Program Hamil

PROGRAM HAMIL
8 Juni 2020

Ini Jumlah Transfer Embrio IVF Yang Baik

Simak ya Moms penjelasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Bagi Moms yang akan atau pernah menjalani prosedur IVF pasti mengetahui bahwa ada kemungkinan hamil kembar saat menjalani IVF. Dalam beberapa kasus, ada beberapa embrio yang dapat ditransfer ke dalam rahim Moms dan inilah yang membuat peluang hamil kembar semakin besar.

Namun demikian, sebuah penelitian menemukan bahwa satu embrio IVF untuk bayi sehat akan lebih baik dibandingkan mentransfer beberapa embrio sekaligus.

Sekilas Transfer Embrio IVF

1 Sekilas Transfer Embrio IVF.jpg

Foto: pressfoto - freepik.com

Dikutip dari Women & Infants, jumlah terbaik embrio yang dapat ditransfer dalam prosedur IVF masih menjadi perdebatan. Dalam IVF, pilihan untuk hanya mentransfer satu embrio biasanya direkomendasikan pada pasien yang memiliki peluang besar untuk hamil pada siklus IVF pertama.

Misalnya: wanita yang berusia di bawah 35 tahun dan memiliki kualitas serta jumlah embrio yang baik. Sedangkan, transfer dua atau lebih embrio biasanya dilakukan untuk memperbesar peluang kehamilan IVF.

Namun, transfer lebih dari satu ini embrio dapat berakibat pada kelahiran bayi kembar. Kehamilan kembar sendiri dapat menyebabkan risiko kesehatan pada bayi maupun Moms, dibandingkan dengan satu embrio IVF untuk bayi sehat.

Baca Juga: Mungkinkah Pasangan IVF Memilih Embrio Paling Cerdas?

Satu Embrio IVF Untuk Bayi Sehat

2 Satu Embrio IVF Untuk Bayi Sehat.jpg

Foto: Anastasia Makarevich – Pixabay.com

Hanya transfer satu embrio IVF untuk bayi sehat terbukti melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh ginekolog dan peneliti Diane De Neubourg, MD.

Bersama tim-nya dari Antwerp’s Centre for Reproductive Medicine, Diane mendata wanita yang menjalani perawatan reproduksi di Belgia dari tahun 1998-2003.

Para peneliti lalu membandingkan hasil bayi yang lahir dari Moms yang menjalani prosedur transfer embrio tunggal dengan bayi yang lahir alami.

Hasilnya, “bayi yang lahir dengan transfer embrio tunggal memiliki bobot kelahiran yang sama dengan bayi yang lahir alami. Mereka juga tidak lebih mungkin untuk dilahirkan secara prematur dan frekuensi mengalami keguguran juga sama pada kedua kelompok,” ungkap Diane, seperti dikutip dari webmd.com.

Baca Juga: 3 Gejala Normal Usai Transfer Embrio Pada IVF

Penelitian yang telah dipresentasikan pada European Society of Human Reproduction and Embryology di Copenhagen, Denmark ini melihat bahwa transfer satu embrio pada IVF akan menghasilkan kelahiran dan bayi yang sama sehatnya dengan bayi yang berasal dari kehamilan alami.

Risiko Hamil Kembar

3 Risiko Hamil Kembar.jpg

Foto: Karen Warfel – Pixabay.com

Merekomendasikan pasien untuk hanya melakukan transfer satu embrio IVF untuk bayi sehat merupakan cara yang baik mencegah kehamilan kembar.

“Kehamilan kembar merupakan salah satu faktor yang berisiko tinggi bagi kesehatan Moms dan anak saat menjalani perawatan kesuburan,” ungkap Ketua British Fertility Society, Dr. Allan Pacey, seperti dikutip dari theguardian.com.

Setidaknya setengah dari kehamilan kembar, lahir beberapa minggu lebih cepat dari bayi tunggal, yang artinya bayi kembar belum sepenuhnya matang serta lebih rentan mengalami masalah kesehatan saat lahir dan ketika berkembang.

Baca Juga: Adakah Risiko Komplikasi pada Program IVF?

Moms yang hamil anak kembar juga lebih rentan mengalami tekanan darah tinggi, pre-eklampsia, dan diabetes, dibandingkan dengan kehamilan tunggal.

Untuk memperbesar peluang kesuksesan kehamilan pada transfer satu embrio IVF untuk bayi sehat, Dokter akan membantu memastikan embrio memiliki kualitas yang baik. Sehingga kesehatan Moms dan bayi dengan IVF pun akan lebih terjamin.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait