Kesehatan

26 Mei 2021

Penyebab dan Cara Mengobati Sakit Punggung yang Mengganggu Aktivitas

Ternyata penyebab sakit punggung tidak hanya karena usia, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Sakit punggung adalah salah satu masalah paling umum yang dapat mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari.

Sakit punggung yang terasa begitu menusuk membuat penderitanya tidak bisa masuk kerja dan mencari bantuan pengobatan sesegera mungkin.

Rasa sakit di punggung dapat disebabkan oleh cedera, aktivitas tertentu, dan kondisi medis lainnya. Sakit ini bisa menyerang siapa saja, dari berbagai usia, dan akibat berbagai sebab.

Tapi tak bisa dipungkiri, semakin bertambahnya usia, kemungkinan seseorang terserang sakit punggung semakin meningkat akibat faktor seperti pekerjaan dan penyakit degeneratif lainnya.

Moms dan Dads dapat mengetahui macam-macam penyebab sakit punggung dan cara mengobati sakit punggung berikut ini.

Baca Juga: 5 Penyebab Sakit Punggung saat Hamil

Penyebab Sakit Punggung

Punggung manusia terdiri dari struktur yang kompleks, berupa otot, ligamen, tendon, diskus (bantalan tulang), serta tulang yang bekerja sama menopang tubuh dan membuat tubuh dapat bergerak.

Masalah pada salah satu komponen ini dapat menyebabkan sakit punggung. Namun, beberapa pada beberapa kasus, penyebab sakit punggung bisa saja tidak dapat diketahui.

Berikut adalah beberapa penyebab sakit punggung yang umum terjadi.

1. Ketegangan Otot

Tegang otot penyebab sakit punggung

Foto: freepik.com

Penyebab sakit punggung yang paling umum adalah karena keseleo, tegangan, atau cedera. Beberapa aktivitas yang dapat memicu sakit otot ini, misalnya:

  • Membawa sesuatu dengan cara yang tidak tepat
  • Mengangkat sesuatu yang terlalu berat
  • Bergerak mendadak dan posisinya canggung, misalnya gerak refleks menghindar dari sesuatu atau jatuh

2. Masalah Struktur

Beberapa masalah struktur di punggung juga dapat menjadi penyebab sakit punggung, antara lain:

  • Pecah diskus. Tiap ruas tulang punggung memiliki bantalan yang disebut diskus. Ketika diskus ini bermasalah atau pecah, saraf di tulang belakang dapat tertekan dan menimbulkan rasa sakit.
  • Diskus yang menggembung. Dengan cara yang sama dengan pecahnya diskus, diskus yang bengkak atau menggembung membuat saraf menjadi tertekan dan menimbulkan sakit.
  • Sciatica atau linu panggul. Rasa sakit yang menusuk dan tajam dari arah panggul atau bokong, lalu terasa hingga ke kaki, disebabkan oleh diskus yang bengkak atau hernia diskus yang menekan saraf.
  • Radang sendi atau arthritis. Osteoarthritis dapat menyebabkan masalah di sendi pinggul, punggung bawah, dan area punggung lainnya. Dalam beberapa kasus, rongga di sumsum tulang belakang yang menyempit (spinal stenosis) dapat menyebabkan sakit punggung.
  • Lengkungan abnormal tulang belakang. Bentuk tulang punggung yang melengkung dengan tidak biasa dapat menyebabkan sakit punggung. Misalnya saja, kondisi skoliosis, yaitu bentuk tulang punggung yang melengkung ke samping.
  • Osteoporosis. Tulang punggung juga dapat menjadi rapuh dan berongga karena beberapa sebab, dapat menyebabkan sakit punggung.
  • Penyakit ginjal. Beberapa penyakit ginjal, seperti batu ginjal dan infeksi ginjal dapat menimbulkan gejala berupa rasa sakit di punggung.

Baca Juga: Sakit Pinggang saat Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Postur dan Gerakan Tertentu

Posisi duduk dapat menyebabkan sakit punggung

Foto: freepik.com

Tidak hanya kondisi kesehatan bawaan atau penyakit, sakit punggung juga dapat disebabkan oleh postur dan gerakan yang dilakukan sehari-hari.

Berikut adalah beberapa contoh kebiasaan atau gerakan yang dilakukan sehari-hari yang dapat menjadi penyebab sakit punggung.

  • Memutar pinggang
  • Batuk atau bersin yang keras
  • Tegangan otot
  • Peregangan berlebihan
  • Membungkuk dalam waktu yang lama
  • Mendorong, menarik, mengangkat, atau membawa sesuatu yang berat
  • Duduk atau berdiri terlalu lama
  • Menunduk atau memajukan leher, seperti saat menyetir atau memakai komputer
  • Menyetir mobil dalam waktu lama tanpa istirahat, walaupun tanpa membungkuk
  • Tidur di kasur yang tidak menopang tubuh dengan baik dan menjaga tulang punggung lurus

4. Faktor Risiko Lainnya

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memperbesar risiko seseorang terkena sakit punggung, antara lain:

  • Pekerjaan tertentu yang melibatkan aktivitas fisik yang berat
  • Hamil
  • Bekerja dengan waktu duduk yang lama
  • Kurang olahraga
  • Bertambahnya usia
  • Obesitas dan kegemukan
  • Merokok
  • Olahraga berat yang tidak dilakukan dengan benar
  • Faktor genetik
  • Kanker
  • Suasana hati, stres, dan kecemasan

Hasil penelitian tahun 2016 menunjukkan kasus sakit punggung lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan laki-laki.

Di usia sekolah, penyebab umumnya adalah faktor psikologis, fluktuasi hormon, dan menstruasi. Sedangkan pada usia lebih lanjut, faktor utamanya adalah menopause.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Sakit Pinggang pada Perempuan, Alami dan Mudah!

Cara Mengobati Sakit Punggung

Untungnya, cara mengobati sakit punggung dapat dilakukan di rumah pada kasus-kasus ringan.

Namun, jika penyebabnya cukup sulit ditangani hanya dengan obat-obatan atau pijatan, kemungkinan operasi untuk mengatasi akar masalahnya akan diperlukan.

Terkadang sakit punggung dapat menjadi salah satu gejala dari kondisi yang lebih serius, seperti patah tulang belakang, ada infeksi, sindrom cauda equina, atau gejala kanker.

Ketika Moms dan Dads memeriksakan diri ke dokter, biasanya akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sakit punggung yang dirasakan merupakan gejala dari kondisi-kondisi tersebut, terutama jika sakitnya tidak diketahui penyebabnya.

Berikut adalah beberapa cara mengobati sakit punggung.

1. Pengobatan di Rumah

Pertolongan pada sakit punggung

Foto: freepik.com

Salah satu cara mengobati sakit punggung di rumah adalah dengan mengompres area yang sakit dengan air hangat atau es batu.

Jika rasa sakit tidak kunjung hilang, meminum obat pereda sakit seperti ibuprofen dapat membantu meringankan gejalanya.

Jangan lupa beristirahat dari kegiatan yang membutuhkan kekuatan otot yang cukup berat, agar sakit punggung bisa segera pulih.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Leher Sakit saat Hamil, Sederhana Banget!

2. Perawatan Medis

Ketika cara mengobati sakit punggung di rumah tidak meringankan gejalanya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis, apalagi jika sakitnya tidak membaik setelah beberapa hari dilakukan perawatan, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, atau jika rasa sakitnya semakin parah dari hari ke hari.

Biasanya perawatan yang dianjurkan adalah obat-obatan, terapi fisik, atau keduanya.

  • Obat-obatan. Ketika obat pereda sakit yang generik tidak mengatasi sakit punggung, dokter mungkin akan meresepkan obat pereda sakit yang lebih kuat. Obat-obatan ini biasanya memerlukan pengawasan dokter dan tidak bisa dikonsumsi sembarangan.
  • Terapi fisik juga mungkin dilakukan dengan memberikan panas, es batu, ultrasound, stimulasi listrik, atau teknik lain yang membantu melemaskan otot di area punggung untuk mengurangi rasa sakit.

Biasanya setelah rasa sakitnya berkurang, terapis mungkin akan mengajak pasien beberapa gerakan yang meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas punggung dan otot abdominal.

Jika penyebab sakit adalah postur yang salah, terapis juga akan merekomendasikan beberapa cara memperbaiki postur secara bertahap.

Pasien akan diminta untuk berlatih teknik-teknik tersebut secara rutin walaupun sakit punggung sudah sembuh untuk mencegah kambuhnya sakit.

  • Injeksi Cortisone. Ketika opsi pengobatan secara oral dan terapi fisik tidak membuahkan hasil, cortisone akan menjadi salah satu cara mengobati sakit punggung oleh tenaga medis.
    Obat antiradang ini akan disuntik ke area dekat sumsum tulang belakang, untuk mengurangi inflamasi di akar saraf. Injeksi ini juga dapat membuat kebas area yang sakit.
  • Botox. Dalam penelitian yang dirilis tahun 2013, botox dapat mengurangi rasa sakit dengan cara melumpuhkan otot yang keseleo dan membuatnya tegang. Injeksi ini efektif untuk 3-4 bulan.
  • Meregangkan punggung dengan bantuan alat dan beban. Jika penyebabnya adalah hernia diskus, cara ini dapat mengembalikan posisinya kembali normal.
  • Cognitive behavioral therapy (CBT). Jenis terapi ini dapat membantu mengatasi sakit punggung kronis lewat cara berpikir yang lebih positif. Terapi ini juga melibatkan teknik relaksasi dan cara menerapkan perilaku yang positif. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang melakukan CBT cenderung lebih aktif dan mau berolahraga, sehingga risiko kambuhnya sakit punggung menurun.

3. Terapi Alternatif

Terapi alternatif untuk sakit punggung

Foto: freepik.com

Terapi alternatif dapat dilakukan beriringan dengan terapi medis atau masing-masing.

Terapi ini harus diawasi dan dilakukan oleh para ahli di bidangnya masing-masing, misalnya chiropractic, osteopathic, pijat shiatsu, akupuntur, dan yoga.

Studi efektivitas terapi-terapi tersebut sebagai cara mengobati sakit punggung masih diperdebatkan karena hasilnya yang belum pasti.

Pastikan Moms dan Dads memilih tempat terapi yang telah mendapatkan izin operasi dan dilakukan oleh profesional.

4. Operasi

Cara mengobati sakit punggung dengan operasi sesungguhnya sangat jarang dilakukan dan pada kasus tertentu saja.

Biasanya operasi dilakukan pada pasien dengan kondisi yang dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani.

Contohnya, pasien hernia diskus yang rasa sakitnya tidak kunjung hilang dan menekan saraf, serta berpotensi besar menyebabkan kelemahan otot.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Sakit Punggung Sebelah Kiri, Ini Penyebabnya!

Sebagian besar kasus sakit punggung tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan dapat membaik dengan sendirinya dengan perawatan yang benar.

Agar terhindar dari sakit punggung, Moms dan Dads dapat menerapkan pola hidup sehat, menjaga postur tubuh yang baik, dan mengetahui cara mengangkat beban berat dengan benar agar terhindar dari masalah punggung.

  • https://www.nhs.uk/conditions/back-pain/causes/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4858456/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/172943#signs_and_symptoms
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3968894/
  • https://www.apa.org/pubs/journals/releases/amp-a0035747.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait