Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Apr 5, 2018

Sakit Betis Ketika Hamil, Wajarkah?

Bagikan


Tanya : 

Dok saya terbiasa bekerja berdiri dan berjalan dalam waktu yang cukup lama,dan membawa barang cukup berat.

Setelah saya hamil 6 minggu kemudian saya berhenti, tapi betis saya kedua nya jadi sakit, apa itu karena sakit ketika kemarin bekerja ketika hamil atau karena saya berhenti dari rutinitas pekerjaan saya?

Jawab : 

Nyeri pada paha dan betis bisa saja disebabkan karena kehamilan, karena perubahan pusat sumbu berat tubuh dan akibat perubahan postur. Tekanan di daerah panggul juga dapat menghambat pembuluh darah balik sehingga alirannya menjadi kurang lancar dan dapat terjadi pembengkakan pada kaki.

Tetapi, sebaiknya Anda tetap waspada dan memeriksakan diri karena bisa saja nyeri pada paha dan betis disebabkan karena hal lainnya, misalnya:

1. Cedera atau ketegangan otot, ligamen atau tendon

2. Masalah pada saraf tulang belakang atau saraf pada kaki. Pada saat kehamilan, saraf sciatic bisa tertekan dan menyebabkan nyeri

3. Masalah pada persendian misalnya dislokasi, radang sendi

4. Keretakan/patah tulang

5. Gangguan pada pembuluh darah, misalnya varises, DVT, dll

Masih banyak kemungkinan lain, sehingga sebaiknya Anda memeriksakan diri pada dokter untuk memastikan penyebabnya.

Saat ini bisa dicoba dengan mengurangi aktivitas/mengistirahatkan kaki sementara waktu, mengompres dingin di bagian yang nyeri.

Sebaiknya tidak sembarangan meminum obat tanpa konsultasi dokter mengingat Anda sedang hamil. Pantaulah kenaikan berat badan Anda selama hamil, jangan terlalu sedikit maupun terlalu banyak.

Dijawab oleh : dr. Ayu Andrian Putri

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.