Kesehatan

16 April 2021

Sakit Maag: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Ternyata Pneumonia berulang salah satu gejala sakit maag lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Sakit maag atau gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit yang cukup banyak dikeluhkan oleh orang-orang.

Sementara kebanyakan orang hanya mengalami mulas atau gangguan pencernaan biasa, gejala sakit maag bisa membuat penderitanya merasakan kondisi serupa dari waktu ke waktu disertai sensasi terbakar di dada lebih dari dua kali dalam seminggu.

Penyakit maag adalah kondisi kronis yang mempengaruhi sistem pencernaan. Kondisi ini merupakan bentuk refluks asam yang lebih serius dan tahan lama sehingga menghasilkan nyeri ulu hati yang berkepanjangan.

Setelah merasakan gejala sakit maag yang umum tersebut, kebanyakan orang mengobatinya dengan obat-obatan bebas (over the counter) dan beberapa perubahan gaya hidup.

Pada kondisi yang lebih parah, penderita harus menemui dokter untuk berkonsultasi. Melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, dokter akan melakukan diagnosa dengan meninjau gejala dan riwayat medis pasien.

Jika mulas atau gejala sakit maag lainnya tidak membaik dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan, pasien mungkin perlu melakukan pengujian tertentu.

Baca Juga: Hindari 9 Makanan yang Memicu Asam Lambung

Penyebab Maag

maag

Foto: Orami Foto Stock

Maag terjadi ketika asam di saluran pencernaan menggerogoti permukaan bagian dalam lambung atau usus kecil.

Penyakit ini bisa membuat luka terbuka yang menyakitkan dan bisa berdarah di lambung. Penyebab umumnya meliputi:

1. Bakteri

Bakteri Helicobacter pylori umumnya hidup di lapisan mukosa yang menutupi dan melindungi jaringan yang melapisi lambung dan usus halus.

Seringkali, bakteri H. pylori tidak menyebabkan masalah, tetapi dapat menyebabkan peradangan pada lapisan dalam lambung, yang menyebabkan sakit maag.

Saat ini belum diketahui bagaimana infeksi H. pylori menyebar. Kondisi ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat, seperti ciuman. Orang juga dapat tertular H. pylori melalui makanan dan air.

2. Terlalu Sering Mengkonsumsi Pereda Nyeri

Mengkonsumsi aspirin, serta obat pereda nyeri tertentu yang dijual bebas secara teratur dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus kecil.

Kondisi ini membuat Moms mengalami sakit maag disertai muntah-muntah.

Obat-obatan ini termasuk ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), naproxen sodium (Aleve, Anaprox DS, lainnya), ketoprofen dan lain-lain.

Baca Juga: Benarkah Kopi Memicu Maag? Ini 7 Cara Minum Kopi Agar Tidak Sakit Perut

3. Obat Lain

Mengkonsumsi obat lain bersama dengan obat pereda nyeri, seperti steroid, antikoagulan, aspirin dosis rendah, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), alendronate (Fosamax) dan risedronate (Actonel), dapat meningkatkan kemungkinan terjadi sakit maag.

4. Gaya Hidup

Sakit maag dapat disebabkan oleh faktor gaya hidup tertentu, seperti makanan pedas, stres dan alkohol.

Selain itu, gaya hidup yang buruk juga dapat memperburuk penyakit ini.

5. Telat Makan

Penyakit maag yang paling sering terjadi disebabkan telat makan.

Pola makan yang tidak teratur membuat lambung lebih sensitif. Kondisi ini risiko terkena asam lambung meningkat.

Asam lambung dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung serta usus halus.

Hal ini menimbulkan rasa nyeri pada ulu hati dan merupakan salah satu gejala penyakit ini.

6. Faktor Psikologis

Sakit maag dan kecemasan memiliki hubungan yang erat.

Kondisi ini karena stres dan kecemasan dapat menyebabkan ketegangan otot yang berlangsung lama.

Jika hal ini mempengaruhi otot-otot di sekitar perut, dapat meningkatkan tekanan pada organ perut dan mendorong asam lambung ke atas.

7. Gangguan Saraf atau Otot Lambung

Gangguan pada sistem saraf atau otot lambung dapat menyebabkan pengosongan lambung bekerja lebih lambat.

Kondisi ini menyebabkan mual, cepat kenyang, muntah dan kembung.

8. Sensitivitas Terhadap Nyeri

Lambung akan merenggang ketika makanan masuk ke dalamnya.

Beberapa orang yang sensitif dengan cara kerja lambung tersebut, sehingga menyebabkan nyeri.

Secara normal, lambung akan merenggang ketika makanan masuk ke dalamnya. Sebagian orang sensitif terhadap kejadian ini, sehingga terasa nyeri.

Baca Juga: Penderita Maag Puasa Ramadan, Amankah?

Gejala Maag

maag

Foto: Orami Foto Stock

Berikut ini adalah penjelasan lebih detail tentang gejala maag yang mungkin bisa Moms rasakan dan antisipasi untuk menghindari penyakit yang lebih parah.

1. Mulas

Mulas adalah gejala maag yang pertama. Mulas di sini adalah sensasi terbakar yang terjadi dari perut bagian atas hingga kerongkongan dan terasa di belakang area tulang dada.

Kondisi ini tentu membuat tidak nyaman.

Mulas cenderung menjadi lebih buruk ketika berbaring atau membungkuk. Ini bisa berlangsung selama beberapa jam dan sering kembali memburuk setelah makan.

2. Batuk Kronis

Selalu terjadi pada malam hari, penyakit maag penyebab umum batuk yang tidak dapat dijelaskan. Belum diketahui bagaimana batuk disebabkan atau diperburuk oleh asam lambung.

3. Mengi

Selain batuk, mengi atau nafas yang berbunyi juga menjadi gejala sakit maag lainnya. Batuk dan atau mengi adalah gejala pernapasan yang dihasilkan dari cairan lambung yang masuk ke batang paru-paru.

Namun, sekitar 50 persen pasien penyakit maag yang mengalami asma, justru tidak mengalami perih di dada.

4. Asma dan Pneumonia Berulang

William Berquist, MD, dokter anak dari Stanford Children's Health, dalam jurnal ilmiahnya menuliskan bahwa 40 dari 82 pasien dengan pneumonia berulang atau asma klinis ditemukan memiliki penyakit maag.

Rupanya hal tersebut terjadi karena maag yang naik ke kerongkongan secara tidak sengaja masuk ke tenggorokan saat bernapas dan masuk hingga ke paru-paru.

Baca Juga: 8 Obat Alami yang Mujarab Atasi Radang Tenggorokan

5. Mual dan Muntah

Karena gejala maag yang utama adalah mulas hingga ke dada, maka kebanyakan dari pasien pasti akan merasakan susahnya menelan dan rasa tidak enak di mulut.

Selain itu, cairan perut juga dapat mencapai bagian belakang tenggorokan dan dalam beberapa kasus, menghasilkan rasa pahit atau asam.

Melansir Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), Cologne, Jerman, menyebutkan bahwa orang yang menderita penyakit ini sering merasa sangat kenyang. Mereka mungkin merasa mual dan ingin muntah.

6. Radang Tenggorokan atau Suara Serak

Iritasi pada dinding kerongkongan bisa terjadi karena sakit maag yang naik ke kerongkongan. Iritasi ini memicu peradangan pada kerongkongan.

Sakit maag yang naik kembali ke kerongkongan bisa menyebabkan iritasi pada dinding-dinding kerongkongan. Iritasi ini kemudian memicu terjadinya peradangan pada kerongkongan atau yang biasa disebut esofagitis.

7. Erosi Gigi dan Bau Mulut

Asam lambung atau cairan lambung yang naik ke kerongkongan dan mulut dapat mengikis lapisan terluar gigi atau terjadinya erosi gigi.

Kerusakan pada tenggorokan dan struktur mulut juga memungkinkan bakteri tertentu tumbuh di mulut. Tidak hanya gigi yang rusak, bau mulut juga mungkin menjadi gejala maag yang tidak disadari.

Baca Juga: 7 Teh Terbaik untuk Mengatasi Radang Tenggorokan

Cara Mengatasi Maag

maag

Foto: Orami Foto Stock

Pengobatan sakit maag tergantung pada penyebabnya.

Umumnya, pengobatan akan dilakukan dengan membunuh bakteri H.pylori.

Bagi Moms yang memiliki penyakit ini, harus mengetahui cara mengatasinya berikut ini.

1. Obat Antibiotik

Obat antibiotik digunakan untuk membunuh bakteri H.pylori. Jika bakteri ini ditemukan di saluran pencernaan, dokter akan memberikan antibiotik untuk membunuh bakteri tersebut.

Umumnya, Moms perlu minum antibiotik selama 2 minggu untuk mengurangi rasa sakit di lambung.

2. H2 Receptor Antagonist (H2RA)

H2RA merupakan jenis obat yang digunakan untuk mengurangi produksi asam lambung.

Umumnya, jenis obat-obatan ini, yaitu cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine.

3. Proton pump inhibitors (PPI)

Jenis obat PPI berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung yang menyebabkan sakit maag.

Obat jenis PPI cukup efektif untuk mengatasi gejala maag dan nyeri ulu hati.

Umumnya, obat jenis PPI, yaitu omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole.

Baca Juga: Moms Sudah Tahu Beda Maag dan GERD?

4. Hindari Konsumsi Suplemen Zat Besi Berlebihan

Moms mungkin kerap membutuhkan suplemen zat besi saat mengalami sakit maag.

Namun, terlalu banyak mengkonsumsi suplemen zat besi dapat mengiritasi lapisan perut dan menyebabkan sakit ini.

5. Mengelola Stres

Maag bisa disebabkan karena mengalami stres.

Moms bisa mengelola stres, seperti mempelajari teknik pernapasan dan olahraga secara teratur.

Mengelola stres dapat membantu mempercepat penyembuhan sakit ini.

6. Mengatur Pola Makan

Mengatasi maag kambuh, Moms disarankan untuk mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil, tetapi lebih sering.

Selain itu, hindari berbaring setelah makan dan tunggu 2-3 jam sebelum berbaring.

Moms juga disarankan untuk menghindari makanan pedas dan terlalu asam. Hindari pula minuman bersoda, kafein, dan minuman beralkohol.

Pola makan yang teratur dan menjaga asupan makanan akan membuat maag tidak kambuh.

Baca Juga: Hati-Hati, 9 Penyakit Ini Ternyata Sebabkan Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah

Selain cara mengatasi sakit lambung di atas, Moms juga bisa menggunakan cara alami. seperti.

7. Minum Jahe

Banyak orang mengira jahe memiliki efek gastroprotektif. Beberapa orang menggunakannya untuk mengobati perut dan gangguan pencernaan, seperti sembelit, kembung, dan maag.

Melansir National Library of Medicine, jahe dapat membantu mengatasi maag yang disebabkan oleh bakteri H. pylori.

8. Mengkonsumsi Pisang Raja

Pisang raja mentah memiliki efek positif pada tukak lambung. Pisang raja mentah mengandung flavonoid yang disebut leucocyanidin.

Buah ini juga dapat mengurangi keasaman, yang dapat membantu mencegah dan meredakan gejala maag.

9. Mengkonsumsi Madu

Madu merupakan pemanis alami yang populer.

Mengkonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan, salah satunya meredakan sakit maag.

Madu memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori. Hal itu menunjukkan bahwa madu bisa bermanfaat untuk mengobati sakit maag.

Baca Juga: 5 Obat Sakit Perut Alami untuk Anak

10. Mengkonsumsi Kunyit

Kunyit mengandung senyawa yang disebut kurkumin. Para peneliti mulai mempelajari kurkumin dalam kaitannya dengan manfaat kesehatannya.

Melansir National Institutes of Health, kunyit memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit maag.

11. Mengkonsumsi Kamomil

Beberapa orang menggunakan bunga kamomil dan teh kamomil untuk mengobati kecemasan ringan, kejang usus, dan pembengkakan.

Kamomil juga memiliki sifat anti-ulkus yang dapat menghambat sakit maag dan mempercepat waktu penyembuhan.

Apakah Moms atau Si Kecil mengalami gejala asam lambung di atas? Bila iya, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/symptoms-causes/syc-20354223
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults/treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5768307/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23612703
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3731878/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/322740
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait