Karier & Keuangan

Dilema Sandwich Generation, Moms dan Dads Juga Salah Satunya?

Merasa frustrasi menjadi sandwich generation? Moms dan Dads tidak sendirian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat ini, banyak orang dewasa mengalami kesulitan ekonomi dan frustrasi akibat dituntut untuk memenuhi kebutuhan anak dan orang tuanya. Situasi tersebut dikenal dengan sandwich generation. Bagaimana caranya bisa bertahan dengan situasi tersebut?

Pengertian Sandwich Generation

Sandwich generation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang dewasa yang terhimpit beban membiayai kebutuhan merawat secara fisik, emosional, dan ekonomi baik orang tua dan anaknya sekaligus, seperti layaknya daging, sayuran, dan telur yang diapit oleh roti tawar.

Berdasarkan jenisnya, dikutip dari laman Griswold Homecare, sandwich generation terbagi atas dua, yakni:

  • Sandwich generation tradisional yang merupakan orang dewasa berusia 40 hingga awal 50-an yang merasa memiliki kewajiban merawat orang tuanya yang membutuhkan dukungan fisik, emosional, dan finansial.
  • Sandwich generation club yang merupakan individu yang berusia 30 hingga 40-an tahun dengan anak yang masih berusia kanak-kanak, namun merasa memiliki kewajiban untuk mendukung orang tua atau kakek dan neneknya secara fisik, emosional, dan finansial.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh The New York Times Parenting bekerjasama dengan YouGov menjelaskan bahwa 800 dari 5.000 partisipan bahwa mereka juga merawat orang tua, 32% dari partisipan mengatakan bahwa mereka mengorbankan penghasilan, 28% dari partisipan mengorbankan karir untuk orang-orang yang disayanginya baik pasangan, anak-anak dan orang tua.

Secara rata-rata, responden dari survei ini menerangkan bahwa generasi yang merawat orang tua dan anaknya telah menghabiskan lebih dari $10.000 Dollar AS atau sekitar Rp146 juta.

Di sisi lain, mereka juga harus melakukan hal-hal seperti mengurangi jam kerja, memperbesar pengeluaran atau meninggalkan pekerjaannya dikarenakan tanggung jawab tersebut.

Baca Juga: 6 Tips Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga

Tantangan yang Dihadapi Sandwich Generation

Tantangan sandwich generation

Foto: freepik.com

Banyak perencana keuangan menyebut bahwa sandwich generation adalah kelompok masyarakat yang paling banyak ditemui di negara berkembang.

Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa setelah pandemi awal tahun 2020, generasi ini juga berkembang cukup pesat di negara maju seperti Amerika Serikat.

Laporan dari New York Life pada 2020 menunjukkan bahwa pandemi telah menggeser demografi sandwich generation di Amerika Serikat yang menyebabkannya kelompok umur pada angkatan ini semakin muda dan beragam, mengimplikasikan perbedaan yang cukup kompleks sehingga membutuhkan solusi jangka panjang untuk bisa bertahan hidup.

Dalam survei yang dilakukan pada Maret hingga Juli tahun lalu, temuan ini menunjukkan bahwa 60% sandwich generation adalah wanita dengan beban ekonomi yang lebih beragam, tidak sebatas membiayai kebutuhan sehari-hari orang tua dan keluarga intinya.

Banyaknya wanita yang masuk ke dalam sandwich generation disebabkan wanita lebih banyak menghabiskan waktu 45 menit daripada laki-laki dalam memberikan perawatan kepada anak atau orang tuanya.

Temuan tersebut juga menunjukan bahwa 53% sandwich generation diisi oleh kelompok usia 30 sampai 44 tahun.

Baca Juga: Tabungan Khusus untuk Dana Pendidikan Anak, Penting atau Tidak?

Dilansir dari laman Arbors Assisted Living, tantangan yang umumnya dihadapi sandwich generation setiap hari adalah:

1. Merawat Diri Sendiri

Kesibukan untuk merawat keluarga membuat sandwich generation lalai dalam memenuhi kebutuhannya sendiri, misalnya lupa janji rutin dengan dokter, melewatkan waktu berolahraga, atau sekedar membuat makanan sehat untuk diri sendiri.

Dalam jangka pendek, mungkin fokus merawat anggota keluarga terlihat baik, namun efek yang dihasilkan dalam waktu yang panjang akan membuat tenaga terkuras, sakit, stres, hingga depresi.

2. Menyeimbangkan Kehidupan Pekerjaan dan Personal

Sandwich generation umumnya mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan rumah dengan pekerjaan kantor. Hal ini bisa membuat pikirannya terpecah dan tidak bisa fokus pada satu pekerjaan.

Stres dapat timbul apabila sandwich generation tidak bisa memprioritaskan kehidupan personal dan profesional dalam satu waktu.

3. Masalah Finansial

Memenuhi kebutuhan rumah tangga seringkali memberikan tantangan. Hal ini ditambah dengan kebutuhan perawatan kesehatan dari anggota keluarga, bahan makanan, hingga kebutuhan lainnya.

Semua kebutuhan ini dapat memberikan tekanan secara finansial. Apalagi riset menunjukkan bahwa tidak semua orang siap secara finansial dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Di Amerika Serikat, sepertiga penduduknya tidak mempersiapkan keuangan dalam menghadapi pandemi.

Akibatnya untuk dapat bertahan dalam krisis, sandwich generation harus bekerja lembur, mencari pekerjaan tambahan, atau berbagi biaya dengan saudara demi menjaga kestabilan keuangan hingga harus menjual sebagian besar asetnya untuk tetap bertahan hidup.

Baca Juga: Pertimbangan Finansial Sebelum Memutuskan Menjadi Freelancer

Beban Sandwich Generation

Beban sandwich generation

Foto: freepik.com

Banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi memberikan beban kepada sandwich generation.

Hal ini membuat sandwich generation mudah terserang rasa bersalah apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup.

Mengurus orang tua dan anak sekaligus dapat memicu stres sehingga membebankan pikiran yang dapat menimbulkan kesulitan, seperti:

  • Kesulitan mencapai keseimbangan kerja dan hidup
  • Merasa tidak dihargai
  • Menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk orang tua dan anak-anak mereka, meninggalkan sedikit anggaran untuk diri mereka sendiri
  • Mengabaikan hobi dan minat
  • Kecemasan dan depresi
  • Perasaan kesal terhadap orang yang mereka sayangi
  • Kesulitan mengelola hubungan

Baca Juga: Ini Gejala Fisik Depresi yang Terlihat, Segera Konsultasi Moms!

Tips Mengurangi Stres Sandwich Generation

Tips untuk sandwich generation

Foto: freepik.com

Mengutip dari lifeworks, untuk mengurangi kesulitan akibat stres berlebih, generasi ini dapat memperbaiki keadaan dengan beberapa cara, misalnya:

1. Buat Perencanaan yang Matang

Biaya kesehatan orang tua dan tumbuh kembang anak membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga banyak keperluan lain yang harus ditunda.

Cara yang dapat membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut sebenarnya adalah dengan membuat rencana sedini mungkin.

Moms bisa menggunakan konsultan keuangan untuk membantu membuat rencana keuangan masa depan. Dengan adanya rencana yang matang, situasi dadakan yang terjadi di masa depan akan bisa terkendali.

2. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Merawat anggota keluarga adalah sumber kecemasan yang paling besar.

Luangkanlah waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai sehingga dapat memberikan kesempatan untuk merefleksikan perasaan sendiri.

Dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri, maka akan tercipta keseimbangan antara merawat diri sendiri dan anggota keluarga lainnya.

3. Mencari Dukungan dari Komunitas atau Orang Terdekat

Memikirkan sendiri semua jalan permasalahan tentu akan menambah beban pikiran.

Mengutip dari Forbes, mintalah bantuan anggota keluarga lain untuk membantu merawat orang tua yang lanjut usia dan anak. Buat jadwal sehingga waktu untuk merawat bisa lebih efektif dan efisien.

Hal ini membantu memberikan rasa tanggung jawab kepada masing-masing anggota keluarga dan membantu anggota keluarga lain yang merasa memiliki permasalahan yang sama.

4. Jangan Mudah Menyerah

Menjaga karir, keuangan, dan mengurus anggota keluarga akan sangat mudah membuat diri sendiri merasa kesal dan kewalahan.

Namun, menyerah pada keadaan ini, mungkin tidak akan membuat keadaan menjadi lebih baik untuk semua pihak, tetapi justru sebaliknya.

Setiap hari, tanamkan dalam diri sendiri bahwa alasan untuk berada dalam posisi ini adalah karena merasa diri sendiri merupakan sosok yang kuat.

Menjadi sandwich generation memang berat, namun bukan berarti halangan tersebut tidak bisa diatasi. Melakukan rencana jangka panjang dapat membantu meringankan tekanan hidup.

Baca Juga: 3 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Aman Bagi Pemula

Nah, Moms dan Dads sudah mendapat gambaran untuk bisa keluar dari mata rantai sandwich generation.

Jika stres tidak dapat dibendung, Moms atau Dads dapat berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

  • https://www.newyorklife.com/content/dam/nyl/newsroom/docs/pdfs/New_York_Life_Sandwich_Gen_White_Paper.pdf
  • https://www.griswoldhomecare.com/blog/2019/june/the-sandwich-generation-stress-and-other-issues/
  • https://www.pewresearch.org/fact-tank/2018/11/29/more-than-one-in-ten-u-s-parents-are-also-caring-for-an-adult/
  • https://www.nytimes.com/2020/02/11/parenting/sandwich-generation-costs.html
  • https://arborsassistedliving.com/family-caregiving-challenges-for-the-sandwich-generation/
  • https://www.lifeworks.com/blog/step-step-guide-starting-parent-support-group-office/
  • https://www.aplaceformom.com/caregiver-resources/articles/what-is-the-sandwich-generation
  • https://www.forbes.com/sites/jeffbevis/2020/04/22/3-secrets-for-avoiding-sandwich-generation-stress/?sh=71d0ddc67872
  • https://www.moneycrashers.com/sandwich-generation-tips-reduce-caregiver-stress/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait