Kesehatan Umum

29 April 2021

Mengenal Retainer Gigi Fungsi, Jenis, dan Harganya

Retainer gigi bukanlah alat yang boleh digunakan sembarangan tanpa petunjuk ahli
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms atau keluarga mungkin telah mengetahui atau pernah menjalani perawatan untuk merapikan gigi dengan kawat gigi. Tetapi sudahkah Moms dan keluarga mengetahui tentang retainer gigi?

Tidak sedikit orang yang menyangka bahwa retainer gigi adalah opsi lain merapikan gigi selain menggunakan kawat gigi karena fungsinya yang juga sama-sama meratakan posisi gigi.

Namun, menurut Cochrane Study, retainer gigi adalah alat yang digunakan untuk menjaga gigi tetap rapi setelah dirapikan oleh kawat gigi.

Retainer gigi bisa digunakan dalam kurun waktu empat hingga enam bulan untuk posisi gigi baru berada pada keadaan tetap atau permanen.

Nah, selama periode tersebut, gigi berpeluang untuk kembali ke posisi awalnya yang disebut sebagai relapse.

Baca Juga: Anak Takut ke Dokter Gigi? Coba Cara Ini!

Fungsi Retainer Gigi

Fungsi retainer gigi

Foto: freepik.com

Dalam usaha merapikannya, setelah gigi berada pada posisi baru setelah menggunakan kawat gigi, efek dari mengunyah, pertumbuhan gigi bisa membuat gigi kembali ke posisi awalnya yang disebut sebagai relapse.

Hal ini membuat dokter gigi biasanya akan merekomendasikan mereka dengan kondisi gigi seperti ini untuk menggunakan retainer. Jadi, retainer bukanlah pengganti atau opsi lain merapikan gigi selain dari kawat gigi.

Retainer terdiri dari dua jenis, yakni removable (dapat dibuka dan dipakai kembali) dan permanen.

Retainer removable disarankan untuk digunakan sesuai anjuran dokter gigi atau ketika manfaat menggunakan kawat gigi sebelumnya bisa saja hilang. Namun, aturan pakai retainer gigi juga tidak sembarangan.

Hasil survei penelitian yang dipublikasikan dalam Progress in Orthodontics menunjukkan bahwa instruksi paling umum adalah menggunakan retainer setiap hari, tujuh hari dalam satu minggu selama satu tahun kawat gigi dilepas.

Beberapa dokter gigi juga merekomendasikan retainer gigi untuk digunakan hanya pada malam hari. Karena instruksinya sangat bervariasi, penting untuk berkonsultasi dengan dokter gigi sebelum menggunakan retainer gigi agar mendapatkan rekomendasi yang tepat sesuai dengan kondisi gigi.

Setelah mulai menggunakan retainer, dokter gigi biasanya akan memeriksa gigi untuk memastikan retainer tidak akan membuat gigi bergerak dan tetap berada pada posisi yang permanen.

Dokter gigi juga biasanya akan menyesuaikan atau memperbaiki retainer jika diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

Umumnya, pengguna retainer akan menjalani pemeriksaan 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan setelah kawat gigi dilepas.

Baca Juga: Gigi Anak Tumbuh Tidak Rapi, Apa Sebabnya?

Jenis Retainer Gigi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, retainer terbagi atas dua jenis, yakni retainer removable dan retainer permanen yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing jenis retainer.

1. Retainer Gigi Removable

Retainer yang bisa dilepas

Foto: dentalmovemints.com

Kelebihan dari jenis retainer gigi removable adalah:

  • Retainer gigi removable mudah dilepas ketika ingin makan dan menyikat gigi
  • Relatif mudah dan nyaman untuk didapatkan

Sementara, kelemahan retainer gigi removable adalah:

  • Bisa salah tempat atau hilang ketika tidak berada di mulut, terutama jika tidak disimpan dalam wadah khusus
  • Mudah rusak jika dibiarkan dan tidak dirawat
  • Dapat menyebabkan produksi air liur yang berlebih
  • Tumbuhnya bakteri pada retainer

Masalah terbesar untuk retainer gigi removable adalah posisi gigi lebih rentan kembali ke posisi semula. Hal ini bisa terjadi apabila penggunanya kehilangan retainer, tidak menggantinya, atau tidak menggunakan retainer sesuai dengan instruksi dokter gigi.

Jadi, jika penggunaannya tidak sesering yang dianjurkan oleh dokter, gigi bisa saja bergerak relapse.

Retainer gigi removable juga harus dilepas dan dibersihkan dengan sikat gigi yang lembut setiap harinya. Beberapa dokter gigi juga merekomendasikan untuk merendam retainer dalam air hangat untuk mencegah bakteri berkembang.

Baca Juga: Yuk Kenali 3 Tahapan Tumbuh Kembang Gigi Anak!

Dari bentuk dan bahannya, retainer gigi removable terbagi atas dua jenis, yakni:

  • Retainer Hawley

Retainer hawley biasa juga disebut sebagai retainer kawat karena terbuat dari kawat logam tipis dan plastik atau akrilik agar sesuai dengan posisi gigi bagian dalam.

Kawat logam umumnya akan melintas di bagian luar gigi untuk mempertahankan posisi gigi tetap selaras meskipun penggunaannya bisa dilepas dan dipakai kembali.

Retainer hawley memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Bentuk retainer dapat disesuaikan ketika pertama kali dipakai atau ketika perlu penyesuaian di kemudian hari mengikuti bentuk gigi
  • Sedikit lebih tahan lama daripada retainer plastik
  • Dapat diperbaiki jika rusak
  • Bisa bertahan selama bertahun-tahun jika digunakan dan dirawat dengan baik
  • Gigi bagian atas dan bawah menyentuh retainer secara alami

Sementara kekurangan dari retainer gigi hawley adalah:

  • Memengaruhi pelafalan saat berbicara
  • Terlihat lebih jelas dibandingkan dengan retainer lainnya
  • Kawat dapat membuat bibir dan dinding mulut iritasi

Baca Juga: Hindari 3 Penyebab Utama Balita Takut ke Dokter Gigi Berikut Ini, Moms

  • Retainer Plastik Bening

Sama seperti retainer hawley, jenis retainer gigi ini pun dapat dilepas dan mengikuti posisi baru gigi setelah memakai kawat. Jenis retainer plastik bening juga sering disebut sebagai retainer termoplastik dan vakum.

Untuk membuat jenis retainer ini, dibutuhkan cetakan gigi berbahan plastik bening atau poliuretan yang sangat tipis, kemudian dipanaskan dan disedot di sekitar cetakan.

Retainer gigi plastik bening ini memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Hampir tidak terlihat, sehingga para pengguna cenderung lebih rajin menggunakan jenis retainer ini dan kemungkinan relapse akan lebih kecil
  • Lebih kecil dan lebih nyaman dibandingkan retainer hawley
  • Tidak terlalu memengaruhi pelafalan ketika berbicara

Di sisi lain, kekurangan dari jenis retainer plastik bening adalah:

  • Tidak dapat disesuaikan jika memerlukan perbaikan sehingga retainer ini perlu diganti jika mengalami kerusakan atau posisi gigi berubah
  • Tidak dapat diperbaiki jika retak dan hancur
  • Bisa memengaruhi gaya bicara jika dibandingkan dengan retainer gigi permanen
  • Bisa meleleh jika terkena panas
  • Cenderung bisa berubah warna dan bahkan terlihat jika dibiarkan dari waktu ke waktu
  • Gigi atas dan bawah tidak bisa menyentuh retainer ini secara alami
  • Retainer ini juga bisa menyebabkan kotoran mengendap pada gigi sehingga menghasilkan karang gigi

Sementara itu, retainer plastik bening memang jauh lebih populer dibandingkan dengan retainer hawley, karena tidak mengganggu rasa percaya diri pengguna yang merasa khawatir akan tampilan kawat di giginya.

Baca Juga: Gigi Anak Berubah setelah Jatuh, Haruskah ke Dokter Gigi?

2. Retainer Gigi Permanen

Retainer gigi permanen

Foto: specialtyappliances.com

Jenis retainer gigi permanen terbuat dari kawat padat melengkung agar sesuai dengan bentuk gigi baru. Kawat akan direkatkan langsung ke bagian dalam gigi agar tidak bergerak.

Retainer ini disebut permanen karena tidak dapat dilepas kecuali oleh dokter gigi.

Jenis retainer ini umumnya direkomendasikan oleh dokter gigi untuk digunakan oleh orang-orang dengan peluang relapse lebih tinggi seperti anak kecil yang sering mangkir mengikuti instruksi yang dianjurkan.

Retainer yang dilepas juga seringkali menimbulkan plak, tartar, dan iritasi mulut, sehingga retainer gigi removable digunakan untuk waktu yang lebih panjang.

Retainer gigi permanen memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Durasi pemakaian yang sudah ditentukan
  • Tidak mudah terlihat
  • Tidak memengaruhi sedikit pun pelafalan saat berbicara
  • Merekat terus pada gigi sehingga tidak akan kesempatan untuk salah tempat atau hilang
  • Tidak mudah rusak

Adapun, kekurangannya dari retainer gigi permanen adalah:

  • Sulit untuk menjaga kebersihan mulut terutama saat membersihkan karang gigi
  • Retainer ini tidak dapat dilepas sehingga mungkin membuat penggunanya tidak nyaman
  • Berpotensi membuat gusi iritasi

Seperti halnya gigi, retainer gigi permanen juga harus dibersihkan setiap hari. Menggunakan benang gigi direkomendasikan untuk membersihkan sisa makanan, plak atau tartar di bagian bawah kawat.

Baca Juga: Ini Dia 5 Cara Menghilangkan Sakit Gigi Akibat Berlubang

Harga Retainer Gigi

Untuk memasang retainer gigi, Moms atau keluarga perlu datang ke dokter gigi yang memasang kawat gigi sebagai bentuk perawatan gigi lanjutan. Biasanya retainer gigi akan direkomendasikan menurut bentuk dan kondisi gigi pasien.

Untuk harga retainer gigi hawley dibanderol mulai dari Rp810.000 untuk satu rahang. Sedangkan harga retainer plastik bening mulai dari Rp1.000.000 untuk satu rahang.

Jika ingin memasang retainer permanen, harganya mulai dari Rp1.900.000 untuk satu rahang.

Perlu dicatat harga retainer gigi ini dapat berbeda di tiap dokter gigi.

Baca Juga: Cegah Gigi Berlubang pada Anak dengan Rajin Sikat Gigi, Ini Tips dari Dokter Spesialis Gigi Anak

Moms dan Dads mungkin menemukan retainer gigi dijual bebas di e-commerce dengan harga sangat murah. Namun sebaiknya hindari retainer gigi yang tidak dikonsultasikan dengan dokter gigi. Selain tidak terjamin higienis, retainer yang digunakan tanpa petunjuk dokter gigi dapat mengancam kesehatan mulut.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5632597/
  • https://www.cochranelibrary.com/cdsr/doi/10.1002/14651858.CD002283.pub4/full?cookiesEnabled
  • https://www.healthline.com/health/retainer-types
  • https://hdmall.id/klinik-gigi/retainer
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait