Bayi

BAYI
26 Mei 2020

Risiko Bayi Kena COVID-19 Kecil, Tapi Moms Harus Tetap Waspada!

Gejala bayi kena COVID-19 cenderung lebih ringan, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Wabah penyakit yang disebabkan virus corona atau COVID-19, belum juga berakhir hingga akhir Mei 2020 ini. Bukan hanya menyerang orang dewasa, anak-anak, bahkan bayi pun punya risiko terkena virus tersebut.

Namun memang jumlah bayi terpapar virus corona di Indonesia sangat minim dibandingkan usia remaja, dewasa, dan lansia.

Namun, penting bagi Moms mewaspadai risiko bayi kena corona, sebab sistem kekebalan tubuh mereka yang belum matang, ditambah saluran pernapasannya lebih kecil.

Mayo Clinic melansir sebuah penelitian di Tiongkok, sebanyak di bawah 11 persen bayi masuk dalam daftar 2.100 anak COVID-19 pada Desember dan awal Februari.

Rincinya 7 persen di antaranya ialah bayi di bawah usia 1 tahun, dengan keparahan yang kritis. Lantas, bagaimana cara mencegah bayi kena corona?

Baca Juga: Apakah Bayi Harus Memakai Masker Saat Pandemi Covid-19?

Cara utama mencegah risiko bayi kena corona adalah Moms yang sedang mengandung tidak sering mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek kandungan.

Seperti yang diungkapkan Franka Cadée, Presiden Konfederasi Bidan Internasional dalam laman resmi organisasi pendanaan anakPBB (Unicef).

"Saya berharap bahwa wanita hamil lebih jarang menemui profesional kesehatan mereka, untuk melindungi mereka dan profesional kesehatan dari infeksi (COVID-19),” kata Cadee.

Risiko Bayi Kena Corona dari Ibu

Meski Risiko Bayi Kena Corona Kecil, Moms Tetap Waspada Ya…

Foto: Orami Photo Stock

Sejauh ini, bayi baru lahir dapat terinfeksi COVID-19 saat dilahirkan atau karena terpapar pengasuh/perawatnya yang sakit.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan perawatan khusus untuk bayi baru lahir yang lahir dari wanita diduga atau terkonfirmasi COVID-19.

Termasuk memisahkan sementara ibu dan bayi baru lahir untuk mengurangi risiko menginfeksi bayi, memantau bayi untuk tanda-tanda infeksi.

Merawat Bayi Baru Lahir di Tengah Pandemi

Meski Risiko Bayi Kena Corona Kecil, Moms Tetap Waspada Ya…

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang memiliki COVID-19 umumnya tidak dapat dites karena kurangnya ketersediaan perangkat khusus bayi. Selain itu bayi yang tidak memiliki gejala dapat segera dipulangkan dari rumah sakit, tergantung pada kondisinya.

Dianjurkan agar pengasuh bayi memakai masker wajah dan mencuci tangan untuk melindungi diri. Jika di masa luar pandemi, bayi baru lahir perlu pemantauan intensif, kali ini sangat direkomendasikan konsultasi kesehatan melalui telepon dan kunjungan virtual.

Jika memungkinkan, bayi yang dites negatif COVID-19 dapat dikirim pulang dari rumah sakit. Sampai ibu yang terduga atau terkonfirmasi virus corona pulih, disarankan untuk meminimalkan kontak dekat dengan bayi.

Baca Juga: Pastikan 6 Kebutuhan Bayi Ini Ada Selama Pandemi Covid-19

Gejala COVID-19 pada Bayi

Meski Risiko Bayi Kena Corona Kecil, Moms Tetap Waspada Ya…

Foto: Orami Photo Stock

Dibandingkan orang dewasa, gejala bayi kena corona cenderung ringan dan tubuhnya bersuhu lebih dingin. Sebagian besar anak pulih dalam satu hingga dua minggu.

Gejala mereka dapat meliputi:

  • Demam
  • Pilek
  • Batuk
  • Lunglai
  • Rewel
  • Muntah
  • Diare

Jika bayi di rumah memiliki gejala tersebut dan Moms mencurigainya menderita COVID-19, hubungi fasilitas kesehatan Anda. Jauhkan anak Anda di rumah dan jauh dari orang lain sebanyak mungkin, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis.

Jika memungkinkan, mintalah anak Anda menggunakan kamar dan kamar mandi terpisah dari anggota keluarga. Ikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pemerintah mengenai tindakan karantina dan isolasi yang sesuai.

Selain Gejala Perhatikan Juga Hal Ini

Meski Risiko Bayi Kena Corona Kecil, Moms Tetap Waspada Ya…

Foto: Orami Photo Stock

Jika dilihat sepintas, gejala terserang COVID-19 pada anak sangat mirip flu atau radang tenggorokan. Namun, Moms perlu memperhatikan ketentuan lain di samping gejala, seperti dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan Indonesia.

Sesuai anjuran pemerintah, dokter akan lebih dulu menelusuri kontak yang dilakukan dan riwayat perjalananan selama 14 hari terakhir.

Di tingkat Puskesmas, dokter dapat melakukan tes dengan perangkat rapid test. Jika hasilnya positif, dapat dirujuk untuk uji swab dengan mengambil sampel dari belakang hidung.

Sampel tersebut kemudian dikirim ke laboratorium dengan alat PCR untuk tes corona lebih lanjut pada bayi.

Baca Juga: 7 Gerakan Olahraga Bersama Bayi di Rumah Saat Pandemi COVID-19

Meskipun risiko bayi terkena corona lebih kecil ketimbang orang dewasa, tidak ada salahnya untuk melakukan antisipasi kan Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait