Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 7, 2018

Rajin Bangun Pagi Seperti Orang Jepang Bisa Bikin Umur Panjang, Kok Bisa?

Bagikan


Bagi orang yang tidak terbiasa bangun pagi, menjadi ‘morning riser’ adalah tantangan berat. Berbeda dengan orang kebanyakan, masyarakat Jepang memiliki kebiasaan untuk bangun pagi, lho. Kenapa ya orang Jepang rajin bangun pagi?

Metode Ikigai yang Bikin Umur Panjang

Ikigai adalah teori kesehatan Jepang yang dapat membuat pagi lebih baik dan indah. Dikembangkan oleh neuroscientist Ken Mogi dan penulis Hector Garcia dalam buku mereka tentang ikigai, konsep ini berasal dari Okinawa, yang memiliki populasi centenarian terbesar di dunia.

Ikigai adalah alasan yang memungkinkan untuk memiliki umur panjang. Konsep kunci dari ikigai adalah mencari tujuan dalam segala hal yang kita lakukan, seperti hobi, kehidupan sosial, pekerjaan, dan perjalanan berlibur. Ikigai adalah titik antara apa yang kita kuasai, apa yang kita sukai, apa yang dunia ini butuhkan dan apa yang bisa kita dapatkan.

Ada orang yang sangat berhasrat untuk memiliki kekayaan materi dan kemudian ada orang-orang yang merasa tidak puas mengejar apa yang selalu ingin mereka capai.

Bagi mereka, pencarian makna dalam hidup mereka tidak akan ada habisnya. Ikigai adalah salah satu praktik yang didasarkan pada premis untuk menemukan sesuatu yang cocok dengan semua kriteria ini.

Baca Juga: 4 Trik Jitu Membangunkan Anak di Pagi Hari

Bagaimana Mempraktikan Ikigai?

Mulailah bangun di pagi hari dengan apa yang ingin kita lakukan, seperti berlari, menari atau hanya mendengarkan musik favorit. Ikigai menginginkan kita untuk menyatukan gairah, cinta, dan misi pribadi dalam matriks kehidupan sehari-hari.

Pikirkan kebaikan manusia yang lebih besar dan sempurnakan tujuan hidup kita dengan hal itu. Suasana hati, keadaan pikiran dan perspektif dapat diubah dengan cara menumbuhkan sukacita dalam hidup, meskipun hanya bersifat sepele.

"Sangat penting untuk menyadari bahwa suasana hati dapat diubah melalui sukacita ‘kecil’," kata Mogi. Dia mengatakan bahwa jika konteksnya berubah, otak kita beradaptasi dengan konteks baru itu dan hanya dalam waktu singkat, suasana hati dapat berubah secara substansial.

Setelah itu, jaga rasa penasaran seumur hidup, karena hidup ini penuh keajaiban yang harus segera ditemukan.

Kebanyakan orang sering tidak terlalu ingin tahu tentang kehidupan dan tidak menginginkan hal-hal baru terjadi saat mereka semakin tua. Dengan tetap “penasaran”, kita akhirnya akan mengubah banyak hal dalam hidup untuk selamanya.

Lakukan apa yang membuat kita selalu merasa ingin tahu. Jika kita tidak tahu apa, terus bertanya dan jelajahi perasaan dengan tetap “penasaran” maka jawabannya akan datang. Nah, tertarik untuk mencobanya?

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.