Parenting Islami

14 Desember 2021

Salat Istikharah: Hukum, Niat, Rukun, dan Tata Caranya

Minimal dilakukan 2 rakaat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Sedang merasa bimbang atau ragu-ragu dalam melakukan dan memilih sesuatu? Mari lakukan salat istikharah untuk meminta petunjuk dari Allah SWT.

Salat untuk meminta petunjuk atau dikenal dengan salat istikharah perlu kita ketahui sebagai umat Muslim.

Ketahui rukun, niat, hingga tata cara dalam melakukannya, ya.

Apa Itu Salat Istikharah?

hukum-salat-istikharah.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Istikharah, secara bahasa merupakan penyerapan dari kata istakhara-yastakhiru yang berarti mencari yang baik atau terbaik.

Hal ini pun sering diartikan sebagai bentuk mencari petunjuk kepada Tuhan YME.

Dalam Islam, adanya dua pendekatan untuk menghadapi setiap permasalahan, yakni dengan musyawarah dan istikharah.

Ada sebuah hadis yang mendukung pernyataan tersebut, seperti dikutip al-Quthb ar-Rabbani Imam Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah wal Muzhaharah wal Muadzarah:

Rasulullah SAW bersabda:

مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ ومَا نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ  

Artinya:

"Seseorang yang istikharah tidak mungkin pulang membawa kegagalan, sebagaimana pegiat musyawarah tak akan pernah datang memikul penyesalan.”

Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan kepada umat-Nya agar senantiasa memohon pertolongan untuk diberikan petunjuk atau kebaikan.

Cara yang terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT adalah melalui salat, sebagaimana hal ini difirmankan di dalam Alquran yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ – البقرة

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar” [QS. al-Baqarah: 153].

Baca Juga: Simak Cara Islam Mengatur Hukum Orang Tua Menyakiti Hati Anak

Hukum Salat Istikharah

Salat Istikharah Hukum

Foto: Orami Photo Stocks

Lantas, apakah salat untuk meminta petunjuk ini sunah atau wajib dilakukan?

Melansir muhammadiyah.or.id, salat istikharah dikatakan hukumnya sunah seperti dalam hadis sahih yang bersumber dari sahabat Jabir bin ‘Abdillah r.a. Beliau berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ

Artinya:

"Rasulullah SAW mengajari kami salat istikharah dalam setiap perkara atau urusan yang kami hadapi, sebagaimana Beliau mengajarkan kami suatu surat dari Alquran."

"Beliau berkata: “Jika salah seorang di antara kalian berniat dalam suatu urusan, maka lakukanlah salat dua rakaat yang bukan salat wajib, kemudian berdoalah…”. [HR. al-Bukhari].

Tentu, hadis di atas menjelaskan bahwa salat istikharah bisa dilakukan apabila seorang muslim ingin memohon petunjuk untuk sebuah persoalan.

Hal ini pun didasarkan pada sabda Nabi Muhammad SAW tersebut di atas yang berbunyi: "Maka lakukanlah salat dua rakaat yang bukan salat wajib”

Selain itu, pendapat ini juga didasarkan pada jawaban Rasulullah SAW ketika seorang laki-laki bertanya tentang Islam. Nabi Muhammad SAW menjawab: “Salat lima waktu sehari semalam”.

Lalu ia tanyakan pada Nabi Muhammad SAW:

هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ « لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ

Artinya: "Apakah aku memiliki kewajiban salat lainnya?” Nabi Muhammad SAW pun menjawab: “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambah dengan salat sunah” [HR. Bukhari dan Muslim].

Baca Juga: Yuk Ajarkan Doa Buka Puasa dan Maknanya pada Si Kecil, Intip di Sini!

Tata Cara Salat Istikharah

Shalat Istikharah -3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setidaknya ada 3 ketentuan waktu terbaik dalam menjalani ibadah istikharah, yaitu

  • Waktu ibadah istikharah bisa dilakukan pada pagi, petang, dan malam. 
  • Waktu salat istikharah juga boleh dilakukan pada sepertiga malam. 
  • Selepas salat tahajud boleh melaksanakan ibadah istikharah. 

Bagi yang belum tahu bagaimana tata cara atau rukun salat sunah ini, mari ketahui penjelasan berikut.

  • Niat Istikharah

Mari awali perkenalan ibadah istikharah dengan bacaan niat.

“Untuk keabsahan salat, niat harus diiringi dengan takbiratul ihram,” terang Syaikh Mushtafa Al Bugha dalam Fiqih Manhaji, dikutip dari bersamadakwah.net.

Niat dari ibadah istikharah meliputi:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatal istikhooroti rok’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: "Aku niat salat sunah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala"

  • Takbiratul ihram, lalu membaca baca doa iftitah dan surah Al-Fatihah
  • Pada rakaat pertama setelah membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surah Al-Kafirun
  • Ruku’
  • I’tidal 
  • Sujud pertama dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi melakukan rakaat kedua. Pada rakaat kedua usai membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surah Al-Ikhlas
  • Dilanjutkan ruku hingga tahiyat akhir dan salam

Adapun rukun tersebut perlu dilakukan secara tertib agar salat sunah dapat dikatakan sah.

Baca Juga: Rangkaian Ayat dan Doa Meminta Keturunan, Yuk Amalkan!

Doa setelah Salat

doa sholat istikharah

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah selesai menjalankan salat, dianjurkan untuk membaca doa.

Doa yang dibaca setelah salat istikharah, seperti yang dikutip dari riwayat Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah, yakni:

لَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ

وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَ

Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudrotik, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘alaamul ghuyuub.

Alloohumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baariklii fiih.

Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdur lil khoiro haitsu kaana tsumma ardlinii.

Baca Juga: 55+ Nama Bayi Kembar Laki-Laki Islam, Ada Fahmi dan Fahri, Keren!

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung."

"Karena sesungguhnya Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Tahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib."

"Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini."

"Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka jauhkanlah urusan ini dariku,"

"Dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya."

Baca Juga: Menikah dengan Sepupu, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Sejumlah orang beranggapan bahwa jawaban dari ibadah istikharah akan Allah SWT sampaikan dalam sebuah mimpi.

Namun, adapun para ulama berpendapat bahwa tidak ada kaitan antara mimpi dan jawaban dari doa istikharah.

Syaikh Masyhur Hasan Salman hafizhahullah mengatakan:

"Mimpi tidak bisa dijadikan acuan hukum fikih. Sebab di dalam mimpi, setan memiliki peluang besar untuk memainkan perannya, sehingga bisa jadi setan menggunakan mimpi untuk mempermainkan manusia."

Hal ini pun didukung oleh hadis yang diriwayatkan Nabi Muhammad SAW bersabda:

الرُّؤْيَا ثَلاَثَةٌ : فَبُشْرَى مِنَ اللهِ ، وَحَدِيثُ النَّفْسِ ، وَتَخْوِيفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ – أحمد

Artinya: “Mimpi ada 3 macam, (yaitu) berita gembira dari Allah, dari bisikan hati, dan ketakutan dari setan.” [HR. Ahmad]

Biasanya, jawaban atas doa dapat berupa keyakinan dalam hati padahal sebelumnya Moms ragu-ragu.

Semoga salat istikharah yang dilakukan membuahkan petunjuk dan jawaban atas doa Moms, ya!

  • https://muhammadiyah.or.id/shalat-istikharah/
  • https://bersamadakwah.net/niat-shalat-istikharah/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait