Kesehatan

13 Juni 2021

Sakit Kepala Bagian Atas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Menanggulanginya di Sini

Sakit kepala bagian atas, bagaimana rasanya?
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Karla Farhana

Merasakan sakit kepala tentu bukan pengalaman yang menyenangkan. Dan ternyata, setiap jenis sakit kepala dapat menghasilkan gejala uniknya sendiri. Sakit kepala bagian atas misalnya, dapat menyebabkan sensasi beban berat diletakkan di atas kepala. Pernah merasakannya, Moms?

Mengidentifikasi dengan tepat jenis sakit kepala yang sedang dialami sangat penting untuk menemukan perawatan yang tepat dan mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Menurut Mayo Clinic, sakit kepala adalah nyeri di setiap bagian kepala.

Sakit kepala dapat terjadi di satu atau kedua sisi kepala, terisolasi pada lokasi tertentu, menyebar ke seluruh kepala dari satu titik, atau memiliki kualitas seperti viselike. Ini akan terasa seperti nyeri tajam, sensasi berdenyut atau nyeri.

Rasa sakit ini juga dapat berkembang dan menyebar secara bertahap atau tiba-tiba, dan dapat berlangsung kurang dari satu jam hingga beberapa hari. Meskipun begitu, gejala dapat terasa berbeda pada setiap orang. Termasuk juga saat merasakan sakit kepala bagian atas. Lantas, apa penyebabnya?

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas

Sakit Kepala Bagian Atas -1

Foto: Orami Photo Stock

Secara umum, Health Harvard mengungkapkan ada tiga jenis sakit kepala yang akan dirasakan. Yakni ketegangan, sinus, dan migrain. Pemicu yang paling umum adalah stres, kelelahan, kurang tidur, lapar, dan efek samping dari kafein.

Penyebab lain dari sakit kepala bagian atas dan penjelasannya yakni:

1. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah penyebab paling umum dari sakit kepala bagian atas. Jika merasakannya, ini akan menyebabkan tekanan yang konstan atau sakit berat di sekitar kepala, yang mungkin terasa seperti pita yang dipasang ketat di sekitar kepala.

Moms mungkin juga merasakan sakit di leher dan di dekat bagian belakang kepala atau di bagian pelipis. Rasa sakitnya tumpul dan tidak berdenyut, dan sering kali tidak separah migrain. Meskipun sakit kepala ini tidak nyaman, banyak orang dengan sakit kepala tegang dapat melanjutkan aktivitas dengan normal.

2. Migrain

Migrain juga dapat menjadi penyebab sakit kepala bagian atas, meskipun bisa juga muncul atau menjalar ke satu sisi kepala atau bagian belakang leher. Migrain mungkin juga akan terasa di sisi kanan atau kiri kepala, tetapi paling sering terjadi di sisi kiri.

Selain itu, migrain dapat menyebabkan nyeri berdenyut yang parah, dan bersamaan dengan gejala lain seperti perasaan mual, tangan yang terasa dingin, serta merasakan sensitivitas pada cahaya dan suara yang berlebih.

3. Sakit Kepala Karena Kurang Tidur

Sakit kepala bagian atas karena kurang tidur dapat menyerang siapa saja, meskipun orang tersebut biasanya tidak pernah merasakan sakit kepala karena hal ini. Sakit kepala bagian atas bisa juga karena kurang tidur atau bahkan karena tidur yang terganggu, dan ini juga akan berpengaruh pada kualitas tidurnya.

Biasanya, sakit kepala bagian atas karena kurang tidur atau tidur yang terganggu dapat menyebabkan nyeri tumpul yang dikombinasikan dengan rasa berat atau tekanan di bagian atas kepala. Jika tidak segera ditangani, ini akan mengganggu aktivitas sehari-hari Moms.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Cedera Kepala

4. Sakit Kepala Karena Stimulus Dingin

Sakit kepala bagian atas karena stimulus dingin atau yang umumnya dikenal sebagai ‘otak membeku’, akan datang dengan cepat dan terasa di dekat bagian atas kepala. Ini biasanya akan menjadi parah meski hanya akan berlangsung sealam beberapa detik saja.

5. Sakit Kepala Kronis

Dalam beberapa kasus, sakit kepala kronis dapat menyerupai sakit kepala karena tegang dan menyebabkan nyeri di dekat bagian atas kepala. Seperti sakit kepala karena tegang, ini mungkin dipicu oleh stres, menurut Annals of Indian Academy of Neurology.

Selain itu, sakit kepala bagian atas yang sudah kronis juga bisa disebabkan oleh suara keras yang terus-menerus, kurang tidur, atau pemicu lainnya. Dengan menghindari penyebabnya, Moms akan lebih merasa nyaman sehingga sakit kepala akan berkurang sedikit demi sedikit.

6. Neuralgia Oksipital

Ini terjadi ketika saraf yang bergerak dari tulang belakang ke kulit kepala rusak, teriritasi, atau tertekan. Ini dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala, atau perasaan kencang seperti pita di sekitar bagian atas kepala.

Gejala lainnya termasuk sentakan nyeri yang terasa seperti sengatan listrik, nyeri yang terasa tumpul tapi stabil, serta gejala yang meningkat saat bergerak. Jika Moms mengalami sakit kepala jenis ini, mungkin Moms tidak akan bisa untuk beraktivitas karena rasa sakitnya yang bisa saja tidak tertahankan.

7. Sakit Kepala Hipertensi

Meski jarang terjadi, sakit kepala bagian atas jenis ini dapat terjadi ketika adanya tekanan darah tinggi yang parah sehingga dapat menyebabkan tekanan yang terbentuk di tengkorak, seperti dikutip dari penelitian Iranian Journal of Neurology.

Sakit kepala ini khas dan akan terasa seperti rambut tertarik dengan kencang di bagian atas kepala. Moms juga mungkin mengalami suara ‘mendesing’ selama sakit kepala. Gejala lain mungkin termasuk kebingungan, sesak napas, atau penglihatan kabur.

Baca Juga: 7+ Cara Mengatasi Psoriasis Kepala dan Cara Mencegahnya, Yuk Simak!

Cara Menanggulangi Sakit Kepala Bagian Atas

Sakit Kepala Bagian Atas

Foto: Orami Photo Stock

Jika telah diketahui penyebabnya, sebenarnya ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala bagian atas ini, misalnya seperti:

1. Menggunakan Obat

Garis pertahanan pertama melawan sakit kepala adalah obat pereda nyeri yang dijual bebas seperti asetaminofen yang efektif mengurangi gejala sakit kepala. Untuk sakit kepala atau migrain yang membandel, Moms dapat mencoba Tylenol atau Excedrin Migraine yang berkekuatan ekstra.

Namun, jangan minum kedua obat bersamaan karena keduanya mengandung asetaminofen. Mengonsumsi terlalu banyak obat pereda nyeri juga dapat menyebabkan overdosis. Jika sakit kepala sering atau lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat atau membuat rencana perawatan yang disesuaikan.

Perawatan bervariasi berdasarkan penyebab yang mendasari, misalnya:

  • Sakit kepala tegang dapat diobati dengan resep pereda nyeri jika cukup parah.
  • Perawatan migrain mungkin melibatkan pengobatan pencegahan dan pengobatan segera. Triptan mungkin diresepkan untuk menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi rasa sakit. Beta-blocker, antidepresan, dan obat anti kejang dapat digunakan untuk mencegah migrain.
  • Neuralgia oksipital dapat diobati dengan terapi fisik, pijat, kompres hangat, obat antiradang, dan pelemas otot. Obat anti kejang dapat digunakan untuk tujuan pencegahan.
  • Sindrom vasokonstriksi serebral dapat sembuh tanpa pengobatan, tetapi penghambat saluran kalsium dapat membantu mengurangi sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi tersebut.
  • Sakit kepala hipertensi yang biasanya terjadi dalam keadaan berbahaya, memerlukan perawatan darurat segera untuk mengurangi risiko pendarahan otak, stroke, atau kondisi serius lainnya. Pengobatan akan diberikan untuk menurunkan tekanan darah secepat mungkin biasanya melalui infus.
  • Obat OTC. Aspirin adalah pengobatan populer untuk sakit kepala. Ini mungkin termasuk obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang tersedia secara online, seperti ibuprofen (Advil), aspirin (Bayer), dan naproxen (Aleve), serta pereda nyeri, termasuk asetaminofen (Tylenol).

Baca Juga: Benjolan Lunak di Kepala Anak, Apa Penyebabnya?

2. Istirahat

Menambah waktu tidur atau tidur lebih banyak, mengurangi stres, dan menjaga postur tubuh yang baik bahkan saat duduk dapat membantu mencegah berbagai jenis sakit kepala. Sebab, otot yang terlalu tegang dianggap sebagai penyebab sakit kepala, termasuk sakit kepala bagian atas.

Jika hal tersebut terjadi, dokter biasanya akan menyarankan agar Moms menemui terapis pijat atau chiropractor secara teratur. Setelah itu, dokter juga akan menyarankan untuk beristirahat agar mengurangi ketegangan yang dirasakan.

3. Diet dan Pola Hidup

Beberapa orang dengan sakit kepala bagian atas merasa lega saat melakukan perubahan pola makan. Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membantu, tetapi orang lain mungkin merasa lega hanya dengan meminum air.

Makan camilan ringan juga dapat membantu, tentunya dengan memilih camilan sehat yang juga bagian dari perubahan pola makan. Memperbaiki pola hidup seperti rutin berolah raga atau meninggalkan bergadang juga akan berpengaruh terhadap menurunnya risiko sakit kepala.

Jika sakit kepala bagian atas terus berlanjut, segera hubungi dokter untuk diagnosis karena penting untuk mewaspadai kemungkinan komplikasi yang lebih serius.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3829292/
  • https://www.annalsofian.org/article.asp?issn=0972-2327;year=2012;volume=15;issue=5;spage=40;epage=50;aulast=Ahmed
  • https://www.healthline.com/health/headache-on-top-of-head
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321308#treatment
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/definition/sym-20050800
  • https://www.health.harvard.edu/healthbeat/what-type-of-headache-do-you-have
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait