Trimester 1

TRIMESTER 1
11 Januari 2021

Redoxon untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?

Apakah aman konsumsi redoxon tiap hari selama kehamilan? Ini faktanya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Selama kehamilan, dokter pasti meminta Moms untuk memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi.

Bahkan dokter juga akan meminta Moms mendapatkan beberapa suplemen makanan, karena dikhawatirkan konsumsi makanan saja tak mampu mencukupinya.

Suplemen juga dibutuhkan supaya Moms tak gampang sakit, sehingga kehamilan bisa berjalan lancar.

Saat sebelum hamil, Moms bisa bebas membeli suplemen yang dijual di pasaran, seperti misalnya redoxon untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C harian. Namun, apakah saat sudah hamil Moms bisa bebas memilih suplemen?

Moms juga pasti bertanya-tanya apakah aman mengonsumsi Redoxon untuk ibu hamil?

Yuk Moms simak ulasan lengkap mengenai keamanan Redoxon untuk ibu hamil dan tips lain untuk memenuhi kebutuhan Vitamin C selama hamil berikut ini!

Baca Juga: 4 Dampak Terlalu Banyak Minum Suplemen Vitamin C

Redoxon untuk Ibu Hamil

Kebutuhan Vitamin C Selama Kehamilam

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, Moms dan bayi di dalam kandungan membutuhkan vitamin C setiap hari.

Ini karena vitamin C penting bagi tubuh untuk membuat kolagen, yakni protein struktural yang merupakan komponen tulang rawan, tendon, tulang, dan kulit.

Mengutip artikel dari Baby Center, ada penelitian pada hewan, beberapa peneliti meyakini bahwa kekurangan vitamin C pada bayi baru lahir bisa mengganggu perkembangan mental.

Vitamin C juga dikenal sebagai asam askorbat, bagi Moms ini sangat penting untuk perbaikan jaringan, penyembuhan luka, pertumbuhan dan perbaikan tulang, dan kesehatan kulit.

Vitamin C bahkan membantu tubuh melawan infeksi dan bertindak sebagai antioksidan, melindungi sel dari kerusakan. Vitamin C juga membantu tubuh menyerap zat besi, terutama dari sumber nabati.

Baca Juga: 20 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Bisa Berbahaya

Tidak semua orang memiliki kebutuhan vitamin C yang sama setiap harinya, misalnya:

  • Wanita hamil usia 18 dan lebih muda membutuhkan 80 miligram (mg) per hari
  • Wanita hamil usia 19 tahun ke atas membutuhkan 85 mg per hari
  • Wanita menyusui usia 18 tahun ke bawah membutuhkan 115 mg per hari
  • Wanita menyusui usia 19 tahun ke atas membutuhkan 120 mg per hari
  • Wanita tidak hamil usia 18 tahun ke bawah membutuhkan 65 mg per hari
  • Wanita tidak hamil usia 19 tahun ke atas membutuhkan 75 mg per hari

Asupan harian yang dijabarkan di atas sebenarnya bisa dipenuhi dengan konsumsi buah dan sayur yang biasa Moms konsumsi setiap hari.

Misalnya saja secangkir penuh stroberi mengandung 85 ml vitamin C, sehingga Ini sudah cukup untuk memenuhi asupan harian wanita hamil.

Cara memenuhi kebutuhan Vitamin C juga bisa didapatkan dari dua jeruk ukuran sedang dengan total vitamin C 140 mg.

Sebetulnya, kebutuhan akan vitamin seperti Redoxon untuk ibu hamil bukan menjadi suatu keharusan. Apalagi, dosis vitamin C tinggi seperti yang terkandung dalam

Redoxon tidak terlalu dibutuhkan wanita hamil. Sebaliknya, Moms bisa memenuhi kebutuhan vitamin C harian dari sumber makanan alami.

Redoxon untuk ibu hamil atau suplemen vitamin C lainnya sebetulnya tidak akan menjadi masalah bagi ibu hamil.

Namun, ibu hamil tetap perlu memerhatikan dosis yang diperlukan dan jangan sampai melewati takaran maksimal.

Ada kekhawatiran bahwa mengonsumsi terlalu banyak vitamin C dalam bentuk suplemen selama kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur. Vitamin C yang berlebihan juga bisa membuat perut Moms jadi sakit.

Alangkah lebih baik lagi jika Moms mendiskusikan dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun selama kehamilan.

Baca Juga: 11 Sumber Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Corona

Perhatikan Hal Ini Jika Hendak Konsumsi Redoxon

mengonsumsi redoxon saat hamil.jpg

Foto: freepik.com

Ingat ya Moms, meski Redoxon dikategorikan sebagai obat bebas, namun suplemen vitamin ini tidak boleh digunakan sembarangan, terlebih jika Moms sedang hamil.

Sebelum mengonsumsi Redoxon saat hamil, Moms perlu memperhatikan beberapa hal-hal, seperti:

  • Jangan mengonsumsi Redoxon jika Moms alergi terhadap vitamin C atau kandungan yang ada di dalam produk ini.
  • Hati-hati dalam mengonsumsi obat ini jika menderita fenilketonuria, penyakit jantung, batu ginjal, hemokromatosis, diabetes, anemia, gangguan kelenjar paratiroid, atau defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD)
  • Konsultasikan penggunaan Redoxon dengan dokter jika sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lainnya.
  • Konsultasikan penggunaan Redoxon dengan dokter jika Moms sedang hamil, menyusui, atau bahkan sedang merencanakan kehamilan.
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Redoxon.

Baca Juga: Berapa Banyak Vitamin C yang Dibutuhkan Tubuh Dalam Sehari?

Ini Gejala Kelebihan Vitamin C

Ini Gejala Kelebihan Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Menurut National Institutes of Health, rata-rata wanita dewasa membutuhkan 70 mg vitamin C sehari. Pria rata-rata membutuhkan 90 mg. Penting untuk mendiskusikan kebutuhan nutrisi individu dengan dokter.

Jumlah maksimum yang disarankan, atau batas atas, 2.000mg per hari untuk semua orang dewasa.

Mengonsumsi lebih dari batas atas vitamin C tidak mengancam jiwa, tetapi Moms mungkin mengalami efek samping seperti:

  • Sakit perut
  • Kram
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Mual (dan kemungkinan muntah)
  • Masalah tidur

Orang dengan hemochromatosis berada dalam bahaya overdosis vitamin C. Kondisi ini menyebabkan tubuh menyimpan zat besi dalam jumlah yang berlebihan, yang diperparah dengan mengonsumsi terlalu banyak vitamin C. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh.

Suplemen vitamin C juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Hal ini terutama berlaku untuk pengobatan penyakit jantung dan kanker. Pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum minum suplemen.

Jika Moms merasa overdosis pada multivitamin atau suplemen, penting untuk segera menghubungi profesional medis. Jangan memuntahkan sendiri vitamin, karena ini bisa berdampak buruk.

Sebelum menghubungi dokter, bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Berapa usia, berat, dan kondisi yang Moms alami?
  • Apa nama produknya?
  • Jam berapa produk diminum?
  • Berapa banyak produk yang diminum?

Baca Juga: 6 Rekomendasi Vitamin C di Bawah 100 Ribu untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Selain Vitamin C, Ini Suplemen Lain yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil

suplemen untuk ibu hamil.jpg

Foto: freepik.com

Sama seperti obat-obatan, dokter harus menyetujui dan mengawasi semua mikronutrien dan suplemen herbal untuk memastikan bahwa mereka diperlukan dan dikonsumsi dalam jumlah yang aman.

Selalu beli vitamin dari merek ternama yang produknya telah dievaluasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Selain redoxon untuk ibu hamil yang mengandung vitamin C, berikut ini juga terdapat beberapa vitamin yang relatif aman selama kehamilan:

1. Vitamin Prenatal

Vitamin prenatal adalah multivitamin yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien yang meningkat selama kehamilan. Mereka dimaksudkan untuk dikonsumsi sebelum konsepsi dan selama kehamilan dan menyusui.

Studi observasi telah menunjukkan bahwa suplemen dengan vitamin prenatal mengurangi risiko kelahiran prematur dan preeklamsia.

Preeklamsia adalah komplikasi yang berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kemungkinan protein dalam urin.

Meskipun vitamin prenatal tidak dimaksudkan untuk menggantikan pola makan sehat, vitamin ini dapat membantu mencegah kesenjangan nutrisi dengan menyediakan mikronutrien ekstra yang sangat dibutuhkan selama kehamilan.

Karena vitamin prenatal mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan, mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral tambahan mungkin tidak diperlukan kecuali disarankan oleh dokter.

2. Folat

Folat adalah vitamin B yang berperan penting dalam sintesis DNA, produksi sel darah merah, dan pertumbuhan serta perkembangan janin.

Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat yang ditemukan di banyak suplemen. Ini akan diubah menjadi bentuk aktif folat (L-metil folat), di dalam tubuh.

Dianjurkan untuk mengonsumsi setidaknya 600 mikrogram (mcg) folat atau asam folat per hari untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf dan kelainan bawaan seperti celah langit-langit dan kelainan jantung.

Mengutip U.S. Library of Medicine, dalam sebuah review dari lima studi acak yang termasuk 6.105 wanita, mengonsumsi asam folat setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko cacat tabung saraf. Selain itu, tidak ada efek samping negatif yang dicatat.

Meskipun folat yang cukup dapat diperoleh melalui makanan, banyak wanita tidak cukup makan makanan kaya folat, sehingga diperlukan suplementasi.

Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan bahwa semua wanita usia subur mengonsumsi setidaknya 400 mcg folat atau asam folat per hari.

Ini karena banyak kehamilan yang tidak direncanakan, dan kelainan kelahiran akibat kekurangan folat dapat terjadi di awal kehamilan, bahkan sebelum kebanyakan wanita mengetahui bahwa mereka hamil.

3. Zat Besi

Kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan selama kehamilan, karena volume darah ibu meningkat sekitar 45 persen.

Zat besi sangat penting untuk transportasi oksigen dan pertumbuhan serta perkembangan bayi dan plasenta yang sehat.

Di Amerika Serikat, prevalensi kekurangan zat besi pada wanita hamil sekitar 18 persen, dan 5 persen dari wanita tersebut mengalami anemia.

Anemia selama kehamilan telah dikaitkan dengan kelahiran prematur, depresi ibu, dan anemia pada bayi.

Asupan zat besi 27 miligram (mg) yang direkomendasikan per hari dapat dipenuhi melalui sebagian besar vitamin prenatal.

Baca Juga: 8 Makanan Sumber Zat Besi untuk Ibu Hamil, Yuk Simak!

Namun, jika Moms mengalami kekurangan zat besi atau anemia, Moms memerlukan dosis zat besi yang lebih tinggi, yang ditangani oleh dokter.

Jika Moms tidak kekurangan zat besi, Moms tidak boleh mengonsumsi lebih dari asupan zat besi yang disarankan untuk menghindari efek samping yang merugikan. Ini mungkin termasuk sembelit, muntah, dan kadar hemoglobin tinggi yang tidak normal.

4. Vitamin D

Vitamin yang larut dalam lemak ini penting untuk fungsi kekebalan, kesehatan tulang, dan pembelahan sel.

Kekurangan vitamin D selama kehamilan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko operasi caesar, preeklamsia, kelahiran prematur, dan diabetes gestasional.
Asupan vitamin D yang direkomendasikan saat ini selama kehamilan adalah 600 IU atau 15 mcg per hari.

Namun, beberapa ahli menyatakan bahwa kebutuhan vitamin D selama kehamilan jauh lebih tinggi.

5. Magnesium

Magnesium adalah mineral yang terlibat dalam ratusan reaksi kimia dalam tubuh. Ini memainkan peran penting dalam fungsi kekebalan, otot, dan saraf.

Kekurangan mineral ini selama kehamilan dapat meningkatkan risiko hipertensi kronis dan persalinan prematur.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplemen magnesium dapat mengurangi risiko komplikasi seperti hambatan pertumbuhan janin dan kelahiran prematur.

Baca Juga: 9+ Sayuran Terbaik untuk Program Hamil, Bisa Tingkatkan Kesuburan!

Ini Suplemen yang Harus Dihindari Selama Kehamilan

suplemen berbahaya untuk ibu hamil.jpg

Foto: freepik.com

Meskipun beberapa suplemen dilengkapi dengan beberapa mikronutrien dan herbal aman untuk wanita hamil, banyak di antaranya harus dihindari, atau dihindari dalam jumlah tinggi.

Ingat, Moms harus selalu periksa dengan dokter sebelum menambahkan suplemen tambahan apa pun di luar vitamin prenatal. Beberapa suplemen yang perlu dihindari, antara lain:

1. Vitamin A

Moms akan sering menemukan vitamin A dalam vitamin prenatal karena itu sangat penting.

Meskipun vitamin ini sangat penting untuk perkembangan penglihatan janin dan fungsi kekebalan tubuh, terlalu banyak vitamin A dapat berbahaya. Mengingat bahwa vitamin A larut dalam lemak, tubuh akan menyimpan jumlah berlebih di hati.

Akumulasi ini dapat menimbulkan efek racun pada tubuh dan menyebabkan kerusakan hati. Bahkan bisa menyebabkan cacat lahir.

Misalnya, jumlah vitamin A yang berlebihan selama kehamilan terbukti menyebabkan kelainan bawaan lahir.

Antara vitamin prenatal dan makanan, Moms harus bisa mendapatkan cukup vitamin A, dan suplementasi tambahan di luar vitamin prenatal tidak disarankan.

Baca Juga: 5 Tanda Bahwa Rambut Kita Butuh Vitamin, Ketahui Sekarang Juga!

2. Vitamin E

Vitamin yang larut dalam lemak ini memainkan banyak peran penting dalam tubuh dan terlibat dalam ekspresi gen dan fungsi kekebalan.

Meskipun vitamin E sangat penting untuk kesehatan, Moms disarankan untuk tidak menambahkannya.

Suplementasi ekstra dengan vitamin E belum terbukti meningkatkan hasil untuk ibu atau bayi dan malah dapat meningkatkan risiko sakit perut dan pecahnya kantong ketuban dini.

Itulah yang perlu diperhatikan mengenai redoxon untuk ibu hamil, dan beberapa informasi lain mengenai suplemen kehamilan.

Ingat ya Moms, pastikan untuk selalu mendiskusikannya dengan dokter sebelum minum suplemen apa pun.

Artikel Terkait