yuk Cari Tahu Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya!

2. Mata Lelah

Saat Moms tidak menggunakan kacamata, di mana sesungguhnya memiliki rabun jauh dan atau silinder (astigmatisme), maka mata melakukan daya akomodasi maksimum sehingga bayangan dapat terlihat lebih jelas.

Namun, jika gangguan refraksi tersebut sudah dikoreksi dengan menggunakan kaca mata, maka mata tidak perlu kelelahan lagi untuk berakomodasi secara maksimal, sehingga bayangan tampak jelas dengan kaca mata.

"Jika saat menggunakan kacamata penglihatan jauhnya menjadi jelas maka memang sudah betul ukuran minus dan silinder yang dialami. Namun, memang saat kacamata dilepas, maka mata dipaksa lagi untuk berakomodasi maksimal, sehingga ada kemungkinan mata jadi lelah, meskipun sudah akomodasi maksimal," jelas dr. Ni Putu Tesi Maratni dari meetdoctor.com.

Menurutnya bila gejala pusing, lelah, pedih, dan kurang nyaman ini baru terjadi sesaat setelah penggunaan kacamata baru, maka kemungkinan hanya masalah penyesuaian atau adaptasi dengan penggunaan kacamata baru.

Jika penglihatan masih tetap jelas dengan kacamata tersebut, maka Moms dapat terus membiasakan diri untuk memakai kacamata baru tersebut sampai akhirnya dapat beradaptasi.

Namun, jika keluhan pusing, mual, lantai terlihat bergelombang, dan penglihatan tidak jelas dengan kacamata baru tersebut tetap berlanjut dalam kurun waktu pemakaian rutin kacamata baru 2-4 minggu, maka dapat melakukan kontrol kembali ke dokter spesialis mata agar dilakukan evaluasi.

Bisa jadi, ini akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi.

3. Berbagai Kekuatan atau Jenis Lensa

Selain itu, untuk tidak mengalami akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi, Moms perlu memahami jenis lensa yang digunakan.

Tetapi, sangat sulit untuk menyesuaikan diri dengan bifokal, trifokal, atau progresif, terutama untuk pertama kalinya. Berikut ini pengertian dari bifokal, trifokal, dan progresif.

  • Bifokal memiliki dua jenis lensa yang berbeda.
  • Trifokal memiliki tiga jenis lensa yang berbeda.
  • Progresif dikenal sebagai bifokal tanpa garis, atau multifokal. Mereka menawarkan transisi yang lebih mulus antara jenis lensanya sehingga Moms dapat melihat jarak dekat, jauh, dan menengah.

Ada kacamata yang menawarkan lebih dari satu kekuatan lensa yang benar untuk berbagai masalah, seperti rabun jauh dan rabun dekat.

Moms harus melihat melalui lensa di tempat yang tepat untuk mendapatkan koreksi penglihatan yang dibutuhkan. Bagian bawah lensa untuk membaca dan bekerja dari dekat. Bagian atas lensa untuk mengemudi dan penglihatan jarak jauh.

Ini membutuhkan waktu untuk membiasakan diri. Biasanya sakit kepala, pusing, dan mual menyertai periode penyesuaian untuk lensa bifokal, trifokal, atau progresif.

Baca Juga: Kacamata Terapi Ampuh Kembalikan Penglihatan, Mitos atau Fakta?

4. Bingkai Kacamata Tidak Terpasang dengan Baik

Kacamata baru sering kali berarti membeli bingkai baru, dan juga ukuran lensa baru. Jika kacamata terlalu pas di hidung, atau menyebabkan tekanan di belakang telinga, Moms mungkin mengalami sakit kepala.

Memasang kacamata ke wajah oleh seorang profesional itu penting. Mereka akan membantu Moms memilih kacamata yang pas dan jarak yang tepat dari pupil kita.

Jika kacamata terasa tidak nyaman atau meninggalkan bekas cubitan di hidung, sering kali kacamata dapat disesuaikan agar lebih pas dengan wajah kita. Ini akan membuat sakit kepala hilang.

5. Resep Lensa yang Salah

Meskipun Moms berusaha sebaik mungkin untuk memberikan informasi yang akurat selama pemeriksaan mata, masih banyak ruang untuk kesalahan manusia.

Ini kadang-kadang dapat mengakibatkan mendapatkan resep yang kurang optimal.

Dokter spesialis mata mungkin juga salah mengukur jarak antara pupil kita (jarak interpupiler). Pengukuran ini harus tepat atau dapat menyebabkan ketegangan mata.

Jika resep kacamata terlalu lemah atau terlalu kuat, mata kita akan menjadi tegang, menyebabkan sakit kepala sebagai akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi.

Sakit kepala yang disebabkan oleh kacamata baru akan hilang dalam beberapa hari. Jika mata Moms tidak seperti itu, mungkin perlu menjalani tes ulang untuk menentukan apakah resepnya salah.

Baca Juga: Memakai Lensa Kontak Mata, Perhatikan Dulu 6 Hal Ini

Tips Agar Tidak Pusing saat Memakai Kacamata Baru

pusing saat memakai kacamata baru

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui seperti apa akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi dan penyebab merasa pusing saat memakai kacamata baru.

Lalu, adakah tips agar tidak pusing saat memakai kacamata baru?

Caranya, Moms perlu memberikan waktu bagi mata untuk menyesuaikan diri dengan resep baru.

Jika Moms merasa sedikit tidak seimbang atau pusing saat pertama kali memakai kacamata baru, jangan panik, itu normal dan hampir semua orang mengalaminya.

Moms disarankan untuk tidak merencanakan mengemudi jarak jauh atau aktivitas berat selama beberapa hari pertama dengan kacamata baru.

Sebagai gantinya, buatlah rencana menyenangkan yang sederhana di mana kita dapat memamerkan bingkai baru kepada teman dan keluarga.

Memamerkan kacamata baru kita bisa menjadi cara yang sempurna, karena memakai bingkai baru sesering mungkin akan mempercepat penyesuaian mata dengan resep kacamata yang baru.

Meskipun, kacamata lama mungkin sangat menyenangkan dan nyaman, cobalah untuk tidak memakainya jika masih memiliki resep sebelumnya, itu hanya akan membuat penyesuaian lebih sulit dan lama.

Pada jurnal Tinted Spectacles and Visually Sensitive Migraine, ditemukan bahwa kacamata berwarna membantu mengurangi frekuensi migrain dengan mengurangi distorsi visual dan meningkatkan kejernihan serta kenyamanan.

Yang perlu Moms ketahui, proses penyesuaian penuh bisa memakan waktu hingga beberapa minggu.

Jika setelah satu minggu pemakaian kacamata baru tetap tidak terasa nyaman dan Moms mengalami sakit kepala atau penglihatan kabur, bicarakan dengan dokter mata segera.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diperhatikan terkait dengan memakai kacamata baru, dan akibat memakai kacamata minus yang lebih tinggi. Dicoba ya Moms tipsnya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait