Kesehatan

1 Juni 2021

Mengenal Radang Usus, Cari Tahu Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

Bisa menjadi pertanda kanker juga!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Radang usus atau yang lebih dikenal dengan nama Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan suatu kondisi yang melibatkan peradangan kronis pada semua atau sebagian dari saluran pencernaan.

Dilansir dari Live Science, lebih dari 3 juta orang memiliki radang usus. Dua bentuk IBD yang paling umum adalah kolitis ulserativa dan penyakit Crohn.

Radang usus dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa serta meningkatkan risiko kanker usus besar. Walau begitu, radang usus dengan sindrom iritasi usus adalah dua hal berbeda.

Keduanya adalah kondisi kronis yang menyebabkan sakit perut dan kram. Irritable Bowel Syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus merupakan kelainan saluran pencernaan, sedangkan radang usus adalah peradangan atau penghancuran dinding usus yang menyebabkan luka dan penyempitan usus.

Baca Juga: 4 Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kanan Pada Trimester Kedua

Penyebab Radang Usus

Mengenal Radang Usus - penyebab radang usus.jpg

Foto: health.com

Dilansir dari Pharmaceutical Journal, penyebab pasti IBD tidak diketahui. Namun, genetika dan masalah yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh disinyalir menjadi penyebab radang usus.

Seseorang bisa lebih berpotensi terkena radang usus jika kita memiliki saudara kandung atau orang tua yang mempunyai IBD.

Selain faktor genetik, kerusakan sistem kekebalan tubuh juga bisa menyebabkan radang usus, Moms.

Ketika sistem kekebalan mencoba melawan virus atau bakteri yang menyerang, sistem kekebalan menyerang sel-sel tubuh sendiri dan ini bisa menyebabkan radang usus semakin memburuk.

Baik wanita maupun pria, keduanya memiliki risiko yang sama untuk mengalami radang usus. Namun, faktor risiko tertentu di bawah ini mungkin dapat meningkatkan terjadinya radang usus:

  • Usia, radang usus dimulai sebelum usia 30 tahun, tetapi dapat terjadi pada semua usia, dan beberapa orang mungkin tidak mengembangkan penyakit sampai setelah usia 60 tahun.
  • Ras atau Etnis, meski orang kulit putih memiliki risiko tertinggi terkena penyakit radang usus, hal itu bisa terjadi pada ras apa pun.
  • Riwayat Keluarga, Moms berisiko lebih tinggi terkena radang usus jika memiliki kerabat dekat, seperti orang tua, saudara kandung, atau anak, yang mengidap penyakit tersebut.

Baca Juga: Jangan sampai terlambat Ditangani, Yuk Kenali Radang Usus Buntu dan Penanganannya

Gejala Radang Usus

sakit perut

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit ini, baik radang usus besar dan kecil, ditandai kemerahan dan pembengkakan. Gejalanya pun bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan peradangan dan di mana itu terjadi.

Gejala dapat datang tiba-tiba dan sulit hilang, yakni bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Nyeri perut kronis, diare hingga berdarah, penurunan berat badan secara tiba-tiba, kurang nafsu makan, dan pendarahan dubur merupakan gejala radang usus.

Bahkan, gejala usus ini memiliki gejala yang tidak terkait dengan saluran pencernaan, termasuk nyeri sendi, ruam kulit, sakit mata, luka mulut, dan demam.

Segera periksakan diri ke dokter ketika gejala tersebut terjadi pada tubuh kita untuk mendapat perawatan yang tepat.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Crohn? Kenali Gejala Penyakit Radang Usus Kronis Ini

Jenis-Jenis Radang Usus

Makanan untuk penderita radang usus

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, ada dua jenis radang usus.

Pertama, Kolitis Ulseratif, suatu kondisi yang melibatkan peradangan dan luka (borok) di sepanjang lapisan superfisial usus besar (usus besar) dan rektum.

Jenis radang usus yang kedua, yaitu penyakit crohn, jenis IBD ini ditandai dengan peradangan pada lapisan saluran pencernaan dan seringkali melibatkan lapisan saluran pencernaan yang lebih dalam.

Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn biasanya ditandai dengan diare, perdarahan rektal, nyeri perut, kelelahan, dan penurunan berat badan. IBD atau radang usus ini bisa melemahkan dan terkadang menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa. Jadi, Moms patut waspada terhadap gejalanya.

Baca Juga: Tunda Dulu Program Hamil Saat Radang Usus Melanda!

Komplikasi Radang Usus

Komplikasi Radang Usus

Foto: Orami Photo Stock

Kolitis ulserativa dan penyakit Crohn yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki beberapa komplikasi yang sama dan komplikasi lain yang lebih spesifik untuk setiap kondisi. Komplikasi yang ditemukan pada kedua kondisi tersebut mungkin termasuk:

  • Kanker Usus Besar

Seseorang dengan kolitis ulserativa atau penyakit Crohn yang memengaruhi sebagian besar usus besar dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Skrining kanker biasanya dimulai sekitar 8 hingga 10 tahun setelah diagnosis radang usus dibuat. Tanyakan kepada dokter kapan dan seberapa besar kemungkinan untuk perlu melakukan tes ini jika Moms mengalami radang usus.

  • Kulit, Mata, dan Radang Sendi

Gangguan tertentu, termasuk artritis, lesi kulit, dan radang mata (uveitis), dapat terjadi selama serangan IBD (radang usus).

  • Efek Samping Obat

Obat-obatan tertentu untuk mengatasi radang usus dikaitkan dengan risiko kecil terkena kanker tertentu. Kortikosteroid yang dikonsumsi sebagai obat radang usus juga dapat dikaitkan dengan risiko osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan kondisi lainnya.

  • Kolangitis sklerosis primer

Dalam kondisi ini, peradangan usus menyebabkan jaringan parut di dalam saluran empedu yang akhirnya membuat saluran tersebut menyempit dan secara bertahap menyebabkan kerusakan hati.

  • Gumpalan Darah

IBD dapat meningkatkan risiko pembekuan darah di vena dan arteri.

Sementara secara spesifik, risiko komplikasi dari penyakit Crohn mungkin termasuk:

  • Sumbatan Usus

Penyakit Crohn memengaruhi seluruh ketebalan dinding usus. Seiring waktu, bagian usus bisa menebal dan menyempit yang bisa menghalangi aliran isi pencernaan. Moms yang mengalami kondisi ini mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat bagian usus yang sakit.

  • Malnutrisi

Diare, sakit perut, dan kram mungkin membuat Moms yang mengalami penyakit Crohn menjadi sulit makan atau usus tidak dapat menyerap nutrisi yang cukup untuk membuat tubuh tetap bergizi. Hal ini juga dapat berpotensi mengembangkan anemia karena rendahnya asupan zat besi atau vitamin B-12 dalam tubuh yang disebabkan oleh penyakit Crohn.

  • Fistula

Terkadang peradangan pada usus dapat meluas sepenuhnya melalui dinding usus dan menciptakan fistula, hubungan abnormal antara berbagai bagian tubuh. Fistula di dekat atau di sekitar area anus (perianal) adalah jenis yang paling umum. Dalam beberapa kasus, fistula dapat terinfeksi dan membentuk abses.

  • Fisura Anus

Ini adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya robekan kecil di jaringan yang melapisi anus atau pada kulit di sekitar anus tempat infeksi dapat terjadi. Fisura anus sering kali dikaitkan dengan buang air besar yang menyakitkan dan dapat menyebabkan fistula perianal.

Selain itu, komplikasi kolitis ulserativa mungkin termasuk:

  • Megakolon Toksik

Kolitis ulserativa dapat menyebabkan usus besar dengan cepat melebar dan membengkak, suatu kondisi serius yang dikenal sebagai megakolon toksik.

  • Lubang di Usus Besar (usus besar berlubang)

Kolon berlubang paling sering disebabkan oleh megakolon toksik, tetapi bisa juga terjadi dengan sendirinya.

  • Dehidrasi Berat

Diare yang berlebihan akibat kolitis ulserativa bisa menyebabkan dehidrasi.

Baca Juga: Henky Solaiman Derita Kanker Usus, Ketahui Penyebab dan Pencegahannya

Cara Mengatasi Radang Usus

Perawatan Radang Usus

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang usus, Moms.

Menurut Cleveland Clinic, radang usus bisa diatasi tanpa atau pun dengan operasi. Perawatan IBD bervariasi, tergantung pada jenis dan gejalanya. Pengobatan dilakukan untuk dapat membantu mengontrol peradangan sehingga tidak mengalami gejala (remisi).

Obat untuk mengobati IBD meliputi:

  • Aminosalicylates (obat anti inflamasi seperti sulfasalazine, mesalamine atau balsalazide) meminimalkan iritasi pada usus.
  • Antibiotik untuk mengobati infeksi dan abses.
  • Kortikosteroid, seperti prednison, untuk menjaga sistem kekebalan tubuh dan mengelola flare (kambuhnya gejala).
  • Imunomodulator untuk menenangkan sistem kekebalan yang terlalu aktif.
  • Obat antidiare, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), vitamin, dan suplemen seperti probiotik yang dapat dibeli secara bebas di apotek.

Perlu Moms ketahui bahwa, sebanyak 7 dari 10 orang dengan penyakit Crohn akhirnya membutuhkan pembedahan ketika obat-obatan tidak lagi meredakan gejala.

Selama reseksi usus, seorang ahli bedah akan mengangkat segmen usus yang sakit, menghubungkan kedua ujung usus yang sehat menjadi satu (anastomosis).

Setelah operasi, bagian usus yang tersisa beradaptasi dan berfungsi seperti sebelumnya. Meski sudah menjalani prosedur pembedahan, sekitar 6 dari 10 orang yang menjalani operasi untuk penyakit Crohn dapat kambuh lagi dalam waktu 10 tahun mendatang.

Sementara itu, jika seseorang telah 30+ tahun hidup dengan kolitis ulserativa, sekitar 1 dari 3 orang membutuhkan pembedahan.

Seorang ahli bedah akan mengangkat usus besar (kolektomi) dan rektum (proktokolektomi), menghubungkan usus kecil dan anus, membuat kantong ileum yang mengumpulkan tinja, yang kemudian keluar melalui anus.

Terkadang, beberapa pasien mungkin memerlukan ileostomi alih-alih kantong ileum. Kantong ileostomi ini dipasang di luar perut untuk mengumpulkan tinja.

Proktokolektomi bersifat kuratif. Gejala tidak akan kembali setelah operasi untuk mengangkat usus besar dan rektum. Namun, pasien mungkin akan mengalami masalah dengan ileostomi atau kantong ileum, seperti pouchitis (peradangan dan infeksi).

Itulah informasi mengenai penyebab, gejala, dan cara mengatasi radang usus. Semoga bermanfaat ya, Moms.

  • https://www.livescience.com/39880-inflammatory-bowel-disease.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15587-inflammatory-bowel-disease-overview
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/inflammatory-bowel-disease/symptoms-causes/syc-20353315#:~:text=Inflammatory%20bowel%20disease%20(IBD)%20is,intestine%20(colon)%20and%20rectum.
  • https://www.pharmaceutical-journal.com/research/review-article/management-of-patients-with-inflammatory-bowel-disease-current-and-future-treatments/20202316.article?firstPass=false
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait