Kesehatan

8 Juni 2021

Bisa Menyakitkan, Tengok Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mencegahnya

Sering sariawan di gusi. Hati-hati! Cek di artikel ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Sariawan di gusi adalah penyakit yang sering menyerang banyak orang.

Stomatitis, begitu nama lainnya, kerap menimbulkan rasa tak nyaman saat makan. Karena sariawan merupakan luka kecil dan dangkal yang muncul pada jaringan mulut.

Gusi adalah salah satu lokasi yang kerap terkena sariawan. Terkadang, rasa perih dan nyerinya bisa melebihi sariawan yang muncul di area bibir.

Baca Juga: Ini Daftar Makanan yang Direkomendasikan untuk Anak yang Sedang Sariawan

Gejala Sariawan di Gusi

gejala sariawan di gusi 1.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sariawan adalah luka yang menyakitkan di dalam mulut. Bisa terjadi di lidah, lapisan pipi, langit-langit, bahkan sariawan di gusi. Gejala umum sariawan meliputi:

  • Sensasi terbakar, kesemutan, atau tertusuk hingga 24 jam sebelum luka muncul
  • Luka mirip kawah yang berwarna putih, abu-abu, atau kuning, dengan pinggiran berwarna merah
  • Luka biasanya terasa nyeri
  • Kesulitan berbicara, makan atau menelan
  • Demam
  • Kelenjar getah bening membengkak
  • Infeksi sariawan di mulut atau tenggorokan

Tak jarang, sariawan di gusi menyebabkan susah menelan dan terjadinya penurunan berat badan.

Penyebab Sariawan di Gusi

sakit gigi - gusi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sariawan di gusi, yakni lesi kecil atau luka yang tumbuh di jaringan lunak di mulut atau di dasar gusi.

Tidak seperti luka umumnya, sariawan di gusi tidak menular. Namun, rasanya bisa menyakitkan, dan bisa membuat makan dan berbicara menjadi sulit.

Lantas apa saja penyebab sariawan di gusi yang perlu kita ketahui? Simak penjelasan berikut ini.

1. Stres

Stres tak hanya menyoal masalah fisik aja. Satu dari lima orang penyebab sariawan di gusi karena stres, lho.

“Dalam beberapa kasus stres yang tak terkendali dengan baik juga dipercaya bisa memicu sariawan di gusi. Misalnya, pekerjaan menumpuk yang menimbulkan banyak tekanan pada psikis,” kata Dokter keluarga Daniel Allan, MD., dokter keluarga di Dignity Health, California.

Tak hanya itu, sariawan di gusi telah dikaitkan dengan alergi dan perubahan hormonal. Banyak orang yang rentan terhadap sariawan karena pemicunya adalah stres.

Kombinasi stres emosional dan kelelahan bisa menjadi penyebab berkembangnya sariawan di gusi.

Mengelola stres, mengurangi kecemasan, dan tidur cukup dapat membantu mencegah sariawan di gusi terbentuk.

2. Kurang Nutrisi

5 Buah-buahan yang Mampu Atasi Sariawan di Gusi-4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika tubuh kekurangan asupan nutrisi seperti asam folat, vitamin B12 dan C, serta zat besi, bisa jadi pemicu timbulnya sariawan di gusi.

Studi dalam National Center for Biotechnology Information menyebutkan, kekurangan kalsium juga dapat menyebabkan sariawan di gusi.

Makan sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur yang cukup adalah solusi terbaik untuk mengatasi kekurangan nutrisi dalam tubuh.

Namun, beberapa buah yang dianggap sangat menyehatkan karena nutrisinya justru sebaiknya dihindari bila seseorang terkena sariawan.

Banyak buah jeruk yang sangat asam dan dapat menyebabkan atau memperburuk sariawan di gusi.

Baca Juga: 4 Penyebab Gusi Berdarah saat Hamil dan Cara Mengatasinya, Bumil Harus Tahu!

3. Imunitas Tubuh Rendah

Seseorang yang memiliki sistem kekebalan yang rendah lebih rentan terhadap sariawan di gusi. Selain itu, terdapat bukti bahwa masalah saluran cerna dan penyakit lain berkontribusi atau menyebabkan sariawan di gusi, lho.

Genetik atau riwayat keluarga juga menjadi salah satu pemicu dan penyebab sariawan di gusi.

Masalah stomatitis juga bisa dipengaruhi secara genetik. Stomatitis ini juga disebut sebagai stomatisis berulang (recurrent stomatitis aphtous).

"Banyak ahli beranggapan masalah ini bisa diturunkan secara genetika dari orangtua maupun keluarga terdekat. Tapi belum dipastikan,” ungkap Dr Allan.

4. Cedera Mulut

Obat Sariawan di Gusi untuk Anak

Foto: Orami Photo Stocks

Cedera pada mulut bisa saja disebabkan karena rongga mulut tergigit secara tidak sengaja atau menyikat gigi terlalu keras. Selain itu, sariawan di gusi bisa saja disebabkan oleh kandungan SLS (sodium lauryl sulfate) pada pasta gigi atau obat kumur.

Karena sariawan di gusi sebenarnya adalah bisul kecil, luka ini dapat disebabkan oleh apapun.

Gigi palsu yang tidak dipasang dengan benar, menyikat terlalu kasar, tidak menjaga kebersihan mulut, atau menggunakan produk yang keras dapat menyebabkan scedera pada jaringan mulut.

Baca Juga: Cara Mengobati Sariawan di Lidah dengan Bahan Alami

5. Bakteri

Mengutip Mayo Clinic, bakteri helicobacter pylori menjadi penyebab tumbuhnya sariawan di gusi.

Biasanya, bakteri ini menyebabkan infeksi pada lambung. Namun, di beberapa kasus, bakteri ini juga ditemukan di rongga mulut, dan memicu sariawan di gusi pada beberapa orang.

6. Riwayat Penyakit

6 Cara Mengobati Sariawan di Gusi Secara Alami Selama Kehamilan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Moms juga berisiko terkena sariawan jika memiliki intoleransi gluten atau alergi gluten (penyakit Celiac), atau alergi makanan lainnya.

Namun penting untuk diperhatikan bahwa sariawan tidak selalu disebabkan oleh makanan.

Mengutip Kids Health, sariawan dapat karena penyakit atau kondisi autoimun yang menyebabkan peradangan, seperti penyakit Crohn, penyakit Behcet, dan HIV atau AIDS.

Jadi bagi orang yang menderita penyakit tersebut lebih rentan terkena sariawan di gusi.

Cara Mencegah Sariawan di Gusi

00 ILUSTRASI SARIAWAN - sumber theconversation.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Kabar baiknya adalah bahwa rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat sariawan di gusi dapat dikurangi dengan perawatan resep dan non-resep yang tersedia serta pengobatan rumahan.

Biasanya, sesekali sariawan di gusi bisa sembuh sendiri.

Meski tak tergolong sebagai penyakit yang berbahaya, tak ada salahnya bukan untuk mengetahui cara mencegah sariawan di gusi. Yuk coba Moms!

1. Pilih Makanan Sehat

Agar tubuh tidak mengalami defisiensi gizi, perbanyak konsumsi buah, sayur, dan gandum utuh.

Moms, sebaiknya hindari makanan yang mengiritasi mulut, termasuk makanan asam, panas, atau pedas. Selain itu, kurangi mengunyah permen karet, mengutip Cleveland Clinic.

Karena makanan terlalu manis juga dapat pemicu tumbuhnya sariawan di gusi.

Makanlah makanan lembut, bergizi dan kurang garam yang mudah ditelan, seperti yogurt atau sup krim.

Sariawan di gusi bisa dicegah dengan cara menghindari makanan yang dapat mengiritasi mulut, seperti kacang, keripik, bumbu tertentu, nanas, jeruk bali, jeruk, hingga makanan asin.

2. Bersihkan Gigi

Kebiasaan Menggigit Kuku Berhubungan dengan Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sikat gigi saja tidak cukup. Coba gunakan benang gigi setelah makan dan sebelum tidur. Tujuannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam mulut dan penyebab sariawan di gusi.

Rutin menyikat gigi dua kali sehari agar kebersihan gigi dan mulut tetap terjaga.

Akan lebih baik lagi, bila menggunakan sikat gigi yang halus untuk mencegah iritasi pada jaringan yang lembut. Pilih juga obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.

Baca Juga: Mengatasi Sariawan Pada Bayi

3. Rutin ke Dokter Gigi

Lakukanlah pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali. Ini adalah bentuk pencegahan sariawan di gusi selanjutnya.

Jika Moms telah mengidap sariawan di gusi berlangsung selama 2 minggu atau lebih, meluas ke bibir, hingga demam, segera ke dokter gigi.

"Kebanyakan orang yang kambuh sariawan di gusi akan mengalaminya 2-3 kali setahun, terus-menerus, dimulai saat mereka berusia 30 tahun," kata Dr. Kapur.

Nah, itulah penyebab dan cara mengatasi sariawan di gusi. Jangan lupa praktikkan dan hindari penyebabnya, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3323114/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/h-pylori/symptoms-causes/syc-20356171
  • https://kidshealth.org/en/kids/canker.html
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10945-canker-sores
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait