Kesehatan

21 Mei 2021

Adakah Cara untuk Mencegah Radang Panggul?

Adakah cara untuk mencegahnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Banyak penyakit yang dapat menyerang organ reproduksi wanita. Salah satu penyakit yang dapat menyerang organ reproduksi Moms, yaitu radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID).

Melansir Medical University of South Carolina, radang panggul adalah peradangan pada saluran organ reproduksi wanita pada bagian atas akibat infeksi.

Penyakit ini menyerang rahim, saluran tuba, atau ovarium. Kondisi ini biasanya merupakan infeksi naik, menyebar dari saluran genital bawah.

Radang panggul dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, yang biasanya disebabkan bakteri dari infeksi menular seksual.

Selain itu, radang panggul juga bisa disebabkan oleh bakteri normal yang ditemukan di vagina.

Radang panggul bukanlah penyakit yang sepele karena bisa berakibat fatal hingga sebabkan ketidaksuburan.

Lantas, adakah cara untuk mencegah radang panggul? Ini ulasannya.

Baca Juga: Kenali Penyakit Radang Panggul, Apakah Memengaruhi Kesuburan?

Penyebab Radang Panggul

Radang Panggul

Foto: Orami Photo Stock

Tanda dan gejala penyakit radang panggul bisa halus atau ringan. Beberapa wanita tidak mengalami tanda atau gejala apa pun.

Akibatnya, mungkin tidak menyadarinya sampai mengalami kesulitan hamil atau mengalami nyeri panggul kronis.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar dari vagina atau serviks (pintu masuk rahim) ke dalam rahim, saluran tuba, dan ovarium.

Radang panggul sering kali disebabkan oleh lebih dari satu jenis bakteri dan terkadang sulit bagi dokter untuk menentukan bakteri penyebabnya.

Namun, umumnya terjadi akibat bakteri dari Infeksi Menular Seksual (IMS), seperti klamidia, gonore atau mikoplasma genitalium.

Bakteri ini biasanya hanya menginfeksi leher rahim, di mana mereka dapat dengan mudah diobati dengan satu dosis antibiotik.

Tetapi jika mereka tidak dirawat, ada risiko bakteri bisa masuk ke saluran genital bagian atas.

Diperkirakan 1 dari 10 wanita dengan klamidia yang tidak diobati dapat mengembangkan penyakit ini dalam waktu satu tahun.

Selain itu, terdapat penyebab umum lainnya yang menimbulkan penyakit ini.

  • Moms pernah mengalami radang panggul sebelumnya.
  • Douche. Douching dapat mendorong bakteri masuk ke dalam organ reproduksi dan menyebabkan penyakit ini. Douching juga dapat menyembunyikan tanda-tanda terkena radang panggul.
  • Terdapat kerusakan serviks setelah melahirkan atau keguguran.
  • Memiliki prosedur yang melibatkan pembukaan serviks, seperti pemeriksaan rahim, atau pemasangan alat kontrasepsi intrauterine.

Baca Juga: Infeksi Menular Seksual Selama Kehamilan Bisa Menyerang? Ini Penjelasannya

Cara Mencegah Radang Panggul

mencegah radang panggul

Foto: dailydot

Radang panggul bisa membahayakan pengidapnya, untuk itu tidak ada salahnya mengetahui cara untuk mencegahnya.

Jurnal yang diterbitkan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan, cara terbaik untuk mencegah terjadinya radang panggul, yaitu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim untuk mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual.

Selain itu, lakukan hubungan intim yang aman, yaitu hanya dengan satu pasangan dan pastikan pasangan tidak memiliki infeksi menular seksual. Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah radang panggul, yaitu:

  • Hindari kebiasaan melakukan douching. Nyatanya, douching menghilangkan beberapa bakteri normal di vagina yang melindungi dari infeksi. Douching dapat meningkatkan risiko radang panggul dengan membantu bakteri menyebar hingga ke rahim, ovarium, dan tuba fallopi.
  • Jangan menyalahgunakan alkohol atau narkoba. Kebiasaan minum alkohol atau menggunakan narkoba meningkatkan perilaku berisiko yang tingkatkan risiko kekerasan seksual dan kemungkinan terpapar Infeksi Menular Seksual (IMS).

Baca Juga: Penyebab Radang Panggul yang Harus Diwaspadai

Cara Mengatasi Radang Panggul

mencegah radang panggul

Foto: shutterstock

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mencegah radang panggul, namun satu hal yang penting juga untuk dilakukan yaitu pemeriksaan secara rutin.

Radang panggul seringnya tidak menunjukkan gejala awal, namun umumnya tanda yang ditunjukkan yaitu keputihan yang tidak normal, pendarahan menstruasi yang tidak normal, terasa sakit saat buang air kecil dan berhubungan intim, mual dan muntah, serta demam dan menggigil.

Waspada Moms, radang panggul yang dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan bisa mengakibatkan nyeri panggul kronis, kehamilan ektopik, hingga infertilitas.

“Penting sekali untuk melakukan pemeriksaan kepada dokter kandungan secara teratur untuk menghindari masalah kesuburan. Paling tidak kunjungi ginekolog setidak setahun sekali.

Selain itu, pasangan sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin untuk mengecek apakah ada infeksi menular seksual atau tidak,” ungkap Mary Jane Minkin, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Yale Medical School.

Baca Juga: Cara Menggunakan Kondom yang Benar dan Aman

Sebagian besar kasus penyakit ini terjadi karena hubungan seks tanpa kondom.

Moms bisa melakukan langkah-langkah untuk mempraktikkan seks aman. Lindungi diri dari infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan penyakit ini, denagan cara:

  • Gunakan kondom. Kondom adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit ini saat berhubungan seks. Pastikan untuk memakai kondom sebelum penis menyentuh vagina, mulut, atau anus.
  • Pilih metode penghalang pengendalian kelahiran: Jenis pengendalian kelahiran ini termasuk kondom dan diafragma. Gabungkan metode penghalang dengan spermisida, bahkan jika Moms menggunakan pil KB.
  • Jangan lakukan douche. Douching menghilangkan beberapa bakteri normal di vagina yang melindungi Moms dari infeksi. Douching juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini dengan membantu bakteri menyebar ke area lain, seperti rahim, ovarium, dan saluran tuba.
  • Jangan menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan. Minum terlalu banyak alkohol atau menggunakan obat-obatan meningkatkan perilaku berisiko dan dapat membuat Moms berisiko mengalami serangan seksual dan kemungkinan terpapar IMS.

Baca Juga: Bumil Harus Tahu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Nyeri Panggul Saat Hamil

Pengobatan untuk Atasi Radang Panggul

mencegah radang panggul

Foto: shemazing

Radang panggul nyatanya dapat diobati, lebih cepat maka penanganan harus lebih segera untuk dilakukan.

Pengobatan radang panggul terlebih dahulu melalui pemberian antibiotik. Antibiotik dilakukan untuk menghilangkan infeksi sampai meredakan gejalanya.

Moms dapat dirawat di rumah sakit apabila mengalami beberapa kondisi seperti sedang hamil, mengalami mual dan muntah, demam tinggi, dan terdapat abses di tuba fallopi atau ovarium. Segera lakukan penanganan yang tepat untuk mencegah berbagai komplikasi yang terjadi.

Baca Juga: Faktor Risiko dan Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi

Bisakah Penderita Radang Panggul Hamil?

Radang Panggul.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Peluang Moms untuk hamil lebih rendah jika mengalami penyakit ini lebih dari sekali. Bila Moms mengidap penyakit ini, bakteri bisa masuk ke tuba falopi atau menyebabkan radang tuba falopi.

Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan parut pada jaringan yang membentuk saluran tuba.

Jaringan parut dapat menghalangi sel telur dari ovarium untuk masuk atau mengalir ke tuba falopi menuju rahim. Sel telur perlu dibuahi oleh sperma pria dan kemudian menempel pada rahim agar kehamilan bisa terjadi.

Bahkan memiliki sedikit jaringan parut dapat mencegah Moms hamil tanpa perawatan kesuburan.

Melansir Sexually Transmitted Diseases, jaringan parut dari penyakit ini juga dapat menyebabkan kehamilan ektopik yang berbahaya (kehamilan di luar rahim), bukan kehamilan normal.

Kehamilan ektopik enam kali lebih sering terjadi pada wanita yang pernah mengalami radang panggul dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami. Sebagian besar kehamilan ini berakhir dengan keguguran.

Moms itulah penjelasan lengkap mengenai radang panggul. Jika ada gejala aneh di area organ reproduksi, sebaiknya segera lakukan penanganan yang tepat, ya, Moms.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1411832/
  • ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499959/
  • https://www.acog.org/womens-health/faqs/pelvic-inflammatory-disease
  • https://www.nhs.uk/conditions/pelvic-inflammatory-disease-pid/causes/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9129-pelvic-inflammatory-disease-pid
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait