Rupa-rupa

14 Juli 2021

Mengenal Rumah Limas, Rumah Adat Sumatera Selatan dan Keunikannya

Sumatera Selatan tak hanya dikenal dengan kuliner khasnya saja
placeholder

Foto: gpswisataindonesia.info

placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms familiar dengan rumah adat Sumatera Selatan dan keunikannya?

Sumatera Selatan merupakan terletak di bagian selatan Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan ini memiliki ibukota di Palembang.

Sumatera Selatan tak hanya dikenal dengan kuliner khasnya saja yakni pempek Palembang, namun juga rumah adat Limas yang unik dan menarik untuk diketahui sejarahnya.

Dinamai Rumah Limas, karena atapnya berbentuk limas dan dibandingkan dengan berbagai macam komponen bangunan yakni kerangka, atap, dinding, lantai, pintu, dan tiang penyangga.

Baca Juga: Selain Joglo, Inilah 7 Rumah Adat Jawa Timur Lainnya

Mengutip dari buku berjudul Sumatera Selatan memasuki era pembangunan jangka panjang tahap kedua (1993), Rumah Limas dibangun di tepi sungai dan menghadap ke barat atau yang disebut Matoari Edop artinya matahari terbit atau kehidupan baru.

Sedangkan Rumah Limas yang menghadap ke timur disebut Matoari Mati artinya matahari terbenam atau melambangkan akhir kehidupan.

Ada banyak sejarah, simbol, dan makna mendalam pada rumah adat Sumatera Selatan yang tentunya unik dan penting untuk diketahui. Dalam artikel ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai keunikan Rumah Limas.

Baca Juga: Jenis Rumah Adat Sumatera Barat dan Keunikannya yang Moms Wajib Tahu!

Mengenal Rumah Adat Sumatera Selatan dan Keunikannya

Rumah adat Sumatera Selatan

Foto: Instagram/ suburknockdownrumahkayu

Rumah adat Sumatera Selatan yakni Rumah Limas bergaya menyerupai rumah panggung dengan lima tingkat di dalamnya. Tingkatan tersebut memiliki filosofi yang mendalam menyesuaikan aspek geografi dan kepercayaan masyarakat setempat.

Nah, berikut ini keunikan Rumah Limas yang tak akan dijumpai pada rumah adat provinsi lainnya. Yuk, Moms, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: Jangan sampai Tertukar, Ini Berbagai Varian Pempek yang Perlu Moms Tahu!

1. Memiliki Ruangan Bertingkat di Dalam Rumah

Di dalam rumah adat Sumatera Selatan, terdapat ruangan bertingkat yang disebut 'bengkilas' atau berjenjang. Ruangan ini hanya dignakan oleh tuan rumah ketika memiliki hajatan seperti kenduri dan pertemuan keluarga.

Saat tuan rumah menerima tamu yang memiliki kedudukan sosial biasa saja, seperti masyarakat umum, maka ia akan menempatkan tamu di teras atau di tingkatan kedua.

Semakin tinggi kedudukan sosial tamu yang datang, maka semakin tinggi tingkatannya. Selain itu, sistem penerimaan tamu tersebut disusun berdasarkan umur, kedudukan dalam keluarga, maupun pekerjaan dan pemerintahan.

Pada bagian sebelah tangga rumah, sebelum masuk ke tingkatan-tingkatan tersebut, disediakan tempayan atau gentong berisi air untuk mencuci kaki.

Baca Juga: Belajar Sejarah Kota Jakarta bersama Si Kecil, Yuk ke Museum!

2. Bentuk Rumah Limas

Rumah adat Sumatera Selatan dibangun dengan gaya rumah panggung. Umumnya, ukuran Rumah Limas minimal 15 x 30 m hingga 20 x 60 m.

Keunikan rumah adat Sumatera Selatan ini ialah bangunannya yang dihiasi dengan ukiran khas Palembang di bagian kusen, dinding antara ruang kamar, hingga jendela yang tentunya mempercantik tampilan Rumah Limas.

Selain itu, Rumah Limas juga dibuat di atas tiang kayu unglen yang tahan air. Kerangka Rumah Limas terbuat dari kayu seru yang langka. Karena kelangkaannya, kayu seru tidak dibuat sebagai alas rumah karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, kayu seru tidak boleh diinjak maupun dilangkahi.

Sementara itu, pada bagian dinding, jendela, pintu, dan lantai, Rumah Limas terbuat dari kayu tembesu dengan karakterisitik yang kokoh dari segi ekologi dan murah.

Baca Juga: Mengenal Berbagai Rumah Adat Papua, Jenis, dan Keunikannya

3. Filosofi Rumah Limas

Rumah adat Sumatera Selatan

Foto: Instagram/ suburknockdownrumahkayu

Melansir dari buku berjudul Rumah limas Palembang konsep tata ruang dan pengaruh Jawa (2008), seperti yang dijelaskan sebelumnya, rumah adat Sumatera Selatan ini memiliki tingkatan, dan setiap tingkatannya mengandung makna filosofis yang mendalam.

Dijelaskan bahwa Rumah Limas terdiri dari lima tingkatan dengan arti, makna, dan fungsi yang berbeda-beda.

Kelima tingkatan ruangan tersebut diatur dengan filosofi Kekijing, yang berarti setiap ruangannya diatur berdasarkan anggota keluarga yang menghuni rumah tersebut. Mulai dari usia, jenis kelamin, bakat, pangkat jabatan, dan martabat.

Berikut ini tingkatan dan makna filosofis Rumah Limas:

Baca Juga: 5 Daerah Destinasi Wisata Kuliner di Indonesia, Boleh Dicoba!

  • Tingkat Pertama (Pagar Tenggalung)

Pada tingkatan pertama ini terdiri dari ruangan yang terhampar luas tanpa dinding pembatas atau sekat. Umumnya, pada tingkat pertama ini digunakan untuk menerima tamu yang saat diadakan acara adat.

Meskipun penuh sesak dengan tamu yang datang, orang luar tidak dapat melihat aktivitas penghuni dan tamu dari luar. Sebaliknya, tamu maupun tuan rumah yang ada di dalam bisa melihat aktivitas masyarakat di luar rumah.

Keunikan ruangan tingkat pertama ini adalah adanya pintu lawang kipas dan ketika dibuka ia akan membentuk lang-langit ruangan yang indah dengan ukiran khas Palembang.

Baca Juga: Ini 5 Lokasi Wisata Lampung yang Patut Dikunjungi Saat Liburan

  • Tingkat Kedua (Jogan)

Pada tingkat kedua rumah adat Sumatera Selatan ini digunakan sebagai tempat berkumpul untuk para anggota keluarga yang berjenis kelamin laki-laki.

Dibandingkan tingkatan pertama, pada tingkat kedua ini memiliki sekat dan ruang-ruang yang lebih privasi dan lantainya pun lebih tinggi.

Baca Juga: 7+ Makanan Khas Lampung yang Tidak Boleh Dilewatkan, Nikmat!

  • Tingkat Ketiga (Kekijing)

Sementara itu, pada tingkat ketiga Rumah Limas, dipakai untuk tamu khusus ketika pemilik rumah mengadakan hajatan atau rapat. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), di hari-hari biasa, kekijing digunakan sebagai tempat tidur atau gudang penyimpanan barang-barang.

Namun, jika pemilik rumah memiliki anak gadis yang sudah beranjak dewasa, maka dapat dijadikan kamar untuk si anak gadis tersebut. Nah, ketika sang anak menikah maka ruangan kekijing ini dijadikan sebagai kamar pengantin.

Selain itu, ketika ada acara adat, kekijing dijadikan sebagai ruangan untuk serbaguna.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Lampung Hari Ini

  • Tingkat Keempat

Pada tingkat keempat rumah adat Sumatera Selatan, digunakan khusus untuk orang-orang atau tetua yang dihormati atau memiliki ikatan darah dengan pemilik rumah.

Contoh, Dapunto atau datuk, yakni tamu yang dituakan dan dihormati dalam keluarga.

Baca Juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Lampung dan Maknanya

  • Tingkat Kelima (Gegajah)

Semantara itu, di tingkat kelima atau yang dikenal dengan gegajah ini merupakan ruangan paling luas dibandingkan dengan ruangan lainnya.

Ruangan Gegajah dianggap lebih istimewa dan privasi karena hanya orang-orang tertentu saja yang boleh memasuki ruangan tersebut serta memiliki kedudukan tinggi dalam keluarga maupun masyarakat.

Pada ruangan tersebut, terdapat undukan lantai yang digunakan untuk bermusyawarah atau dikenal dengan sebutan Amben.

Baca Juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Lampung dan Maknanya

Itulah keistimewaan dan keunikan rumah adat Sumatera Selatan yakni Rumah Limas. Tentunya, Rumah Limas termasuk dalam cagar budaya yang patut dilestarikan keberadaannya.

Jika berkunjung ke Sumatera Selatan, jangan lupa mampir ke Rumah Limas ya, Moms.

  • https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/14/194500369/rumah-limas-rumah-tradisional-sumatera-selatan?page=all
  • https://indonesia.go.id/ragam/budaya/kebudayaan/filosofi-dibalik-uniknya-rumah-limas-sumatera-selatan
  • https://www.andalastourism.com/rumah-adat-sumatera-selatan
  • https://interaktif.kompas.id/baca/rumah-adat-sumatera-selatan-harmoni-yang-memudar-1/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait