Program Hamil

PROGRAM HAMIL
9 April 2021

Bolehkah Minum Sangobion untuk Ibu Hamil? Simak Jawabannya di Sini!

Berbagai informasi ini memberi jawaban yang mudah dicerna seputar Sangobion untuk ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Pada saat seorang wanita berbadan dua, otomatis kebutuhan yang ada di dalam tubuhnya ikut berlipat ganda. Sel darah merah di dalam tubuhnya pun bekerja lebih “giat” untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh.

Itulah sebabnya Moms yang hamil perlu dijaga agar tidak mengalami anemia.

Jurnal Anemia Dalam Kehamilan menyatakan bahwa anemia merupakan kondisi saat tubuh kekurangan haemoglobin yang berperan membawa makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Jika kekurangan oksigen, kinerja organ tubuh akan terhambat.

Biasanya, saat Moms sedang hamil dan tiba-tiba mengalami gejala anemia, salah satu pertolongan pertama yang paling sering dicari adalah minum sangobion untuk ibu hamil.

Hal ini membuat pertanyaan selanjutnya pun muncul. Amankah sangobion untuk ibu hamil tersebut? Jika Moms penasaran, simak jawaban sangobion untuk ibu hamil di bawah ini, yuk.

Penyebab Anemia

anemia.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui tingkat keamanan Sangobion untuk ibu hamil, Moms sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apa saja penyebab anemia.

MenurutAmerican Pregnancy Association, penyebab anemia pada Moms yang hamil kurang lebih sama seperti anemia pada umumnya yaitu penurunan kadar hemoglobin dalam tubuh.

Ketidakseimbangan proporsi antara plasma dan sel darah merah ini sering terjadi di trimester kedua kehamilan.

Selain itu, ada kondisi lain yang menyebabkan Moms mengalami anemia yaitu kekurangan zat besi, penyerapan zat besi tidak optimal, pendarahan, ulkus, atau polip

Moms yang sedang hamil, perlu dijaga sedemikian rupa agar tidak mengalami anemia. Sebab, anemia tidak hanya akan memengaruhi kesehatan kehamilan. Moms yang mengalami anemia cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Anemia pada ibu hamil juga akan meningkatkan risiko depresi pasca persalinan dan kematian ibu pasca persalinan. Wah, sungguh membahayakan ya, Moms!

Baca juga: Manfaat Tes Glukosa Pada Bayi Baru Lahir

Tipe Anemia pada Moms yang Sedang Hamil

Dampak Berbahaya Anemia pada Ibu Hamil

Photo: Orami Photo Stock

Apakah Moms sekarang langsung panik dan ingin segera mencari Sangobion untuk Ibu hamil? Tunggu dulu Moms. Jangan sembarangan minum Sangobion untuk ibu hamil untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Mari kita bahas lebih lanjut tentang anemia pada ibu hamil yang ternyata memiiki berbagai tipe.

Cedars Sinai Medical Centre yang ada di Los Angeles, Amerika Serikat menyebutkan ada empat tipe anemia pada ibu hamil yang harus diwaspadai:

1. Anemia of Pregnancy

Selama kehamilan, volume darah dalam tubuh pun pastinya meningkat. Artinya, tubuh akan memerlukan lebih banyak vitamin dan zat besi untuk memenuhi kebutuhan sel darah merah yang baru.

Jika wanita hamil tidak memiliki cukup banyak zat besi, Moms akan mudah mengalami anemia.

2. Iron-Deficiency Anemia

Tipe anemia pada ibu hamil yang kedua adalah iron-deficiency anemia atau anemia karena jumlah zat besi yang sangat minim bahkan defisit.

Inilah anemia yang paling sering terjadi pada kehamilan. Setidaknya 15%-25% kehamilan mengalami anemia karena kekurangan zat besi.

Hal ini tentu sangat membahayakan Moms dan janin, karena janin akan banyak menggunakan zat besi dalam sel darah merah Moms untuk tumbuh dan berkembang di dalam kandungan. Apalagi di saat tiga bulan terakhir menjelang kehamilan.

Jika Moms memiliki sel darah merah “simpanan” di dalam tulang, maka tubuh Moms akan mengambil “simpanan” sel darah merah tersebut untuk tubuh.

Namun, jika Moms tidak memiliki sel darah merah “simpanan”, hal ini akan mengakibatkan iron deficiency anemia karena kandungan zat besi yang sangat kurang.

Seperti yang Moms sudah ketahui di atas, zat besi merupakan zat terpenting yang membantu membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh tubuh Moms (dan kali ini termasuk janin).

Jika zat besi dalam darah menurun, tubuh akan rawan terhadap infeksi. Hindari dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung nutrisi baik untuk meningkatkan atau mengembalikan kembali “simpanan” sel darah merah.

3. Folate Deficiency Anemia

Tipe anemia pada ibu hamil yang ketiga adalah folate deficiency anemia atau disebut juga anemia karena kekurangan asam folat.

National Library of Medicine menyatakan bahwa selain anemia karena kekurangan zat besi, anemia yang juga sering dialami oleh wanita hamil adalah anemia karena kekurangan asam folat.

Asam folat merupakan suatu zat yang tak kalah penting yang dibutuhkan oleh Moms yang sedang hamil.

Asam folat pada ibu hamil membantu mencegah keguguran, menurunkan risiko preeklamsia, mencegah anemia, hingga berperan penting untuk membantu tabung saraf bayi berkembang dengan baik.

Tabung saraf bayi yang berlembang baik, salah satunya akan membantu menghindarkan bayi dari risiko cacat tabung saraf, seperti anensefali dan spina bifida.

Anensefali adalah kondisi di mana bayi dilahirkan tanpa otak dan tulang tengkorak.

Baca juga: Mengenal Hiperbilirubinemia pada Bayi, Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

4. Vitamin B12 Deficiancy Anemia

Selanjutnya adalah anemia yang disebabkan karena penurunan vitamin B12. Vitamin B12 merupakan salah satu vitamin terpenting tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah.

Banyak wanita hamil mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 pada pola makan sehatnya.

Meski demikian, ada juga kemungkinan sebagian besar tubuh wanita hamil ternyata tidak dapat mencerna vitamin B12, sehingga vitamin B12 dalam tubuh mengalami penyusutan. Inilah yang menyebabkan anemia.

Vitamin B12 dapat diperoleh dari bahan makanan hewani. Wanita hamil yang tidak makan makanan apa saja dari hewan (vegan) cenderung mudah mengalami anemia karena kekurangan vitamin B12.

Strict vegans bahkan seringkali membutuhan suntikan khusus vitamin B12 selama kehamilan.

Gejala Anemia pada Wanita Hamil

Yuk-Kenalan,-Apa-Itu-Anemia-Sel-Sabit-.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Pada saat hamil, wanita cenderung memerlukan lebih banyak sel darah merah dibanding pada kondisi tidak hamil. Tapi ini tidak berarti Moms harus minum Sangobion untuk ibu hamil

Hal ini karena sel darah merah tidak hanya berperan untuk membantu menjaga tubuh Moms, sel darah merah juga bertugas untuk membantu mendukung perkembangan janin.

Jika oksigen yang dibawa oleh sel darah merah tidak mencukupi kebutuhan tubuh, bisa jadi nutrisi dan oksigen yang disalurkan untuk tubuh serta janin menjadi sangat terbatas.

Yang perlu diwaspadai menurut American Pregnancy Association adalah anemia saat kehamilan bisa jadi memberi gejala yang sangat minim atau bahkan tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga seringkali terlewatkan.

Bagaimana tidak? Gejala anemia pada ibu hamil kurang lebih sama seperti gejala kehamilan biasanya.

Namun, lama kelamaan gejala anemia pada ibu hamil tentu akan terlihat makin jelas. Biasanya, anemia pada ibu hamil terjadi pada kehamilan trimester kedua dan ketiga.

Apa saja gejala anemia pada ibu hamil? Sebut saja mulai dari cepat lelah, merasa sangat lemah, sulit berkonsentrasi, denyut jantung tidak teratur, nyeri dada, telapak tangan dan telapak kaki terasa dingin, sakit kepala, sesak napas, hingga kulit tampak pucat.

Selain gejala anemia pada ibu hamil di atas, Moms bisa saja mengalami gejala berkelanjutan seperti perubahan indera pengecap, sariawan, telinga berdenging, gatal-gatal, hingga rambut rontok.

Yes, rambut rontok! Hal ini tentu sangatlah janggal karena pada saat hamil, biasanya rambut berada pada kondisi prima, mengilat, kuat, dan mengembang.

Baca juga: 23 Cara Mengatasi Rambut Rontok Dengan Bahan-Bahan Alami

Bagaimana Masalah Anemia Ibu Hamil dapat Diketahui?

Bolehkah Ibu Hamil Kerokan saat Masuk Angin? Ini Penjelasannya!

Photo: Orami Photo Stock

Biasanya, anemia pada ibu hamil dapat diketahui dari cek darah rutin. Terutama, dokter akan meminta informasi dari kondisi hemoglobin dan hematokrit.

Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Moms yang sedang dalam kondisi hamil akan didiagnosa anemia jika hemoglobin (Hb)nya rendah.

Sedangkan hematokrit merupakan suatu kadar yang memastikan jumlah sel darah merah pada tubuh wanita hamil sudah tercukupi.

Biasanya, tes darah akan dilakukan pada pemeriksaan kehamilan pertama. Selanjutnya, tes darah akan dilakukan kembali pada masa kehamilan sesuai konsultasi dengan dokter kandungan.

Amankah Penggunaan Sangobion untuk Ibu Hamil?

Lalu, apakah Sangobion untuk ibu hamil bisa segera Moms minum untuk mencegah anemia? Tahan dulu Moms.

Ada banyak perawatan yang perlu dilakukan saat wanita hamil mengalami anemia. Mari simak beberapa cara yang dianjurkan oleh mayoclinic.org dan Cedars Sinai ini:

1. Makan Makanan Kaya Akan Zat Besi

manfaat bayam untuk asma

Photo: Orami Photo Stock

Bukan Sangobion untuk ibu hamil jawabannya, melainkan makanan dengan kandungan zat besi

Para ahli mengakui bahwa sumber zat besi alami yang diperoleh dari makanan akan jauh lebih baik dibanding zat besi yang diperoleh dari suplemen zat besi.

Moms yang sedang hamil dapat mengonsumsi beberapa jenis makanan ini untuk memenuhi kebutuhan zat besi selama hamil:

  • Daging

Daging merah dan jerohan seperti hati, ginjal dan jantung sangat tinggi zat besi dan zat besi heme. Jerohan sebenarnya kaya seng, protein, dan vitamin B12 yang membantu perkembangan janin dan pembentukan sel darah merah.

Meski demikian, Moms tetap perlu membatasi makan jerohan karena cenderung meningkatkan kolesterol dalam darah.

  • Jeruk

Meskipun tinggi vitamin C, jeruk juga kaya akan zat besi, vitamin A, serat dan protein.

Meski kandungan zat besi dalam jeruk lebih rendah dibandingkan dengan buah yang mengandung vitamin C lainnya, namun jeruk dikenal membantu penyerapan zat besi yang diperoleh melalui sumber makanan lain.

  • Kacang Badam

Buah kering kaya zat besi ini juga merupakan sumber penting nutrisi lain seperti protein, vitamin E, dan lemak tak jenuh. Almond membantu meningkatkan profil lipid yang pada gilirannya mencegah penambahan berat badan selama kehamilan.

Baca juga: 9+ Jenis Jeruk Paling Populer di Indonesia, Segar dan Bernutrisi!

  • Biji Labu

Tak hanya daging labu saja yang memiliki banyak nutrisi, biji labu pun mengandung zat besi dan juga tinggi beta karoten, asam lemak, vitamin E, dan asam amino. Biji labu juga dikenal luas membantu meredakan edema dan peradangan lainnya selama kehamilan dan setelah melahirkan.

  • Bit

Bit dikenal kaya akan zat besi, seng, tembaga, kalium, dan flavonoid serta polifenol. Tak hanya itu saja, bit pun membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan kesehatan ginjal dan fungsi jantung selama kehamilan.

  • Unggas

Daging unggas juga bisa dikonsumsi selama kehamilan karena mengandung zat besi. Daging ayam juga merupakan sumber protein, vitamin dan mineral yang membantu dalam perkembangan janin yang sehat.

  • Apel

Zat besi dan vitamin dalam sebuah apel sangat membantu untuk pertumbuhan bayi dan calon ibu. Saat hamil, Moms biasanya akan lebih suka makan apel hijau yang segar seperti apel Malang daripada apel merah. Apel membantu mencegah komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur hingga diabetes gestasional..

  • Santan

Santan mengandung zat besi dalam jumlah yang cukup. Ia juga kaya kalium, gula, lemak sehat dan protein. Santan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan memberikan nutrisi penting bagi ibu.

  • Seafood

Makanan laut seperti ikan salmon kaya akan zat besi, protein, dan asam lemak omega-3. Nutrisi penting ini membantu otak dan perkembangan mata janin. Dua porsi salmon per minggu direkomendasikan oleh para ahli selama kehamilan.

  • Bayam

Bayam kaya akan zat besi, folat, yodium, dan kalsium. Jika Moms penganut pola makan vegan, tambahkan bayam dalam menu makanan sehari-hari. Bayam membantu mencegah komplikasi terkait tulang belakang dan otak pada bayi yang sedang tumbuh.

  • Buncis

Buncis merupakan sumber zat besi, folat, vitamin A, kalium, magnesium dan serat yang baik. Nutrisi ini membantu mencegah cacat lahir pada bayi baru lahir, mengelola diabetes gestasional, mengobati sembelit saat hamil, dan membantu perkembangan otot bayi.

Baca juga: Resep Buncis Cah Sapi, Menu Sahur Lezat dan Mudah Dibuat

2. Mengonsumsi Suplemen Zat Besi

Dampak Berbahaya Anemia pada Ibu Hamil-3.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Baiklah. Daripada Moms semakin tidak sabar untuk menemukan jawaban bolehkah Sangobion untuk ibu hamil, mari kita bahas lebih spesifik di sini.

Pada saat Moms mengalami anemia, biasanya dokter akan memberikan suplemen zat besi tambahan untuk Moms. Tentu saja, suplemen atau vitamin apa saja yang dikonsumsi oleh Moms, perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Suplemen zat besi yang umum diberikan adalah suplemen yang mengandung ferrous sulphate. Suplemen tersebut perlu dikonsumsi 2-3 kali setiap hari.

Lalu bagaimana dengan Sangobion? Apakah Sangobion untuk ibu hamil aman dikonsumsi?

Di pasaran, Moms dapat menemukan Sangobion Feminine yang disinyalir membantu mengatasi rasa tidak nyaman saat menstruasi. Tak hanya itu saja, Sangobion Feminine yang tergolong dalam vitamin dan mineral ini dapat membantu mengatasi anemia.

Keterangan yang terdapat pada kemasan obat bebas ini menuliskan kandungan aktif ferrous glukonat, mangan sulfat, tembaga sulfat, metafolin, vitamin B12, vitamin C.

Baca juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Untuk Moms yang sedang menyusui, sebaiknya jangan mengonsumsi Sangobion Feminine tanpa konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.

Sedangkan Sangobion untuk ibu hamil, studi terkontrol pada wanita hamil menyatakan bahwa penggunaan Sangobion Feminine tidak menunjukkan risiko terhadap janin. Bahkan kecil kemungkinannya untuk membahayakan janin.

Meski demikian, sebelum minum Sangobion untuk ibu hamil, Moms sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Jangan langsung serta merta minum vitamin, jamu, atau obat apapun tanpa sepengetahuan dokter.

Apalagi jika Moms memiliki riwayat alergi pada salah satu kandungan aktif di atas, memiliki gangguan hati, gangguan darah, gangguan pencernaan, atau diabetes.

Beberapa orang yang minum suplemen zat besi terkadang mengalami efek samping seperti sakit perut, diare atau konstipasi, nyeri ulu hati, mual, atau feces yang berwarna gelap.

Jika dokter kandungan memperbolehkan Moms mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil, jangan lupa untuk ikut memerhatikan cara benar mengonsumsi Sangobion Feminine.

Sebaiknya Moms mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil sebelum makan atau saat perut kosong. Misalnya, Moms bisa mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan.

Namun, jika cara tersebut malah menyebabkan mual atau rasa tidak enak di perut, konsumsilah obat ini pada saat makan.

Cara mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil pun sebaiknya dikonsumsi pada waktu yang sama setiap harinya, sama seperti Moms mengonsumsi pil KB.

Tujuan mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil pada jam yang sama adalah agar efeknya maksimal dan Moms tidak lupa untuk meminumnya.

Bagaimana jika Moms lupa mengonsumsi Sangobion untuk ibu hamil? Segera konsumsi Sangobion untuk ibu hamil atau Sangobion Feminine ini apabila jeda dengan jadwal berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosisnya.

3. Memenuhi Kebutuhan Vitamin C

Makanan Khusus untuk Penderita Anemia Saat Hamil 6.jpg

Photo: Orami Photo Stock
Zat besi perlu diserap optimal oleh tubuh. Nah, agar tubuh Moms dapat menyerap zat besi dengan maksimal, Moms juga perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C ini dapat ditemukan dalam buah jeruk, stroberi, kiwi, tomat, dan buah berry yang lain.

Baca juga: 6 Variasi Resep Dimsum untuk Camilan Buah Hati

Agar hasil akhir lebih optimal, kombinasikan makanan yang mengandung tinggi zat besi dan tinggi vitamin C.

Jadi, apakah Moms sudah menemukan jawaban bolehkah Sangobion untuk ibu hamil? Intinya, apapun makanan, obat, dan suplemen yang Moms konsumsi, jangan pernah lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan, ya!

  • https://med.unhas.ac.id/obgin/?p=102
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-concerns/anemia-during-pregnancy-5343/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/anemia-during-pregnancy/
  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/anemia-in-pregnancy.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10818399/

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait