Kesehatan

15 Juni 2021

Cari Tahu Soal Sakit Pundak dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

Menggendong anak adalah penyebab sakit pundak yang banyak dialami oleh orangtua.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Sebagai orangtua yang memiliki banyak kegiatan setiap harinya, sering kali Moms tidak memerhatikan posisi tubuh, oleh karenanya Moms pasti pernah merasakan sakit pundak bukan?

Pundak memiliki rentang gerak yang lebar dan serbaguna. Jika ada yang tidak beres dengan pundak, hal itu menghambat kemampuan untuk bergerak bebas dan dapat menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan yang luar biasa.

Pundak atau bahu adalah sendi bola-dan-soket yang memiliki tiga tulang utama: humerus (tulang lengan panjang), klavikula (tulang selangka), dan skapula (juga dikenal sebagai tulang belikat).

Menurut dr. Jefri Sukmawan, Sp.OT, spesialis ortopedi dan bahu di Rumah Sakit Premier Bintaro, sendi-sendi bahu memang paling rentan cedera karena merupakan sendi yang paling fleksibel.

“Tidak harus terjatuh, gerakan repetisi atau gerakan yang berulang-ulang saja bisa menyebabkan bahu cedera,” ujarnya.

dr. Jefri juga menuturkan bahwa semua orang memiliki masalah sakit pundak, terutama di usia aktif, yakni 30-50 tahun. Sedangkan di usia 60 tahun, biasanya akan mengalami kelemahan urat bahu.

“Nyeri terjadi akibat radang dan inflamasi pada jaringan di pundak. Bisa juga terjadi frozen shoulder, yaitu ketika bahu terasa kaku tapi dipaksa digerakkan,” lanjutnya.

Nah sebenarnya apa itu sakit pundak, serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk Moms simak artikel berikut ini!

Baca Juga: Sakit Bahu Akibat Membawa Tas, Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sakit Pundak

shoulder pain

Bagi para orang tua, penyebab sakit pundak yang paling umum adalah ketika menggendong anak. Pasti Moms juga pernah, kan merasakan sakit pundak saat menggendong Si Kecil?

Hindari menggendong dalam waktu yang lama di satu sisi, sebaiknya berganti-gantian kanan dan kiri setiap beberapa waktu.

Rapatkan tubuh anak pada badan Moms, hal ini agar otot-otot bahu dan punggung tidak tertarik. Moms dan Dads juga bisa menggunakan alat bantu seperti kain untuk menggendong anak.

Durasi aman untuk menggendong anak adalah satu hingga jam. Namun, jangan memaksakan diri terus menggendong anak dalam waktu yang lama, karena rasa nyeri akan semakin lama terasa di tubuh.

Selain menggendong anak, menenteng tas juga bisa menyebabkan radang bahu. Makanya jangan menenteng tas di satu sisi terlalu lama, pastikan untuk bergantian menggunakan bahu kanan dan kiri.

Olahraga seperti pilates dan yoga menuntut kita melakukan stretching, sehingga juga dapat bikin bahu jadi nyeri akibat overstretch. Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati saat melakukan olahraga-olahraga tersebut dengan mengikuti arahan instruktur supaya tidak terjadi cedera.

Namun, dr. Jefri menganjurkan kita untuk olahraga sebagai pemanasan agar tidak timbul sakit pundak saat beraktivitas.

“Kita harus rajin olahraga untuk pemanasan, karena aktivitas seperti menggendong bayi sendiri sudah seperti olahraga,” paparnya.

Mengutip Healthline, penyebab sakit pundak lainnya meliputi:

  • radang sendi
  • tulang rawan robek
  • manset rotator robek
  • kantung bursa atau tendon bengkak
  • taji tulang (proyeksi tulang yang berkembang di sepanjang tepi tulang)
  • saraf terjepit di leher atau bahu
  • patah tulang bahu atau lengan
  • bahu beku
  • dislokasi bahu
  • cedera karena penggunaan yang berlebihan atau berulang
  • cedera saraf tulang belakang
  • serangan jantung

Baca Juga: Cara Menggendong Anak yang Benar Agar Tak Nyeri Bahu

Cara Mengatasi Sakit Pundak

shoulder upper back pain

dr. Jefri memaparkan dua cara untuk mengatasi sakit pundak, yakni terapi konservatif dan terapi operatif.

Terapi konservatif berupa istirahat saat merasakan bahu nyeri, jangan memaksakan untuk terus berkegiatan karena akan memperburuk kondisi bahu.

Nah, lakukan dua hal ini jika Moms mengalami sakit pundak. Perawatan ini akan disesuaikan dengan kondisi sakit pundak. Jika ringan, Moms bisa melakukan perawatn di rumah saja. Sementara yang paling berat, segeralah mencari pertolongan dokter.

1. Kompres Pundak dengan Es Batu

Sebaiknya, jika Moms mengalami sakit pundak hindari untuk langsung diurut. Moms hanya cukup cukup kompres dingin pada bagian yang nyeri.

Mengutip Mayo Clinic, beberapa sakit pundak ringan bisa dirawat di rumah. Mengompres bahu dengan es selama 15-20 menit tiga atau empat kali sehari selama beberapa hari dapat membantu mengurangi rasa sakit.

Moms bisa gunakan kantong es atau bungkus es dengan handuk karena menempelkan es langsung ke kulit Moms dapat menyebabkan radang dingin dan kulit terbakar.

Atau untuk pengobatan dari dalam, Moms bisa minum parasetamol untuk meredakan rasa nyeri. Jika 2-3 hari rasa nyeri tidak mereda, segera ke dokter.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Atasi Cedera Saat Olahraga Setelah Melahirkan

2. Istirahat dan Peregangan

Penting untuk tetap aktif, bahkan jika Moms merasa tidak bisa berbuat banyak. Jika Moms mencoba untuk mendapatkan keseimbangan yang baik antara istirahat dan aktivitas, itu akan membantu menghentikan sakit pundak.

Berikut beberapa latihan untuk pundak yang mungkin bisa membantu, melansir Health Harvard.

Cobalah menghindari gerakan yang benar-benar menyakitkan. Mengangkat lengan di atas pundak atau menahannya dari tubuh bisa sangat menyakitkan, jadi sebaiknya hindari gerakan seperti ini sebanyak mungkin sampai rasa sakitnya berkurang.

Jika Moms harus mengangkat lengan, usahakan mengurangi ketegangan pada bahu dengan:

  • Menjaga siku tetap menekuk dan di samping tubuh
  • Menjaga telapak tangan menghadap ke langit-langit saat meraih.
  • Untuk menurunkan lengan, tekuk siku, dekatkan tangan ke tubuh.

Baca Juga: Kapan Anak Membutuhkan Terapi Kesehatan Psikis?

3. Terapi Pundak

Hanya dokter ortopedi yang dapat merekomendasikan jenis perawatan terbaik untuk nyeri bahu setelah memeriksa bahu pasien dengan cermat. Jika ada sesuatu yang tampak salah, dokter mungkin meminta tes diagnostik lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala.

Untuk terapi operatif yang disarankan oleh dr. Jefri adalah shoulder arthroscopy. Operasi bahu ini menggunakan kamera kecil bernama arthroscope untuk melihat dan memperbaiki jaringan-jaringan di sendi bahu.

Shoulder arthroscopy memiliki luka operasi yang kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan proses pemulihan yang lebih cepat dibanding operasi lain.

Dokter juga bisa menyarankan pengobatan atau perawatan lain sesuai dengan penyebab sakit pundak. Melansir National Health Service, beberapa diantaranya meliputi:

  • Obat atau suntikan yang lebih kuat untuk meredakan nyeri dan bengkak
  • Fisioterapi atau latihan yang harus dilakukan di rumah
  • Hal-hal yang harus dihindari untuk menghentikan rasa sakit semakin parah atau kembali
  • Menemui spesialis untuk tes atau perawatan

Baca Juga: Kehamilan Ektopik Bikin Sakit Pada Bahu? Ini Penjelasannya!

Kapan Harus Ke Dokter?

doctor-10.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Healthline, Moms harus menghubungi dokter jika mengalami demam, ketidakmampuan untuk menggerakkan pundak, memar yang berkepanjangan, panas dan nyeri di sekitar sendi, atau nyeri yang terus berlanjut setelah beberapa minggu perawatan di rumah.

Jika sakit pundak terjadi tiba-tiba dan tidak terkait dengan cedera, segera hubungi bantuan medis, karena mungkin adalah tanda serangan jantung. Tanda-tanda serangan jantung lainnya termasuk:

  • Kesulitan bernapas
  • Sesak dada
  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Sakit di leher atau rahang

Jika Moms atau Dads mengalami sakit pundak yang berkepanjangan, jangan ragu untuk mengonsultasikannya ke dokter ya!

(INT)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait