Kesehatan

30 Januari 2020

Sauna Bisa Mengurangi Risiko Demensia? Ini Pendapat Ahli

Sauna juga diklaim bisa mengurangi risiko terkena demensia. Benarkah demikian?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Kata para ahli di Finlandia, sauna bisa mengurangi risiko demensia. Moms pecinta spa dan sauna patut gembira.

Sauna biasa menjadi pilihan kala ingin merelaksasi tubuh. Memang, berdiam diri di ruangan hangat selama beberapa menit bisa membuat kita lebih tenang.

Tak cuma mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagia saja, sauna juga memiliki manfaat untuk tubuh.

Dikutip dari Alzheimer's Society, sebuah studi yang dilakukan di Finlandia, diikuti 2.315 pria berusia 42 hingga 60 tahun selama 20 tahun menunjukkan bahwa orang yang menggunakan sauna mungkin memiliki risiko kematian lebih rendah akibat penyakit kardiovaskular.

Walau begitu, bagi penderita penyakit jantung harus memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan rekomendasi sebelum menggunakan sauna.

Tak cuma menurunkan risiko penyakit kardiovaskular saja, sauna diklaim bisa mengurangi risiko terkena demensia.

Baca Juga: Yuk Kenali Apa Saja Penyebab Tumor Otak, Penyakit yang Diderita Ibu Tya Ariestya

Benarkah Sauna Bisa Kurangi Risiko Terkena Demensia?

Sauna dan Demensia - 1 (freepik).jpg

Foto: freepik.com

Demensia merupakan penyakit yang mengakibatkan penurunan daya ingat dan cara berpikir.

Menurut penelitian dari University of Eastern Finland (UEF) yang diterbitkan dalam jurnal Age and Aging pada Desember 2016, seseorang dengan kebiasaan sauna setiap harinya memiliki risiko terkena demensia yang lebih rendah dibandingkan yang tidak.

Para peneliti menemukan tanggapan dosis antara frekuensi kebiasaan sauna mingguan dan risiko demensia.

Semakin sering seseorang menggunakan sauna setiap minggu, semakin rendah risiko demensia.

Misalnya, di antara mereka yang menggunakan sauna 4-7 kali seminggu, risiko segala bentuk demensia adalah 66 persen lebih rendah dan risiko penyakit Alzheimer 65 persen lebih rendah daripada di antara mereka yang menggunakan sauna hanya seminggu sekali.

Menurut Profesor Jari Laukkanen, yang memimpin penelitian sauna, paparan panas yang sering selama mandi sauna dapat melindungi jantung dan memori melalui mekanisme yang serupa walaupun perlu diteliti lebih lanjut.

Bagi Profesor Jari, kesehatan jantung juga mempengaruhi otak. Sehingga, sauna bisa membuat perasaan kita lebih rileks yang akhirnya mempengaruhi kinerja otak.

Baca Juga: 5 Aktivitas Eksperimen Sederhana untuk Melatih Otak Balita

Tak Cuma Sauna untuk Kurangi Risiko Terkena Demensia

Sauna dan Demensia - 2 (freepik).jpg

Foto: freepik.com

Masih banyak cara untuk mengurangi risiko terkena demensia, salah satunya adalah dengan latihan aerobik.

Olahraga aerobik yang teratur memiliki manfaat untuk meningkatkan suasana hati, mengurangi kecemasan, menurunkan risiko depresi dan demensia, dan mengoptimalkan fungsi kognitif di seluruh umur manusia.

Berkeringat melalui latihan aerobik juga bisa merangsang produksi BDNF (brain-derived neurotrophic factor), protein dari neurotropin yang terkait pertumbuhan saraf kanonik.

Hal tersebut bisa mengoptimalkan konektivitas fungsional antara wilayah otak dari dewasa muda hingga usia tua.

Sebuah studi pada Juli 2016 oleh Laura D. Baker dan rekannya di Wake Forest School of Medicine (WFSM) di North Carolina, menemukan bahwa peserta yang melakukan latihan aerobik sedang hingga kuat (paling sering menggunakan treadmill) meningkatkan aliran darah ke area otak, bertanggung jawab atas ingatan dan tingkat pemrosesan kognitif yang lebih tinggi.

Melihat manfaatnya dalam mengurangi risiko demensia, Moms dan Dads pilih sauna atau latihan aerobik nih?

Baca Juga: Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah? Ini Kebiasaan yang Baik untuk Melatih Daya Ingat

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait