Parenting

30 Desember 2019

Ratih Megasari Terkejut Adam Lahir dengan Banyak Kelainan

Pada usia kandungan 5 bulan, Adam didiagnosis mengalami Dandy Walker syndrome
placeholder

Foto: Dokumentasi pribadi

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Siapa tidak kenal nama Adam Fabumi? Moms tentu sudah mengenal sosok bayi yang sempat viral di media sosial. Bayi mungil anak pertama pasangan Ratih Megasari dan suaminya Kiagoos Herling Kamaludin itu terlahir dengan kondisi kesehatan yang langka.

Adam lahir pada 24 April 2017 dengan kondisi kelainan trisomy 13. Bagi orang awam, istilah trisomy 13 mungkin merupakan hal yang sangat asing, tidak terkecuali untuk Ratih.

“Saya juga baru pertama kali mendengar tentang penyakit itu. Apalagi penyakit yang ada angka-angkanya,” ujar Ratih kepada Orami saat ditemui di kawasan Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: 4 Penyebab Trisomy 13, Penyakit Langka yang Terjadi Pada Adam Fabumi

Terkejut karena Janin yang Dikandungnya Memiliki Kelainan

adam fabumi, ratih megasari

Foto: instagram.com/adamfabumi/

Ratih bercerita bahwa kelainan pada Adam ini sudah diketahui sejak usia kehamilannya yang mencapai 5 bulan. Namun saat itu dokter mendiagnosa Adam mengalami Dandy Walker Syndrome.

Itulah momen di mana dirinya dan suami tahu bahwa anak yang diharapkan bisa dilahirkan dengan sehat tersebut, memiliki kelainan.

Saat itu, dirinya merasa sangat kaget dan terkejut, apalagi bayi mungil di dalam rahimnya, merupakan anak pertama mereka. Dirinya juga berusaha untuk tidak terlalu stres, demi kesehatan janin di dalam kandungannya.

Namun dokter masih memberikan harapan, bahwa kelainan ini bisa disembuhkan dengan treatment atau terapi tertentu.

Kenyataan pahit kembali didapatkan. Saat lahir, kelainan-kelainan yang dialami Adam cukup banyak. Tidak hanya di kepala saja, namun juga di berbagai tempat seperti saluran pernapasan, mengalami tiga bocor jantung, lalu kelainan saluran ginjal, jumlah jari lebih, dan sumbing dalam.

Karena banyaknya kelainan yang dialami, dokter mulai curiga, lalu melakukan tes kromosom, dan hasil dari tes ini keluar 1 bulan kemudian. Melalui tes kromosom inilah diketahui jika Adam menderita trisomy 13.

“Waktu Adam lahir, aku cuma bisa say hello aja, assalamualaikum. Setelah itu Adam langsung diberikan suction dan dicek detak jantungnya karena badannya sudah berubah warna jadi ungu, bukan biru lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Kenali Amnesia, Penyakit yang Menghilangkan Memori Ingatan

Dukungan dari Orang-Orang Terdekat

adam fabumi, ratih megasari

Foto: instagram.com/adamfabumi/

Mengetahui adanya kelainan pada janin di usia kandungan yang baru menginjak 5 bulan, tentu sangat berat. Memikirkan bahwa bayi tersebut nantinya tidak bisa lahir normal dan ada gangguan, pastinya membuat sang ibu terus kepikiran.

“Alhamdullilah selama 4 bulan itu dikelilingi oleh orang-orang yang sangat positif, terutama suami, lalu orang tua, mertua dan ipar-ipar saya juga,” kenang Ratih Megasari.

Dirinya juga mencari banyak informasi mengenai kelainan ini dan untungnya dipertemukan dengan beberapa dokter yang menenangkan, dan membuat Ratih bersama suami memiliki harapan untuk sang anak.

Bahkan saat ia bertemu dengan dokter di NICU, para dokter menyemangatinya dan mengatakan bahwa hasil USG masih memiliki kemungkinan error 10 persen. Banyak yg didiagnosa memiliki kelainan atau suatu penyakit ketika di dalam kandungan, namun saat lahir sehat dan normal.

Baca Juga: Cerita 3 Anak Artis indonesia yang Mengidap Penyakit Langka

Hal inilah yang menjadi pegangan Ratih dan suami untuk terus berharap bahwa anaknya akan baik-baik saja hingga waktunya lahir.

Apalagi dokter memberitahu bahwa trisomy 13 ini merupakan kemungkinan langka yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Jadi bukan kerena keturunan, faktor lingkungan, atau kesehatan ibu hamil itu sendiri.

Setelah berjuang selama kurang lebih 7 bulan, Adam Fabumi menghembuskan nafas terakhir. Adam meninggal dunia pada 22 November 2017

Bangun Awareness lewat Adam Fabumi Foundation

adam fabumi, ratih megasari

Foto: instagram.com/adamfabumi/

Tidak ada orang tua yang mau mempublikasikan anaknya, terlebih jika sang buah hati memiliki special needs. Namun Ratih, suami, beserta keluarganya sepakat untuk menjadikan hal ini sebagai awareness bagi banyak orang.

Mengapa? Karena masih sangat sedikit informasi di Indonesia mengenai trisomy 13 maupun trisomy 18. Informasinya lebih banyak berasal dari luar negeri, yang mana penanganan untuk kelainan ini pun pasti lebih memadai. Akhirnya dibuatlah awareness untuk masyarakat.

Bahkan melalui akun Instagram anaknya Adam, Ratih mengaku banyak bertukar informasi dengan para followers.

“Bahkan dokter mata Adam juga dapat rekomendasinya dari follower di Instagram yang menurut aku cukup oke banget,” cerita Ratih.

Bahkan demi membangun awareness ini dibuat juga Adam Fabumi Foundation. Awalnya tercetusnya ide mendirikan yayasan ini berasal dari sebuah grup diskusi, di mana isinya adalah para orang tua yang memiliki anak-anak yang menderita trisomy 13 maupun 18.

Dari sana banyak sharing, tips, dan diskusi mengenai penyakit trisomy ini. Lalu terpikirkan mengapa tidak ada yayasan yang menaungi, padahal yayasan kanker misalnya banyak didirikan.

Baca Juga: 4 Selebritis yang Bertahan Hidup Melawan Kanker

Akhirnya dibuatlah Adam Fabumi Foundation, untuk membantu Adam lainnya yang belum terjangkau dan pasti juga memerlukan bantuan, terutama dalam hal biaya, karena biaya yang diperlukan tidak sedikit.

Di luar membantu orang tua dengan anak trisomy, juga banyak mendukung para orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus di luar trisomy.

Membantu dalam hal biaya pengobatan dan peralatan yang dibutuhkan anak berkebutuhan khusus, namun hanya untuk bayi di bawah 1 tahun, terutama yang berada di NICU. Karena jika tidak dibatasi usianya, semua bisa masuk dan bantuan yang diberikan tidak akan maksimal.

Hingga kini jumlah anak-anak yang dibantu oleh Adam Fabumi sudah mencapai puluhan. Namun Ratih mengaku tidak tahu angka tepatnya, karena tidak pernah dihitung.

“Ke depannya punya impian untuk membuat rumah singgah bagi anak-anak dari luar pulau yang ingin berobat ke Jakarta. Sehingga bisa membantu mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk mencari tempat tinggal,” tutup Ratih Megasari.

Wah, meskipun sempat terkejut dan bersedih, Ratih bisa bangkit bahkan bisa memberikan banyak manfaat untuk orang lain. Sungguh menginspirasi ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait