2-3 tahun

27 Agustus 2021

Simak Tanda Si Kecil Menderita Rabun Jauh!

Balita juga bisa terkena rabun jauh. Bantu Si Kecil untuk mengatasinya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms merasa Si Kecil mengalami rabun jauh?

Menurut dr. Dian Farikha, Sp.M, Dokter Spesialis Mata RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, rabun jauh disebut juga miopia atau mata minus, merupakan salah satu kelainan refraksi.

Kelainan refraksi adalah keadaan di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat jatuh tepat di titik fokus saraf mata (retina).

"Pada miopia, kelainan refraksi dapat terjadi akibat panjang bola mata yang lebih panjang dari ukuran normal, atau kekuatan refraksi mata yang terlalu besar, misalnya kelengkungan kornea yang terlalu lancip. Hal ini menyebabkan cahaya jatuh di depan retina, yang seharusnya pada mata normal cahaya jatuh tepat di titik fokus pada retina sehingga objek akan terlihat buram," jelasnya.

Biasanya, rabun jauh ditandai dengan hilangnya kemampuan untuk melihat benda dalam jarak tertentu.

"Pada miopia objek dekat terlihat jelas, tetapi objek jauh terlihat buram. Biasanya orang dengan miopia dapat melihat lebih jelas saat objek didekatkan. Orang dengan miopia akan kesulitan melihat objek jauh (papan tulis di sekolah, melihat televisi, penanda jalan/rambu-rambu lalu lintas). Keluhan lainnya dapat berupa mata lelah, sakit kepala," tambah dr. Dian.

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Juling Pada Anak

Penyebab Rabun Jauh pada Anak

penyebab rabun jauh pada anak

Foto: Orami Photo Stock

Walaupun yang Moms tahu miopia banyak terjadi pada orang dewasa, tetapi hal ini juga bisa dialami oleh Si Kecil, lho. Penyebabnya pun bisa beragam, Moms.

dr. Dian menjelaskan, "Miopia dapat diturunkan. Jika orang tua miopia, maka anaknya memiliki kemungkinan mengalami miopia juga. Meningkatnya aktivitas melihat/membaca dekat dan kurangnya aktivitas luar ruangan pada anak, juga diduga dapat memicu terjadinya miopia pada sebagian orang."

Rabun jauh ini bisa menyerang kedua mata atau hanya salah satu bagian mata anak saja, baik sisi kiri atau kanannya.

"Kelainan refraksi antara kedua bola mata dapat berbeda. Misalnya kelainan refraksi hanya terdapat pada satu mata dan mata sebelahnya normal. Atau terdapat kelainan refraksi pada kedua mata, namun jenis dan besarnya kelainan refraksi antara kedua mata tersebut berbeda," tambah dr. Dian.

Baca Juga: 4 Penyebab Mata Anak Sering Berkedip, Sudah Tahu?

Ciri-ciri Rabun Jauh pada Anak

Lantas, apa saja ya ciri-ciri yang bisa menunjukkan kalau anak Moms mengalami rabun jauh?

1. Memegang Buku Sangat Dekat

mata, anak, miopi

Foto: making-the-web

Akibat gangguan mata yang ia alami, Si Kecil akan terus berusaha untuk melihat dengan lebih jelas, salah satunya mendekatkan matanya ke objek.

Coba mulai perhatikan cara Si Kecil memegang buku atau gadget untuk memastikan penglihatannya tetap aman.

2. Duduk Terlalu Dekat dengan TV

mata, anak, miopi

Foto: simplyjesme.blogspot

Apakah Si Kecil terus menerus minta duduk di depan televisi? Hati-hati, coba tanyakan kenapa ia selalu ingin melihat televisi lebih dekat.

Kalau ia mengeluh gambarnya tidak terlihat jelas, bisa jadi ini merupakan tanda Si Kecil mengalami rabun jauh.

“Duduk dekat dengan televisi mungkin tidak membuat seorang anak rabun jauh, tetapi seorang anak mungkin duduk dekat dengan televisi karena dia menderita rabun jauh dan tidak terdiagnosis," jelas dokter Lee Duffner dari American Academy of Ophthalmology, Amerika.

3. Menyipitkan Mata atau Menutup Satu Mata untuk Membaca

mata, anak, miopi

Foto: verywellfamily.com

Miopia adalah keadaan saat bayangan optik jatuh tidak fokus pada retina, tetapi pada bagian depan retina, sehingga membuat objek terlihat kabur.

Alhasil, Si Kecil yang mengalami rabun jauh akan terus menerus menyipitkan mata untuk memfokuskan kembali pantulan gambar objek yang ia lihat.

Si Kecil juga bisa jadi menutup salah satu matanya untuk melihat memastkan bagian mata yang mana yang bisa dia gunakan untuk melihat gambar lebih jelas.

Baca Juga: 9 Obat Tetes Mata Anak secara Alami dan Cara Menggunakannya

4. Sering Sakit Kepala

mata, anak, miopi

Foto: practicalpainmanagement

Si Kecil yang mengalami rabun jauh biasanya sering mengeluh sakit kepala akibat mata yang terlalu lelah bekerja.

Itu karena cahaya jatuh tidak tepat pada retina, melainkan di depannya, maka mata Si Kecil tidak bisa melihat dengan jelas

Si Kecil akan terus berusaha untuk memfokuskan penglihatannya dan itu sangat sulit untuk ia lakukan.

Si Kecil pun mulai menyipitkan mata atau menutup satu mata agar ia bisa melihat lebih jelas. Alhasil, karena matanya kelelahan ia pun mengalami sakit kepala.

5. Mata Berair dan Lelah

mata, anak, miopi

Foto: chocchildrens.org

Fokus yang tidak tepat membuat mata Si Kecil jadi cepat lelah dan mudah berair akibat tegang dan kering. Jika Moms mendapati hal ini, pastikan Si Kecil untuk mengistirahatkan matanya setiap 20 menit, ya.

Selain itu, batasi juga penggunaan perangkat elektronik agar mata Si Kecil tidak cepat lelah dan mengakibatkan dampak lainnya, seperti sakit kepala.

6. Sering Menggosok Mata

mata, anak, miopi

Foto: wikihow

Dikutip dari Megan Collins, M.D., dokter mata dari Johns Hopkins Medicine, Amerika, menggosok mata secara berlebihan merupakan indikasikan bahwa anak Anda mengalami kelelahan mata atau ketegangan mata.

Itu juga bisa jadi tanda dari banyak masalah penglihatan, termasuk gejala alergi. Ada baiknya Moms segera memeriksakan kondisi ini untuk memastikan apakah Si Kecil mengalami rabun jauh atau justru gangguan lainnya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Produk Vitamin Mata yang Bagus untuk Dewasa dan Anak

Cara Mengatasi Rabun Jauh pada Anak

Jangan tunggu Si Kecil mengalami kesulitan dalam melihat. Lakukan pemeriksaan mata pada Si Kecil secara rutin mulai dari usia 6 bulan, 3 tahun, dan sebelum ia memasuki kelas satu sekolah dasar untuk memastikan kesehatan matanya.

Jika dari pemeriksaan dengan spesialis mata tersebut anak terbukti mengalami rabun jauh, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya menurut dr. Dian:

1. Kacamata atau Lensa Kontak

cara mengatasi rabun jauh pada anak - kacamata

Foto: Orami Photo Stock

"Kacamata dan lensa kontak merupakan tatalaksana yang umum dipakai untuk mengoreksi miopia. Kacamata dan lensa kontak mengompensasi bentuk mata miopia sehingga dapat memfokuskan cahaya tepat di retina," ujar dr. Dian.

Jika Si Kecil menolak untuk memakai kacamata, jelaskan padanya kenapa ia harus memakai kacamata. Jelaskan dengan contoh yang sederhana dan spesifik seperti: "Kalau kamu menggunakan kacamata, maka kamu bisa melihat bola dengan lebih jelas waktu kamu bermain lempar tangkap bersama teman-teman," jelas dokter mata Gary Heiting, OD, dari All About Vision, Amerika.

2. Membatasi Screen Time

cara mengatasi rabun jauh pada anak - batasi screen time

Foto: Orami Photo Stock

Anak yang banyak meluangkan waktu di dalam ruangan dan mengerjakan aktivitas melihat dekat (komputer, bermain video games, membaca) lebih besar kemungkinannya mengalami mata minus (miopia/rabun jauh) dibandingkan dengan anak yang banyak meluangkan waktu di luar ruangan.

"Oleh karena itu, pada anak-anak dianjurkan untuk banyak meluangkan waktu (11-14 jam seminggu) untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dan membatasi screen time komputer/perangkat digital. Dengan menyeimbangkan screen time dan waktu beraktivitas di luar ruangan, diharapkan dapat memperlambat progresivitas miopia pada anak," jelas dr. Dian.

Baca Juga: Hal-Hal yang Harus Diketahui Seputar Sakit Mata pada Anak

3. Obat Tetes Mata

obat tetes mata anak.jpg

Foto: mykidsvision.org

Beberapa cara lainnya untuk memperlambat progresivitas (perkembangan) miopia/rabun jauh pada anak adalah dengan pemberian atropin tetes mata dosis rendah.

Jangan lupa untuk selalu mengonsultasikannya dengan dokter mata ya, Moms.

4. Operasi Mata

cara mengatasi rabun jauh pada anak - operasi

Foto: Orami Photo Stock

Selain menggunakan kacamata, untuk mengoreksi mata minus dapat dilakukan tindakan bedah refraktif, berupa:

  • Mengubah kelengkungan permukaan kornea mata (LASIK, laser in situ keratomileusis)
  • LASEK (laser epithelial keratomileusis), SMILE (smile incision lenticule extraction), dan PRK (photo refractive keratectomy)
  • Memasang lensa tanam di depan lensa mata (Phakic IOL/implantable contact lens)
  • Mengganti lensa mata dengan lensa tanam (refractive lens exchange/clear lens extraction).

Itulah informasi mengenai rabun jauh atau mata minus pada anak-anak yang perlu Moms pahami.

Ingat ya, jika Si Kecil memiliki salah satu dari ciri di atas, segeralah bawa mereka untuk periksa ke dokter mata sehingga penanganannya tidak terlambat!

  • https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/are-computer-glasses-worth-it
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/eyes/Pages/Myopia-Nearsightedness.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait