Rupa-rupa

11 Agustus 2021

Kenalkan Si Kecil dengan Rumah Boyang, Rumah Adat Sulawesi Barat

Memiliki ciri dari arsitekturnya yang khas
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms pernahkah mendengar rumah Boyang? Ternyata, rumah Boyang adalah rumah adat Sulawesi Barat yang ditinggali oleh suku Mandar, lho.

Suku Mandar merupakan suku mayoritas yang mendiami provinsi Sulawesi Barat.

Rumah adat Sulawesi Barat ini memiliki sebuah desain arsitektur yang unik, sehingga menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik.

Ditambah, Sulawesi Barat dengan ibu kota Mamuju menjadi kawasan dengan potensi wisata yang terbilang tinggi.

Penasaran dengan rumah adat Sulawesi Barat ini? Simak informasi lengkapnya!

Baca Juga: 4 Budaya Jakarta yang Wajib Diperkenalkan ke Anak

Rumah Adat Sulawesi Barat

Rumah-Adat-Sulawesi-Barat-1.png

Foto: rumah.com

Provinsi Sulawesi Barat banyak dihuni oleh suku Mandar sehingga arsitek yang diusung dalam rumah adatnya juga berasal dari kebudayaan maupun tradisinya.

Namun, kini tradisinya telah bercampur dengan kebudayaan Makassar dan Bugis. Sehingga jika melihatnya sekilas rumah adatnya mirip dengan kedua suku tersebut. Namun, jika dilihat lebih dekat ada banyak perbedaan dari bangunan suku ini.

1. Struktur Rumah Boyang

Rumah adat Sulawesi Barat ini terbuat dari bahan kayu dan termasuk ke dalam rumah panggung dengan jenis tiang yang tidak ditancapkan atau ditanam ke tanah.

Tinggi dari tiangnya sendiri rata-rata 2 meter, sehingga rumah ini terlihat sangat tinggi.

Tiang yang berada di rumah adat ini berbeda-beda dari satu sama lain dan disesuaikan dengan status sosial pemiliknya.

Jumlah anak tangga yang menjadi akses menuju rumah biasanya terdiri dari jumlah ganjil, antara 7 hingga 13 anak tangga.

2. Pembagian Ruangan Rumah Boyang

Ada 7 pembagian ruang atau kamar pada rumah Boyang, 3 di antaranya merupakan lotang utama dan 4 diantaranya adalah lotang tambahan.

Masing masing lotang tentunya memiliki fungsi yang berbeda. Lotang utama terdiri dari Samboyang, Tangnya Boyang dan Bui Boyang.

Semantara untuk Lotang tamabahan terdiri dari Lego lego, Tapang, Paceko serta naong boyang.

Samboyang merupakan ruangan yang terletak di bagian depan rumah tau bisa disebut dengan teras. Ruangan ini memiliki fungsi untuk tempat berkumpul dan juga digunakan untuk menerima tamu

Sementara untuk Tangnya Boyang terletak di bagian tengah dari rumah dan berfungsi untuk berkumpul bersama keluarga.

Ruangan utama dalam Boyang selanjutnya adalah Bui Boyang. Bui Boyang merupakan tempat yang berupa kamar dan berada di bagian belakang dari Biyang.

Sementara untuk lotang tambahan yang pertama yaitu Tapang. Tapang terletak di bagian loteng rumah adat Boyang ini dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang atau gudang.

Dahulu, bagian rumah adat Sulawesi Barat ini digunakan pengantin untuk berdiam diri dan melakukan rangkaian adat sebelum pernikahan.

Sedankan Paceko yang berarti dapur dalam istilah yang sering digunakan oleh masyarakat Sulawesi Barat. Bagian ini terletak menyilang pada bagian utama rumah.

Paceko juga merupakan tempat para wanita dan gadis mengolah makanan. Di paceko juga ada ruangan yang bersatu dengan kamar mandi yaitu pattemenagang.

Ruang tambahan yang lain adalah Lego-lego, yaitu berupa teras namun dengan atap di atasnya. Hanya saja ruangan ini tidak memiliki dinding mirip beranda. Dahulu, Lego-lego digunakan untuk tempat menenun.

Yang terakhir adalah Naong Boyang atau kolong rumah yang biasanya digunakan sebagai tempat menyimpan ternak.

Baca Juga: 7 Rumah Adat Jawa Barat Beserta Artinya

3. Filosofi Rumah Boyang

Bagian dari budaya sudah pasti memiliki filosofi dibaliknya, begitu pula rumah adat Sulawesi Barat satu ini.

Rumah adat Sulawesi Barat ini dibuat dengan menghormati nilai luhur yang ada. Masyarakat suku harus terlebih dahulu mengadakan musyawarah dan memanggil pappapia boyang atau seorang ahli bangunan.

Musyawarah tersebut dilakukan sebagai salah satu cara untuk meminta izin sekaligus mengetahui jenis dan bentuk rumah yang akan dibangun.

Pembangunan rumah adat juga harus dibuat dan mengikuti waktu yang baik dan menghindari waktu buruk. Hal ini biasa disebut sebagai putika dan masyarakat harus mengikutinya agar bangunan tersebut tidak membawa bala atau kesialan.

Baca Juga: 10 Fakta Midodareni, Rangkaian Upacara Adat Jawa sebelum Pernikahan

Rumah adat Sulawesi Barat ini juga harus menghadap ke arah timur atau ke arah terbitnya matahari.

Ini dikarenakan masyarakat percaya rumah yang menghadap ke arah timur adalah simbol dari keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia.

Setiap ornamen yang terdapat di rumah adat Boyang memiliki nilai-nilai filosofis dan dipercaya sebagai identitas sosial dari suku Mandar.

4. Jenis Rumah Adat Boyang

Ada 2 jenis rumah adat Sulawesi Barat, yaitu Rumah Boyang Adaq dan Rumah Boyang Beasa.

Rumah yang dihuni oleh masyarakat dengan tingkat sosial tinggi atau bangsawan disebut dengan rumah Boyang Adaq.

Sementara itu, rumah yang dihuni oleh warga biasa disebut dengan rumah Boyang Beasa.

Baca Juga: 8 Prosesi Pernikahan Adat Aceh yang Sakral

Nah itu dia Moms informasi seputar rumah adat Sulawesi Barat. Semoga dapat memperluas wawasan, ya!

  • https://www.rumah.com/panduan-properti/rumah-adat-sulawesi-barat-36056
  • https://www.celebes.co/rumah-adat-sulawesi-barat
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait