Kesehatan

2 Maret 2021

Sakit Pinggang saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika datangnya menstruasi, identik dengan sakit pinggang yang bisa Moms alami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat haid atau menstruasi datang, Moms bisa mengalami banyak perubahan fisik, seperti nyeri pada payudara, kram perut, hingga mengalami sakit pinggang saat haid.

Hal ini tentunya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tidak nyaman.

Meskipun dapat hilang dengan sendirinya, namun ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengurangi sakit pinggang saat haid.

Perlu dipahami, Moms dapat mengatasi sakit pinggang saat haid dengan pengobatan sederhana di rumah.

Terpenting, ketahui terlebih dulu penyebab terjadinya sakit pinggang saat haid agar menemukan penanganan yang tepat.

Baca Juga: 4 Gangguan Menstruasi yang Wajib Moms Ketahui

Penyebab Sakit Pinggang saat Haid

Mengurangi Sakit Pinggang Saat Haid-1.jpg

Foto: longevitylive.com

Penyebab utama dari sakit pinggang selama haid disebabkan oleh perubahan hormon.

Menurut studi dari Journal of Exercise Rehabilitation, sakit pinggang saat haid disebabkan oleh prostaglandin, yang terjadi ketika rahim berkontraksi terlalu kuat, kemudian memotong pasokan oksigen ke beberapa otot di sekitarnya.

Studi dari jurnal ini juga mengungkapkan, prostaglandin menyebabkan rasa sakit di rahim dan perut, serta mual, sakit kepala, dan diare.

Rasa sakit tersebut juga mungkin Moms rasakan di sekitar perut, payudara, panggul, dan bahu. Setelah menstruasi, peningkatan nyeri juga dapat dirasakan di perut dan panggul.

“Banyak wanita yang mengalami sakit pinggang selama haid. Rasa sakit ini berasal dari rahim yang berkontraksi hingga melepaskan lapisan yang telah menumpuk sejak siklus terakhir,” ujar Dr. Houman Danesh, ahli fisioterapi dari Mount Sinai Hospital, New York.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Lancar? Bisa Jadi Akibat Stres

The American College of Obstetricians and Gynecologists mengungkapkan, sakit pinggang saat haid merupakan gangguan menstruasi yang paling sering terjadi, dan kemudian disebut sebagai dismenore.

Namun, tetap berhati-hati, ya, Moms. Sakit pinggang saat haid bisa merujuk pada kondisi lain yang lebih serius dan membutuhkan penanganan medis, seperti endometriosis, adenomyosis, infeksi pada panggul, atau fibroid rahim.

Tentunya gangguan kesehatan tersebut dapat ditentukan ketika sudah mendapatkan diagnosis yang tepat dari dokter.

Cara Mengurangi Sakit Pinggang saat Haid

Sakit Pinggang Saat Haid

Foto: flo.health

Cara untuk mengurangi sakit pinggang saat haid bisa dilakukan dengan pengobatan rumahan.

Nah, dilansir dari Mayo Clinic, Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

  • Beristirahat dan jaga tubuh agar tetap rileks. Tidak lupa juga untuk minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
  • Pertahankan pola makan yang sehat dan konsumsi suplemen gizi dengan vitamin B dan magnesium.
  • Mandi dengan air hangat bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri. Moms juga dapat menggunakan bantal pemanas atau handuk yang sudah direndam air hangat untuk meredakan sakit pinggang tersebut.
  • Berolahraga secara teratur. Wanita yang berolahraga secara teratur dapat mencegah sakit pinggang saat haid. Pilih olahraga yang membuat badan terasa lebih rileks, seperti yoga atau pilates.
  • Selama haid, sebaiknya hindari mengonsumsi kafein dan cokelat. Hindari juga mengonsumsi alkohol dan merokok.
  • Moms bisa menggunakan acetaminophen atau obat antiinflamasi, seperti ibuprofen dan naproxen beberapa hari sebelum menstruasi.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Menstruasi

Jika Moms sudah melakukan berbagai cara di atas, namun sakit pinggang masih terasa nyeri disertai gejala lain seperti kaki yang terasa lemah dan punggung terasa nyeri, lebih baik segera lakukan pemeriksaan medis.

Umumnya, sakit pinggang saat menstruasi akan pulih dengan sendirinya, namun apabila rasa nyeri terasa terus-menerus, maka Moms wajib waspada.

Sakit Pinggang Saat Haid Karena Masalah Reproduksi

Sakit Pinggang Saat Haid

Foto: Orami Photo Stock

Sakit pinggang saat haid bukanlah sebuah hal yang patut dikhawatirkan karena sangat wajar terjadi. Meski demikian sakit pinggang saat haid juga bisa menjadi tanda pada organ reproduksi.

Nyeri haid yang disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu biasanya disebut dengan dismenore sekunder.

Kondisi dismenore sekunder sendiri biasanya berlangsung lebih lama dari sakit dan rasa kram yang pada normalnya terjadi saat haid. Rasa nyerinya mungkin bisa muncul sejak beberapa hari sebelum masa menstruasi dimulai.

Tak hanya itu, bagi perempuan yang mengidap kondisi ini, rasa sakitnya mungkin saja bisa bertambah buruk saat menstruasi terjadi dan tak langsung hilang meski masa haid sudah berakhir.

Pada kebanyakan perempuan, sakit pinggang saat haid sendiri akan membaik seiring bertambahnya usia. Hal tersebut berbanding terbalik dengan perempuan yang memiliki kondisi dismenore sekunder.

Dismenore sekunder sendiri pada umumnya terjadi pada perempuan usia dewasa ketimbang usia muda atau remaja.

Dismenore sekunder dan sakit pinggang saat haid sendiri pun bisa disebabkan oleh beberapa hal, yakni;

  • Infeksi pada rahim
  • Fibroid rahim atau tumor jinak yang berada di bagian atas atau di dalam otot rahim
  • Endometriosis atau jaringan dinding rahim tumbuh di luar organ ahim
  • Adenomyosis atau jaringan dinding rahim tumbuh di otot-otot rahim
  • Radang panggul atau PID

Jadi, sakit pinggang saat haid sendiri juga bisa disebabkan oleh berbagai gangguan reproduksi seperti yang sudah disebutkan di atas.

Selain sakit pinggang saat haid, ternyata perempuan juga bisa mengalami sakit pinggang saat hamil, lho! Yuk ketahui bedanya!

Sakit Pinggang Saat Hamil

Sakit Pinggang Saat Haid

Foto: Orami Photo Stock

Setelah membahas sakit pinggang saat haid, ternyata sakit pinggang saat hamil pun bisa dirasakan oleh perempuan.

Meski seringkali disamakan, namun rasa sakit yang ditimbulkan saat kehamilan berbeda dengan saat haid.

Berikut tanda nyeri ibu hamil yang kerap disamakan dengan sakit pinggang saat haid.

  • Lebih ringan dari nyeri haid
  • Nyeri seperti ditusuk atau kesemutan namun tidak terlalu intens
  • Nyeri terasa pada perut atau pinggang bagian bawah
  • Nyeri tak kunjung hilang hingga berminggu-minggu
  • Nyeri yang mungkin diikuti dengan pendarahan namun hanya sebentar
  • Nyeri hanya terjadi pada satu sisi pinggang atau sisi perut

Net Doctor menjelaskan bahwa sakit pinggang dan kram perut seperti tanda kehamilan juga akan diikuti dengan gejala awal kehamilan yang lain seperti mual, tak kunjung haid, perubahan di area sekitar puting yang menjadi lebih gelap, lebih sering buang air kecil terutama di malam hari.

Jadi, untuk memastikan bahwa Moms sedang berada di awal kehamilan, segeralah untuk menggunakan test pack. Namun perlu diketahui bahwa sebaiknya Moms baru menggunakan test pack ketika haid sudah terlambat sekitar satu minggu agar hasilnya lebih akurat dan optimal.

Nah, jadi Moms sudah tahu perbedaan nyeri atau sakit pinggang saat haid serta perbedaannya ketika sedang hamil, bukan? Jika haid terasa menyakitkan, jangan lupa untuk melakukan saran yang sudah dijelaskan di atas.

Namun, jika sakit masih berlanjut, jangan segan untuk langsung menghubungi dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat.

Untuk Moms yang masih memiliki pertanyaan seputar sakit pinggang saat haid, jangan ragu atau sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya! Atau mungkin Moms memiliki resep minuman hangat sendiri untuk meredakan sakit yang disebabkan oleh menstruasi dan ingin berbagi, silakan menuliskannya di kolom komentar.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait